Logo AtTartil Quranic Institute

Surah al-Anfal · Perkata BerwarnaColour-Coded Word by Word

Surah ke-8 · ayat 61–75 (daripada 75)Surah 8 · verses 61–75 (of 75) · AtTartil Quranic Institute

Isim (kata nama)(noun)Fiʿil (kata kerja)(verb)Ḥarf (kata sendi/partikel)(particle) ⌂ Semua surahAll surahs

(…) fāʿil (pelaku) bagi setiap fiʿilfāʿil (doer) of each verb(…)NF nāʾib fāʿil (pengganti pelaku: kata kerja pasif)nāʾib fāʿil (deputy doer: passive verb)(…)ism ism kāna/kāda (subjek kata kerja nāqiṣ, bukan fāʿil)ism of kāna/kāda (subject of an incomplete verb, not a fāʿil)

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

جَنَحُواْ

… (pihak musuh) cenderung… (the enemy side) incline (merekathey)

ج ن ح

لِلسَّلۡمِ

kepada perdamaiantowards peace

س ل م

فَٱجۡنَحۡ

maka … juga hendaklah cenderungthen … too should incline (engkauyou)

ج ن ح

لَهَا

kepadanyatowards it

ⓘ

وَتَوَكَّلۡ

serta bertawakallahand entrust yourself (engkauyou)

و ك ل

عَلَى

kepadato

ⓘ

ٱللَّهِۚ

AllahAllah

أ ل ه

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Iatruly He

ⓘ

هُوَ

(lit. Dia)(lit. He)

ⓘ

ٱلسَّمِيعُ

Maha Mendengaris All-Hearing

س م ع

ٱلۡعَلِيمُ

lagi Maha Mengetahuiand All-Knowing

ع ل م

Terjemahan: Dan jika mereka (pihak musuh) cenderung kepada perdamaian, maka engkau juga hendaklah cenderung kepadanya serta bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar, lagi Maha MengetahuiTranslation: And if they (the enemy side) incline towards peace, then you too should incline towards it, and entrust yourself to Allah. Truly He is All-Hearing and All-Knowing.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«دَلِيلٌ بَيِّنٌ عَلَى أَنَّ التَّوَكُّلَ أَمْرٌ غَيْرُ تَعَاطِي أَسْبَابِ الْأَشْيَاءِ، فَتَعَاطِي الْأَسْبَاب فِيمَا هِيَ مِنْ مَقْدُورِ النَّاسِ، وَالتَّوَكُّلُ فِيمَا يَخْرُجُ عَنْ ذَلِكَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/59 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/59 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, perintah bertawakal (berserah diri kepada Allah) datang selepas perintah cenderung kepada perdamaian supaya Nabi bergantung kepada Allah dalam semua urusannya dan menyerahkan perjalanan urusannya kepada-Nya; sebab itu disusuli “Sesungguhnya Ia Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui”, iaitu mendengar kata-kata mereka dan mengetahui isi hati mereka. Gabungan perintah bertawakal dengan perintah menyediakan kekuatan dalam ayat sebelumnya menjadi dalil yang jelas bahawa tawakal ialah perkara yang lain daripada mengambil sebab: mengambil sebab pada perkara yang dalam kemampuan manusia, dan tawakal pada apa yang di luar kemampuan itu.
Renungan: Usaha dan tawakal berjalan seiring; marilah kita berusaha sedaya mampu lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
According to Ibn ‘Āshūr, the command to rely on Allah comes after the command to incline to peace so that the Prophet depends on Allah in all his affairs and leaves their course to Him; that is why it is followed by the reminder that He hears and knows, hearing their words and knowing what is in their hearts. Joining the command to rely on Him with the command in the previous verse to prepare strength is clear proof that reliance is a thing other than taking means: means are taken in what lies within human power, and reliance is for what lies beyond it.
Reflection: Effort and reliance go together; let us strive as far as we can and then leave the outcome to Allah.

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

يُرِيدُوٓاْ

… bertujuan… aim (merekathey)

ر و د

أَن

hendakto

ⓘ

يَخۡدَعُوكَ

… menipumu… deceive you (merekathey)

خ د ع

فَإِنَّ

maka sesungguhnyathen truly

ⓘ

حَسۡبَكَ

cukuplah … (menjaga dan memberikan perlindungan) kepadamuis enough (to guard and give protection) for you

ح س ب

ٱللَّهُۚ

AllahAllah

أ ل ه

هُوَ

Dialahit is He

ⓘ

ٱلَّذِيٓ

yangWho

ⓘ

أَيَّدَكَ

… menguatkanmu… strengthened you (DiaHe)

أ ي د

بِنَصۡرِهِۦ

dengan pertolongan-Nyaby His help

ن ص ر

وَبِٱلۡمُؤۡمِنِينَ

dan dengan (sokongan) orang-orang yang berimanand by (the support of) the believers

أ م ن

Terjemahan: Dan jika mereka bertujuan hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjaga dan memberikan perlindungan) kepadamu. Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan (sokongan) orang-orang yang berimanTranslation: And if they aim to deceive you, then truly Allah is enough (to guard and give protection) for you. It is He Who strengthened you by His help and by (the support of) the believers.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«التَّأْيِيدُ لَيْسَ إِلَّا مِنَ اللَّه لَكِنَّهُ عَلَى قِسْمَيْنِ: أَحَدُهُمَا: مَا يَحْصُلُ مِنْ غَيْرِ وَاسِطَةِ أَسْبَابٍ مَعْلُومَةٍ مُعْتَادَةٍ. وَالثَّانِي: مَا يَحْصُلُ بِوَاسِطَةِ أَسْبَابٍ مَعْلُومَةٍ مُعْتَادَةٍ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/501 · Shamela ↗ (huraian ayat 62–63)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/501 · Shamela ↗ (commentary on 62–63)

Kata ar-Rāzī, maksud “cukuplah Allah (menjaga dan memberikan perlindungan) kepadamu” ialah Allah mencukupkanmu. Jika ditanya apa perlunya orang beriman sedangkan Allah telah menguatkan Baginda dengan pertolongan-Nya, jawapannya: ta’yīd (sokongan) hanya daripada Allah, tetapi ia dua jenis: yang berlaku tanpa perantaraan sebab-sebab biasa yang diketahui, itulah maksud “dengan pertolongan-Nya”, dan yang berlaku melalui sebab-sebab biasa yang diketahui, itulah maksud “dengan (sokongan) orang-orang yang beriman”.
Renungan: Pertolongan Allah juga datang melalui orang di sekeliling kita; marilah kita menghargai mereka dan bersyukur kepada Allah.
Ar-Rāzī says that Allah being enough for the Prophet means Allah suffices him. If it is asked why the believers are needed when Allah has already strengthened him with His help, the answer is: ta’yīd, support, comes only from Allah, but it is of two kinds: one that comes without the means people know and are used to, which is what His help refers to, and one that comes through such familiar means, which is what the support of the believers refers to.
Reflection: Allah’s help also reaches us through the people around us; let us value them and give thanks to Allah.

وَأَلَّفَ

dan (Dialah) yang … menyatu-padukanand (He is the One) Who … brought unity (DiaHe)

أ ل ف

بَيۡنَ

di antarabetween

ب ي ن

قُلُوبِهِمۡۚ

hati mereka (yang beriman itu)their hearts (those of the believers)

ق ل ب

لَوۡ

kalaulaheven if

ⓘ

أَنفَقۡتَ

… belanjakan… had spent (engkauyou)

ن ف ق

مَا

(harta benda) yang(the wealth) that

ⓘ

فِي

ada diis in

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

bumithe earth

أ ر ض

جَمِيعٗا

segalaall

ج م ع

مَّآ

nescaya … tidak … jugawould still not

ⓘ

أَلَّفۡتَ

… dapat menyatu-padukan… have been able to bring unity (engkauyou)

أ ل ف

بَيۡنَ

di antarabetween

ب ي ن

قُلُوبِهِمۡ

hati merekatheir hearts

ق ل ب

وَلَٰكِنَّ

akan tetapibut

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

أَلَّفَ

telah menyatu-padukanhas brought unity (DiaHe)

أ ل ف

بَيۡنَهُمۡۚ

di antara (hati) merekabetween (the hearts of) them

ب ي ن

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Iatruly He

ⓘ

عَزِيزٌ

Maha Kuasais All-Mighty

ع ز ز

حَكِيمٞ

lagi Maha Bijaksanaand All-Wise

ح ك م

Terjemahan: Dan (Dialah) yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu). Kalaulah engkau belanjakan segala (harta benda) yang ada di bumi, nescaya engkau tidak dapat juga menyatu-padukan di antara hati mereka, akan tetapi Allah telah menyatu-padukan di antara (hati) mereka. Sesungguhnya Ia Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: And (He is the One) Who brought unity between their hearts (those of the believers). Even if you had spent all (the wealth) that is in the earth, you would still not have been able to bring unity between their hearts; but Allah has brought unity between (the hearts of) them. Truly He is All-Mighty and All-Wise.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَهُوَ أَيْضًا مِنَّةٌ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ نَزَعَ مِنْ قُلُوبِهِمُ الْأَحْقَادَ وَالْإِحَنَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/63 · Shamela ↗ (huraian ayat 62–63)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/63 · Shamela ↗ (commentary on 62–63)

Menurut Ibn ‘Āshūr, menyatu-padukan hati orang beriman ialah kurniaan kepada Rasul, kerana Allah menjadikan pengikutnya saling berkasih sayang; ini lebih membantu Baginda memimpin mereka dan lebih diharapkan manfaatnya, kerana mereka menjadi seperti satu hati. Ia juga kurniaan kepada orang beriman, kerana Allah mencabut dari hati mereka dendam dan permusuhan yang menjadi kebiasaan manusia pada zaman jahiliah (sebelum Islam), punca peperangan antara kabilah. Inilah maksud “Dan (Dialah) yang menyatu-padukan di antara hati mereka (yang beriman itu)”.
Renungan: Kasih sayang sesama mukmin ialah anugerah Allah; marilah kita memeliharanya dan menjauhi dendam.
According to Ibn ‘Āshūr, uniting the hearts of the believers is a favour to the Messenger, for Allah made his followers love one another; this helped him more in leading them and promised more benefit from them, since they became as one heart. It is also a favour to the believers, for Allah drew out of their hearts the rancour and grudges that were people’s habit in the Jahiliyyah, the time before Islam, and the cause of wars between tribes.
Reflection: Love among believers is a gift from Allah; let us guard it and keep away from rancour.

يَٰٓأَيُّهَا

wahaiO

أ ي ي

ٱلنَّبِيُّ

NabiProphet

ن ب أ

حَسۡبُكَ

cukuplah … menjadi Penolongmuis enough as your Helper

ح س ب

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

وَمَنِ

dan juga (lit. dan sesiapa yang)and also (lit. and whoever)

ⓘ

ٱتَّبَعَكَ

pengikut-pengikutmu (lit. … mengikutmu)your followers (lit. … follows you) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))

ت ب ع

مِنَ

darifrom among

ⓘ

ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

orang-orang yang berimanthe believers

أ م ن

Terjemahan: Wahai Nabi, cukuplah Allah menjadi Penolongmu, dan juga pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang berimanTranslation: O Prophet, Allah is enough as your Helper, and also your followers from among the believers.

Nota nahu: حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ (ayat 64).Grammar note: حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ (verse 64).
Kedudukan i‘rab (analisis tatabahasa) bagi وَمَنِ (“dan sesiapa yang”). Warnanya tetap hijau (kata nama penghubung) pada setiap pandangan, dan pelaku (fā‘il) bagi ٱتَّبَعَكَ tetap (dia (merujuk sesiapa yang)); yang berbeza ialah maknanya. (1) Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) menyebut: “اسم موصول معطوف على لفظ الجلالة في محل رفع” (kata nama penghubung yang diathafkan (disambungkan) kepada lafaz Allah, berkedudukan raf‘ (baris hadapan)) (2/832 · Shamela ↗), iaitu “cukuplah bagimu Allah dan para pengikutmu” — selaras dengan Basmeih “cukuplah Allah menjadi Penolongmu, dan juga pengikut-pengikutmu”. Pandangan ini juga dipegang oleh Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān): “اسم موصول مبنيّ في محلّ رفع معطوف على لفظ الجلالة” (5/258 · Shamela ↗) dan Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh): “ومن عطف على الله” (4/38 · Shamela ↗). (2) Dalam kurungannya buku yang sama menambah: “أو خبر لمبتدإ محذوف تقديره: وحسبك من اتبعك” (atau ia predikat (khabar) bagi subjek yang dibuang, iaitu “dan cukuplah bagimu orang yang mengikutmu”) dan “ويجوز أن يكون في محل نصب بفعل محذوف تقديره: ويكفي من اتبعك” (boleh juga berkedudukan naṣb (baris atas) oleh kata kerja yang dibuang, iaitu “dan Allah mencukupi orang yang mengikutmu”) (2/832 · Shamela ↗). (3) Pandangan naṣb itu disebut juga oleh Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān): “وَالثَّانِي: مَوْضِعُهُ نَصْبٌ بِفِعْلٍ مَحْذُوفٍ دَلَّ عَلَيْهِ الْكَلَامُ تَقْدِيرُهُ: وَيَكْفِي مَنِ اتَّبَعَكَ” (pandangan kedua: kedudukannya naṣb oleh kata kerja yang dibuang, iaitu “dan (Allah) mencukupi orang yang mengikutmu”) (2/631 · Shamela ↗); beliau menyebut juga pandangan athaf kepada Allah: “هُوَ مَعْطُوفٌ عَلَى اسْمِ اللَّهِ فَيَكُونُ خَبَرًا آخَرَ” (ia diathafkan kepada nama Allah, maka menjadi predikat yang lain) lalu menukil: “وَقَالَ قَوْمٌ: هَذَا ضَعِيفٌ؛ لِأَنَّ الْوَاوَ لِلْجَمْعِ، وَلَا يَحْسُنُ هَاهُنَا كَمَا لَمْ يَحْسُنْ فِي قَوْلِهِمْ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ” (satu golongan berkata: ini lemah, kerana wāw menghimpunkan, dan ia tidak elok di sini sebagaimana tidak elok ucapan “apa yang Allah kehendaki dan engkau kehendaki”) (2/631 · Shamela ↗). Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) juga menyebut: “ويحتمل أن تكون بمعنى مع وما بعده منصوب” (boleh juga wāw itu bermakna “bersama” dan kata selepasnya naṣb) (4/38 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) menyenaraikan tiga kedudukan (naṣb, jarr (baris bawah) dan raf‘); bagi naṣb beliau menyebut: “إما أن يكون مفعولا معه، أو مفعولا به على تقدير فعل” (sama ada objek bersama, maf‘ūl ma‘ah, atau objek kepada kata kerja yang ditakdirkan (anggaran makna yang tersirat)), dan tentang athaf kepada Allah beliau berkata: “وهو لا يحسن معنى، كما لا يحسن قولهم: ما شاء الله وشئنا” (itu kurang baik dari segi makna, sebagaimana tidak elok ucapan “apa yang Allah kehendaki dan kami kehendaki”) (4/83 · Shamela ↗). Terjemahan Basmeih tidak diubah, dan kami mengikut pandangan utama kitab rujukan kami. Untuk perbincangan akidah lanjut, sila rujuk guru yang bertauliah.The i‘rāb (grammatical analysis) position of وَمَنِ (“and whoever”). Its colour stays green (a relative noun) on every view, and the doer (fā‘il) of ٱتَّبَعَكَ stays (he (refers to whoever)); what differs is the meaning. (1) Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) says: “اسم موصول معطوف على لفظ الجلالة في محل رفع” (a relative noun joined by conjunction to the word Allah, in the raf‘ (nominative) position) (2/832 · Shamela ↗), i.e. “Allah is enough for you, and your followers” — matching Basmeih’s “cukuplah Allah menjadi Penolongmu, dan juga pengikut-pengikutmu”. This view is also held by Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān): “اسم موصول مبنيّ في محلّ رفع معطوف على لفظ الجلالة” (5/258 · Shamela ↗) and Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh): “ومن عطف على الله” (4/38 · Shamela ↗). (2) In its brackets the same book adds: “أو خبر لمبتدإ محذوف تقديره: وحسبك من اتبعك” (or it is the predicate (khabar) of an omitted subject, i.e. “and enough for you are those who follow you”) and “ويجوز أن يكون في محل نصب بفعل محذوف تقديره: ويكفي من اتبعك” (it may also be in the naṣb (accusative) position by an omitted verb, i.e. “and Allah suffices those who follow you”) (2/832 · Shamela ↗). (3) That naṣb view is also given by Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān): “وَالثَّانِي: مَوْضِعُهُ نَصْبٌ بِفِعْلٍ مَحْذُوفٍ دَلَّ عَلَيْهِ الْكَلَامُ تَقْدِيرُهُ: وَيَكْفِي مَنِ اتَّبَعَكَ” (the second view: its position is naṣb by an omitted verb, i.e. “and (Allah) suffices those who follow you”) (2/631 · Shamela ↗); he also gives the view of conjunction with Allah: “هُوَ مَعْطُوفٌ عَلَى اسْمِ اللَّهِ فَيَكُونُ خَبَرًا آخَرَ” (it is joined to the name of Allah, so it is another predicate) and then reports: “وَقَالَ قَوْمٌ: هَذَا ضَعِيفٌ؛ لِأَنَّ الْوَاوَ لِلْجَمْعِ، وَلَا يَحْسُنُ هَاهُنَا كَمَا لَمْ يَحْسُنْ فِي قَوْلِهِمْ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ” (some said: this is weak, since the wāw joins the two together, which is not fitting here, just as “what Allah wills and you will” is not fitting) (2/631 · Shamela ↗). Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) also says: “ويحتمل أن تكون بمعنى مع وما بعده منصوب” (the wāw may also mean “together with”, and what follows it is naṣb) (4/38 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) lists three positions (naṣb, jarr (genitive) and raf‘); for naṣb he says: “إما أن يكون مفعولا معه، أو مفعولا به على تقدير فعل” (either an object of accompaniment, maf‘ūl ma‘ah, or the object of an implied verb), and of the conjunction with Allah he says: “وهو لا يحسن معنى، كما لا يحسن قولهم: ما شاء الله وشئنا” (that is not good in meaning, just as saying “what Allah wills and we will” is not good) (4/83 · Shamela ↗). Basmeih’s translation is not changed, and we follow the main view of our reference book. For further discussion of creed, please refer to a qualified teacher.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْمَعْنَى فِي هَذِهِ الْآيَةِ عَامٌّ فِي كُلِّ مَا يُحْتَاجُ إِلَيْهِ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/503 · Shamela ↗ (huraian ayat 64–65)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/503 · Shamela ↗ (commentary on 64–65)

Kata ar-Rāzī, setelah Allah menjanjikan pertolongan ketika musuh hendak menipu, Dia menjanjikan pertolongan dan kemenangan dalam ayat ini secara mutlak dalam semua keadaan; maka tiada pengulangan, kerana makna ayat sebelumnya ialah jika mereka hendak menipumu, Allah mencukupkanmu daripada urusan mereka, sedangkan makna “cukuplah Allah menjadi Penolongmu” di sini umum bagi segala yang diperlukan dalam agama dan dunia.
Renungan: Allah mencukupkan setiap keperluan kita; marilah kita bergantung kepada-Nya dalam urusan agama dan dunia.
Ar-Rāzī says that after Allah promised help when the enemy seeks to deceive, He promises help and victory in this verse without condition, in every circumstance; so there is no repetition, for the earlier verse means that if they seek to deceive you, Allah will spare you their affair, while this verse is general, covering everything needed in religion and in this world.
Reflection: Allah suffices for every need we have; let us depend on Him in matters of religion and of this world.

يَٰٓأَيُّهَا

wahaiO

أ ي ي

ٱلنَّبِيُّ

NabiProphet

ن ب أ

حَرِّضِ

peransangkanlahspur … on (engkauyou)

ح ر ض

ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

orang-orang yang beriman ituthe believers

أ م ن

عَلَى

untukto

ⓘ

ٱلۡقِتَالِۚ

berperangfight

ق ت ل

إِن

jikaif

ⓘ

يَكُن

adathere are (dua puluh ‘isyrunatwenty ‘ishrūna)ism

ك و ن

مِّنكُمۡ

di antara kamuamong you

ⓘ

عِشۡرُونَ

dua puluhtwenty

ع ش ر

صَٰبِرُونَ

yang sabarwho are patient

ص ب ر

يَغۡلِبُواْ

nescaya … dapat menewaskan… will surely be able to defeat (merekathey)

غ ل ب

مِاْئَتَيۡنِۚ

dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu)two hundred (from the side of the enemy who disbelieve)

م أ ي

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

يَكُن

adathere are (seratus orang mi’atuna hundred mi’atun)ism

ك و ن

مِّنكُم

di antara kamuamong you

ⓘ

مِّاْئَةٞ

seratus oranga hundred

م أ ي

يَغۡلِبُوٓاْ

nescaya … dapat menewaskan… will surely be able to defeat (merekathey)

غ ل ب

أَلۡفٗا

seribu oranga thousand

أ ل ف

مِّنَ

dari golonganfrom among

ⓘ

ٱلَّذِينَ

yangthose who

ⓘ

كَفَرُواْ

… kafir… disbelieve (merekathey)

ك ف ر

بِأَنَّهُمۡ

disebabkan mereka (yang kafir itu)because they (who disbelieve) are

ⓘ

قَوۡمٞ

orang-orangpeople

ق و م

لَّا

yang tidakwho do not

ⓘ

يَفۡقَهُونَ

… mengerti… comprehend (merekathey)

ف ق ه

Terjemahan: Wahai Nabi, peransangkanlah orang-orang yang beriman itu untuk berperang. Jika ada di antara kamu dua puluh yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang (dari pihak musuh yang kafir itu); dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan yang kafir, disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengertiTranslation: O Prophet, spur the believers on to fight. If among you there are twenty who are patient, they will surely be able to defeat two hundred (from the side of the enemy who disbelieve); and if among you there are a hundred, they will surely be able to defeat a thousand from among those who disbelieve, because they (who disbelieve) are people who do not comprehend.

Nota nahu: إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَٰبِرُونَ … وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ (ayat 65).Grammar note: إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَٰبِرُونَ … وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ (verse 65).
Kurungan bagi kedua-dua يَكُن. Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) menganggapnya sebagai kata kerja nāsikh (tidak lengkap, nāqiṣah) dan menyebut bagi عِشْرُونَ: “اسم يكن مرفوع بالواو” (subjek (ism) yakun, berbaris hadapan dengan wāw) (2/833 · Shamela ↗); maka kurungannya bertanda “ism” (dua puluh ‘isyruna), dan yang kedua (seratus orang mi’atun). Dalam kurungannya buku yang sama menambah: “ويجوز اعتبار الفعل (يكن): تاما” (boleh juga kata kerja yakun dikira lengkap, tāmmah) dengan ‘ishrūna sebagai pelakunya (2/833 · Shamela ↗). Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān) mendahulukan pandangan ini: “يَجُوزُ أَنْ تَكُونَ التَّامَّةَ” (boleh ia menjadi kāna yang lengkap), lalu pelakunya ‘ishrūna, kemudian baru menyebut nāqiṣah (2/631 · Shamela ↗); Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) pula: “ويجوز أن تعرب يكن هنا تامة فيكون عشرون فاعلا” (boleh yakun di sini dianggap lengkap, lalu ‘ishrūna pelakunya) (4/40 · Shamela ↗); dan Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh): “وإن اعتبرت ﴿يَكُنْ﴾ تامّا” (jika engkau menganggap yakun lengkap) (4/84 · Shamela ↗). Pada pandangan itu kurungannya ialah kurungan pelaku (fā‘il) (dua puluh ‘isyruna) dan (seratus orang mi’atun), bukan subjek (ism). Warna tidak berubah, dan kami mengikut pandangan utama kitab rujukan kami.The bracket of both يَكُن. Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) takes it as a nāsikh (incomplete, nāqiṣah) verb and says of عِشْرُونَ: “اسم يكن مرفوع بالواو” (the subject (ism) of yakun, nominative with wāw) (2/833 · Shamela ↗); so its bracket is tagged “ism” (twenty ‘ishrūna), and the second one (a hundred mi’atun). In its brackets the same book adds: “ويجوز اعتبار الفعل (يكن): تاما” (the verb yakun may also be taken as complete, tāmmah) with ‘ishrūna as its doer (2/833 · Shamela ↗). Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān) gives this view first: “يَجُوزُ أَنْ تَكُونَ التَّامَّةَ” (it may be the complete kāna), with ‘ishrūna as the doer, and only then the nāqiṣah view (2/631 · Shamela ↗); Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh): “ويجوز أن تعرب يكن هنا تامة فيكون عشرون فاعلا” (yakun here may be parsed as complete, so ‘ishrūna is the doer) (4/40 · Shamela ↗); and Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh): “وإن اعتبرت ﴿يَكُنْ﴾ تامّا” (if you take yakun as complete) (4/84 · Shamela ↗). On that view the bracket would be a doer (fā‘il) bracket (twenty ‘ishrūna) and (a hundred mi’atun), not a subject (ism). The colour does not change, and we follow the main view of our reference book.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّ الْكُفَّارَ إِنَّمَا يُعَوِّلُونَ عَلَى قُوَّتِهِمْ وَشَوْكَتِهِمْ، وَالْمُسْلِمُونَ يَسْتَعِينُونَ بِرَبِّهِمْ بِالدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/504–505 · Shamela ↗ (huraian ayat 64–65)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/504–505 · Shamela ↗ (commentary on 64–65)

Antara huraian ar-Rāzī tentang sebab kemenangan itu, iaitu “disebabkan mereka (yang kafir itu) orang-orang yang tidak mengerti”: pertama, orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kembali menyangka kebahagiaan hanyalah kehidupan dunia lalu bakhil dengannya, sedangkan orang yang yakin kebahagiaan sebenar hanya di akhirat tidak terikat dengan dunia, lalu tampil dengan hati yang kuat dan azam yang benar; kedua, orang kafir hanya bersandar pada kekuatan dan kehebatan mereka, sedangkan orang Islam memohon pertolongan Tuhan mereka dengan doa dan merendah diri, maka pertolongan dan kemenangan lebih layak bagi mereka.
Renungan: Kekuatan sebenar ialah doa dan keyakinan kepada akhirat; marilah kita memperbanyak doa dengan rendah diri.
Among ar-Rāzī’s explanations of the cause of that victory, the fact that the disbelievers do not understand: first, whoever does not believe in Allah and the Return thinks happiness is only this worldly life and holds on to it tightly, while one certain that true happiness lies only in the Hereafter is not bound to this world and comes forward with a strong heart and sound resolve; second, the disbelievers lean only on their strength and might, while the Muslims seek their Lord’s help through prayer and humble pleading, so help and victory are more fitting for them.
Reflection: True strength is prayer and certainty of the Hereafter; let us pray more, with humility.

ٱلۡـَٰٔنَ

sekarangnow

أ و ن

خَفَّفَ

telah meringankanhas lightened (AllahAllah)

خ ف ف

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

عَنكُمۡ

daripada kamu (apa yang telah diwajibkan dahulu)for you (what was made obligatory before)

ⓘ

وَعَلِمَ

kerana … mengetahui (lit. dan … mengetahui)because … knows (lit. and … knew) (DiaHe)

ع ل م

أَنَّ

bahawathat

ⓘ

فِيكُمۡ

pada kamu adain you there is

ⓘ

ضَعۡفٗاۚ

kelemahanweakness

ض ع ف

فَإِن

oleh itu jikaso if

ⓘ

يَكُن

adathere are (seratus orang mi’atuna hundred mi’atun)ism

ك و ن

مِّنكُم

di antara kamuamong you

ⓘ

مِّاْئَةٞ

seratus oranga hundred

م أ ي

صَابِرَةٞ

yang sabarwho are patient

ص ب ر

يَغۡلِبُواْ

nescaya … akan dapat menewaskan… will surely be able to defeat (merekathey)

غ ل ب

مِاْئَتَيۡنِۚ

dua ratus orangtwo hundred

م أ ي

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

يَكُن

adathere are (seribu orang alfuna thousand alfun)ism

ك و ن

مِّنكُمۡ

di antara kamuamong you

ⓘ

أَلۡفٞ

seribu oranga thousand

أ ل ف

يَغۡلِبُوٓاْ

nescaya … dapat menewaskan… will surely be able to defeat (merekathey)

غ ل ب

أَلۡفَيۡنِ

dua ribu orangtwo thousand

أ ل ف

بِإِذۡنِ

dengan izinby the permission of

أ ذ ن

ٱللَّهِۗ

AllahAllah

أ ل ه

وَٱللَّهُ

dan (ingatlah) Allahand (remember) Allah is

أ ل ه

مَعَ

besertawith

ⓘ

ٱلصَّٰبِرِينَ

orang-orang yang sabarthose who are patient

ص ب ر

Terjemahan: Sekarang Allah telah meringankan daripada kamu (apa yang telah diwajibkan dahulu) kerana Ia mengetahui bahawa pada kamu ada kelemahan; oleh itu jika ada di antara kamu seratus orang yang sabar, nescaya mereka akan dapat menewaskan dua ratus orang; dan jika ada di antara kamu seribu orang, nescaya mereka dapat menewaskan dua ribu orang dengan izin Allah. Dan (ingatlah) Allah beserta orang-orang yang sabarTranslation: Now Allah has lightened for you (what was made obligatory before), because He knows that in you there is weakness; so if among you there are a hundred who are patient, they will surely be able to defeat two hundred; and if among you there are a thousand, they will surely be able to defeat two thousand by the permission of Allah. And (remember) Allah is with those who are patient.

Nota nahu: فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ صَابِرَةٌ … وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ (ayat 66).Grammar note: فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّا۟ئَةٌ صَابِرَةٌ … وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ (verse 66).
Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) menyebut: “مثل: إن يكن منكم عشرون صابرون يغلبوا مائتين ... في الآية السابقة” (sama seperti “in yakun minkum ‘ishrūna ṣābirūna yaghlibū mi’atayn” dalam ayat sebelumnya) (2/833 · Shamela ↗). Maka kurungan kedua-dua يَكُن di sini bertanda “ism” (seratus orang mi’atun) dan (seribu orang alfun), dan pandangan yakun lengkap (tāmmah), dengan mi’atun dan alfun sebagai pelaku (fā‘il), berlaku juga di sini — lihat nota ayat 65. Warna tidak berubah.Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) says: “مثل: إن يكن منكم عشرون صابرون يغلبوا مائتين ... في الآية السابقة” (like “in yakun minkum ‘ishrūna ṣābirūna yaghlibū mi’atayn” in the previous verse) (2/833 · Shamela ↗). So the brackets of both يَكُن here are tagged “ism” (a hundred mi’atun) and (a thousand alfun), and the view of yakun as complete (tāmmah), with mi’atun and alfun as doers (fā‘il), applies here too — see the note on verse 65. The colour does not change.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَمَعْنَى قَوْلِهِ: الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ أَنَّ التَّخْفِيفَ الْمُنَاسِبَ لِيُسْرِ هَذَا الدِّينِ رُوعِيَ فِي هَذَا الْوَقْتِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/70 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/70 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, maksud “Sekarang Allah telah meringankan daripada kamu” ialah keringanan yang sesuai dengan sifat mudah agama ini diambil kira pada waktu itu, sebagai kelembutan terhadap orang Islam dan untuk memelihara bilangan mereka; ia tidak diambil kira sebelumnya kerana ada penghalang, lalu kebaikan keseluruhan mereka diutamakan. Ḍa‘f (kelemahan) dalam “Ia mengetahui bahawa pada kamu ada kelemahan” ialah tidak berdaya melakukan kerja yang berat dan sukar.
Renungan: Allah mengetahui kelemahan kita lalu memberi keringanan; marilah kita bersyukur atas kemudahan agama ini dan tetap bersabar.
According to Ibn ‘Āshūr, the lightening of the burden means that the ease suited to the gentle nature of this religion was taken into account at that time, out of kindness to the Muslims and to preserve their numbers; it was not taken into account before because something prevented it, and the good of the whole body of them was put first. Ḍa‘f, weakness, is being unable to do heavy and hard tasks.
Reflection: Allah knows our weakness and grants us ease; let us give thanks for the ease of this religion and remain patient.

مَا

tidaklahit is not

ⓘ

كَانَ

patut (lit. adalah)right (lit. was) (ayat: an yakuna lahu asrathe clause: an yakūna lahu asrā)ism

ك و ن

لِنَبِيٍّ

bagi seseorang Nabifor any Prophet

ن ب أ

أَن

(lit. bahawa)to

ⓘ

يَكُونَ

mempunyai (lit. ada)have (lit. there be) (orang‑orang tawanan asracaptives asrā)ism

ك و ن

لَهُۥٓ

(lit. baginya)(lit. for him)

ⓘ

أَسۡرَىٰ

orang-orang tawanancaptives

أ س ر

حَتَّىٰ

sebelumbefore

ⓘ

يُثۡخِنَ

… dapat membunuh sebanyak-banyaknya… has been able to kill in the greatest numbers (dia (Nabi)he (the Prophet))

ث خ ن

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِۚ

muka bumithe face of the earth

أ ر ض

تُرِيدُونَ

… menghendaki… desire (kamu sekalianyou all)

ر و د

عَرَضَ

harta bendathe goods of

ع ر ض

ٱلدُّنۡيَا

dunia (yang tidak kekal)this world (which do not last)

د ن و

وَٱللَّهُ

sedang Allahwhile Allah

أ ل ه

يُرِيدُ

menghendakidesires (DiaHe)

ر و د

ٱلۡأٓخِرَةَۗ

(untuk kamu pahala) akhirat(for you the reward of) the Hereafter

أ خ ر

وَٱللَّهُ

dan (ingatlah), Allahand (remember), Allah is

أ ل ه

عَزِيزٌ

Maha KuasaAll-Mighty

ع ز ز

حَكِيمٞ

lagi Maha Bijaksanaand All-Wise

ح ك م

Terjemahan: Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang-orang tawanan sebelum ia dapat membunuh sebanyak-banyaknya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda dunia (yang tidak kekal), sedang Allah menghendaki (untuk kamu pahala) akhirat. Dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: It is not right for any Prophet to have captives before he has been able to kill in the greatest numbers on the face of the earth. You desire the goods of this world (which do not last), while Allah desires (for you the reward of) the Hereafter. And (remember), Allah is All-Mighty and All-Wise.

Nota nahu: مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسْرَىٰ (ayat 67).Grammar note: مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسْرَىٰ (verse 67).
Kurungan bagi كَانَ dan يَكُونَ. (1) Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) menganggap kedua-duanya sebagai kata kerja nāsikh (tidak lengkap, nāqiṣah) dan menyebut: “والمصدر المؤول من: أن يكون له أسرى ... في محل رفع اسم كان” (kata terbitan yang terbentuk daripada an yakūna lahu asrā berkedudukan subjek (ism) bagi kāna) dan bagi أَسْرَىٰ: “اسم يكون مرفوع بضمة مقدرة” (subjek yakūna) (2/834 · Shamela ↗). Maka kurungan kāna bertanda “ism” (ayat: an yakuna lahu asra) dan kurungan yakūna (orang-orang tawanan asra). (2) Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) menyebut: “ويجوز أن تكون تامة بمعنى ما حصل وما استقام” (boleh juga kāna lengkap, tāmmah, bermaksud “tidak berlaku dan tidak patut”) dan “وتكون أن وما في حيزها فاعلا لها” (lalu an bersama klausanya menjadi pelakunya) (4/42 · Shamela ↗); pada pandangan ini kurungan kāna menjadi kurungan pelaku (fā‘il). (3) Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān) menganggap yakūna: “مضارع ناقص-أو تامّ” (tidak lengkap atau lengkap) dan asrā: “اسم يكون-أو فاعله- مرفوع” (subjek yakūna atau pelakunya) (5/262 · Shamela ↗); pada pandangan lengkap kurungan yakūna menjadi kurungan pelaku. (4) Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) pula menyebut bagi kāna: “واسمه محذوف يفهم من المقام” (subjeknya dibuang, difahami daripada konteks), dan bahawa an bersama yakūna “في تأويل مصدر في محل جر بحرف جر محذوف” (dalam takwil (dikira sebagai) kata terbitan, berkedudukan jarr (baris bawah) oleh ḥarf jar (kata sendi) yang dibuang) (dalam teks Shamela tertulis ﴿كانَ﴾, jelas salah cetak bagi أَنْ) (4/87–88 · Shamela ↗); pada pandangan ini subjek kāna tidak tertulis dalam ayat, maka kurungannya akan menjadi tersirat (difahami daripada konteks). Warna tidak berubah, maknanya selaras dengan Basmeih “Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang-orang tawanan”, dan kami mengikut kitab rujukan kami.The brackets of كَانَ and يَكُونَ. (1) Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) takes both as nāsikh (incomplete, nāqiṣah) verbs and says: “والمصدر المؤول من: أن يكون له أسرى ... في محل رفع اسم كان” (the verbal noun formed from an yakūna lahu asrā is the subject (ism) of kāna) and of أَسْرَىٰ: “اسم يكون مرفوع بضمة مقدرة” (the subject of yakūna) (2/834 · Shamela ↗). So the bracket of kāna is tagged “ism” (the clause: an yakūna lahu asrā) and that of yakūna (captives asrā). (2) Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) says: “ويجوز أن تكون تامة بمعنى ما حصل وما استقام” (kāna may also be complete, tāmmah, meaning “it did not happen and was not right”) and “وتكون أن وما في حيزها فاعلا لها” (then an with its clause is its doer) (4/42 · Shamela ↗); on this view the bracket of kāna would be a doer (fā‘il) bracket. (3) Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān) parses yakūna: “مضارع ناقص-أو تامّ” (incomplete or complete) and asrā: “اسم يكون-أو فاعله- مرفوع” (the subject of yakūna, or its doer) (5/262 · Shamela ↗); on the complete view the bracket of yakūna would be a doer bracket. (4) Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) says of kāna: “واسمه محذوف يفهم من المقام” (its subject is omitted, understood from the context), and that an with yakūna is “في تأويل مصدر في محل جر بحرف جر محذوف” (taken as a verbal noun, in the jarr (genitive) position by an omitted preposition) (the Shamela text prints ﴿كانَ﴾, clearly a printing slip for أَنْ) (4/87–88 · Shamela ↗); on this view the subject of kāna is not written in the verse, so its bracket would be implied (understood from the context). The colour does not change, the meaning matches Basmeih’s “Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang-orang tawanan”, and we follow our reference book.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَإِنَّمَا سَمَّى مَنَافِعَ الدُّنْيَا وَمَتَاعَهَا عَرَضًا، لِأَنَّهُ لَا ثَبَاتَ لَهُ وَلَا دَوَامَ، فَكَأَنَّهُ يَعْرِضُ ثُمَّ يَزُولُ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/511 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–69)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/511 · Shamela ↗ (commentary on 67–69)

Kata ar-Rāzī, manfaat dan kesenangan dunia dinamakan ‘araḍ (sesuatu yang datang lalu hilang) kerana ia tidak tetap dan tidak kekal, seolah-olah ia muncul kemudian lenyap; inilah maksud “Kamu menghendaki harta benda dunia (yang tidak kekal), sedang Allah menghendaki (untuk kamu pahala) akhirat”. Allah tidak menghendaki apa yang membawa kepada kebahagiaan dunia yang datang dan pergi, tetapi apa yang membawa kepada kebahagiaan akhirat yang kekal, terpelihara daripada perubahan dan kehilangan.
Renungan: Dunia datang lalu pergi; marilah kita mengutamakan apa yang kekal di sisi Allah.
Ar-Rāzī says the benefits and comforts of this world are called ‘araḍ, a thing that comes and goes, because they have no firmness or permanence, as though they appear and then vanish. Allah does not desire what leads to worldly happiness that comes and goes, but what leads to the happiness of the Hereafter, which lasts and is safe from change and loss.
Reflection: This world comes and goes; let us put first what lasts with Allah.

لَّوۡلَا

kalaulah tidak (kerana) adanyawere it not (for) the existence of

ⓘ

كِتَٰبٞ

ketetapana decree

ك ت ب

مِّنَ

darifrom

ⓘ

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

سَبَقَ

yang telah terdahuluthat had gone before (ia (ketetapan itu)it (that decree))

س ب ق

لَمَسَّكُمۡ

tentulah kamu ditimpa (lit. tentulah … menimpa kamu)you would surely have been struck by (lit. would surely have struck you) (azab seksa ‘adzabuna punishment ‘adhābun)

م س س

فِيمَآ

disebabkan (penebus diri) yangbecause of (the ransom) that

ⓘ

أَخَذۡتُمۡ

… ambil (dari orang-orang tawanan) itu… took (from the captives) (kamu sekalianyou all)

أ خ ذ

عَذَابٌ

azab seksaa … punishment

ع ذ ب

عَظِيمٞ

yang besargreat

ع ظ م

Terjemahan: Kalaulah tidak (kerana) adanya ketetapan dari Allah yang telah terdahulu, tentulah kamu ditimpa azab seksa yang besar disebabkan (penebus diri) yang kamu ambil (dari orang-orang tawanan) ituTranslation: Were it not (for) the existence of a decree from Allah that had gone before, you would surely have been struck by a great punishment because of (the ransom) that you took (from the captives).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«لَوْلَا قَدَرٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ مِنْ لُطْفِهِ بِكُمْ فَصَرَفَ بِلُطْفِهِ وَعِنَايَتِهِ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ عَذَابًا كَانَ مِنْ شَأْنِ أَخْذِهِمُ الْفِدَاءَ أَنْ يُسَبِّبَهُ لَهُمْ وَيُوقِعَهُمْ فِيهِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/78 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–68)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/78 · Shamela ↗ (commentary on 67–68)

Antara huraian Ibn ‘Āshūr: “adanya ketetapan dari Allah yang telah terdahulu” boleh bermaksud takdir Allah yang terdahulu daripada kelembutan-Nya, lalu dengan kelembutan dan pemeliharaan-Nya Dia memalingkan daripada orang beriman suatu azab di dunia yang boleh timbul akibat apa yang mereka ambil; azab itu bukan azab kemurkaan, dan Allah menyelamatkan orang Islam daripadanya.
Renungan: Banyak bahaya dihindarkan daripada kita dengan kelembutan Allah tanpa kita sedari; marilah kita sentiasa bersyukur kepada-Nya.
One of Ibn ‘Āshūr’s explanations is that the prior decree from Allah may mean a decree of Allah that went before, out of His kindness, by which His kindness and care turned away from the believers a punishment in this world that what they took could have brought upon them; that punishment was not a punishment of wrath, and Allah kept the Muslims safe from it.
Reflection: Many harms are turned away from us by Allah’s kindness without our knowing; let us always give thanks to Him.

فَكُلُواْ

maka makanlahso eat (kamu sekalianyou all)

أ ك ل

مِمَّا

dari apa yangof what

ⓘ

غَنِمۡتُمۡ

… telah dapat (dalam peperangan) itu… have gained (in war) (kamu sekalianyou all)

غ ن م

حَلَٰلٗا

sebagai benda yang halalas things that are lawful

ح ل ل

طَيِّبٗاۚ

lagi baikand good

ط ي ب

وَٱتَّقُواْ

serta bertaqwalah kepadaand have taqwa of (kamu sekalianyou all)

و ق ي

ٱللَّهَۚ

AllahAllah

أ ل ه

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

غَفُورٞ

Maha Pengampunis Most Forgiving

غ ف ر

رَّحِيمٞ

lagi Maha MengasihaniMost Merciful

ر ح م

Terjemahan: Maka makanlah dari apa yang kamu telah dapat (dalam peperangan) itu, sebagai benda yang halal lagi baik, serta bertaqwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha MengasihaniTranslation: So eat of what you have gained (in war), as things that are lawful and good, and have taqwa of Allah; truly Allah is Most Forgiving, Most Merciful.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَقَوْلُهُ: وَاتَّقُوا اللَّهَ إِشَارَةٌ إِلَى الْمُسْتَقْبَلِ. وَقَوْلُهُ: إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ إشارة إلى الحالة الماضية»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/513 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–69)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/513 · Shamela ↗ (commentary on 67–69)

Kata ar-Rāzī, maksudnya: ketahuilah bahawa Allah mengampunkan kesilapan yang telah kamu lakukan pada masa lalu dan mengasihani kamu atas dosa dan maksiat yang telah dilakukan. Maka perintah “bertaqwalah kepada Allah” mengisyaratkan masa hadapan, manakala “sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani” mengisyaratkan keadaan yang telah lalu.
Renungan: Masa lalu diserahkan kepada keampunan Allah, masa hadapan diisi dengan taqwa (menjaga diri daripada kemurkaan Allah); marilah kita bertaubat dan memperbaharui taqwa kita.
Ar-Rāzī says the meaning is: know that Allah forgives the slip you committed in the past and has mercy on you for the sin and wrongdoing that was done. So the command to have taqwa of Allah points to the future, while the statement that Allah is Most Forgiving and Most Merciful points to what has passed.
Reflection: The past is left to Allah’s forgiveness and the future is filled with taqwa, guarding ourselves against Allah’s displeasure; let us repent and renew our taqwa.

يَٰٓأَيُّهَا

wahaiO

أ ي ي

ٱلنَّبِيُّ

NabiProphet

ن ب أ

قُل

katakanlahsay (engkauyou)

ق و ل

لِّمَن

kepada … yangto … who

ⓘ

فِيٓ

ada dalamare there in

ⓘ

أَيۡدِيكُم

tangan kamuyour hands

ي د ي

مِّنَ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

ٱلۡأَسۡرَىٰٓ

orang-orang tawananthe captives

أ س ر

إِن

jikaif

ⓘ

يَعۡلَمِ

mengetahuiknows (AllahAllah)

ع ل م

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

فِي

dalamin

ⓘ

قُلُوبِكُمۡ

hati kamuyour hearts

ق ل ب

خَيۡرٗا

ada kebaikan (iman)there is good (faith)

خ ي ر

يُؤۡتِكُمۡ

nescaya … akan memberi kepada kamu… will surely give to you (DiaHe)

أ ت ي

خَيۡرٗا

(balasan) yang lebih baik(a return) that is better

خ ي ر

مِّمَّآ

daripada (harta benda penebus diri) yangthan (the wealth paid as ransom) that

ⓘ

أُخِذَ

telah diambilwas taken (ia (merujuk apa yang)it (refers to what))NF

أ خ ذ

مِنكُمۡ

dari kamufrom you

ⓘ

وَيَغۡفِرۡ

dan … akan mengampunkanand … will grant forgiveness (DiaHe)

غ ف ر

لَكُمۡۚ

dosa kamu (lit. bagi kamu)for your sins (lit. for you)

ⓘ

وَٱللَّهُ

kerana Allahfor Allah is

أ ل ه

غَفُورٞ

Maha PengampunMost Forgiving

غ ف ر

رَّحِيمٞ

lagi Maha MengasihaniMost Merciful

ر ح م

Terjemahan: Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang tawanan yang ada dalam tangan kamu: "Jika Allah mengetahui ada kebaikan (iman) dalam hati kamu, nescaya Ia akan memberi kepada kamu (balasan) yang lebih baik daripada (harta benda penebus diri) yang telah diambil dari kamu, dan Ia akan mengampunkan dosa kamu"; kerana Allah Maha Pengampun, lagi Maha MengasihaniTranslation: O Prophet, say to the captives who are there in your hands: “If Allah knows there is good (faith) in your hearts, He will surely give to you (a return) that is better than (the wealth paid as ransom) that was taken from you, and will grant forgiveness for your sins”; for Allah is Most Forgiving, Most Merciful.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَقَدْ عَلِمْنَا أَنَّ قَلِيلَ الدُّنْيَا مَعَ الْإِيمَانِ أَعْظَمُ مِنْ كَثِيرِ الدُّنْيَا مَعَ الْكُفْرِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/514 · Shamela ↗ (huraian ayat 70–71)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/514 · Shamela ↗ (commentary on 70–71)

Kata ar-Rāzī, jika “(balasan) yang lebih baik daripada (harta benda penebus diri) yang telah diambil dari kamu” ditafsirkan sebagai kebaikan dunia, janji itu pasti berlaku bagi setiap tawanan yang ikhlas, cuma kita tidak mengetahui siapa yang ikhlas hatinya; dan kita mengetahui bahawa sedikit dunia bersama iman lebih besar daripada banyak dunia bersama kekufuran. Penutup ayat menguatkan janji keampunan itu: bagaimana Dia tidak menunaikan janji keampunan-Nya sedangkan Dia Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani?
Renungan: Iman yang ikhlas lebih bernilai daripada harta yang banyak; marilah kita menjaga keikhlasan hati kita.
Ar-Rāzī says that if the better return promised in this verse is taken as worldly good, the promise must hold for every sincere captive, though we do not know who is sincere at heart; and we know that a little of this world with faith is greater than much of it with disbelief. The close confirms the promise of forgiveness: how would He not keep His promise of forgiveness when He is Most Forgiving and Most Merciful?
Reflection: Sincere faith is worth more than great wealth; let us guard the sincerity of our hearts.

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

يُرِيدُواْ

… (orang-orang tawanan itu) bertujuan hendak… (those captives) intend to (merekathey)

ر و د

خِيَانَتَكَ

melakukan khianat kepadamucommit treachery against you

خ و ن

فَقَدۡ

maka sesungguhnya … telahpunthen truly … have already

ⓘ

خَانُواْ

… melakukan khianat kepada… committed treachery against (merekathey)

خ و ن

ٱللَّهَ

Allah (dengan kekufuran mereka)Allah (by their disbelief)

أ ل ه

مِن

(lit. dari)(lit. from)

ⓘ

قَبۡلُ

sebelum itubefore that

ق ب ل

فَأَمۡكَنَ

lalu … menjadikan (engkau) mengalahkan dan menundukkanso … enabled (you) to defeat and subdue (Dia (Allah)He (Allah))

م ك ن

مِنۡهُمۡۗ

merekathem

ⓘ

وَٱللَّهُ

kerana Allahfor Allah is

أ ل ه

عَلِيمٌ

Maha MengetahuiAll-Knowing

ع ل م

حَكِيمٌ

lagi Maha Bijaksanaand All-Wise

ح ك م

Terjemahan: Dan jika mereka (orang-orang tawanan itu) bertujuan hendak melakukan khianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telahpun melakukan khianat kepada Allah (dengan kekufuran mereka) sebelum itu, lalu Allah menjadikan (engkau) mengalahkan dan menundukkan mereka; kerana Allah Maha Mengetahui, lagi Maha BijaksanaTranslation: And if they (those captives) intend to commit treachery against you, then truly they have already committed treachery against Allah (by their disbelief) before that, so Allah enabled (you) to defeat and subdue them; for Allah is All-Knowing and All-Wise.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«يَجُوزُ أَنْ يُرَادَ بِهَا الشِّرْكُ فَإِنَّهُ خِيَانَةٌ لِلْعَهْدِ الْفِطْرِيِّ الَّذِي أَخَذَهُ اللَّهُ عَلَى بَنِي آدَمَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/82 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/82 · Shamela ↗

Antara huraian Ibn ‘Āshūr tentang khianat mereka kepada Allah “(dengan kekufuran mereka) sebelum itu”: ia ialah syirik (menyekutukan Allah), kerana syirik mengkhianati perjanjian fitrah yang Allah ambil daripada anak Adam; perjanjian itu tertanam dalam fitrah dan setiap jiwa merasainya, tetapi ia dikalahkan oleh kesesatan adat dan ikutan kepada pembesar kaum. Jawapan bagi syarat ayat ini dibuang, iaitu: khianat mereka tidak akan memudaratkanmu.
Renungan: Fitrah yang mengenal Allah ada dalam diri setiap kita; marilah kita memeliharanya daripada dikalahkan oleh adat dan ikut-ikutan.
One of Ibn ‘Āshūr’s explanations of their earlier betrayal of Allah is that it means shirk, associating partners with Allah, for shirk betrays the covenant of natural disposition that Allah took from the children of Adam; it is settled in human nature and every soul senses it, but it is overpowered by the errors of custom and by following the great men of one’s people. The answer to the condition is left out, meaning: their betrayal will not harm you.
Reflection: The nature that knows Allah lies within each of us; let us protect it from being overpowered by custom and blind following.

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

ءَامَنُواْ

… beriman… believed (merekathey)

أ م ن

وَهَاجَرُواْ

dan … berhijrah (berpindah)and … emigrated (merekathey)

ه ج ر

وَجَٰهَدُواْ

serta … berjihad (berjuang)and … strove (merekathey)

ج ه د

بِأَمۡوَٰلِهِمۡ

dengan harta benda … merekawith their possessions

م و ل

وَأَنفُسِهِمۡ

dan jiwa merekaand their selves

ن ف س

فِي

padain

ⓘ

سَبِيلِ

jalanthe path of

س ب ل

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang (Ansar) yangand those (the Ansar) who

ⓘ

ءَاوَواْ

… memberi tempat kediaman… gave a place to live (merekathey)

أ و ي

وَّنَصَرُوٓاْ

dan … (memberi) pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu)and … help (to the Muslims who emigrated) (merekathey)

ن ص ر

أُوْلَٰٓئِكَ

merekathey

ⓘ

بَعۡضُهُمۡ

semuanya … antara satuall … one

ب ع ض

أَوۡلِيَآءُ

menjadi penyokong dan pembelasupporters and defenders

و ل ي

بَعۡضٖۚ

dengan yang lainanother

ب ع ض

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

ءَامَنُواْ

… beriman… believed (merekathey)

أ م ن

وَلَمۡ

yang belum (lit. dan belum)but have not yet

ⓘ

يُهَاجِرُواْ

… berhijrah… emigrated (merekathey)

ه ج ر

مَا

maka … tidakthen … no

ⓘ

لَكُم

kamu bertanggungjawab (lit. bagi kamu)you bear … responsibility (lit. for you)

ⓘ

مِّن

untukto

ⓘ

وَلَٰيَتِهِم

membela merekadefend them

و ل ي

مِّن

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

شَيۡءٍ

sedikitpunat all

ش ي أ

حَتَّىٰ

sehinggauntil

ⓘ

يُهَاجِرُواْۚ

… berhijrah… have emigrated (merekathey)

ه ج ر

وَإِنِ

dan jikaand if

ⓘ

ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ

… meminta pertolongan kepada kamu… ask you for help (merekathey)

ن ص ر

فِي

dalam perkara (menentang musuh untuk membela)in a matter of (resisting the enemy in defence of)

ⓘ

ٱلدِّينِ

ugamathe religion

د ي ن

فَعَلَيۡكُمُ

maka wajiblah kamu (lit. maka atas kamu)then it is a duty upon you (lit. then upon you)

ⓘ

ٱلنَّصۡرُ

menolongnyato give them help

ن ص ر

إِلَّا

kecualiexcept

ⓘ

عَلَىٰ

terhadapagainst

ⓘ

قَوۡمِۭ

kauma people

ق و م

بَيۡنَكُمۡ

yang ada … di antara kamuwhere there is … between you

ب ي ن

وَبَيۡنَهُم

dengan merekaand them

ب ي ن

مِّيثَٰقٞۗ

perjanjian setiaa pact of loyalty

و ث ق

وَٱللَّهُ

dan (ingatlah) Allahand (remember) Allah is

أ ل ه

بِمَا

akan apa yangof whatever

ⓘ

تَعۡمَلُونَ

… lakukan… do (kamu sekalianyou all)

ع م ل

بَصِيرٞ

Maha MelihatAll-Seeing

ب ص ر

Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah, dan orang-orang (Ansar) yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu), mereka semuanya menjadi penyokong dan pembela antara satu dengan yang lain. Dan orang-orang yang beriman yang belum berhijrah, maka kamu tidak bertanggungjawab sedikitpun untuk membela mereka sehingga mereka berhijrah. Dan jika mereka meminta pertolongan kepada kamu dalam perkara (menentang musuh untuk membela) ugama, maka wajiblah kamu menolongnya, kecuali terhadap kaum yang ada perjanjian setia di antara kamu dengan mereka. Dan (ingatlah) Allah Maha Melihat akan apa yang kamu lakukanTranslation: Truly those who believed and emigrated and strove with their possessions and their selves in the path of Allah, and those (the Ansar) who gave a place to live and help (to the Muslims who emigrated), they are all supporters and defenders of one another. And those who believed but have not yet emigrated, then you bear no responsibility at all to defend them until they have emigrated. And if they ask you for help in a matter of (resisting the enemy in defence of) the religion, then it is a duty upon you to give them help, except against a people where there is a pact of loyalty between you and them. And (remember) Allah is All-Seeing of whatever you do.

Nota nahu: وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (ayat 72).Grammar note: وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (verse 72).
مَا dalam بِمَا. Jika مَا dianggap kata nama penghubung (ism mawṣūl, “apa yang”), ia diwarnakan hijau; jika dianggap mā maṣdariyyah (ḥarf (partikel) yang bersama kata kerja selepasnya membentuk makna kata terbitan, maṣdar), ia diwarnakan merah. Di sini ia diwarnakan hijau. Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) menyebut: “جار ومجرور متعلق ب: بصير” (“dengan apa” berkaitan dengan baṣīr) dan “وجملة: تعملون ... صلة الموصول: ما” (klausa ta‘malūn ialah penghubung (ṣilah) bagi kata nama penghubung mā) (2/837 · Shamela ↗) — selaras dengan Basmeih “akan apa yang kamu lakukan”. Dalam kurungannya buku yang sama menyebut pandangan lain: “مصدرية والمصدر المؤول من ما والفعل بعدها في محل جر متعلق بالخبر” (mā maṣdariyyah, dan kata terbitan daripada mā bersama kata kerja selepasnya berkedudukan jarr (baris bawah), berkaitan dengan predikat) (2/837 · Shamela ↗). Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān) menjadikannya pandangan utamanya: “و (ما) حرف مصدريّ” (dan mā ḥarf (partikel) maṣdarī (pembentuk kata terbitan)) serta “صلة الموصول الحرفيّ (ما)” (penghubung bagi ḥarf mā) (5/270–271 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) merujuk: “انظر إعراب مثل هذا الكلام في الآية رقم [٤٠]” (lihat i‘rab kalimat yang serupa dalam ayat [40]); nombor [40] itu nampaknya kesilapan cetak, kerana ayat 40 tiada klausa ini; klausa yang serupa ialah dalam ayat 39, dan di situ beliau menyebut: “وما تحتمل الموصولة، والموصوفة، والمصدرية” (mā boleh dianggap kata nama penghubung, kata nama nakirah (tidak tentu) yang disifatkan, atau maṣdariyyah) (4/94 · Shamela ↗; 4/52 · Shamela ↗). Pada pandangan maṣdariyyah ia akan diwarnakan merah. Kami mengikut kitab rujukan kami, dan maknanya tetap sama.مَا in بِمَا. If مَا is taken as a relative noun (ism mawṣūl, “what”), it is coloured green; if taken as mā maṣdariyyah (a particle that, with the verb after it, gives the sense of a verbal noun, maṣdar), it is coloured red. Here it is coloured green. Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm) says: “جار ومجرور متعلق ب: بصير” (“of what” attaches to baṣīr) and “وجملة: تعملون ... صلة الموصول: ما” (the clause ta‘malūn is the linking clause (ṣilah) of the relative mā) (2/837 · Shamela ↗) — matching Basmeih’s “akan apa yang kamu lakukan”. In its brackets the same book gives another view: “مصدرية والمصدر المؤول من ما والفعل بعدها في محل جر متعلق بالخبر” (mā is maṣdariyyah, and the verbal noun from mā with the verb after it is in the jarr (genitive) position, attached to the predicate) (2/837 · Shamela ↗). Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān) takes this as his main view: “و (ما) حرف مصدريّ” (and mā is a maṣdarī particle) and “صلة الموصول الحرفيّ (ما)” (the linking clause of the particle mā) (5/270–271 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) refers: “انظر إعراب مثل هذا الكلام في الآية رقم [٤٠]” (see the i‘rāb of a similar phrase in verse [40]); the number [40] appears to be a printing slip, since verse 40 has no such clause; the similar clause is in verse 39, and there he says: “وما تحتمل الموصولة، والموصوفة، والمصدرية” (mā may be taken as a relative noun, an indefinite described noun, or maṣdariyyah) (4/94 · Shamela ↗; 4/52 · Shamela ↗). On the maṣdariyyah view it would be coloured red. We follow our reference book, and the meaning stays the same.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَهاجَرُوا يَعْنِي: فَارَقُوا الْأَوْطَانَ، وَتَرَكُوا الْأَقَارِبَ وَالْجِيرَانَ فِي طَلَبِ مَرْضَاةِ اللَّه»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/515 · Shamela ↗ (huraian ayat 72–75)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/515 · Shamela ↗ (commentary on 72–75)

Kata ar-Rāzī, golongan pertama dalam ayat ini disifatkan dengan beberapa sifat: mereka beriman dan menerima semua taklif (tanggungjawab agama) yang disampaikan Nabi Muhammad tanpa membangkang; dan mereka “berhijrah serta berjihad dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah”. Hijrah bermaksud meninggalkan tanah air serta berpisah dengan kaum kerabat dan jiran demi mencari keredhaan Allah, satu keadaan yang amat berat; berjihad dengan harta kerana rumah dan ladang mereka tertinggal di tangan musuh dan mereka perlu berbelanja banyak.
Renungan: Pengorbanan demi keredhaan Allah tidak sia-sia; marilah kita sanggup meninggalkan apa yang tidak diredhai-Nya demi keredhaan-Nya.
Ar-Rāzī says the first group in this verse is described by several traits: they believed and accepted every duty that the Prophet Muhammad conveyed without rebelling; and they migrated and gave of their wealth and their own selves in striving. Hijrah means leaving one’s homeland and parting from kin and neighbours in pursuit of Allah’s good pleasure, a very hard state; striving with wealth, since their homes and fields were left in enemy hands and they had to spend much.
Reflection: Sacrifice for Allah’s good pleasure is never in vain; let us be ready to leave what does not please Him for the sake of His pleasure.

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

كَفَرُواْ

… kafir… disbelieve (merekathey)

ك ف ر

بَعۡضُهُمۡ

setengahnyasome of them

ب ع ض

أَوۡلِيَآءُ

menjadi penyokong dan pembelaare supporters and defenders

و ل ي

بَعۡضٍۚ

bagi setengahnya yang lainof others

ب ع ض

إِلَّا

jika … (wahai umat Islam) tidakif … (O Muslims) do not

ⓘ

تَفۡعَلُوهُ

… menjalankan (dasar bantu-membantu sesama sendiri yang diperintahkan oleh Allah) itu… carry out (the principle of helping one another among yourselves that has been commanded by Allah) (kamu sekalianyou all)

ف ع ل

تَكُن

nescaya akan berlakulahthere will surely be (fitnah fitnatunfitnah fitnatun)

ك و ن

فِتۡنَةٞ

fitnah (kekacauan)fitnah (turmoil)

ف ت ن

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

muka bumithe face of the earth

أ ر ض

وَفَسَادٞ

dan kerosakanand … corruption

ف س د

كَبِيرٞ

yang besargreat

ك ب ر

Terjemahan: Dan orang-orang yang kafir, setengahnya menjadi penyokong dan pembela bagi setengahnya yang lain. Jika kamu (wahai umat Islam) tidak menjalankan (dasar bantu-membantu sesama sendiri yang diperintahkan oleh Allah) itu, nescaya akan berlakulah fitnah (kekacauan) di muka bumi dan kerosakan yang besarTranslation: And those who disbelieve, some of them are supporters and defenders of others. If you (O Muslims) do not carry out (the principle of helping one another among yourselves that has been commanded by Allah), there will surely be fitnah (turmoil) on the face of the earth and great corruption.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْمُرَادُ بِالْفَسَادِ هُنَا: ضِدُّ صَلَاحِ اجْتِمَاعِ الْكَلِمَةِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/88 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/88 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, fitnah ialah kepincangan keadaan manusia, dan fasād (kerosakan) dalam “nescaya akan berlakulah fitnah (kekacauan) di muka bumi dan kerosakan yang besar” ialah lawan kepada baiknya kesatuan kata. Jika orang Islam tidak bersatu, kekuatan mereka tidak terzahir; perselisihan boleh timbul sehingga sebahagian menuduh sebahagian yang lain dengan kufur atau nifaq (berpura-pura beriman), lalu jemaah mereka berpecah, dan itulah kerosakan yang besar, kerana kesempurnaan masyarakat Islam terzahir apabila ahlinya bersatu padu.
Renungan: Tuduh-menuduh memecahbelahkan umat; marilah kita menjaga lidah dan memelihara perpaduan.
According to Ibn ‘Āshūr, fitnah is disorder in people’s affairs, and the corruption meant here is the opposite of the soundness of a united word. If the Muslims are not united their strength does not show; disputes may arise until some accuse others of disbelief or nifāq, hypocrisy, and their community splits apart, and that is great corruption, since the perfection of the Muslim community shows when its members stand together as one.
Reflection: Mutual accusation tears a community apart; let us guard our tongues and protect our unity.

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

ءَامَنُواْ

… beriman… believed (merekathey)

أ م ن

وَهَاجَرُواْ

dan … berhijrahand … emigrated (merekathey)

ه ج ر

وَجَٰهَدُواْ

serta … berjihadand … strove (merekathey)

ج ه د

فِي

padain

ⓘ

سَبِيلِ

jalanthe path of

س ب ل

ٱللَّهِ

Allah (untuk membela Islam)Allah (to defend Islam)

أ ل ه

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang (Ansar) yangand those (the Ansar) who

ⓘ

ءَاوَواْ

… memberi tempat kediaman… gave a place to live (merekathey)

أ و ي

وَّنَصَرُوٓاْ

dan … (memberi) pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu)and … help (to the Muslims who emigrated) (merekathey)

ن ص ر

أُوْلَٰٓئِكَ

merekalah (lit. mereka itu)they are

ⓘ

هُمُ

(lit. mereka)(lit. they)

ⓘ

ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

orang-orang yang berimanthe ones who believe

أ م ن

حَقّٗاۚ

dengan sebenar-benarnyain the truest sense

ح ق ق

لَّهُم

mereka beroleh (lit. bagi mereka)they will have (lit. for them)

ⓘ

مَّغۡفِرَةٞ

keampunanforgiveness

غ ف ر

وَرِزۡقٞ

dan limpah kurniaand abundant bounty

ر ز ق

كَرِيمٞ

yang muliathat is noble

ك ر م

Terjemahan: Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah (untuk membela Islam), dan orang-orang (Ansar) yang memberi tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Islam yang berhijrah itu), merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka beroleh keampunan dan limpah kurnia yang muliaTranslation: And those who believed and emigrated and strove in the path of Allah (to defend Islam), and those (the Ansar) who gave a place to live and help (to the Muslims who emigrated), they are the ones who believe in the truest sense. They will have forgiveness and abundant bounty that is noble.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَهَذِهِ السَّعَادَاتُ الْعَالِيَةُ إِنَّمَا حَصَلَتْ لِأَنَّهُمْ أَعْرَضُوا عَنِ اللَّذَّاتِ الْجُسْمَانِيَّةِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/519 · Shamela ↗ (huraian ayat 72–75)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 15/519 · Shamela ↗ (commentary on 72–75)

Kata ar-Rāzī, penyebutan semula golongan ini bukan pengulangan: kali pertama untuk menerangkan hubungan saling membela sesama mereka, dan di sini untuk memuliakan kedudukan mereka. Mereka dipuji dengan tiga perkara: “merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya”, iaitu benar-benar di atas kebenaran dan mantap di jalan agama; keampunan yang disebut tanpa takrif (dalam bentuk tidak tentu) menunjukkan keampunan yang sempurna; dan “limpah kurnia yang mulia” ialah pahala yang tinggi. Kebahagiaan yang tinggi ini diperoleh kerana mereka berpaling daripada kelazatan jasmani, meninggalkan keluarga dan tanah air serta mengorbankan jiwa dan harta.
Renungan: Kebahagiaan yang kekal menuntut pengorbanan; marilah kita tidak tenggelam dalam kelazatan dunia.
Ar-Rāzī says that naming this group again is not repetition: the first time was to set out the bond of mutual support among them, and here it is to honour their standing. They are praised in three ways: they are the true believers, truly in the right and firm in the way of religion; the forgiveness, mentioned without the definite article, is complete forgiveness; and the noble provision is a lofty reward. These lofty felicities came because they turned away from bodily pleasures, leaving family and homeland and giving their selves and wealth.
Reflection: Lasting happiness asks for sacrifice; let us not be drowned in worldly pleasures.

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

ءَامَنُواْ

… beriman… believed (merekathey)

أ م ن

مِنۢ

sesudahafter

ⓘ

بَعۡدُ

ituthat

ب ع د

وَهَاجَرُواْ

kemudian … berhijrahthen … emigrated (merekathey)

ه ج ر

وَجَٰهَدُواْ

dan … berjihadand … strove (merekathey)

ج ه د

مَعَكُمۡ

bersama-sama kamutogether with you

ⓘ

فَأُوْلَٰٓئِكَ

maka adalah merekathen they are

ⓘ

مِنكُمۡۚ

dari golongan kamuof your group

ⓘ

وَأُوْلُواْ

dalam pada itu, orang-orang yang mempunyaiin addition, those who have

ⓘ

ٱلۡأَرۡحَامِ

pertalian kerabatties of kinship

ر ح م

بَعۡضُهُمۡ

setengahnyasome of them

ب ع ض

أَوۡلَىٰ

lebih berhakhave more right

و ل ي

بِبَعۡضٖ

atas setengahnya yang (lain)over the (others)

ب ع ض

فِي

menurutaccording to

ⓘ

كِتَٰبِ

(hukum) Kitab(the ruling of) the Book of

ك ت ب

ٱللَّهِۚ

AllahAllah

أ ل ه

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

بِكُلِّ

akan tiap-tiapof every

ك ل ل

شَيۡءٍ

sesuatuthing

ش ي أ

عَلِيمُۢ

Maha Mengetahuiis All-Knowing

ع ل م

Terjemahan: Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian mereka berhijrah dan berjihad bersama-sama kamu, maka adalah mereka dari golongan kamu. Dalam pada itu, orang-orang yang mempunyai pertalian kerabat, setengahnya lebih berhak atas setengahnya yang (lain) menurut (hukum) Kitab Allah; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatuTranslation: And those who believed after that, then they emigrated and strove together with you, then they are of your group. In addition, those who have ties of kinship, some of them have more right over the (others) according to (the ruling of) the Book of Allah; truly Allah is All-Knowing of every thing.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَإِنَّمَا الْمَقْصُودُ: بَيَانُ أَنَّهُمْ إِنْ تَدَارَكُوا أَمْرَهُمْ بِأَنْ هَاجَرُوا قُبِلُوا وَصَارُوا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ الْمُهَاجِرِينَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/90 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 10/90 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menjawab persoalan sama ada orang beriman yang belum berhijrah itu masih dapat memperbaiki keadaan mereka; maka Allah membuka pintu tadāruk (memperbaiki kekurangan) dengan ayat ini. Maksudnya: jika mereka memperbaiki keadaan dengan berhijrah, mereka diterima dan menjadi sebahagian daripada orang beriman yang berhijrah, “maka adalah mereka dari golongan kamu”.
Renungan: Pintu untuk memperbaiki diri sentiasa terbuka; marilah kita tidak berputus asa walaupun terlewat dalam kebaikan.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse answers the question whether those believers who had not migrated could still set their affairs right; so Allah opened the door of tadāruk, making good what was lacking, with this verse. Its point is that if they set things right by migrating, they are accepted and become part of the believers who migrated, counted among the community.
Reflection: The door to setting ourselves right is always open; let us never despair, even if we are late in doing good.