Terjemahan: Haa, MiimTranslation: Ḥā, Mīm.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذِهِ جُمْلَةٌ مُسْتَقِلَّةٌ مِثْلُ نَظَائِرِهَا مِنَ الْحُرُوفِ الْمُقَطَّعَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/7 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/7 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, “Haa, Miim” ialah ayat yang berdiri sendiri, sama seperti huruf-huruf muqaṭṭa‘āt (huruf-huruf terpisah) lain di awal surah, dan beliau merujuk pembaca kepada huraiannya di awal Surah Ghafir.
Renungan: Kita tidak mentafsirkan huruf-huruf ini di sini; mari kita membacanya dengan cermat dan penuh hormat, huruf demi huruf, sebagai tanda kita tunduk kepada Kalam Allah.According to Ibn ‘Āshūr, “Ḥā, Mīm” is a sentence standing on its own, like the other muqaṭṭa‘āt (separated letters) at the openings of surahs, and he refers the reader to his discussion at the start of Surah Ghafir.
Reflection: We do not interpret these letters here; let us recite them with care and reverence, letter by letter, in submission to the Speech of Allah.
Terjemahan: Diturunkan Al-Quran ini, dari Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: This Qur’an is sent down from Allah, the All-Mighty, the All-Wise.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«جُعِلَ قَوْلُهُ: تَنْزِيلُ الْكِتابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ [الْأَحْقَاف: ٢] تَمْهِيدًا لِلِاسْتِدْلَالِ عَلَى إِثْبَاتِ الْوَحْدَانِيَّةِ وَالْبَعْثِ وَالْجَزَاءِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/7 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/7 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, dalam huraian ayat 3, ayat ini dijadikan pendahuluan untuk membuktikan keesaan Allah, kebangkitan dan pembalasan, kerana faedah peringatan al-Qur’an bergantung pada perkara-perkara itu.
Renungan: Setiap kali membuka al-Qur’an, mari kita ingat bahawa ia “dari Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana”, lalu kita membacanya dengan hati yang bersedia menerima.According to Ibn ‘Āshūr, in his commentary on verse 3, this verse serves as a preface to proving the Oneness of Allah, the Resurrection and the recompense, since the benefit of the Qur’an’s warning depends on these matters.
Reflection: Each time we open the Qur’an, let us remember that it is “from Allah, the All-Mighty, the All-Wise”, and read it with a heart ready to receive.
بِٱلۡحَقِّ
dengan ada gunanya yang benar (lit. dengan kebenaran)with a true purpose (lit. with truth)
وَأَجَلٖ
dan dengan ada masa penghujungnya (lit. dan masa)and with a term for its ending (lit. and a term)
مُّسَمّٗىۚ
yang tertentu (yang padanya dijalankan pembalasan)that is fixed (at which recompense is carried out)
أُنذِرُواْ
yang diberikan kepada … mengenainya (lit. … diberi amaran)… given about it (lit. … were warned of) (merekathey)NF
Terjemahan: (Ingatlah), tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya melainkan dengan ada gunanya yang benar dan dengan ada masa penghujungnya yang tertentu (yang padanya dijalankan pembalasan); dan orang-orang yang kafir berpaling dari menerima peringatan yang diberikan kepada mereka mengenainyaTranslation: (Remember,) never have We created the heavens and earth, with everything found between the two, except with a true purpose and with a fixed term for its ending (at which recompense is carried out); yet those who disbelieve turn away from accepting the warning given to them about it.
Nota nahu: عَمَّآ أُنذِرُوا۟ (ayat 3).Grammar note: عَمَّآ أُنذِرُوا۟ (verse 3).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«مَا خَلَقَ هَذَا الْعَالَمَ لِيَبْقَى مُخَلَّدًا سَرْمَدًا، بَلْ إِنَّمَا خَلَقَهُ لِيَكُونَ دَارًا لِلْعَمَلِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/6 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–4)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/6 · Shamela ↗ (commentary on 1–4)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah tidak menciptakan alam ini untuk kekal selama-lamanya, tetapi untuk menjadi tempat beramal; kemudian Dia menamatkannya dan mengembalikannya, lalu pembalasan berlaku di akhirat. Waktu yang Dia tetapkan untuk menamatkan dunia itulah “masa penghujungnya yang tertentu”.
Renungan: Dunia tempat beramal, bukan tempat menetap; mari kita isi hari ini dengan amal yang akan kita temui di sana.Tafsir al-Rāzī says that Allah did not create this world to last forever, but to be an abode of deeds; then He ends it and brings it back, and the recompense takes place in the Hereafter. The time He has set for ending the world is “a fixed term for its ending”.
Reflection: This world is a place for deeds, not a place to settle; let us fill today with deeds we will meet there.
قُلۡ
katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik yang menentangmu)say (O Muhammad, to the people of shirk who oppose you) (engkauyou)
أَرَءَيۡتُم
sudahkah … mengetahui (kekuasaan dan kelayakan) (lit. adakah … melihat)have … come to know (the power and worthiness of) (lit. have … seen) (kamu sekalianyou all)
عِلۡمٍ
ilmu (peninggalan orang-orang yang telah lalu)knowledge (left by those who have passed on)
صَٰدِقِينَ
orang-orang yang benar (tentang dakwaan kamu itu)people who are truthful (about your claim)
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik yang menentangmu): "Sudahkah kamu mengetahui kekuasaan dan kelayakan makhluk-makhluk yang kamu seru dan sembah yang lain dari Allah? Tunjukkanlah kepadaku apakah yang mereka ciptakan dari bahagian bumi ini? Atau adakah mereka mempunyai sebarang perkongsian (dengan Allah) dalam mencipta dan menguruskan langit? Bawalah kamu kepadaku sebuah Kitab (dari Allah) yang lain dari Al-Quran ini, atau sebarang keterangan yang berdasarkan ilmu (peninggalan orang-orang yang telah lalu) kalau betul kamu orang-orang yang benar (tentang dakwaan kamu itu)"Translation: Say (O Muhammad, to the people of shirk who oppose you): “Have you come to know the power and worthiness of the beings that you call upon and worship besides Allah? Show me which things they have created of any part of this earth. Or do they have any partnership (with Allah) in creating and managing the heavens? Bring me a Book (from Allah) other than this Qur’an, or any evidence founded on knowledge (left by those who have passed on), if you truly are people who are truthful (about your claim).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْعِبَادَةُ عِبَارَةٌ عَنِ الْإِتْيَانِ بِأَكْمَلِ وُجُوهِ التَّعْظِيمِ، وَذَلِكَ لَا يَلِيقُ إِلَّا بِمَنْ صَدَرَ عَنْهُ أَكْمَلُ وُجُوهِ الْإِنْعَامِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/6 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–4)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/6 · Shamela ↗ (commentary on 1–4)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ibadat ialah melakukan bentuk pengagungan yang paling sempurna, dan ini hanya layak bagi Zat yang memberi nikmat yang paling sempurna, iaitu Allah, Pencipta sebenar dan Pemberi nikmat sebenar.
Renungan: Apabila kita mengira nikmat Allah kepada kita, ibadat tidak lagi terasa sebagai beban; mari kita sembah Dia dengan penuh pengagungan dan syukur.Tafsir al-Rāzī says that worship means offering the most complete form of reverence, and this befits only the One from Whom the most complete favours come, namely Allah, the true Creator and true Giver of favours.
Reflection: When we count Allah’s favours to us, worship no longer feels like a burden; let us worship Him with full reverence and gratitude.
يَسۡتَجِيبُ
dapat menyahut atau memberikan sebarang pertolonganable to answer or give any help (ia (merujuk sesuatu itu)it (refers to that something))
وَهُمۡ
sedang makhluk-makhluk yang mereka sembah itu (lit. sedang mereka)while the beings they worship (lit. while they)
غَٰفِلُونَ
tidak dapat menyedari atau memberi layanan baik (lit. orang-orang yang lalai)cannot notice or give any kind response (lit. are heedless)
Terjemahan: Dan tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sesuatu yang lain dari Allah, yang tidak dapat menyahut atau memberikan sebarang pertolongan kepadanya (dari dunia) hinggalah ke hari kiamat, sedang makhluk-makhluk yang mereka sembah itu tidak dapat menyedari atau memberi layanan baik kepada permohonan merekaTranslation: And no one is further astray than a person who worships something besides Allah, which is not able to answer him or give him any help (from this world) right up to the Day of Resurrection, while the beings they worship cannot notice, or give any kind response to, their pleas.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«ثُمَّ يَدْعُونَهَا فِي نَوَائِبِهِمْ وَهُمْ يُشَاهِدُونَ أَنَّهَا لَا تَسْمَعُ وَلَا تُبْصِرُ وَلَا تُجِيبُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/12 · Shamela ↗ (huraian ayat 5–6)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/12 · Shamela ↗ (commentary on 5–6)
Menurut Ibn ‘Āshūr, antara sebab kesesatan itu sampai ke puncaknya ialah mereka memohon kepada sembahan ketika ditimpa kesusahan, sedang mereka sendiri menyaksikan bahawa ia tidak mendengar, tidak melihat dan tidak menjawab.
Renungan: Kadang-kadang kita bergantung kepada sesuatu yang kita tahu tidak mampu membantu; mari kita halakan permohonan kita kepada Allah sahaja, terutama ketika susah.According to Ibn ‘Āshūr, one reason that misguidance reached its peak is that they called upon what they worshipped in times of hardship, while seeing for themselves that it does not hear, see or answer.
Reflection: At times we rely on what we know cannot help; let us direct our pleas to Allah alone, above all in hardship.
حُشِرَ
dihimpunkan (untuk dihitung amalnya pada hari akhirat)are gathered (to have their deeds reckoned on the Day of the Hereafter) (manusia an‑nasumankind an‑nāsu)NF
كَانُواْ
menjadilah (lit. … adalah)become (lit. … are) (mereka (segala yang disembah itu)they (all that was worshipped))ism
لَهُمۡ
kepada orang-orang yang menyembahnya (lit. bagi mereka)to those who worshipped it (lit. to them)
وَكَانُواْ
dan … juga (lit. dan … adalah)and … also (lit. and … are) (mereka (segala yang disembah itu)they (all that was worshipped))ism
بِعِبَادَتِهِمۡ
penyembahan mereka (kepadanya) (lit. dengan penyembahan mereka)their worship (of it) (lit. of their worship)
كَٰفِرِينَ
tidak mengakui serta mendustakan (lit. orang-orang yang mengingkari)disown and deny (lit. deniers)
Terjemahan: Dan apabila manusia dihimpunkan (untuk dihitung amalnya pada hari akhirat), menjadilah segala yang disembah itu musuh kepada orang-orang yang menyembahnya, dan segala yang disembah itu juga tidak mengakui serta mendustakan penyembahan mereka kepadanyaTranslation: And when mankind are gathered (to have their deeds reckoned on the Day of the Hereafter), all that was worshipped becomes an enemy to those who worshipped it, and all that was worshipped also disowns and denies their worship of it.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِذَا قَامَتِ الْقِيَامَةُ وَحُشِرَ النَّاسُ فَهَذِهِ الْأَصْنَامُ تُعَادِي هَؤُلَاءِ الْعَابِدِينَ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/8 · Shamela ↗ (huraian ayat 5–8)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/8 · Shamela ↗ (commentary on 5–8)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/295), apabila Kiamat berlaku dan manusia dihimpunkan, berhala-berhala itu memusuhi orang-orang yang menyembahnya.
Renungan: Apa sahaja yang kita sanjung melebihi Allah tidak akan membela kita pada hari itu; mari kita jaga hati daripada bergantung kepada selain-Nya.Tafsir al-Rāzī says, as al-Zamakhsharī also does in al-Kashshāf (4/295), that when the Resurrection comes and people are gathered, those idols become enemies of the ones who worshipped them.
Reflection: Whatever we exalt above Allah will not defend us on that day; let us guard our hearts from relying on anyone but Him.
جَآءَهُمۡ
disampaikan kepada mereka (lit. … datang kepada mereka)is conveyed to them (lit. … comes to them) (ia (kebenaran itu)it (the truth))
Terjemahan: Dan apabila dibacakan kepada mereka (yang kafir) ayat-ayat Quran Kami yang jelas nyata, berkatalah mereka terhadap kebenaran (Al-Quran) bila sahaja disampaikan kepada mereka: "Ini ialah sihir yang nyata"Translation: And when the verses of Our Qur’an, clear and manifest, are recited to them (who disbelieve), they say about the truth (the Qur’an), whenever it is conveyed to them: “This is plain magic.”
Nota nahu: لَمَّا (ayat 7).Grammar note: لَمَّا (verse 7).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ يَقُولُونَ ذَلِكَ بِفَوْرِ سَمَاعِ الْآيَاتِ وَكُلَّمَا جَاءَتْهُمْ، أَيْ دُونَ تَدَبُّرٍ وَلَا إجالة فكر»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/13 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/13 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka berkata demikian sebaik sahaja mendengar ayat-ayat itu, setiap kali ia sampai kepada mereka, tanpa tadabbur (merenung maknanya) dan tanpa berfikir.
Renungan: Menolak sesuatu sebelum memikirkannya ialah kesilapan besar; apabila ayat dibaca, mari kita beri masa untuk merenungnya sebelum berkata apa-apa.According to Ibn ‘Āshūr, they said this the moment they heard the verses, every time these reached them, without tadabbur (reflecting on the meaning) and without thought.
Reflection: Rejecting something before thinking it over is a grave mistake; when a verse is recited, let us give it time before we say anything.
ٱفۡتَرَىٰهُۖ
… telah merekakan al-Qur’an itu… has fabricated the Qur’an (dia (Muhammad)he (Muhammad))
ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ
… merekakan al-Qur’an itu (maka tentulah aku tidak terlepas dari azab kesalahan itu)… fabricated it (then certainly I would not escape the punishment of that offence) (akuI)
تَمۡلِكُونَ
(dan juga yang lain dari kamu) … berkuasa memberikan (lit. … memiliki)(and those other than you) … have power to give (lit. … possess) (kamu sekalianyou all)
بِمَا
akan (tuduhan-tuduhan yang tidak berasas) yang (lit. dengan apa yang)the (baseless accusations) that (lit. what)
Terjemahan: (Bukan setakat itu sahaja mereka katakan) bahkan mereka menuduh dengan berkata: "Muhammad telah merekakan Al-Quran itu." Katakanlah (Wahai Muhammad): "Kalau aku merekakan Al-Quran itu (maka tentulah aku tidak terlepas dari azab kesalahan itu) kerana kamu (dan juga yang lain dari kamu) tidak berkuasa memberikan daku sebarang perlindungan dari (azab) Allah. Allah lebih mengetahui akan (tuduhan-tuduhan yang tidak berasas) yang kamu perkatakan itu; cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu, dan Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani"Translation: (Not only that did they say;) rather they accuse, saying: “Muhammad has fabricated the Qur’an.” Say (O Muhammad): “If I fabricated it (then certainly I would not escape the punishment of that offence), for you (and those other than you) have no power to give me any protection from (the punishment of) Allah. Allah knows better the (baseless accusations) that you speak of; between me and you, Allah suffices as witness; and it is He alone Who is Most Forgiving, Most Merciful.”
Nota nahu: بِمَا تُفِيضُونَ (ayat 8).Grammar note: بِمَا تُفِيضُونَ (verse 8).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِجْرَاءُ وَصْفَيِ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ عَلَيْهِ تَعَالَى اقْتَضَاهُ مَا تَضَمَّنَهُ قَوْلُهُ: كَفى بِهِ شَهِيداً بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ مِنَ التَّهْدِيدِ وَالْوَعِيدِ، وَهُوَ تَعْرِيضٌ بِطَلَبِ الْإِقْلَاعِ عَمَّا هُمْ فِيهِ مِنَ الْخَوْض بِالْبَاطِلِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/16 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/16 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, dua sifat “Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani” disebut selepas amaran dalam kata-kata “cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu”, sebagai isyarat halus supaya mereka berhenti daripada perbualan yang batil.
Renungan: Selepas amaran, pintu keampunan Allah tetap terbuka; jika kita terlanjur dalam kata-kata, mari kita berhenti dan kembali kepada-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, the two attributes “Most Forgiving, Most Merciful” come after the warning in the words “between me and you, Allah suffices as witness”, as a gentle hint that they should stop their false talk.
Reflection: After the warning, Allah’s door of forgiveness stays open; if we have gone too far in our words, let us stop and return to Him.
بِدۡعٗا
seorang Rasul pembawa ugama yang berlainan (lit. sesuatu yang baharu)a Messenger bringing a different religion (lit. something new)
Terjemahan: Katakanlah lagi: "Bukanlah aku seorang Rasul pembawa ugama yang berlainan dari ugama yang dibawa oleh Rasul-rasul (yang telah lalu), dan aku tidak mengetahui apa yang akan dilakukan kepadaku dan kepada kamu. Aku tidak melakukan sesuatu melainkan menurut apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain hanyalah seorang Rasul pemberi amaran yang jelas nyata"Translation: Say further: “I am not a Messenger bringing a religion different from the religion brought by the Messengers (who went before), and I have no knowledge of what will be done to me and to you. I do not do anything except by following what is revealed to me, and as for me, I am nothing other than a Messenger who gives clear warning.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِنِّي لَا أَقُولُ قَوْلًا وَلَا أَعْمَلُ عَمَلًا إِلَّا بِمُقْتَضَى الْوَحْيِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/10 · Shamela ↗ (huraian ayat 9–12)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/10 · Shamela ↗ (commentary on 9–12)
Tafsir ar-Rāzī menyebut makna “Aku tidak melakukan sesuatu melainkan menurut apa yang diwahyukan kepadaku”: Nabi s.a.w. tidak mengucapkan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu melainkan menurut wahyu.
Renungan: Dalam urusan agama, kita tidak bercakap mengikut sangkaan; mari kita merujuk kepada al-Qur’an dan bertanya kepada guru yang bertauliah sebelum berkata atau bertindak.Tafsir al-Rāzī explains “I do not do anything except by following what is revealed to me”: the Prophet ﷺ said nothing and did nothing except according to revelation.
Reflection: In matters of religion we do not speak by guesswork; let us turn to the Qur’an and ask a qualified teacher before we speak or act.
أَرَءَيۡتُمۡ
bagaimana fikiran … (lit. adakah … melihat)what is … view (lit. have … seen) (kamu sekalianyou all)
كَانَ
(yang datangnya) (lit. … adalah)(has come) (lit. … is) (ia (al‑Qur’an ini)it (this Qur’an))ism
وَشَهِدَ
padahal … memberi keterangan mengakui (lit. dan … bersaksi)when … testifies, acknowledging (lit. and … testifies) (seorang saksi syahiduna witness shāhidun)
مِثۡلِهِۦ
yang sama seperti al-Qur’an ini (lit. seumpamanya)the same as this Qur’an (lit. the like of it)
فَـَٔامَنَ
lalu … percayakan (al-Qur’an ini dari Allah)and … believes (that this Qur’an is from Allah) (diahe)
وَٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡۚ
sedang … dengan sombong angkuh mengingkarinya? (tidakkah dengan yang demikian … bersifat zalim)while … in arrogance deny it? (are … not by this being unjust) (kamu sekalianyou all)
ٱلظَّٰلِمِينَ
yang zalim (yang degil dalam kekufurannya)who are unjust (who stubbornly hold to their disbelief)
Terjemahan: Katakanlah lagi: "Bagaimana fikiran kamu jika Al-Quran ini (yang datangnya) dari Allah dan kamu mengingkarinya, pada hal ada seorang saksi dari Bani Israil memberi keterangan mengakui (sahnya Kitab) yang sama seperti Al-Quran ini, lalu ia percayakan (Al-Quran ini dari Allah), sedang kamu dengan sombong angkuh mengingkarinya? (Tidakkah dengan yang demikian kamu bersifat zalim)? Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang zalim (yang degil dalam kekufurannya)"Translation: Say further: “What is your view if this Qur’an (has come) from Allah and you deny it, when there is a witness among the Children of Israel who testifies, acknowledging (the truth of a Book) the same as this Qur’an, and he believes (that this Qur’an is from Allah), while you in arrogance deny it? (Are you not by this being unjust?) Truly Allah does not give guidance to people who are unjust (who stubbornly hold to their disbelief).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذَا اسْتِدْرَاجٌ لَهُمْ لِلْوُصُولِ إِلَى الْحَقِّ فِي دَرَجَاتِ النَّظَرِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/18 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/18 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, hujah ini membawa mereka selangkah demi selangkah dalam berfikir supaya sampai kepada kebenaran: mula-mula, telah ada Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad s.a.w. yang membawa risalah dari Allah, kemudian mereka diajak memikirkan keadaan diri jika al-Qur’an benar dari Allah.
Renungan: Hujah Allah sampai langkah demi langkah; mari kita jujur dengan diri sendiri apabila kebenaran sudah jelas, dan jangan biarkan kesombongan menghalang kita.According to Ibn ‘Āshūr, this argument leads them step by step in their thinking so that they reach the truth: first, there were Messengers before the Prophet Muhammad ﷺ who brought a message from Allah; then they are asked to consider their state if the Qur’an is truly from Allah.
Reflection: Allah’s proofs reach us step by step; let us be honest with ourselves once the truth is clear, and not let arrogance stand in our way.
وَقَالَ
dan (kerana sombong angkuhnya orang-orang kafir itu) … berkataand (because of the arrogance of those disbelievers) … said (AlladzinaAlladhīna)
لِلَّذِينَ
tentang kepercayaan orang-orang yang (lit. kepada orang-orang yang)about the faith of those who (lit. to those who)
كَانَ
… itu (lit. … adalah)… were (lit. … was) (ia (apa yang dibawa oleh Muhammad)it (what Muhammad brought))ism
إِلَيۡهِۚ
mempercayainya (kerana kamilah yang sepatutnya menerima segala kebaikan) (lit. kepadanya)in believing in it (for it is we who deserve to receive every good thing) (lit. to it)
فَسَيَقُولُونَ
(mereka memusuhinya) lalu … mencacinya dengan berkata (lit. maka … akan berkata)(they oppose it) and … will disparage it, saying (lit. so … will say) (merekathey)
Terjemahan: Dan (kerana sombong angkuhnya orang-orang kafir itu) mereka berkata tentang kepercayaan orang-orang yang beriman: "Kalaulah (apa yang dibawa oleh Muhammad) itu perkara yang baik tentulah mereka tidak mendahului kami mempercayainya (kerana kamilah yang sepatutnya menerima segala kebaikan)!" Dan setelah mereka tidak dapat menerima petunjuk Al-Quran itu, (mereka memusuhinya) lalu mereka mencacinya dengan berkata: "Al-Quran ini ialah rekaan dusta yang sudah lama"Translation: And (because of the arrogance of those disbelievers) they said about the faith of those who believe: “If this (that Muhammad brought) were something good, they surely would not have gone ahead of us in believing in it (for it is we who deserve to receive every good thing)!” And since they were not able to accept the guidance of the Qur’an, (they oppose it) and they will disparage it, saying: “This Qur’an is a fabrication, a lie from long ago.”
Nota nahu: وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا۟ (ayat 11).Grammar note: وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا۟ (verse 11).
Nota nahu: لَوْ كَانَ خَيْرًا (ayat 11).Grammar note: لَوْ كَانَ خَيْرًا (verse 11).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهُوَ خَطَأٌ مَنْشَؤُهُ الْإِعْجَابُ بِأَنْفُسِهِمْ وَغُرُورُهُمْ بِدِينِهِمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/21 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/21 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata-kata mereka ialah kesilapan yang berpunca daripada kagum dengan diri sendiri dan terpedaya dengan agama mereka: mereka menyimpulkan tiada kebaikan dalam Islam kerana yang mula-mula menerimanya ialah orang lemah yang mereka pandang rendah.
Renungan: Nilai kebenaran tidak diukur dengan kedudukan orang yang membawanya; mari kita terima kebaikan daripada sesiapa pun, tanpa memandang rendah.According to Ibn ‘Āshūr, their words were a mistake born of admiring themselves and being deceived by their own religion: they concluded there was no good in Islam because the first to accept it were weak people they looked down on.
Reflection: The worth of truth is not measured by the rank of the one who brings it; let us accept good from anyone, without looking down on them.
وَمِن
(bagaimana mereka tergamak mengatakan al-Qur’an ini rekaan dusta yang telah lama?) padahal telah ada (lit. dan dari)(how could they bear to call this Qur’an an old fabricated lie?) there was already (lit. and from)
مُّصَدِّقٞ
yang mengesahkan kebenaran (kitab-kitab yang telah lalu)confirming the truth of (the earlier Books)
Terjemahan: (Bagaimana mereka tergamak mengatakan Al-Quran ini rekaan dusta yang telah lama?) Pada hal telah ada sebelumnya Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat (kepada umatnya); dan Al-Quran pula sebuah Kitab - yang mengesahkan kebenaran (kitab-kitab yang telah lalu), - diturunkan dalam bahasa Arab untuk memberi amaran kepada orang-orang yang zalim, dan berita gembira bagi orang-orang yang berbuat kebaikanTranslation: (How could they bear to call this Qur’an an old fabricated lie?) Before it there was already the Book of the Prophet Musa, which served as a model and a mercy (for his people); and the Qur’an in turn is a Book — confirming the truth of (the earlier Books) — sent down in Arabic to warn those who are unjust, and joyful news for people who do good.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَحَاصِلُ الْكَلَامِ أَنَّ الْمَقْصُودَ مِنْ إِنْزَالِ هَذَا الْكِتَابِ إنذار المعرضين وبشارة المطيعين»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/13 · Shamela ↗ (huraian ayat 9–12)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/13 · Shamela ↗ (commentary on 9–12)
Tafsir ar-Rāzī menyimpulkan, tujuan Kitab ini diturunkan ialah memberi amaran kepada orang yang berpaling dan berita gembira kepada orang yang taat.
Renungan: Ketika membaca al-Qur’an, mari kita tanya diri: adakah ayat ini menegur kita atau menggembirakan kita? Mari kita berusaha menjadi “orang-orang yang berbuat kebaikan”.Tafsir al-Rāzī concludes that the purpose of sending down this Book is to warn those who turn away and to bring good news to those who obey.
Reflection: When reading the Qur’an, let us ask ourselves: does this verse correct us or gladden us? Let us strive to be among “people who do good”.
ٱسۡتَقَٰمُواْ
… tetap teguh di atas jalan yang betul (dengan pengakuan iman dan tauhidnya itu)… stand firm on the right path (with that declaration of faith and tawhid) (merekathey)
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul (dengan pengakuan iman dan tauhidnya itu), maka tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacitaTranslation: Truly those who affirm their certainty by saying: “Our Lord is Allah”, and then stand firm on the right path (with that declaration of faith and tawhid), there will be no fear (of anything bad happening) for them, and they will not grieve either.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَإِنَّ مُرَاعَاةَ الِاسْتِقَامَةِ أَشَقُّ مِنْ حُصُولِ الْإِيمَانِ لِاحْتِيَاجِهَا إِلَى تَكَرُّرِ مُرَاقَبَةِ النَّفْسِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/27 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–14)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/27 · Shamela ↗ (commentary on 13–14)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata “kemudian” menunjukkan peningkatan: menjaga istiqamah (tetap teguh di jalan yang betul) lebih berat kerana ia memerlukan pengawasan diri berulang kali, walaupun iman tetap lebih tinggi darjatnya kerana ia syarat amal diterima.
Renungan: Istiqamah ialah kerja setiap hari; mari kita semak langkah kita setiap hari dan perbaharui tekad kita.According to Ibn ‘Āshūr, the word “then” shows a rise in rank: keeping to istiqamah (standing firm on the right path) is harder because it needs repeated watch over oneself, though faith remains higher in rank as the condition for deeds to count.
Reflection: Istiqamah is daily work; let us check our steps each day and renew our resolve.
Terjemahan: Merekalah ahli Syurga, tetap kekallah mereka di dalamnya, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakanTranslation: They are the people of Paradise, remaining forever in it, as a recompense for the righteous deeds they used to do.
Nota nahu: بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ (ayat 14).Grammar note: بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ (verse 14).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وأَصْحابُ الْجَنَّةِ أَدَلُّ عَلَى الِاخْتِصَاصِ بِالْجَنَّةِ مِنْ أَنْ يُقَالَ: أُولَئِكَ فِي الْجَنَّةِ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْجَنَّةُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/28 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–14)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/28 · Shamela ↗ (commentary on 13–14)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ungkapan “ahli Syurga” lebih kuat menunjukkan kekhususan dengan Syurga daripada sekadar berkata mereka berada di Syurga atau Syurga milik mereka; kemudian “sebagai balasan” menambah penghormatan kepada mereka.
Renungan: Menjadi “ahli” bermakna ada pertalian yang erat; mari kita eratkan pertalian kita dengan Syurga melalui amal soleh yang berterusan.According to Ibn ‘Āshūr, the phrase “the people of Paradise” shows a closer tie to Paradise than merely saying they are in it or that it is theirs; then “as a recompense” adds to the honour given them.
Reflection: To be its people means a close bond; let us strengthen our bond with Paradise through lasting righteous deeds.
وَأَصۡلِحۡ
dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk (lit. dan perbaikilah)and make good qualities sink deep (lit. and make right) (EngkauYou)
ٱلۡمُسۡلِمِينَ
orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepada-Mu)the Muslims (who submit in obedience to You)
Terjemahan: Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: "Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmat-Mu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepada-Mu)"Translation: And We made it obligatory upon man to do good to his parents; his mother bore him enduring hardship and delivered him enduring hardship. The period of carrying him together with the period of weaning him is thirty months. When he has grown up and reached full adult strength and reached the age of forty years, he prays, saying: “O my Lord, inspire me to remain grateful for Your favour that You have granted to me and to my parents, and to keep doing righteous deeds that You are pleased with; and make good qualities sink deep into the souls of my descendants. Truly I turn in repentance to You, and truly I am among the Muslims (who submit in obedience to You).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَذَلِكَ يَدُلُّ عَلَى أَنَّ نِعَمَ الْوَالِدَيْنِ كَأَنَّهُ يَخْرُجُ عَنْ وُسْعِ الْإِنْسَانِ مُكَافَأَتُهُمَا إِلَّا بِالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ الْجَمِيلِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/18 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–16)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/18 · Shamela ↗ (commentary on 13–16)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini mengisyaratkan bahawa nikmat ibu bapa kepada anak berpanjangan untuk tempoh yang lama, seolah-olah di luar kemampuan manusia untuk membalasnya kecuali dengan doa dan sebutan yang baik.
Renungan: “Tiga puluh bulan” itu hanya permulaan jasa mereka; mari kita doakan ibu bapa setiap hari dan sebut kebaikan mereka, sama ada mereka masih ada atau telah tiada.Tafsir al-Rāzī says this verse points out that parents’ favours to a child last a long time, as though repaying them were beyond human ability except through prayer and speaking well of them.
Reflection: Those “thirty months” are only the start of what they did for us; let us pray for our parents every day and speak of their goodness, whether they are still with us or have passed on.
أُوْلَٰٓئِكَ
mereka (yang bersifat dengan sifat-sifat yang terpuji seperti itu)they (who have such praiseworthy qualities)
Terjemahan: Mereka (yang bersifat dengan sifat-sifat yang terpuji seperti itu) ialah orang-orang yang Kami terima dari mereka amalnya yang baik yang mereka telah kerjakan, dan Kami ampunkan kesalahan-kesalahannya; (mereka akan dimasukkan) dalam kumpulan ahli Syurga, sebagai memenuhi janji yang benar, yang telah dijanjikan kepada merekaTranslation: They (who have such praiseworthy qualities) are those from whom We accept the good deeds they have done, and whose misdeeds We forgive; (they will be admitted) into the company of the people of Paradise, as the fulfilment of the true promise that was made to them.
Nota nahu: أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ (ayat 16).Grammar note: أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ (verse 16).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيِ الْإِحْسَانُ بِالْوَالِدَيْنِ وَالدُّعَاءُ لَهُمَا وَلِلذُّرِّيَّةِ مِنْ أَفْضَلِ الْأَعْمَالِ فَهُوَ مِنْ أَحْسَنِ مَا عَمِلُوا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/35 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/35 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, berbuat baik kepada ibu bapa serta mendoakan mereka dan zuriat termasuk amal yang paling utama, maka ia termasuk dalam “amalnya yang baik” yang diterima itu.
Renungan: Doa untuk ibu bapa dan anak-anak ialah amal yang besar; mari kita jadikannya sebahagian daripada doa kita setiap hari.According to Ibn ‘Āshūr, doing good to parents and praying for them and for one’s descendants are among the best of deeds, so they are part of “the good deeds they have done” that are accepted.
Reflection: Praying for parents and children is a great deed; let us make it part of our prayer every day.
وَٱلَّذِي
dan (sebaliknya amatlah derhakanya) orang yangand (in contrast, how rebellious is) the one who
لِوَٰلِدَيۡهِ
kepada kedua ibu bapanya (ketika mereka mengajaknya beriman)to his parents (when they called him to believe)
أَتَعِدَانِنِيٓ
patutkah … menjanjikan kepadakuis it right that … promise me (kamu berduayou both)
وَهُمَا
sambil mendengar kata-katanya itu - ibu bapanya (lit. dan mereka berdua)on hearing his words, his parents (lit. and the two of them)
وَيۡلَكَ
serta berkata (kepada anaknya yang ingkar itu): selamatkanlah dirimu (lit. celakalah engkau)and say (to their defiant son): save yourself (lit. woe to you)
ءَامِنۡ
berimanlah (tentang hidup semula menerima balasan amal)believe (in the rising again to receive the recompense of deeds) (engkauyou)
فَيَقُولُ
lalu … menjawab (dengan angkuhnya) (lit. lalu … berkata)then … answers (with arrogance) (lit. then … says) (diahe)
Terjemahan: Dan (sebaliknya amatlah derhakanya) orang yang berkata kepada kedua ibu bapanya (ketika mereka mengajaknya beriman): "Ah! Bosan perasaanku terhadap kamu berdua! Patutkah kamu menjanjikan kepadaku bahawa aku akan dibangkitkan keluar dari kubur, padahal berbagai umat sebelumku telah berlalu (masih lagi belum kembali)?" Sambil mendengar kata-katanya itu - ibu bapanya merayu memohon pertolongan Allah (menyelamatkan anak mereka) serta berkata (kepada anaknya yang ingkar itu): "Selamatkanlah dirimu! Berimanlah (tentang hidup semula menerima balasan amal)! Sesungguhnya janji Allah tetap benar". Lalu ia menjawab (dengan angkuhnya): "Semuanya itu hanyalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala"Translation: And (in contrast, how rebellious is) the one who said to his parents (when they called him to believe): “Ah! I am weary of you both! Is it right that the two of you promise me I shall be raised out of the grave, when before me many generations have passed away (and not yet come back)?” On hearing his words, his parents plead for the help of Allah (to save their son) and say (to their defiant son): “Save yourself! Believe (in the rising again to receive the recompense of deeds)! Truly the promise of Allah holds true.” Then he answers (with arrogance): “All that is nothing but the fables of the people of old.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«كَانَ الْمُرَادُ كُلُّ وَلَدٍ اتَّصَفَ بِالصِّفَاتِ الْمَذْكُورَةِ وَلَا حَاجَةَ الْبَتَّةَ إِلَى تَخْصِيصِ اللَّفْظِ الْمُطْلَقِ بِشَخْصٍ مُعَيَّنٍ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/22 · Shamela ↗ (huraian ayat 17–20)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/22 · Shamela ↗ (commentary on 17–20)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat sebelumnya menyifatkan anak yang berbakti dan ayat ini menyifatkan anak yang derhaka, maka yang dimaksudkan ialah setiap anak yang bersifat begitu, tanpa perlu dikhususkan kepada seseorang.
Renungan: Kata-kata kasar kepada ibu bapa bermula dengan rasa bosan; mari kita jaga lidah kita, walaupun ketika kita tidak bersetuju.Tafsir al-Rāzī says the previous verse describes the dutiful child and this verse the undutiful one, so what is meant is every child with these traits, with no need to limit it to one person.
Reflection: Harsh words to parents begin with weariness; let us guard our tongues, even when we disagree.
أُوْلَٰٓئِكَ
mereka (yang ingkar derhaka seperti itu)they (who are defiant and rebellious like that)
حَقَّ
tetap menerima (lit. telah tetap)firmly receive (lit. has held firm) (hukuman (azab) al‑qauluthe sentence al‑qawlu)
خَلَتۡ
terdahulu (lit. telah berlalu)went (lit. have passed away) (ia (umat‑umat itu)they (those nations))
كَانُواْ
telah menyebabkan diri mereka menjadi (lit. … adalah)caused themselves to be (lit. … were) (merekathey)ism
Terjemahan: Mereka (yang ingkar derhaka seperti itu) ialah orang-orang yang tetap menerima hukuman (azab) bersama-sama dengan umat-umat yang terdahulu daripada mereka - dari kalangan jin dan manusia; kerana sesungguhnya mereka telah menyebabkan diri mereka menjadi orang-orang yang rugiTranslation: They (who are defiant and rebellious like that) are those who firmly receive the sentence (of punishment) together with the nations who went before them — from among jinn and men; for truly they caused themselves to be people who suffer loss.
Nota nahu: حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ (ayat 18).Grammar note: حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلْقَوْلُ (verse 18).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّهُمْ يَظُنُّونَ أَنَّ مَا حَصَلَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا مِنَ التَّمَتُّعِ بِالطَّيِّبَاتِ فَوْزًا لَيْسَ بَعْدَهُ نَكَدٌ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/40 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/40 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini ditegaskan kerana mereka menyangka kesenangan dunia yang mereka nikmati ialah kejayaan yang tidak akan diikuti kesusahan; keadaan mereka diumpamakan seperti peniaga yang rugi.
Renungan: Kesenangan hari ini bukan ukuran kejayaan; mari kita tanya diri kita: apa yang kita bawa ke akhirat?According to Ibn ‘Āshūr, this verse is stressed because they imagined the worldly pleasures they enjoyed to be a success with no hardship to follow; their state is likened to a trader who suffers loss.
Reflection: Today’s comfort is no measure of success; let us ask ourselves what we are taking to the Hereafter.
وَلِكُلّٖ
dan bagi mereka masing-masing (dari puak jin dan manusia - yang berbuat baik dan yang berbuat jahat)and for each of them (among the jinn and men — those who do good and those who do evil)
وَلِيُوَفِّيَهُمۡ
dan (ketetapan yang demikian ialah) supaya … menyempurnakan bagi merekaand (this decree is) so that … may give them in full (Dia (Allah)He (Allah))
Terjemahan: Dan bagi mereka masing-masing (dari puak jin dan manusia - yang berbuat baik dan yang berbuat jahat) disediakan berbagai peringkat (balasan) yang sesuai dengan apa yang mereka telah kerjakan, dan (ketetapan yang demikian ialah) supaya Allah menyempurnakan bagi mereka balasan amal-amal mereka, sedang mereka tidak dirugikan (sedikitpun)Translation: And for each of them (among the jinn and men — those who do good and those who do evil) various ranks (of recompense) are prepared that match what they have done, and (this decree is) so that Allah may give them in full the recompense of their deeds, while they are not made to lose (anything at all).
Nota nahu: مِّمَّا عَمِلُوا۟ (ayat 19).Grammar note: مِّمَّا عَمِلُوا۟ (verse 19).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«قَدَّرَ جَزَاءَهُمْ عَلَى مَقَادِيرِ أَعْمَالِهِمْ فَجَعَلَ الثَّوَابَ دَرَجَاتٍ وَالْعِقَابَ دَرَكَاتٍ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/23 · Shamela ↗ (huraian ayat 17–20)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/23 · Shamela ↗ (commentary on 17–20)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/305), Allah menetapkan balasan mereka menurut kadar amal mereka: pahala berdarjat-darjat dan azab bertingkat-tingkat, supaya Dia menyempurnakan balasan tanpa menzalimi mereka.
Renungan: Tiada amal yang hilang di sisi Allah; mari kita jangan memandang kecil kebaikan yang mampu kita buat hari ini.Tafsir al-Rāzī says, as al-Zamakhsharī also does in al-Kashshāf (4/305), that Allah set their recompense according to the measure of their deeds: reward in ascending ranks and punishment in descending levels, giving them in full without wronging them.
Reflection: No deed is lost with Allah; let us not think little of the good we can do today.
وَٱسۡتَمۡتَعۡتُم
dan … telah bersenang-senang menikmatiand … took your enjoyment (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Dan (ingatlah), semasa orang-orang kafir didedahkan kepada neraka (serta dikatakan kepada mereka): "Kamu telah habiskan nikmat-nikmat kesenangan kamu dalam kehidupan dunia kamu, dan kamu telah bersenang-senang menikmatinya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghina kerana kamu berlaku sombong takbur di muka bumi dengan tidak berdasarkan alasan yang benar, dan kerana kamu sentiasa berlaku fasik"Translation: And (remember) the time when the disbelievers are exposed to Hell (and it is said to them): “You used up your pleasant favours in your life of this world and took your enjoyment in them; so today you are repaid with a humiliating punishment because you behaved arrogantly on the face of the earth without any true justification, and because you kept acting wickedly.”
Nota nahu: بِمَا كُنتُمْ (ayat 20).Grammar note: بِمَا كُنتُمْ (verse 20).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَقَدَّمَ الْأَوَّلَ عَلَى الثَّانِي لِأَنَّ أَحْوَالَ الْقُلُوبِ أَعْظَمُ وَقْعًا مِنْ أَعْمَالِ الْجَوَارِحِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/23 · Shamela ↗ (huraian ayat 17–20)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/23 · Shamela ↗ (commentary on 17–20)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, azab itu disebabkan oleh dua perkara: sombong, iaitu dosa hati, dan fasik (derhaka), iaitu dosa anggota. Sombong didahulukan kerana keadaan hati lebih besar kesannya daripada amalan anggota.
Renungan: Penyakit hati lebih berbahaya daripada yang kelihatan; mari kita bersihkan hati daripada sombong sebelum membaiki yang lain.Tafsir al-Rāzī says that punishment is due to two things: arrogance, a sin of the heart, and wickedness, a sin of the limbs. Arrogance is mentioned first because the states of the heart weigh more than the actions of the limbs.
Reflection: The diseases of the heart are more dangerous than what shows outwardly; let us cleanse our hearts of arrogance before mending anything else.
خَلَتِ
amaran-amaran yang telah diberikan (lit. telah berlalu)the warnings given (lit. have passed) (Rasul‑rasul pemberi amaran an‑nudzuruthe warner Messengers an‑nudhuru)
Terjemahan: Dan ingatlah peristiwa (Nabi Hud) saudara kaum Aad, ketika ia memberi amaran kepada kaumnya yang tinggal di lembah "Al-Ahqaaf", - sedang (amarannya itu samalah seperti) amaran-amaran yang telah diberikan oleh Rasul-rasul yang terdahulu daripadanya dan yang datang sesudahnya - (dengan berkata): "Janganlah kamu menyembah melainkan Allah, sesungguhnya aku bimbang kamu akan beroleh azab hari yang besar (huru-haranya)"Translation: And remember the account of (the Prophet Hud) the brother of the people of ‘Ād, when he warned his people living in the valley of “al-Aḥqāf” — while (his warning was the same as) the warnings given by the Messengers who came before him and who came after him — (saying): “Do not worship anyone except Allah; truly I fear you will receive the punishment of a Day that is great (in its terrors).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَاعْلَمْ أَنَّ الرُّسُلَ الَّذِينَ بُعِثُوا قَبْلَهُ وَالَّذِينَ سَيُبْعَثُونَ بَعْدَهُ كُلُّهُمْ مُنْذِرُونَ نَحْوَ إِنْذَارِهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/24 · Shamela ↗ (huraian ayat 21–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/24 · Shamela ↗ (commentary on 21–26)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/306), para Rasul yang diutus sebelum Nabi Hud dan yang diutus sesudahnya semuanya memberi amaran yang serupa dengan amarannya.
Renungan: Seruan para Rasul satu sahaja: sembahlah Allah. Mari kita pastikan tauhid (mengesakan Allah) kekal menjadi asas hidup kita.Tafsir al-Rāzī says, as al-Zamakhsharī also does in al-Kashshāf (4/306), that the Messengers sent before the Prophet Hud and those sent after him all gave warnings like his.
Reflection: The Messengers’ call is one: worship Allah. Let us keep tawhid (the Oneness of Allah) as the foundation of our lives.
فَأۡتِنَا
maka bawalah (lit. maka datangkanlah kepada kami)then bring (lit. then bring to us) (engkauyou)
Terjemahan: Mereka menjawab: "Adakah engkau datang kepada kami untuk memesongkan kami dari menyembah tuhan-tuhan kami? Maka bawalah azab seksa yang engkau janjikan kepada kami itu jika betul engkau dari orang-orang yang benar"Translation: They answered: “Have you come to us to turn us away from worshipping our gods? Then bring the punishment that you promise us, if you truly are among those who are truthful.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِنَّمَا صَرَفُوا مُرَادَ هُودٍ بِالْعَذَابِ إِلَى خُصُوصِ عَذَابِ الدُّنْيَا لِأَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْبَعْثِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/47 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/47 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka mengalihkan maksud azab yang diperingatkan Nabi Hud kepada azab dunia sahaja kerana mereka tidak beriman kepada kebangkitan, lalu meminta ia dibawa sekarang.
Renungan: Apabila hati jauh daripada akhirat, amaran menjadi bahan cabaran; mari kita sambut peringatan dengan rasa takut dan harap, bukan dengan mencabar.According to Ibn ‘Āshūr, they turned what the Prophet Hud meant by punishment into worldly punishment alone because they did not believe in the Resurrection, and so asked for it now.
Reflection: When the heart is far from the Hereafter, a warning turns into a dare; let us meet reminders with fear and hope, not defiance.
ٱلۡعِلۡمُ
ilmu pengetahuan (tentang kedatangan azab itu)knowledge (of when the punishment comes)
وَأُبَلِّغُكُم
dan (tugasku hanya) menyampaikan kepada kamuand (my task is only to) convey to you (akuI)
تَجۡهَلُونَ
yang jahil (akan tugas Rasul)who are ignorant (of a Messenger’s task) (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Nabi Hud berkata: "Sesungguhnya ilmu pengetahuan (tentang kedatangan azab itu) hanya ada di sisi Allah, dan (tugasku hanya) menyampaikan kepada kamu apa yang aku diutuskan membawanya, tetapi aku lihat kamu satu kaum yang jahil (akan tugas Rasul)"Translation: The Prophet Hud said: “Truly knowledge (of when the punishment comes) rests only with Allah, and (my task is only to) convey to you what I was sent with; but I see you are a people who are ignorant (of a Messenger’s task).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الرُّسُلَ لَمْ يُبْعَثُوا سَائِلِينَ عَنْ غَيْرِ مَا أُذِنَ لَهُمْ فِيهِ وَإِنَّمَا بُعِثُوا مُبَلِّغِينَ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/24 · Shamela ↗ (huraian ayat 21–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/24 · Shamela ↗ (commentary on 21–26)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, yang dekat dengan kata-kata al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/307), ialah kaum itu tidak tahu bahawa para Rasul tidak diutus untuk bertanya tentang perkara yang tidak diizinkan kepada mereka, tetapi untuk menyampaikan.
Renungan: Tugas kita juga menyampaikan dengan amanah; perkara yang di luar ilmu kita, mari kita serahkan kepada Allah.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī, close to the words of al-Zamakhsharī in al-Kashshāf (4/307), is that those people did not know that Messengers were not sent to ask about what they had no leave to ask, but to convey.
Reflection: Our task too is to convey faithfully; what lies beyond our knowledge, let us leave to Allah.
بَلۡ
(mendengarkan kata-kata yang demikian, Nabi Hud berkata): tidak! bahkan(hearing such words, the Prophet Hud said:) no! rather
Terjemahan: Maka apabila mereka melihat azab itu sebagai awan yang menghala ke lembah-lembah mereka, mereka berkata: "Ini ialah awan yang akan membawa hujan kepada kita!" (Mendengarkan kata-kata yang demikian, Nabi Hud berkata): "Tidak! Bahkan itulah (azab) yang kamu minta disegerakan kedatangannya, iaitu angin yang membawa azab seksa yang tidak terperi sakitnyaTranslation: So when they saw that punishment as a cloud heading towards their valleys, they then said: “This is a cloud that will bring us rain!” (Hearing such words, the Prophet Hud said): “No! Rather that is the (punishment) you asked to be hastened in its coming, a wind carrying a punishment whose pain is beyond description,
Nota nahu: فَلَمَّا رَأَوْهُ (ayat 24).Grammar note: فَلَمَّا رَأَوْهُ (verse 24).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَقَوْلُهُمْ: هَذَا عارِضٌ مُمْطِرُنا يُشِيرُ إِلَى أَنَّهُمْ كَانُوا فِي حَاجَةٍ إِلَى الْمَطَرِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/49 · Shamela ↗ (huraian ayat 24–25)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/49 · Shamela ↗ (commentary on 24–25)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata-kata mereka “Ini ialah awan yang akan membawa hujan kepada kita!” menunjukkan mereka sedang berhajat kepada hujan.
Renungan: Apa yang kita sangka rahmat boleh jadi sebaliknya; mari kita sentiasa memohon kebaikan daripada Allah, dan tidak terpedaya dengan apa yang kelihatan.According to Ibn ‘Āshūr, their words “This is a cloud that will bring us rain!” show that they were in need of rain.
Reflection: What we take for mercy may turn out otherwise; let us always ask Allah for good, and not be deceived by appearances.
فَأَصۡبَحُواْ
(setelah azab itu menimpa mereka) maka menjadilah … (punah ranah)(when that punishment struck them,) … became (utterly ruined) (merekathey)ism
يُرَىٰٓ
yang kelihatancould be seen (tempat‑tempat tinggal mereka masakinuhumtheir dwellings masākinuhum)NF
Terjemahan: Yang menghancur leburkan segala-galanya dengan izin Tuhannya". (Setelah azab itu menimpa mereka) maka menjadilah mereka (punah ranah) - tidak ada yang kelihatan melainkan tempat-tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami membalas kaum yang berdosaTranslation: that destroys everything by the leave of its Lord.” (When that punishment struck them,) they became (utterly ruined) — nothing could be seen except their dwellings. Thus do We repay a people who are sinful.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأُضِيفَ الرَّبُّ إِلَى ضَمِيرِ الرِّيحِ لِأَنَّهَا مُسَخَّرَةٌ لِأَمْرِ التَّكْوِينِ الْإِلَهِيِّ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/51 · Shamela ↗ (huraian ayat 24–25)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/51 · Shamela ↗ (commentary on 24–25)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata “Tuhannya” dikaitkan dengan angin kerana angin itu tunduk kepada perintah Ilahi yang menjadikan segala sesuatu.
Renungan: Angin yang lembut dan angin yang memusnahkan sama-sama tunduk kepada Allah; mari kita takut dan berharap kepada-Nya sahaja.According to Ibn ‘Āshūr, “its Lord” is linked to the wind because the wind is subject to the divine command that brings things into being.
Reflection: The gentle wind and the destroying wind alike obey Allah; let us fear and hope in Him alone.
فِيمَآ
(dengan kekuasaan dan kemewahan) yang (lit. pada apa yang)(with power and luxury) such as (lit. in what)
وَحَاقَ
dan (dengan yang demikian) … diliputi (lit. dan … meliputi)and (thus) … were engulfed (lit. and … engulfed) (apa yang mawhat mā)
Terjemahan: Dan demi sesungguhnya! Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kekuasaan dan kemewahan) yang tidak Kami berikan kamu menguasainya (wahai kaum musyrik Makkah), dan Kami telah jadikan bagi mereka pendengaran dan penglihatan serta hati; dalam pada itu, pendengaran dan penglihatan serta hati mereka tidak memberikan faedah sedikitpun kepada mereka, kerana mereka sentiasa mengingkari ayat-ayat keterangan Allah; dan (dengan yang demikian) mereka diliputi oleh azab yang mereka telah ejek-ejek ituTranslation: And most surely We had firmly established them (with power and luxury) such as We have not given you to possess (O people of shirk of Makkah), and for them We made hearing and sight and hearts; yet their hearing and sight and hearts did not benefit them at all, because they kept denying the verses of Allah; and (thus) they were engulfed by the punishment that they had mocked.
Nota nahu: وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ (ayat 26).Grammar note: وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ (verse 26).
Nota nahu: إِذْ كَانُوا۟ يَجْحَدُونَ (ayat 26).Grammar note: إِذْ كَانُوا۟ يَجْحَدُونَ (verse 26).
Nota nahu: فَمَآ أَغْنَىٰ (ayat 26).Grammar note: فَمَآ أَغْنَىٰ (verse 26).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأَعْطَيْنَاهُمْ سَمْعًا فَمَا اسْتَعْمَلُوهُ فِي سَمَاعِ الدَّلَائِلِ، وَأَعْطَيْنَاهُمْ أَبْصَارًا فَمَا اسْتَعْمَلُوهَا فِي تَأَمُّلِ الْعِبَرِ، وَأَعْطَيْنَاهُمْ أَفْئِدَةً فَمَا اسْتَعْمَلُوهَا فِي طَلَبِ مَعْرِفَةِ اللَّهِ تَعَالَى»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/26 · Shamela ↗ (huraian ayat 21–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/26 · Shamela ↗ (commentary on 21–26)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah mengurniakan mereka pendengaran tetapi tidak digunakan untuk mendengar dalil, penglihatan tetapi tidak digunakan untuk mengambil iktibar, dan hati tetapi tidak digunakan untuk mengenal Allah; semuanya dihabiskan untuk dunia.
Renungan: Mata, telinga dan hati ialah amanah; mari kita tanya diri kita, ke mana kita gunakannya hari ini?Tafsir al-Rāzī says Allah gave them hearing that they did not use to listen to proofs, sight that they did not use to take lessons, and hearts that they did not use to seek knowledge of Allah; all of it was spent on the world.
Reflection: Eyes, ears and hearts are a trust; let us ask ourselves where we have used them today.
حَوۡلَكُم
ada di sekeliling (negeri) kamu (wahai kaum musyrik Makkah)were around (your town) (O people of shirk of Makkah)
وَصَرَّفۡنَا
dan … telah menerangkan dengan berbagai caraand … explained in various ways (KamiWe)
Terjemahan: Dan demi sesungguhnya! Kami telah binasakan negeri-negeri yang ada di sekeliling (negeri) kamu (wahai kaum musyrik Makkah), dan Kami telah menerangkan tanda-tanda (kekuasaan Kami) dengan berbagai cara, supaya mereka kembali (bertaubat)Translation: And most surely We destroyed the towns that were around (your town) (O people of shirk of Makkah), and We explained the signs (of Our power) in various ways, so that they might return (in repentance).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَمَعْنَى تَنْوِيعِ الْآيَاتِ أَنَّهَا تَارَةً تَكُونُ بِالْحُجَّةِ وَالْمُجَادَلَةِ النَّظَرِيَّةِ، وَتَارَةً بِالتَّهْدِيدِ عَلَى الْفِعْلِ، وَأُخْرَى بِالْوَعِيدِ، وَمَرَّةً بِالتَّذْكِيرِ بِالنِّعَمِ وَشُكْرِهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/55 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/55 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, tanda-tanda diterangkan “dengan berbagai cara”: adakalanya dengan hujah, adakalanya dengan ancaman atas perbuatan, adakalanya dengan amaran azab, dan adakalanya dengan peringatan tentang nikmat dan syukur.
Renungan: Allah memanggil kita melalui pelbagai jalan; mari kita kenal panggilan itu dalam hidup kita, dan segera kembali kepada-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, the signs are explained “in various ways”: at times through argument, at times through threat over a deed, at times through warning of punishment, and at times through reminders of favours and of thanking for them.
Reflection: Allah calls us by many paths; let us recognise that call in our own lives and hurry back to Him.
نَصَرَهُمُ
mereka dibela (lit. … membela mereka)they have been defended (lit. … defended them) (AlladzinaAlladhīna)
قُرۡبَانًا
sebagai penyembahan untuk mendekatkan diri (kepada Allah)as worship to draw near (to Allah)
ضَلُّواْ
… telah hilang lenyap… have vanished (mereka (segala yang disembah itu)they (all that they worshipped))
Terjemahan: Maka sepatutnya mereka dibela oleh segala yang mereka sembah yang lain dari Allah sebagai penyembahan untuk mendekatkan diri (kepada Allah)? (Tetapi tidak), bahkan segala yang mereka sembah itu telah hilang lenyap dari mereka. Dan demikianlah akibat penyelewengan mereka dan kepercayaan yang mereka telah ada-adakanTranslation: So ought they not to have been defended by all that they worshipped besides Allah as worship to draw near (to Allah)? (But no,) rather all that they worshipped have vanished from them. And such is the outcome of their deviation and of the belief that they used to invent.
Nota nahu: وَمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ (ayat 28).Grammar note: وَمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ (verse 28).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ أَيْ غَابُوا عَنْ نُصْرَتِهِمْ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/27 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–28)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/27 · Shamela ↗ (commentary on 27–28)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/310), “hilang lenyap” bermaksud yang disembah itu tidak muncul untuk menolong mereka.
Renungan: Apa yang kita harapkan selain Allah akan hilang ketika kita paling memerlukan; mari kita letakkan harapan kita pada Allah.Tafsir al-Rāzī says, as al-Zamakhsharī also does in al-Kashshāf (4/310), that “have vanished” means what they worshipped was absent from helping them.
Reflection: Whatever we hope in besides Allah will vanish when we need it most; let us place our hope in Allah.
قَالُوٓاْ
berkatalah (setengahnya kepada yang lain)(some of them) said (to the others) (merekathey)
أَنصِتُواْۖ
diamlah dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnyabe silent with full attention to listen to it (kamu sekalianyou all)
قُضِيَ
selesai bacaan itu (lit. … diselesaikan)the recitation was finished (lit. … was finished) (ia (al‑Qur’an)it (the Qur’an))NF
مُّنذِرِينَ
(menyiarkan ajaran al-Qur’an itu dengan) memberi peringatan dan amaran(spreading the teaching of the Qur’an) by giving reminder and warning
Terjemahan: Dan (ingatkanlah peristiwa) semasa Kami menghalakan satu rombongan jin datang kepadamu (wahai Muhammad) untuk mendengar Al-Quran; setelah mereka menghadiri bacaannya, berkatalah (setengahnya kepada yang lain): "Diamlah kamu dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnya!" Kemudian setelah selesai bacaan itu, kembalilah mereka kepada kaumnya (menyiarkan ajaran Al-Quran itu dengan) memberi peringatan dan amaranTranslation: And (recall the event) when We directed a party of jinn to you (O Muhammad) to listen to the Qur’an; when they were present at its recitation, (some of them) said (to the others): “Be silent with full attention to listen to it!” Then when the recitation was finished, they went back to their people (spreading the teaching of the Qur’an) by giving reminder and warning.
Nota nahu: فَلَمَّا (ayat 29).Grammar note: فَلَمَّا (verse 29).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَذَلِكَ لَا يَكُونُ إِلَّا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ، لِأَنَّهُمْ لَا يَدْعُونَ غَيْرَهُمْ إِلَى اسْتِمَاعِ الْقُرْآنِ وَالتَّصْدِيقِ بِهِ إِلَّا وَقَدْ آمنوا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/28 · Shamela ↗ (huraian ayat 29–32)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/28 · Shamela ↗ (commentary on 29–32)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, mereka kembali memberi peringatan kepada kaumnya, dan ini hanya berlaku selepas mereka beriman, kerana mereka tidak akan mengajak orang lain mendengar al-Qur’an dan membenarkannya melainkan mereka sendiri telah beriman.
Renungan: Kita hanya mampu mengajak orang kepada apa yang kita yakini; mari kita dengar dengan teliti, amalkan, kemudian sampaikan.Tafsir al-Rāzī says they went back to warn their people, and this came only after they believed, since they would not call others to listen to the Qur’an and accept it unless they themselves had believed.
Reflection: We can only call others to what we are sure of; let us listen closely, act on it, then pass it on.
Terjemahan: Mereka berkata: "Wahai kaum kami! Sesungguhnya kami telah mendengar Kitab (Al-Quran) yang diturunkan (oleh Allah) sesudah Nabi Musa, yang menegaskan kebenaran Kitab-kitab Suci yang terdahulu daripadanya, lagi, memandu kepada kebenaran (tauhid) dan ke jalan yang lurus (ugama Islam)Translation: They said: “O our people! Truly we have heard a Book (the Qur’an) sent down (by Allah) after the Prophet Musa, affirming the truth of the holy Books that came before it, and guiding to the truth (tawhid) and to a straight path (the religion of Islam).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ كُتُبَ سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ كَانَتْ مُشْتَمِلَةً عَلَى الدَّعْوَةِ إِلَى التَّوْحِيدِ وَالنُّبُوَّةِ وَالْمَعَادِ وَالْأَمْرِ بِتَطْهِيرِ الْأَخْلَاقِ فَكَذَلِكَ هَذَا الْكِتَابُ مُشْتَمِلٌ عَلَى هَذِهِ الْمَعَانِي»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/28 · Shamela ↗ (huraian ayat 29–32)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/28 · Shamela ↗ (commentary on 29–32)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, kitab-kitab para nabi mengandungi seruan kepada tauhid (mengesakan Allah), kenabian, hari kembali dan perintah menyucikan akhlak, dan Kitab ini juga mengandungi perkara yang sama.
Renungan: Seruan al-Qur’an ialah seruan yang sama sejak dahulu; mari kita ambil bahagian kita daripadanya, terutama dalam menyucikan akhlak.Tafsir al-Rāzī says the books of the prophets contained the call to tawhid (the Oneness of Allah), prophethood, the Return and the command to purify character, and this Book contains the same.
Reflection: The call of the Qur’an is the same call as of old; let us take our share of it, above all in purifying our character.
دَاعِيَ
Rasul (Nabi Muhammad) yang mengajak ke jalanthe Messenger (the Prophet Muhammad) who invites to the way of
Terjemahan: Wahai kaum kami! Sahutlah (seruan) Rasul (Nabi Muhammad) yang mengajak ke jalan Allah, serta berimanlah kamu kepadanya, supaya Allah mengampunkan sebahagian dari dosa-dosa kamu, dan menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnyaTranslation: O our people! Respond to (the call of) the Messenger (the Prophet Muhammad) who invites to the way of Allah, and believe in him, so that Allah forgives some of your sins and rescues you from a punishment whose pain is beyond description.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«قَوْلُهُ أَجِيبُوا داعِيَ اللَّهِ أَمْرٌ بِإِجَابَتِهِ فِي كُلِّ مَا أَمَرَ بِهِ، فَيَدْخُلُ فِيهِ الْأَمْرُ بِالْإِيمَانِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/29 · Shamela ↗ (huraian ayat 29–32)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/29 · Shamela ↗ (commentary on 29–32)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, “Sahutlah (seruan) Rasul” ialah perintah menyahut dalam segala yang diperintahkannya, dan perintah beriman termasuk di dalamnya; iman disebut sekali lagi kerana ia perkara yang paling penting dan paling mulia.
Renungan: Iman ialah permulaan, bukan penghabisan; mari kita sahut seruan Rasul dalam setiap urusan hidup kita.Tafsir al-Rāzī says “Respond to (the call of) the Messenger” is a command to respond in all that he commands, and the command to believe is included in it; faith is mentioned again because it is the most important and noblest part.
Reflection: Faith is the start, not the end; let us respond to the Messenger’s call in every matter of our lives.
يُجِبۡ
menyahut (seruan)respond to (the call of) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
بِمُعۡجِزٖ
dapat melepaskan diri (dari balasan azab walau ke mana sahaja ia melarikan diri)be able to escape (the recompense of punishment, wherever he flees)
وَلَيۡسَ
dan tidak akan (lit. dan tiada)and … will not (lit. and there are not) (pelindung‑pelindung auliya’uprotectors awliyā’u)ism
Terjemahan: Dan sesiapa tidak menyahut (seruan) Rasul yang mengajaknya ke jalan Allah, maka ia tidak akan dapat melepaskan diri (dari balasan azab walau ke mana sahaja ia melarikan diri) di bumi, dan ia tidak akan beroleh sesiapapun - yang lain dari Allah - sebagai pelindung-pelindung yang membelanya; mereka (yang demikian sifatnya) adalah dalam kesesatan yang nyata"Translation: And anyone who does not respond to (the call of) the Messenger who invites him to the way of Allah, he will not be able to escape (the recompense of punishment, wherever he flees) on earth, and he will not have anyone at all — other than Allah — as protectors to defend him; such people (of that character) are in clear misguidance.”
Nota nahu: وَلَيْسَ لَهُۥ (ayat 32).Grammar note: وَلَيْسَ لَهُۥ (verse 32).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَهُوَ نَفْيُ أَنْ يَكُونَ لَهُ سَبِيلٌ إِلَى النَّجَاةِ بِالِاسْتِعْصَامِ بِمَكَانٍ لَا تَبْلُغُ إِلَيْهِ قُدْرَةُ اللَّهِ، وَلَا بِالِاحْتِمَاءِ بِمَنْ يَسْتَطِيعُ حِمَايَتَهُ مِنْ عِقَابِ اللَّهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/62 · Shamela ↗ (huraian ayat 29–32)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/62 · Shamela ↗ (commentary on 29–32)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menafikan dua jalan melepaskan diri: berlindung di tempat yang tidak dicapai oleh kekuasaan Allah, atau berlindung kepada sesiapa yang mampu melindunginya daripada azab Allah.
Renungan: Tiada kubu dan tiada pelindung yang mampu menghalang ketentuan Allah; mari kita kembali kepada-Nya selagi masih ada masa.According to Ibn ‘Āshūr, this verse denies two ways of escape: taking refuge in a place beyond Allah’s power, or sheltering with someone able to protect him from Allah’s punishment.
Reflection: No fortress and no protector can hold back what Allah decrees; let us return to Him while there is still time.
أَوَلَمۡ
masihkah … ingkar dan tidak mahu (lit. adakah … tidak)are … still defiant and unwilling (lit. have … not)
Terjemahan: Masihkah mereka ingkar dan tidak mahu memikir serta mengetahui bahawa sesungguhnya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tidak mengalami kesukaran dalam menciptakannya - berkuasa menghidupkan makhluk-makhluk yang telah mati? Sudah tentu berkuasa! Sesungguhnya Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatuTranslation: Are they still defiant and unwilling to reflect and know that truly Allah, Who has created the heavens and earth without experiencing any difficulty in creating them, has the ability to give life to beings that have died? Certainly He has! Truly He is All-Powerful over every thing.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَلَا شَكَّ أَنَّ خَلْقَهَا أَعْظَمُ وَأَفْخَمُ مِنْ إِعَادَةِ هَذَا الشَّخْصِ حَيًّا بَعْدَ أَنْ صَارَ مَيِّتًا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/30 · Shamela ↗ (huraian ayat 33–34)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 28/30 · Shamela ↗ (commentary on 33–34)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, menciptakan langit dan bumi tentu lebih besar dan lebih hebat daripada menghidupkan semula seseorang selepas dia mati, dan Yang berkuasa atas perkara yang lebih besar pasti berkuasa atas yang lebih kecil.
Renungan: Apabila memandang langit, mari kita ingat hari kita dibangkitkan, dan bersedia untuknya.Tafsir al-Rāzī says that creating the heavens and earth is surely greater and grander than bringing a person back to life after death, and the One with power over the greater surely has power over the lesser.
Reflection: When we look at the sky, let us remember the day we will be raised, and prepare for it.
قَالَ
(setelah itu) dikatakan lagi (kepada mereka) (lit. … berkata)(after that) it is said further (to them) (lit. … says) (DiaHe)
تَكۡفُرُونَ
… kufur ingkar di dunia dahulu… disbelieved in the world before (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Dan (ingatlah) hari orang-orang yang kafir didedahkan kepada neraka, (lalu dikatakan kepada mereka): "Bukankah (azab) neraka ini benar?" Mereka menjawab: "Ya, benar, demi Tuhan kami!" (Setelah itu) dikatakan lagi (kepada mereka): "Maka sekarang rasalah azab seksa dengan sebab kamu kufur ingkar di dunia dahulu"Translation: And (remember) the day when the disbelievers are exposed to Hell, (then it is said to them): “Is this (punishment of) Hell not true?” They answer: “Yes, it is true, by our Lord!” (After that) it is said further (to them): “So now taste the punishment because you disbelieved in the world before.”
Nota nahu: بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ (ayat 34).Grammar note: بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ (verse 34).
Nota nahu: قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ (ayat 34).Grammar note: قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ (verse 34).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِنَّمَا أَقْسَمُوا عَلَى كَلَامِهِمْ بِقَسَمِ وَرَبِّنا قَسَمًا مُسْتَعْمَلًا فِي الندامة والتغليظ لِأَنْفُسِهِمْ وَجَعَلُوا الْمُقْسَمَ بِهِ بِعُنْوَانِ الرَّبِّ تَحَنُّنًا وَتَخَضُّعًا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/66 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/66 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, sumpah mereka “Ya, benar, demi Tuhan kami!” lahir daripada penyesalan dan rasa keras terhadap diri sendiri, dan mereka menyebut “Tuhan” sebagai tanda merayu belas kasihan dan merendah diri.
Renungan: Pengakuan pada hari itu sudah terlambat; mari kita merendah diri kepada Tuhan kita hari ini, ketika pengakuan masih memberi manfaat.According to Ibn ‘Āshūr, their oath “Yes, it is true, by our Lord!” comes from regret and harshness towards themselves, and they say “our Lord” as a plea for pity and a sign of humility.
Reflection: Confession on that day comes too late; let us humble ourselves before our Lord today, while confession still brings benefit.
فَٱصۡبِرۡ
(jika demikian akibat orang-orang kafir yang menentangmu wahai Muhammad) maka bersabarlah(if such is the end of the disbelievers who oppose you, O Muhammad,) then be patient (engkauyou)
أُوْلُواْ
Rasul-rasul “Ulil-Azmi” yang mempunyaithe Messengers “Ulil-‘Azmi” who had (lit. possessors of)
ٱلۡعَزۡمِ
keazaman dan ketabahan hati (lit. keazaman)resolve and firmness of heart (lit. resolve)
كَأَنَّهُمۡ
(sesungguhnya keadaan mereka …) merasai seolah-olah mereka(truly, as for them,) they will feel as though they
بَلَٰغٞۚ
(penerangan yang demikian) cukuplah menjadi pelajaran (bagi orang-orang yang mahu insaf)(this explanation) suffices as a lesson (for those willing to take heed)
Terjemahan: (Jika demikian akibat orang-orang kafir yang menentangmu wahai Muhammad) maka bersabarlah engkau sebagaimana sabarnya Rasul-rasul "Ulil-Azmi" (yang mempunyai keazaman dan ketabahan hati) dari kalangan Rasul-rasul (yang terdahulu daripadamu); dan janganlah engkau meminta disegerakan azab untuk mereka (yang menentangmu itu). Sesungguhnya keadaan mereka semasa melihat azab yang dijanjikan kepada mereka, merasai seolah-olah mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan sekadar satu saat sahaja dari siang hari. (Penerangan yang demikian) cukuplah menjadi pelajaran (bagi orang-orang yang mahu insaf). Maka (ingatlah) tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik - derhakaTranslation: (If such is the end of the disbelievers who oppose you, O Muhammad,) then be patient as the Messengers “Ulil-‘Azmi” (who had resolve and firmness of heart) among the Messengers (before you) were patient; and do not ask for the punishment to be hastened for them (who oppose you). Truly, as for them, on the day they see the punishment that is promised to them, they will feel as though they stayed (in the world) no longer than one moment of daylight. (This explanation) suffices as a lesson (for those willing to take heed). So (remember,) none is destroyed except the people who are wicked — rebellious.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْعَزْمُ الْمَحْمُودُ فِي الدِّينِ: الْعَزْمُ عَلَى مَا فِيهِ تَزْكِيَةُ النَّفْسِ وَصَلَاحُ الْأُمَّةِ، وَقِوَامُهُ الصَّبْرُ على الْمَكْرُوه وباعث التَّقْوَى»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/67 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 26/67 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, keazaman yang terpuji dalam agama ialah keazaman pada perkara yang menyucikan jiwa dan memperbaiki umat; tiangnya ialah sabar atas perkara yang tidak disukai, didorong oleh takwa.
Renungan: Sabar bukan sekadar menunggu, tetapi teguh pada kebaikan; mari kita belajar daripada Rasul-rasul “Ulil-Azmi”, dan tidak gopoh.According to Ibn ‘Āshūr, the praiseworthy resolve in religion is resolve for what purifies the soul and sets the community right; its pillar is patience with what is disliked, driven by taqwa (mindfulness of Allah).
Reflection: Patience is not just waiting but holding firm to good; let us learn from the Messengers “Ulil-‘Azmi” and not be hasty.