Logo AtTartil Quranic Institute

Surah al-Baqarah · Perkata BerwarnaColour-Coded Word by Word

Surah ke-2 · ayat 21–39 (daripada 286)Surah 2 · verses 21–39 (of 286) · AtTartil Quranic Institute

Isim (kata nama)(noun)Fiʿil (kata kerja)(verb)Ḥarf (kata sendi/partikel)(particle) ⌂ Semua surahAll surahs

(…) fāʿil (pelaku) bagi setiap fiʿilfāʿil (doer) of each verb(…)NF nāʾib fāʿil (pengganti pelaku: kata kerja pasif)nāʾib fāʿil (deputy doer: passive verb)(…)ism ism kāna/kāda (subjek kata kerja nāqiṣ, bukan fāʿil)ism of kāna/kāda (subject of an incomplete verb, not a fāʿil)

يَٰٓأَيُّهَا

wahaiO

أ ي ي

ٱلنَّاسُ

sekalian manusiaall people

أ ن س

ٱعۡبُدُواْ

beribadatlahworship (kamu sekalianyou all)

ع ب د

رَبَّكُمُ

(kepada) Tuhan kamuyour Lord

ر ب ب

ٱلَّذِي

yangwho

ⓘ

خَلَقَكُمۡ

telah menciptakan kamucreated you (DiaHe)

خ ل ق

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

مِن

(terdahulu) dari(came) from

ⓘ

قَبۡلِكُمۡ

sebelum kamubefore you

ق ب ل

لَعَلَّكُمۡ

supaya kamuso that you

ⓘ

تَتَّقُونَ

(menjadi orang-orang yang) bertaqwa(become) God-fearing (kamu sekalianyou all)

و ق ي

Terjemahan: Wahai sekalian manusia! Beribadatlah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu (menjadi orang-orang yang) bertaqwaTranslation: O all people! Worship your Lord, who created you and the people who lived before you, so that you may (become those who are) God-fearing.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«جَعَلْتُ الرَّسُولَ وَاسِطَةً بَيْنِي وَبَيْنَكَ أَوَّلًا ثُمَّ الْآنَ أَزِيدُ فِي إِكْرَامِكَ وَتَقْرِيبِكَ، فَأُخَاطِبُكَ مِنْ غَيْرِ وَاسِطَةٍ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/319 · Shamela ↗ (huraian ayat 21–22)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/319 · Shamela ↗ (commentary on 21–22)

Antara huraian ar-Rāzī: selepas menyebut tiga golongan, Allah beralih menyeru manusia secara langsung, “Wahai sekalian manusia!”, seolah-olah Dia berfirman: Pada mulanya Aku jadikan Rasul perantara antara-Ku dan kamu; kini Aku tambah memuliakan dan mendekatkan kamu, lalu Aku berbicara kepadamu tanpa perantara.
Renungan: Setiap kali kita membaca “Wahai sekalian manusia!”, rasakan bahawa Allah sedang menyeru kita sendiri; mari kita sambut seruan itu dengan ibadah.
One of al-Rāzī’s explanations: after mentioning the three groups, Allah turns to address people directly, “O all people!”, as though He says: At first I made the Messenger the intermediary between Me and you; now I add to your honour and nearness, and speak to you without an intermediary.
Reflection: Whenever we read “O all people!”, let us feel that Allah is calling us ourselves, and answer that call with worship.

ٱلَّذِي

(Dialah) yang(He is the One) who

ⓘ

جَعَلَ

menjadikanmade (DiaHe)

ج ع ل

لَكُمُ

untuk kamufor you

ⓘ

ٱلۡأَرۡضَ

bumi (ini)the earth

أ ر ض

فِرَٰشٗا

sebagai hamparanas a spread

ف ر ش

وَٱلسَّمَآءَ

dan langit (serta segala isinya)and the sky (with all it holds)

س م و

بِنَآءٗ

sebagai bangunan (yang dibina dengan kukuhnya)as a structure (firmly built)

ب ن ي

وَأَنزَلَ

dan menurunkanand sent down (DiaHe)

ن ز ل

مِنَ

darifrom

ⓘ

ٱلسَّمَآءِ

langitthe sky

س م و

مَآءٗ

air (hujan)water (rain)

م و ه

فَأَخۡرَجَ

lalu mengeluarkanthen brought forth (DiaHe)

خ ر ج

بِهِۦ

dengan air ituwith that water

ⓘ

مِنَ

dari (berjenis-jenis)from (all kinds of)

ⓘ

ٱلثَّمَرَٰتِ

buah-buahanfruits

ث م ر

رِزۡقٗا

(yang menjadi) rezeki(as) provision

ر ز ق

لَّكُمۡۖ

bagi kamufor you

ⓘ

فَلَا

maka janganlahso do not

ⓘ

تَجۡعَلُواْ

mengadakanset up (kamu sekalianyou all)

ج ع ل

لِلَّهِ

bagi Allahfor Allah

أ ل ه

أَندَادٗا

sebarang sekutuany partners

ن د د

وَأَنتُمۡ

padahal kamu (semua)while you (all)

ⓘ

تَعۡلَمُونَ

mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa)know (that Allah is the One God) (kamu sekalianyou all)

ع ل م

Terjemahan: Dialah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hamparan, dan langit (serta segala isinya) sebagai bangunan (yang dibina dengan kukuhnya); dan diturunkan-Nya air hujan dari langit, lalu dikeluarkan-Nya dengan air itu berjenis-jenis buah-buahan yang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa)Translation: (He is) the One Who made the earth a spread for you, and the sky (with all it holds) a structure (firmly built); and He sent down rain-water from the sky, and by that water He brought forth all kinds of fruits as provision for you. So do not set up any partners for Allah, while you all know (that Allah is the One God).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْمَعْنَى أَنَّهُ جَعَلَهَا مُتَوَسِّطَةً بَيْنَ شِدَّةِ الصُّخُورِ بِحَيْثُ تُؤْلِمُ جِلْدَ الْإِنْسَانِ وَبَيْنَ رَخَاوَةِ الْحَمْأَةِ بِحَيْثُ يَتَزَحْزَحُ الْكَائِنُ فَوْقَهَا وَيَسُوخُ فِيهَا وَتِلْكَ مِنَّةٌ عَظِيمَةٌ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/331 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/331 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, maksud bumi dijadikan “hamparan” ialah Allah menjadikannya pertengahan: tidak sekeras batu yang menyakitkan kulit manusia, dan tidak selembut lumpur yang membuat sesiapa di atasnya tergelincir dan terbenam; itu satu nikmat yang besar.
Renungan: Setiap kali kita berbaring atau melangkah dengan selamat, ingatlah nikmat ini, dan jangan adakan sebarang sekutu bagi Pemberinya.
According to Ibn ‘Āshūr, the earth being made a “spread” means Allah made it balanced: not as hard as rock that hurts human skin, and not as soft as mud in which whoever is on it slips and sinks; that is a great blessing.
Reflection: Whenever we lie down or walk in safety, let us remember this blessing and never set up any partner beside its Giver.

وَإِن

dan kalauand if

ⓘ

كُنتُمۡ

ada (menaruh)are (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

فِي

dalamin

ⓘ

رَيۡبٖ

syakdoubt

ر ي ب

مِّمَّا

tentang apa yangabout what

ⓘ

نَزَّلۡنَا

turunkan (al‑Qur’an)sent down (the Qur’an) (KamiWe)

ن ز ل

عَلَىٰ

kepadato

ⓘ

عَبۡدِنَا

hamba Kami (Muhammad)Our servant (Muhammad)

ع ب د

فَأۡتُواْ

maka (cubalah buat dan) datangkanlahthen (try to make and) bring (kamu sekalianyou all)

أ ت ي

بِسُورَةٖ

satu suraha surah

س و ر

مِّن

(yang) dari(that is) of

ⓘ

مِّثۡلِهِۦ

sebanding dengannya (al‑Qur’an)its like (the Qur’an)

م ث ل

وَٱدۡعُواْ

dan panggillahand call (kamu sekalianyou all)

د ع و

شُهَدَآءَكُم

orang-orang yang (kamu percaya boleh) menolong kamuthose (you believe can) help you

ش ه د

مِّن

darifrom among

ⓘ

دُونِ

selainother than

د و ن

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

إِن

jika (betul)if (truly)

ⓘ

كُنتُمۡ

adalahare (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

صَٰدِقِينَ

orang-orang yang benartruthful

ص د ق

Terjemahan: Dan kalau kamu ada menaruh syak tentang apa yang Kami turunkan (Al-Quran) kepada hamba Kami (Muhammad), maka cubalah buat dan datangkanlah satu surah yang sebanding dengan Al-Quran itu, dan panggillah orang-orang yang kamu percaya boleh menolong kamu selain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benarTranslation: And if you have any doubt about what We have sent down (the Qur’an) to Our servant (Muhammad), then try to make and bring a single surah comparable to that Qur’an, and call those you believe can help you, apart from Allah, if you are really people who speak the truth.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّهُ تَعَالَى رَاعَى فِيهِ طَرِيقَةَ الصِّدْقِ وَتَنَزَّهَ عَنِ الْكَذِبِ فِي جَمِيعِهِ وَكُلُّ شَاعِرٍ تَرَكَ الْكَذِبَ وَالْتَزَمَ الصِّدْقَ نَزَلَ شِعْرُهُ وَلَمْ يَكُنْ جَيِّدًا»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/347 · Shamela ↗ (huraian ayat 23–24)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/347 · Shamela ↗ (commentary on 23–24)

Antara huraian ar-Rāzī tentang kemukjizatan (mukjizat: perkara luar biasa yang tidak dapat ditandingi) al-Qur’an: ia menjaga kebenaran dan bersih daripada dusta pada keseluruhannya, sedangkan setiap penyair yang meninggalkan dusta dan berpegang pada kebenaran, syairnya menurun mutunya; namun al-Qur’an tetap fasih (indah dan tepat bahasanya).
Renungan: Kebenaran dan keindahan bersatu dalam al-Qur’an; mari kita jadikan ia sumber kata-kata kita, benar dan baik.
One of al-Rāzī’s explanations of the Qur’an’s miraculous nature (mu‘jizah: something extraordinary that cannot be matched): it keeps to truth and is free of falsehood throughout, whereas every poet who gave up falsehood and held to truth saw his poetry decline; yet the Qur’an remains eloquent.
Reflection: Truth and beauty come together in the Qur’an; let us make it the source of our own words, truthful and good.

فَإِن

maka kalaubut if

ⓘ

لَّمۡ

tidakdo not

ⓘ

تَفۡعَلُواْ

(dapat) membuatnya(manage to) do it (kamu sekalianyou all)

ف ع ل

وَلَن

dan sudah tentu tidak akanand surely will never

ⓘ

تَفۡعَلُواْ

(dapat) membuatnya(be able to) do it (kamu sekalianyou all)

ف ع ل

فَٱتَّقُواْ

maka peliharalah dirithen guard yourselves (kamu sekalianyou all)

و ق ي

ٱلنَّارَ

(dari) api neraka(against) the Fire

ن و ر

ٱلَّتِي

yangwhose

ⓘ

وَقُودُهَا

bahan-bahan bakarannyafuel

و ق د

ٱلنَّاسُ

manusiais people

أ ن س

وَٱلۡحِجَارَةُۖ

dan batu-batu (berhala)and stones (idols)

ح ج ر

أُعِدَّتۡ

(iaitu neraka) yang disediakan(the Fire that) has been prepared (iait)NF

ع د د

لِلۡكَٰفِرِينَ

untuk orang-orang kafirfor the disbelievers

ك ف ر

Terjemahan: Maka kalau kamu tidak dapat membuatnya, dan sudah tentu kamu tidak dapat membuatnya, maka peliharalah diri kamu dari api neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu-batu (berhala), (iaitu neraka) yang disediakan untuk orang-orang kafirTranslation: But if you cannot do it — and you surely never can — then guard yourselves against the Fire of Hell whose fuel is people and stones (idols), (the Fire) made ready for the disbelievers.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَقَوْلُهُ: وَلَنْ تَفْعَلُوا مِنْ أَكْبَرِ مُعْجِزَاتِ الْقُرْآنِ فَإِنَّهَا مُعْجِزَةٌ مِنْ جِهَتَيْنِ: الْأُولَى أَنَّهَا أَثْبَتَتْ أَنَّهُمْ لَمْ يُعَارِضُوا لِأَنَّ ذَلِكَ أَبْعَثُ لَهُمْ عَلَى الْمُعَارَضَةِ لَوْ كَانُوا قَادِرِينَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/342 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/342 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, firman “dan sudah tentu kamu tidak dapat membuatnya” termasuk mukjizat al-Qur’an yang terbesar; antaranya, ia membuktikan bahawa mereka tidak menandinginya, kerana kata-kata itu lebih membangkitkan mereka untuk mencuba sekiranya mereka mampu.
Renungan: Kitab yang tidak dapat ditandingi ini ada di tangan kita; mari kita yakini dan amalkannya, dan peliharalah diri daripada api neraka.
According to Ibn ‘Āshūr, the words “and you surely never can” are among the Qur’an’s greatest miracles; one aspect is that they proved they did not match it, since those words would have spurred them all the more to try had they been able.
Reflection: This unmatched Book is in our hands; let us be certain of it, live by it, and guard ourselves from the Fire.

وَبَشِّرِ

dan berilah khabar gembiraand give good news (engkauyou)

ب ش ر

ٱلَّذِينَ

(kepada) orang-orang yang(to) those who

ⓘ

ءَامَنُواْ

berimanbelieve (merekathey)

أ م ن

وَعَمِلُواْ

dan beramaland do (merekathey)

ع م ل

ٱلصَّٰلِحَٰتِ

soleh (kebaikan)righteous deeds

ص ل ح

أَنَّ

sesungguhnyathat

ⓘ

لَهُمۡ

mereka (beroleh)(they gain)

ⓘ

جَنَّٰتٖ

SyurgaParadise

ج ن ن

تَجۡرِي

mengalirflow (sungai‑sungai al‑anharuthe rivers al‑anhāru)

ج ر ي

مِن

darifrom

ⓘ

تَحۡتِهَا

bawahnyabeneath it

ت ح ت

ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ

beberapa sungairivers

ن ه ر

كُلَّمَا

tiap-tiap kalievery time

ك ل ل

رُزِقُواْ

diberikanare given (merekathey)NF

ر ز ق

مِنۡهَا

daripadanya (Syurga itu)from it (that Paradise)

ⓘ

مِن

dari (sejenis)of (some kind of)

ⓘ

ثَمَرَةٖ

buah-buahanfruit

ث م ر

رِّزۡقٗا

(satu) pemberianas provision

ر ز ق

قَالُواْ

berkatasay (merekathey)

ق و ل

هَٰذَا

inilahthis is

ⓘ

ٱلَّذِي

yangwhat

ⓘ

رُزِقۡنَا

telah diberikanwas given (kamiwe)NF

ر ز ق

مِن

darifrom

ⓘ

قَبۡلُۖ

dahulubefore

ق ب ل

وَأُتُواْ

dan diberikanand are given (merekathey)NF

أ ت ي

بِهِۦ

dengannya (rezeki itu)it (that provision)

ⓘ

مُتَشَٰبِهٗاۖ

yang sama rupanya (tetapi berlainan hakikatnya)alike in appearance (but different in reality)

ش ب ه

وَلَهُمۡ

dan untuk mereka (disediakan)and for them (prepared)

ⓘ

فِيهَآ

dalamnya (Syurga itu)in it (that Paradise)

ⓘ

أَزۡوَٰجٞ

pasangan-pasangan (isteri-isteri)partners (wives)

ز و ج

مُّطَهَّرَةٞۖ

yang (sentiasa) bersih suci(always) pure and clean

ط ه ر

وَهُمۡ

sedang merekawhile they

ⓘ

فِيهَا

di dalamnyain it

ⓘ

خَٰلِدُونَ

kekal (selama-lamanya)remain (forever)

خ ل د

Terjemahan: Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh, sesungguhnya mereka beroleh syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; tiap-tiap kali mereka diberikan satu pemberian dari sejenis buah-buahan syurga itu, mereka berkata: "Inilah yang telah diberikan kepada kami dahulu"; dan mereka diberikan rezeki itu yang sama rupanya (tetapi berlainan hakikatnya), dan disediakan untuk mereka dalam syurga itu pasangan-pasangan, isteri-isteri yang sentiasa bersih suci, sedang mereka pula kekal di dalamnya selama-lamanyaTranslation: And give good news to those who believe and do righteous deeds: they will gain Paradise, with rivers flowing beneath it. Each time they are given some of the fruit of that Paradise as provision, they say: “This is what we were given before”; and they are given that provision alike in appearance (yet different in reality). And prepared for them in that Paradise are partners, wives who are always pure and clean, and they will remain there forever.

Nota nahu: كُلَّمَا رُزِقُوا۟ (ayat 25).Grammar note: كُلَّمَا رُزِقُوا۟ (verse 25).
Di sini كُلَّمَا ditulis sebagai satu kata dan diwarnakan hijau, sama seperti di ayat 20. Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) merujuk pembaca kepada i‘rabnya di ayat 20: “﴿كُلَّما:﴾ انظر إعرابها مفصلا في الآية رقم [٢٠]” (1/80 · Shamela ↗), iaitu kull ialah ẓarf (kata nama keterangan masa) dan mā ialah ḥarf (partikel) maṣdariyyah. Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) menyebut: “ظرف زمان متضمن معنى الشرط وما مصدرية أو نكرة مقصودة” (mā boleh jadi ḥarf maṣdariyyah, atau kata nama tak tentu (nakirah)) (1/64 · Shamela ↗). Menurut pandangan ḥarf, mā akan diwarnakan merah; lihat nota ayat 20. Maknanya tetap sama dan selaras dengan terjemahan Basmeih (“tiap-tiap kali mereka diberikan satu pemberian”).Here كُلَّمَا is written as one word and coloured green, as in verse 20. Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh) refers the reader to his i‘rāb at verse 20: “﴿كُلَّما:﴾ انظر إعرابها مفصلا في الآية رقم [٢٠]” (1/80 · Shamela ↗), where kull is a ẓarf (adverbial noun of time) and mā a maṣdariyyah particle (ḥarf). Muḥyī al-Dīn Darwīsh (I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh) says: “ظرف زمان متضمن معنى الشرط وما مصدرية أو نكرة مقصودة” (mā may be a maṣdariyyah particle, or an indefinite noun (nakirah)) (1/64 · Shamela ↗). On the particle view mā would be coloured red; see the note on verse 20. The meaning stays the same and agrees with Basmeih’s translation (“tiap-tiap kali mereka diberikan satu pemberian”: each time they are given some provision).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَبَيَّنَ عِقَابَ الْكَافِرِ وَثَوَابَ الْمُطِيعِ وَمِنْ عَادَةِ اللَّهِ تَعَالَى أَنَّهُ إِذَا ذَكَرَ آيَةً فِي الْوَعِيدِ أن يعقبها بآية في الوعد»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/353 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/353 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, Allah menerangkan balasan orang kafir dan ganjaran orang yang taat; dan menjadi kebiasaan Allah, apabila Dia menyebut ayat wa‘īd (ancaman), Dia mengiringinya dengan ayat wa‘d (janji baik).
Renungan: Selepas amaran neraka, Allah segera memberi khabar gembira Syurga; mari kita hidup antara takut dan harap, dengan iman dan amal soleh.
Al-Rāzī says Allah explains the punishment of the disbeliever and the reward of the obedient; and it is Allah’s way, when He mentions a verse of wa‘īd (warning), to follow it with a verse of wa‘d (promise).
Reflection: Right after the warning of the Fire, Allah gives the good news of Paradise; let us live between fear and hope, with faith and good deeds.

إِنَّ

sesungguhnyaindeed

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

لَا

tidakis not

ⓘ

يَسۡتَحۡيِۦٓ

malushy (DiaHe)

ح ي ي

أَن

untukto

ⓘ

يَضۡرِبَ

membuatmake (DiaHe)

ض ر ب

مَثَلٗا

perbandingana comparison

م ث ل

مَّا

apa sahajaof any kind

ⓘ

بَعُوضَةٗ

(seperti) nyamuk(such as) a gnat

ب ع ض

فَمَا

hingga ke suatu yangor even what is

ⓘ

فَوۡقَهَاۚ

lebih daripadanyabeyond it

ف و ق

فَأَمَّا

maka adapunas for

ⓘ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

ءَامَنُواْ

berimanbelieve (merekathey)

أ م ن

فَيَعۡلَمُونَ

maka akan mengetahuithen know (merekathey)

ع ل م

أَنَّهُ

bahawa ia (perbandingan itu)that it (the comparison)

ⓘ

ٱلۡحَقُّ

benaris the truth

ح ق ق

مِن

darifrom

ⓘ

رَّبِّهِمۡۖ

Tuhan merekatheir Lord

ر ب ب

وَأَمَّا

dan adapunwhile

ⓘ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

كَفَرُواْ

kafirdisbelieve (merekathey)

ك ف ر

فَيَقُولُونَ

maka akan berkatasay (merekathey)

ق و ل

مَاذَآ

apakahwhat

ⓘ

أَرَادَ

maksudintended (AllahAllah)

ر و د

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

بِهَٰذَا

dengan iniby this

ⓘ

مَثَلٗاۘ

(sebagai) perbandinganas a comparison

م ث ل

يُضِلُّ

menjadikan sesatleads astray (DiaHe)

ض ل ل

بِهِۦ

dengan sebabnyaby it

ⓘ

كَثِيرٗا

banyak orangmany

ك ث ر

وَيَهۡدِي

dan memberi petunjukand guides (DiaHe)

ه د ي

بِهِۦ

dengan sebabnyaby it

ⓘ

كَثِيرٗاۚ

banyak orangmany

ك ث ر

وَمَا

dan tidakand … does not

ⓘ

يُضِلُّ

menjadikan sesatlead astray (DiaHe)

ض ل ل

بِهِۦٓ

dengan sebabnyaby it

ⓘ

إِلَّا

melainkanexcept

ⓘ

ٱلۡفَٰسِقِينَ

orang-orang yang fasik (derhaka)the rebellious (fāsiq)

ف س ق

Terjemahan: Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perbandingan apa sahaja, (seperti) nyamuk hingga ke suatu yang lebih daripadanya (kerana perbuatan itu ada hikmatnya), iaitu kalau orang-orang yang beriman maka mereka akan mengetahui bahawa perbandingan itu benar dari Tuhan mereka; dan kalau orang-orang kafir pula maka mereka akan berkata: "Apakah maksud Allah membuat perbandingan dengan ini?" (Jawabnya): Tuhan akan menjadikan banyak orang sesat dengan sebab perbandingan itu, dan akan menjadikan banyak orang mendapat petunjuk dengan sebabnya; dan Tuhan tidak akan menjadikan sesat dengan sebab perbandingan itu melainkan orang-orang yang fasikTranslation: Indeed Allah is not shy to make a comparison of any kind, (such as) a gnat or even something beyond it (for there is wisdom in doing so). As for those who believe, they know that it (the comparison) is the truth from their Lord; while those who disbelieve say: “What does Allah mean by this comparison?” (The answer:) He lets many go astray because of it, and guides many because of it; and He lets none go astray because of it except the rebellious (fāsiq).

Nota nahu: مَثَلًا مَا (ayat 26).Grammar note: مَثَلًا مَا (verse 26).
Dalam halaman ini مَا selepas مَثَلًا diwarnakan hijau sebagai isim (kata nama), iaitu kata nama tak tentu yang bermaksud “sesuatu” dan menjadi sifat bagi مَثَلًا, mengikut i‘rab (analisis tatabahasa) utama kitab rujukan kami: «نكرة بمعنى شيء» (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm⁠, Dār al-Ṣaḥābah, 1/35 · Shamela ↗). Kitab yang sama menyebut pandangan kedua, iaitu مَا ialah ḥarf ṣilah (partikel tambahan untuk menguatkan makna), yang akan diwarnakan merah. Pandangan ḥarf tambahan ini didahulukan oleh al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān⁠, 1/43 · Shamela ↗) dan Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān⁠, 1/90 · Shamela ↗), manakala Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh⁠, 1/85 · Shamela ↗) membenarkan kedua-duanya. Maknanya tetap sama: “membuat perbandingan apa sahaja”.On this page the مَا after مَثَلًا is coloured green as a noun (ism): an indefinite noun meaning “something” that describes مَثَلًا, following the main i‘rāb (grammatical analysis) of our reference book: «نكرة بمعنى شيء» (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm⁠, Dār al-Ṣaḥābah, 1/35 · Shamela ↗). The same book gives a second view, that مَا is a ḥarf ṣilah (an extra particle for emphasis), which would be coloured red. This extra-particle view is put first by al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān⁠, 1/43 · Shamela ↗) and Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān⁠, 1/90 · Shamela ↗), while Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh⁠, 1/85 · Shamela ↗) allows both. The meaning is the same either way: “a comparison of any kind”.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَأَجَابَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ بِأَنَّ صِغَرَ هَذِهِ الْأَشْيَاءِ لَا يَقْدَحُ فِي الْفَصَاحَةِ إِذَا كَانَ ذِكْرُهَا مُشْتَمِلًا عَلَى حِكَمٍ بَالِغَةٍ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/361 · Shamela ↗ (huraian ayat 26–27)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/361 · Shamela ↗ (commentary on 26–27)

Kata ar-Rāzī, orang kafir mempertikaikan al-Qur’an kerana ia menyebut lebah, lalat, labah-labah dan semut, yang pada sangkaan mereka tidak layak dalam kata-kata orang yang fasih; Allah menjawab bahawa kecilnya benda-benda itu tidak mencacatkan kefasihan apabila sebutannya mengandungi hikmah yang mendalam.
Renungan: Jangan memandang remeh perkara kecil dalam al-Qur’an; mari kita cari hikmah di sebalik setiap perbandingan.
Al-Rāzī says the disbelievers found fault with the Qur’an for mentioning the bee, the fly, the spider and the ant, which they thought unfit for eloquent speech; Allah answered that the smallness of these things does not spoil eloquence when their mention carries profound wisdom.
Reflection: Let us not belittle small things in the Qur’an, but seek the wisdom behind every comparison.

ٱلَّذِينَ

(iaitu) orang-orang yang(namely) those who

ⓘ

يَنقُضُونَ

merombak (mencabuli)break (violate) (merekathey)

ن ق ض

عَهۡدَ

perjanjianthe covenant

ع ه د

ٱللَّهِ

Allahof Allah

أ ل ه

مِنۢ

darifrom

ⓘ

بَعۡدِ

sesudahafter

ب ع د

مِيثَٰقِهِۦ

diperteguhkannyaits being made firm

و ث ق

وَيَقۡطَعُونَ

dan memutuskanand cut off (merekathey)

ق ط ع

مَآ

perkara yangwhat

ⓘ

أَمَرَ

suruhcommanded (AllahAllah)

أ م ر

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

بِهِۦٓ

dengannyait

ⓘ

أَن

supayato

ⓘ

يُوصَلَ

diperhubungkanbe joined (iait)NF

و ص ل

وَيُفۡسِدُونَ

dan membuat kerosakan dan bencanaand cause corruption and disorder (merekathey)

ف س د

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِۚ

muka bumithe earth

أ ر ض

أُوْلَٰٓئِكَ

mereka ituthose

ⓘ

هُمُ

ialahare

ⓘ

ٱلۡخَٰسِرُونَ

orang-orang yang rugithe losers

خ س ر

Terjemahan: (Iaitu) orang-orang yang merombak (mencabuli) perjanjian Allah sesudah diperteguhkannya, dan memutuskan perkara yang disuruh Allah supaya diperhubungkan, dan mereka pula membuat kerosakan dan bencana di muka bumi. Mereka itu ialah orang-orang yang rugiTranslation: (Namely) those who break (violate) Allah’s covenant after it has been made firm, and cut off what Allah has commanded to be joined, and who also cause corruption and disorder on the earth. They are the ones who lose.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَوَجْهُ اخْتِيَارِ اسْتِعَارَةِ النَّقْضِ الَّذِي هُوَ حَلُّ طَيَّاتِ الْحَبْلِ إِلَى إِبْطَالِ الْعَهْدِ أَنَّهَا تَمْثِيلٌ لِإِبْطَالِ الْعَهْدِ رُوَيْدًا رُوَيْدًا وَفِي أَزْمِنَةٍ مُتَكَرِّرَةٍ وَمُعَالَجَةٍ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/368 · Shamela ↗ (huraian ayat 26–27)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/368 · Shamela ↗ (commentary on 26–27)

Menurut Ibn ‘Āshūr, perkataan naqḍ (merombak, asalnya merungkai pintalan tali) dipilih untuk perbuatan membatalkan janji kerana ia menggambarkan janji yang dirosakkan sedikit demi sedikit, berulang kali dan dengan usaha.
Renungan: Janji dengan Allah jarang putus sekali gus; ia terungkai sedikit demi sedikit. Mari kita jaga amanah dan janji-janji kecil kita setiap hari.
According to Ibn ‘Āshūr, the word naqḍ (breaking, originally untwisting the strands of a rope) is chosen for breaking a covenant because it pictures a covenant undone little by little, again and again, and with effort.
Reflection: A covenant with Allah rarely snaps all at once; it unravels bit by bit. Let us guard our trusts and small promises every day.

كَيۡفَ

bagaimanahow

ك ي ف

تَكۡفُرُونَ

tergamak kufur (mengingkari)can … disbelieve (deny) (kamu sekalianyou all)

ك ف ر

بِٱللَّهِ

kepada Allahin Allah

أ ل ه

وَكُنتُمۡ

padahal (dahulunya)when … were (before) (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

أَمۡوَٰتٗا

mati (belum lahir)dead (not yet born)

م و ت

فَأَحۡيَٰكُمۡۖ

kemudian menghidupkan kamuthen gave you life (DiaHe)

ح ي ي

ثُمَّ

setelah ituafter that

ⓘ

يُمِيتُكُمۡ

mematikan kamucauses you to die (DiaHe)

م و ت

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

يُحۡيِيكُمۡ

menghidupkan kamu (pula, pada hari akhirat)brings you to life (again, on the Last Day) (DiaHe)

ح ي ي

ثُمَّ

akhirnyaand finally

ⓘ

إِلَيۡهِ

kepada-Nyato Him

ⓘ

تُرۡجَعُونَ

dikembalikan (untuk diberi balasan)be returned (to be repaid) (kamu sekalianyou all)NF

ر ج ع

Terjemahan: Bagaimana kamu tergamak kufur (mengingkari) Allah padahal kamu dahulunya mati (belum lahir), kemudian Ia menghidupkan kamu; setelah itu Ia mematikan kamu, kemudian Ia menghidupkan kamu pula (pada hari akhirat); akhirnya kamu dikembalikan kepada-Nya (untuk diberi balasan bagi segala yang kamu kerjakan)Translation: How can you bring yourselves to disbelieve in (deny) Allah, when you were dead (not yet born) before, then He gave you life; after that He causes you to die, then He brings you to life again (on the Last Day); and in the end you will be returned to Him (to be repaid for all that you did).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَإِنْ كَانَ بِصُورَةِ الِاسْتِخْبَارِ فَالْمُرَادُ بِهِ التَّبْكِيتُ وَالتَّعْنِيفُ، لِأَنَّ عِظَمَ النِّعْمَةِ يَقْتَضِي عِظَمَ مَعْصِيَةِ الْمُنْعِمِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/375 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/375 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, “Bagaimana kamu tergamak kufur (mengingkari) Allah” walaupun berbentuk soalan, maksudnya teguran dan celaan, kerana semakin besar nikmat, semakin besar pula derhaka terhadap Pemberi nikmat itu; dan Allah menyebut nikmat yang menjadi asas segala nikmat, iaitu nikmat menghidupkan.
Renungan: Hidup kita sendiri ialah nikmat yang paling asas; mari kita balas dengan syukur dan taat, bukan dengan lalai.
Al-Rāzī says “How can you bring yourselves to disbelieve in (deny) Allah”, though shaped as a question, is meant as a reproach and rebuke, because the greater the blessing, the greater the disobedience to its Giver; and Allah mentions the blessing that is the root of all blessings: giving life.
Reflection: Our very life is the most basic blessing; let us repay it with gratitude and obedience, not heedlessness.

هُوَ

Dialah (Allah)He (Allah)

ⓘ

ٱلَّذِي

yangis the One who

ⓘ

خَلَقَ

menjadikancreated (DiaHe)

خ ل ق

لَكُم

untuk kamufor you

ⓘ

مَّا

apa yang (ada)what (is)

ⓘ

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

bumithe earth

أ ر ض

جَمِيعٗا

segala-galanyaall of it

ج م ع

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

ٱسۡتَوَىٰٓ

menuju dengan kehendak-Nyaturned, by His will, (DiaHe)

س و ي

إِلَى

ke arahtowards

ⓘ

ٱلسَّمَآءِ

(bahan-bahan) langit(the matter of) the sky

س م و

فَسَوَّىٰهُنَّ

lalu menjadikannyathen made them (DiaHe)

س و ي

سَبۡعَ

tujuhseven

س ب ع

سَمَٰوَٰتٖۚ

langit (dengan sempurna)heavens (in perfect form)

س م و

وَهُوَ

dan Diaand He

ⓘ

بِكُلِّ

akan tiap-tiapof every

ك ل ل

شَيۡءٍ

sesuatuthing

ش ي أ

عَلِيمٞ

Maha Mengetahuiis All-Knowing

ع ل م

Terjemahan: Dialah (Allah) yang menjadikan untuk kamu segala yang ada di bumi, kemudian Ia menuju dengan kehendak-Nya ke arah (bahan-bahan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit dengan sempurna; dan Ia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatuTranslation: (He is) the One (Allah) who created for you everything on the earth; then He turned, by His will, towards (the matter of) the sky, and made them seven heavens in perfect form; and He is All-Knowing of every thing.

Nota: ثُمَّ اسْتَوَىٰٓ إِلَى السَّمَآءِ (ayat 29).Note: ثُمَّ اسْتَوَىٰٓ إِلَى السَّمَآءِ (verse 29).
Makna perkata di sini mengikut terjemahan Basmeih (“Ia menuju dengan kehendak-Nya ke arah (bahan-bahan) langit”). Ulasan ulama secara ringkas: Ibn ‘Āshūr menyatakan “فَمَعْنَى اسْتِوَاءِ اللَّهِ تَعَالَى إِلَى السَّمَاءِ تَعَلُّقُ إِرَادَتِهِ التَّنْجِيزِيِّ بِإِيجَادِهَا” (maka makna istiwā’ Allah Ta‘ala ke langit (perkataan “istawā” dalam ayat ini) ialah kaitan kehendak-Nya yang tanjīzī (yang melaksanakan) dengan mewujudkannya) (al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/385 · Shamela ↗). Ibn Kathīr menyatakan “أي: قصد إلى السماء” (iaitu Dia menuju ke langit), dan bahawa istiwā’ di sini membawa “معنى القصد والإقبال؛ لأنه عدي بإلى” (makna menuju dan menghadap, kerana ia disambung dengan “ilā” (ke)) (Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, ed. al-Salāmah, 1/213 · Shamela ↗). Aṭ-Ṭabarī pula memilih makna “علَا عليهن وارتفَع، فدبَّرهن بقدرتِه وخلَقهنَّ سبعَ سماواتٍ” (Dia tinggi di atasnya lalu mentadbirnya dengan kuasa-Nya dan menciptakannya tujuh langit), dan menegaskan bahawa ia “عُلوَّ مُلْكٍ وسلطانٍ لا علوَّ انتقالٍ وزوالٍ” (ketinggian kerajaan dan kekuasaan, bukan ketinggian dengan berpindah dan beralih tempat) (Jāmi‘ al-Bayān, 1/457 · Shamela ↗). Untuk perbincangan akidah lanjut, sila rujuk guru yang bertauliah.The word meaning here follows Basmeih’s translation (“He turned, by His will, towards (the matter of) the sky”). Scholars’ comments in brief: Ibn ‘Āshūr says “فَمَعْنَى اسْتِوَاءِ اللَّهِ تَعَالَى إِلَى السَّمَاءِ تَعَلُّقُ إِرَادَتِهِ التَّنْجِيزِيِّ بِإِيجَادِهَا” (so the meaning of Allah’s istiwā’ to the sky is His will, in its effective (tanjīzī) aspect, being directed to bringing it into being) (al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/385 · Shamela ↗). Ibn Kathīr says “أي: قصد إلى السماء” (that is, He turned to the sky), and that istiwā’ here carries “معنى القصد والإقبال؛ لأنه عدي بإلى” (the meaning of turning and directing oneself to, because it is joined with “ilā” (to)) (Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, ed. al-Salāmah, 1/213 · Shamela ↗). Al-Ṭabarī, for his part, chooses the meaning “علَا عليهن وارتفَع، فدبَّرهن بقدرتِه وخلَقهنَّ سبعَ سماواتٍ” (He was high above them, then governed them by His power and created them seven heavens), and stresses that this is “عُلوَّ مُلْكٍ وسلطانٍ لا علوَّ انتقالٍ وزوالٍ” (a highness of dominion and authority, not a highness of moving and shifting place) (Jāmi‘ al-Bayān, 1/457 · Shamela ↗). For further discussion of creed, please refer to a qualified teacher.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«امْتِنَانًا عَلَيْهِمْ بِالنِّعَمِ لِتَسْجِيلِ أَنَّ إِشْرَاكَهُمْ كُفْرَانٌ بِالنِّعْمَةِ أُدْمِجَ فِيهِ الِاسْتِدْلَالُ عَلَى أَنَّهُ خَالِقٌ لِمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ حَيَوَانٍ وَنَبَاتٍ وَمَعَادِنَ اسْتِدْلَالًا بِمَا هُوَ نِعْمَةٌ مُشَاهَدَةٌ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/378 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/378 · Shamela ↗

Antara huraian Ibn ‘Āshūr: firman “Dialah (Allah) yang menjadikan untuk kamu segala yang ada di bumi” boleh juga bermaksud Allah mengingatkan nikmat-Nya, untuk menegaskan bahawa syirik (menyekutukan Allah) ialah kufur nikmat, sambil menjadi bukti bahawa Dialah Pencipta haiwan, tumbuhan dan galian di bumi, iaitu nikmat yang dapat dilihat.
Renungan: Makanan, air dan segala keperluan kita dicipta untuk kita; mari kita gunakannya untuk taat, sebagai tanda syukur.
One of Ibn ‘Āshūr’s explanations: “(He is) the One (Allah) who created for you everything on the earth” may also be Allah reminding them of His blessings, to establish that shirk (associating partners with Allah) is ingratitude, while also proving that He is the Creator of the animals, plants and minerals on earth, blessings that can be seen.
Reflection: Our food, water and every need were created for us; let us use them in obedience, as a sign of gratitude.

وَإِذۡ

dan (ingatlah) ketikaand (remember) when

ⓘ

قَالَ

berfirmansaid (Tuhanmu rabbukayour Lord rabbuka)

ق و ل

رَبُّكَ

Tuhanmuyour Lord

ر ب ب

لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ

kepada malaikatto the angels

م ل ك

إِنِّي

sesungguhnya Akuindeed I

ⓘ

جَاعِلٞ

hendak menjadikanam going to place

ج ع ل

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

bumithe earth

أ ر ض

خَلِيفَةٗۖ

seorang khalifah (pengganti)a khalifah (successor)

خ ل ف

قَالُوٓاْ

bertanyaasked (merekathey)

ق و ل

أَتَجۡعَلُ

adakah … hendak menjadikanwill … place (EngkauYou)

ج ع ل

فِيهَا

di bumi ituon it

ⓘ

مَن

orang yangone who

ⓘ

يُفۡسِدُ

akan membuat bencanawill cause disorder (diahe)

ف س د

فِيهَا

padanyaon it

ⓘ

وَيَسۡفِكُ

dan menumpahkanand shed (diahe)

س ف ك

ٱلدِّمَآءَ

darah (berbunuh-bunuhan)blood (killing one another)

د م و

وَنَحۡنُ

padahal kamiwhile we

ⓘ

نُسَبِّحُ

sentiasa bertasbih (menyucikan)constantly glorify (kamiwe)

س ب ح

بِحَمۡدِكَ

dengan memuji-Muwith Your praise

ح م د

وَنُقَدِّسُ

dan mensucikanand declare … holy (kamiwe)

ق د س

لَكَۖ

EngkauYou

ⓘ

قَالَ

berfirmansaid (DiaHe)

ق و ل

إِنِّيٓ

sesungguhnya Akuindeed I

ⓘ

أَعۡلَمُ

mengetahuiknow (AkuI)

ع ل م

مَا

akan apa yangwhat

ⓘ

لَا

tidakdo not

ⓘ

تَعۡلَمُونَ

mengetahuinyaknow (kamu sekalianyou all)

ع ل م

Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya"Translation: And (remember) when your Lord said to the angels: “Indeed I am going to place a khalifah (successor) on the earth.” They asked (about the wisdom behind their Lord’s decree, saying): “Will You (our Lord) place on it one who will cause disorder on it and shed blood (killing one another), while we constantly glorify You with Your praise and declare You holy?” The Lord said: “Indeed I know what you do not know.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَعَلَى كَيْفِيَّةِ تَعْظِيمِ اللَّهِ تَعَالَى إِيَّاهُ فَيَكُونُ ذَلِكَ إِنْعَامًا عَامًّا عَلَى جَمِيعِ بَنِي آدَمَ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/383 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/383 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, ayat ini menunjukkan bagaimana Allah menciptakan Nabi Adam dan bagaimana Allah memuliakannya, maka kemuliaan itu menjadi nikmat yang umum bagi seluruh anak Adam.
Renungan: Kemuliaan yang Allah berikan kepada Nabi Adam ialah nikmat untuk kita semua; mari kita hidup di bumi dengan amanah, membina dan bukan merosakkan.
Al-Rāzī says this verse shows how Allah created Adam and how He honoured him, so that honour becomes a blessing for all the children of Adam.
Reflection: The honour Allah gave Adam is a blessing for all of us; let us live on earth true to our trust (amanah), building rather than destroying.

وَعَلَّمَ

dan telah mengajarkanand had taught (DiaHe)

ع ل م

ءَادَمَ

Nabi AdamAdam

أ د م

ٱلۡأَسۡمَآءَ

nama benda-bendathe names (of things)

س م و

كُلَّهَا

kesemuanyaall of them

ك ل ل

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

عَرَضَهُمۡ

menunjukkannya (benda-benda itu)showed them (those things) (DiaHe)

ع ر ض

عَلَى

kepadato

ⓘ

ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ

malaikatthe angels

م ل ك

فَقَالَ

lalu berfirmanand said (DiaHe)

ق و ل

أَنۢبِـُٔونِي

terangkanlah kepada-Kuexplain to Me (kamu sekalianyou all)

ن ب أ

بِأَسۡمَآءِ

namathe names of

س م و

هَٰٓؤُلَآءِ

benda-benda inithese (things)

ⓘ

إِن

jikaif

ⓘ

كُنتُمۡ

adalahare (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

صَٰدِقِينَ

golongan yang benartruthful

ص د ق

Terjemahan: Dan Ia telah mengajarkan Nabi Adam, akan segala nama benda-benda dan gunanya, kemudian ditunjukkan-Nya kepada malaikat lalu Ia berfirman: "Terangkanlah kepada-Ku nama benda-benda ini semuanya jika kamu golongan yang benar"Translation: And He had taught Adam the names (of things), all of them (and their uses), then He showed them (those things) to the angels, and said: “Explain to Me the names of all these things, if you are among the truthful.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَإِنَّ تَعْلِيمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ وَإِظْهَارَ فَضِيلَتِهِ بِقَبُولِهِ لِهَذَا التَّعْلِيمِ دُونَ الْمَلَائِكَةِ جَعَلَهُ اللَّهُ حُجَّةً عَلَى قَوْلِهِ لَهُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ أَيْ مَا لَا تَعْلَمُونَ مِنْ جَدَارَةِ هَذَا الْمَخْلُوقِ بِالْخِلَافَةِ فِي الْأَرْضِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/407 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/407 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah mengajarkan Nabi Adam nama-nama dan menzahirkan kelebihannya kerana baginda dapat menerima pengajaran itu; Allah menjadikannya bukti bagi firman-Nya “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya”, iaitu kelayakan makhluk ini untuk menjadi khalīfah (pengganti/pemegang amanah) di bumi.
Renungan: Ilmu ialah bekal untuk memikul amanah; mari kita terus belajar sepanjang hayat.
According to Ibn ‘Āshūr, Allah taught Adam the names and showed his merit in being able to receive that teaching; Allah made this the proof of His words “Indeed I know what you do not know”, that is, this creature’s fitness to be khalīfah (successor/trustee) on earth.
Reflection: Knowledge is the provision for carrying a trust; let us keep learning all our lives.

قَالُواْ

menjawabreplied (merekathey)

ق و ل

سُبۡحَٰنَكَ

Maha Suci EngkauGlory be to You

س ب ح

لَا

tidak (ada)no

ⓘ

عِلۡمَ

pengetahuanknowledge

ع ل م

لَنَآ

bagi kamifor us

ⓘ

إِلَّا

selainexcept

ⓘ

مَا

apa yangwhat

ⓘ

عَلَّمۡتَنَآۖ

ajarkan kepada kamihave taught us (EngkauYou)

ع ل م

إِنَّكَ

sesungguhnya Engkautruly You

ⓘ

أَنتَ

Engkau (sahaja)You (alone) are

ⓘ

ٱلۡعَلِيمُ

Yang Maha Mengetahuithe All-Knowing

ع ل م

ٱلۡحَكِيمُ

lagi Maha Bijaksanathe All-Wise

ح ك م

Terjemahan: Malaikat itu menjawab: "Maha suci Engkau (Ya Allah)! Kami tidak mempunyai pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau jualah yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana"Translation: The angels replied: “Glory be to You (O Allah)! We have no knowledge apart from what You have taught us; truly it is You alone who are the All-Knowing, the All-Wise.”

Nota nahu: إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ (ayat 32).Grammar note: إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ (verse 32).
Di sini مَا diwarnakan hijau sebagai kata nama penghubung (mawṣūl, “apa yang”). Pada ayat ini teks kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm), dalam al-Maktabah al-Shamela tidak memuatkan i‘rab perkataan ini, maka kami mengikut Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh): “﴿ما:﴾ اسم موصول مبني على السكون في محل رفع بدل من اسم ﴿لا﴾ على المحل” (mā ialah kata nama penghubung) (1/102 · Shamela ↗). Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān) pula mengambil pandangan ḥarf: “(إلا) أداة استثناء (ما) حرف مصدريّ” (1/104 · Shamela ↗), dan Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān) mendahulukan pandangan yang sama: “مَا مَصْدَرِيَّةٌ ; أَيْ إِلَّا عِلْمًا عَلَّمْتَنَاهُ” (mā ialah ḥarf (partikel) maṣdariyyah: “kecuali ilmu yang Engkau ajarkan”), kemudian membenarkan mā sebagai kata nama penghubung (1/49 · Shamela ↗). Menurut pandangan ḥarf, mā akan diwarnakan merah. Terjemahan Basmeih (“selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami”) selaras dengan bacaan kata nama penghubung.Here مَا is coloured green as a relative noun (mawṣūl, “what”). At this verse the Shamela text of our reference book, Dār al-Ṣaḥābah (I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm), does not carry the i‘rāb of this word, so we follow Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah (Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh): “﴿ما:﴾ اسم موصول مبني على السكون في محل رفع بدل من اسم ﴿لا﴾ على المحل” (mā is a relative noun) (1/102 · Shamela ↗). Maḥmūd Ṣāfī (al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān) takes the particle view: “(إلا) أداة استثناء (ما) حرف مصدريّ” (1/104 · Shamela ↗), and Abū al-Baqā’ al-‘Ukbarī (al-Tibyān fī I‘rāb al-Qur’ān) puts the same view first: “مَا مَصْدَرِيَّةٌ ; أَيْ إِلَّا عِلْمًا عَلَّمْتَنَاهُ” (mā is a maṣdariyyah particle (ḥarf): “except a knowledge You have taught”), then allows it as a relative noun (1/49 · Shamela ↗). On the particle view mā would be coloured red. Basmeih’s translation (“selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami”: other than what You have taught us) agrees with the relative reading.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«الْعَلِيمُ مِنْ صِفَاتِ الْمُبَالَغَةِ التَّامَّةِ فِي الْعِلْمِ، وَالْمُبَالَغَةُ التَّامَّةُ لَا تَتَحَقَّقُ إِلَّا عِنْدَ الْإِحَاطَةِ بِكُلِّ الْمَعْلُومَاتِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/425 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–33)Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/425 · Shamela ↗ (commentary on 32–33)

Kata ar-Rāzī, al-‘Alīm (Yang Maha Mengetahui) menunjukkan ilmu yang paling sempurna, dan kesempurnaan itu hanya ada apabila ilmu meliputi segala yang diketahui; hanya Allah yang begitu, maka disebut “sesungguhnya Engkau jualah yang Maha Mengetahui” secara ḥaṣr (mengkhususkan sifat itu bagi-Nya).
Renungan: Ilmu kita terbatas; mari kita beradab apabila tidak tahu, dan kembalikan ilmu kepada Allah.
Al-Rāzī says al-‘Alīm (the All-Knowing) denotes the most complete knowledge, and that completeness exists only when knowledge encompasses all that can be known; only Allah is so, hence “truly it is You alone who are the All-Knowing” is said by way of ḥaṣr (restricting the attribute to Him).
Reflection: Our knowledge is limited; let us keep good manners when we do not know, and return knowledge to Allah.

قَالَ

berfirmansaid (DiaHe)

ق و ل

يَٰٓـَٔادَمُ

wahai AdamO Adam

أ د م

أَنۢبِئۡهُم

terangkanlah kepada merekatell them (engkauyou)

ن ب أ

بِأَسۡمَآئِهِمۡۖ

nama benda-benda ituthe names of those things

س م و

فَلَمَّآ

maka setelahthen when

ⓘ

أَنۢبَأَهُم

menerangkan kepada merekahad told them (diahe)

ن ب أ

بِأَسۡمَآئِهِمۡ

nama benda-benda ituthe names of those things

س م و

قَالَ

berfirmansaid (DiaHe)

ق و ل

أَلَمۡ

bukankahhave … not

ⓘ

أَقُل

telah katakansaid to (AkuI)

ق و ل

لَّكُمۡ

kepada kamuyou

ⓘ

إِنِّيٓ

bahawasanya Akuthat I

ⓘ

أَعۡلَمُ

mengetahuiknow (AkuI)

ع ل م

غَيۡبَ

segala rahsia (perkara ghaib)all the secrets (the unseen)

غ ي ب

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

langitof the heavens

س م و

وَٱلۡأَرۡضِ

dan bumiand of the earth

أ ر ض

وَأَعۡلَمُ

dan mengetahuiand … also know (AkuI)

ع ل م

مَا

apa yangwhat

ⓘ

تُبۡدُونَ

nyatakanshow (kamu sekalianyou all)

ب د و

وَمَا

dan apa yangand what

ⓘ

كُنتُمۡ

telahhave been (kamu sekalianyou all)ism

ك و ن

تَكۡتُمُونَ

sembunyikankeeping hidden (kamu sekalianyou all)

ك ت م

Terjemahan: Allah berfirman: "Wahai Adam! Terangkanlah nama benda-benda ini semua kepada mereka". Maka setelah Nabi Adam menerangkan nama benda-benda itu kepada mereka, Allah berfirman: "Bukankah Aku telah katakan kepada kamu, bahawasanya Aku mengetahui segala rahsia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan"Translation: Allah said: “O Adam! Tell them the names of all these things.” Then, when Adam had told them their names, Allah said: “Have I not said to you that I know all the secrets (the unseen) of the heavens and of the earth, and I also know what you show and what you have been keeping hidden?”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَابْتِدَاءُ خِطَابِ آدَمَ بِنِدَائِهِ مَعَ أَنَّهُ غَيْرُ بَعِيدٍ عَنْ سَمَاعِ الْأَمْرِ الْإِلَهِيِّ لِلتَّنْوِيهِ بِشَأْنِ آدَمَ وَإِظْهَارِ اسْمِهِ فِي الْمَلَأِ الْأَعْلَى»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/417 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/417 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah memulakan firman kepada Nabi Adam dengan memanggil namanya, “Wahai Adam!”, walaupun baginda tidak jauh daripada mendengar perintah itu, untuk memuliakan kedudukannya dan memasyhurkan namanya dalam al-mala’ al-a‘lā (himpunan makhluk alam tertinggi); orang yang berlembut dengan seseorang akan menyebut namanya.
Renungan: Memanggil seseorang dengan namanya secara mesra ialah tanda menghormatinya; mari kita amalkan adab ini dengan keluarga, sahabat dan pelajar.
According to Ibn ‘Āshūr, Allah opens His words to Adam by calling his name, “O Adam!”, though he was not far from hearing the command, to honour his standing and make his name known in al-mala’ al-a‘lā (the highest assembly); one who is gentle with another mentions his name.
Reflection: Calling someone warmly by name is a sign of respect; let us practise this courtesy with family, friends and students.

وَإِذۡ

dan (ingatlah) ketikaand (remember) when

ⓘ

قُلۡنَا

berfirmansaid (KamiWe)

ق و ل

لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ

kepada malaikatto the angels

م ل ك

ٱسۡجُدُواْ

tunduklah (beri hormat)bow down (in respect) (kamu sekalianyou all)

س ج د

لِأٓدَمَ

kepada Nabi Adamto Adam

أ د م

فَسَجَدُوٓاْ

lalu (sekaliannya) tunduk memberi hormatso (all) bowed down in respect (merekathey)

س ج د

إِلَّآ

melainkanexcept

ⓘ

إِبۡلِيسَ

IblisIblis

ⓘ

أَبَىٰ

engganrefused (diahe)

أ ب ي

وَٱسۡتَكۡبَرَ

dan takbur (menyombong diri)and was full of pride (diahe)

ك ب ر

وَكَانَ

dan menjadilahand became (diahe)ism

ك و ن

مِنَ

dari golonganone of

ⓘ

ٱلۡكَٰفِرِينَ

yang kafirthose who disbelieve

ك ف ر

Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada malaikat: "Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam". Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takbur, dan menjadilah ia dari golongan yang kafirTranslation: And (remember) when We said to the angels: “Bow down (in respect) to Adam.” So all of them bowed down in respect, except Iblis; he refused and was full of pride, and so he became one of those who disbelieve.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى أَنَّ ذَلِكَ السُّجُودَ لَيْسَ سُجُودَ عِبَادَةٍ لِأَنَّ سُجُودَ الْعِبَادَةِ لِغَيْرِ اللَّهِ كُفْرٌ وَالْأَمْرُ لَا يَرِدُ بِالْكُفْرِ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/427 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 2/427 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, kaum Muslimin telah ijmā‘ (sepakat) bahawa sujud itu bukan sujud ibadah, kerana sujud ibadah kepada selain Allah ialah kufur, dan perintah Allah tidak datang dengan kekufuran.
Renungan: Ibadah hanya untuk Allah; dan daripada keengganan dan takbur Iblis, mari kita belajar menjauhi sombong yang menghalang kita tunduk kepada perintah-Nya.
Al-Rāzī says the Muslims hold by ijmā‘ (consensus) that this prostration was not a prostration of worship, because prostrating in worship to other than Allah is disbelief, and Allah’s command never comes with disbelief.
Reflection: Worship is for Allah alone; and from Iblis’s refusal and arrogance, let us learn to shun the pride that stops us from submitting to His command.

وَقُلۡنَا

dan berfirmanand said (KamiWe)

ق و ل

يَٰٓـَٔادَمُ

wahai AdamO Adam

أ د م

ٱسۡكُنۡ

tinggallahstay (engkauyou)

س ك ن

أَنتَ

engkauyou

ⓘ

وَزَوۡجُكَ

dan isterimuand your wife

ز و ج

ٱلۡجَنَّةَ

dalam Syurgain Paradise

ج ن ن

وَكُلَا

dan makanlahand eat (kamu berduayou both)

أ ك ل

مِنۡهَا

dari makanannyaof its food

ⓘ

رَغَدًا

sepuas-puasnyato the full

ر غ د

حَيۡثُ

apa sahaja (di mana sahaja)whatever (wherever)

ح ي ث

شِئۡتُمَا

sukailike (kamu berduayou both)

ش ي أ

وَلَا

dan janganlahand do not

ⓘ

تَقۡرَبَا

hampiricome near (kamu berduayou both)

ق ر ب

هَٰذِهِ

inithis

ⓘ

ٱلشَّجَرَةَ

pokoktree

ش ج ر

فَتَكُونَا

(jika menghampirinya) maka akan menjadilah(if you come near it) then … will be (kamu berduayou both)ism

ك و ن

مِنَ

dari golonganamong

ⓘ

ٱلظَّٰلِمِينَ

orang-orang yang zalimthose who do wrong

ظ ل م

Terjemahan: Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu dalam syurga, dan makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini; (jika kamu menghampirinya) maka akan menjadilah kamu dari golongan orang-orang yang zalim"Translation: And We said: “O Adam! Stay, you and your wife, in Paradise, and eat its food to the full, whatever you both like; and do not come near this tree; (if you come near it) then you will both be of those who do wrong.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَهَذِهِ تَكْرِمَةٌ أَكْرَمَ اللَّهُ بِهَا آدَمَ بَعْدَ أَنْ أَكْرَمَهُ بِكَرَامَةِ الْإِجْلَالِ مِنْ تِلْقَاءِ الْمَلَائِكَةِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/428 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/428 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, perintah “Tinggallah engkau dan isterimu dalam syurga” ialah satu lagi penghormatan Allah kepada Nabi Adam, selepas Allah memuliakannya dengan penghormatan daripada para malaikat.
Renungan: Allah membuka nikmat yang luas dan hanya meletakkan satu larangan; mari kita syukuri yang banyak dan jaga batas yang sedikit.
According to Ibn ‘Āshūr, the command “Stay, you and your wife, in Paradise” is a further honour Allah gave Adam, after honouring him with the angels’ respect.
Reflection: Allah opened wide blessings and set only one prohibition; let us be grateful for the many and keep the few limits.

فَأَزَلَّهُمَا

setelah itu maka menggelincirkan mereka berduathen … made the two of them slip (Syaitan asy‑syaitanuSatan ash‑shayṭānu)

ز ل ل

ٱلشَّيۡطَٰنُ

SyaitanSatan

ش ط ن

عَنۡهَا

dari Syurga itufrom it (Paradise)

ⓘ

فَأَخۡرَجَهُمَا

dan menyebabkan mereka berdua dikeluarkanand caused the two of them to be driven out (diahe)

خ ر ج

مِمَّا

dari (nikmat) yangof (the blessings) that

ⓘ

كَانَا

telah beradahad been (mereka berduathe two of them)ism

ك و ن

فِيهِۖ

di dalamnyain

ⓘ

وَقُلۡنَا

dan berfirmanand said (KamiWe)

ق و ل

ٱهۡبِطُواْ

turunlahgo down (kamu sekalianyou all)

ه ب ط

بَعۡضُكُمۡ

sebahagian dari kamusome of you

ب ع ض

لِبَعۡضٍ

kepada sebahagian yang lainto others

ب ع ض

عَدُوّٞۖ

menjadi musuhwill be enemies

ع د و

وَلَكُمۡ

dan bagi kamu semuaand for all of you

ⓘ

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

bumithe earth

أ ر ض

مُسۡتَقَرّٞ

(disediakan) tempat kediaman(is prepared) a place to live

ق ر ر

وَمَتَٰعٌ

serta kesenanganand enjoyment

م ت ع

إِلَىٰ

hingga keuntil

ⓘ

حِينٖ

suatu masa (mati)a certain time (death)

ح ي ن

Terjemahan: Setelah itu maka Syaitan menggelincirkan mereka berdua dari syurga itu dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari nikmat yang mereka telah berada di dalamnya dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! Sebahagian dari kamu menjadi musuh kepada sebahagian yang lain dan bagi kamu semua disediakan tempat kediaman di bumi, serta mendapat kesenangan hingga ke suatu masa (mati)"Translation: After that, Satan made the two of them slip from it (Paradise) and caused them to be driven out of the blessings they had been living in; and We said: “Go down! Some of you will be enemies to others; and for all of you there is (prepared) a place to live on the earth, and enjoyment until a certain time (death).”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَمَوْعِظَةً تُنَبِّهُ بِوُجُوبِ الْوُقُوفِ عِنْدَ الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ وَالتَّرْغِيبِ فِي السَّعْيِ إِلَى مَا يُعِيدُهُمْ إِلَى هَذِهِ الْجَنَّةِ الَّتِي كَانَتْ لِأَبِيهِمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/434 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/434 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, antara pengajaran ayat ini ialah nasihat yang menyedarkan anak Adam tentang wajibnya berhenti pada batas perintah dan larangan Allah, serta galakan untuk berusaha ke arah apa yang dapat mengembalikan mereka ke Syurga yang pernah menjadi tempat bapa mereka.
Renungan: Kita semua sedang dalam perjalanan pulang; mari kita jaga batas Allah dan jadikan setiap amal bekal untuk kembali ke Syurga.
According to Ibn ‘Āshūr, among the lessons of this verse is an admonition reminding the children of Adam that they must stop at the limits of Allah’s commands and prohibitions, and an encouragement to strive for what will bring them back to the Paradise that was once their father’s.
Reflection: We are all on the journey home; let us keep Allah’s limits and make every deed provision for returning to Paradise.

فَتَلَقَّىٰٓ

kemudian menerimathen … received (Nabi Adam AdamuAdam Ādamu)

ل ق ي

ءَادَمُ

Nabi AdamAdam

أ د م

مِن

darifrom

ⓘ

رَّبِّهِۦ

Tuhannyahis Lord

ر ب ب

كَلِمَٰتٖ

beberapa kalimah (kata-kata pengakuan taubat)some words (of repentance)

ك ل م

فَتَابَ

lalu menerima taubatso … accepted the repentance (DiaHe)

ت و ب

عَلَيۡهِۚ

nya (Nabi Adam)of him (Adam)

ⓘ

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Dia (Allah)truly He (Allah)

ⓘ

هُوَ

Dialah (sahaja)He (alone)

ⓘ

ٱلتَّوَّابُ

Yang Maha Pengampun (Penerima taubat)is the Most Forgiving (Who accepts repentance)

ت و ب

ٱلرَّحِيمُ

lagi Maha Mengasihanithe Most Merciful

ر ح م

Terjemahan: Kemudian Nabi Adam menerima dari Tuhannya beberapa kalimah (kata-kata pengakuan taubat yang diamalkannya), lalu Allah menerima taubatnya; sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha MengasihaniTranslation: Then Adam received from his Lord some words (of confession and repentance, which he put into practice), and Allah accepted his repentance; truly Allah, He alone is the Most Forgiving (Who accepts repentance), the Most Merciful.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«جَاءَ بِالْفَاءِ إِيذَانًا بِمُبَادَرَةِ آدَمَ بِطَلَبِ الْعَفْوِ. وَالتَّلَقِّي اسْتِقْبَالُ إِكْرَامٍ وَمَسَرَّةٍ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/437 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 1/437 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, huruf fā’ (lalu) di awal ayat menunjukkan Nabi Adam bersegera memohon keampunan; dan talaqqī (menerima) bermaksud menyambut sesuatu dengan rasa dimuliakan dan gembira.
Renungan: Apabila tersilap, jangan bertangguh; mari kita segera bertaubat (kembali kepada Allah), kerana Dia Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani.
According to Ibn ‘Āshūr, the letter fā’ (then) at the start of the verse shows that Adam hastened to seek pardon; and talaqqī (receiving) means welcoming something with a sense of honour and joy.
Reflection: When we slip, let us not delay; let us hasten to repent (return to Allah), for He is the Most Forgiving (Accepter of repentance), the Most Merciful.

قُلۡنَا

berfirman (lagi)said (again) (KamiWe)

ق و ل

ٱهۡبِطُواْ

turunlahgo down (kamu sekalianyou all)

ه ب ط

مِنۡهَا

dari Syurga itufrom that Paradise

ⓘ

جَمِيعٗاۖ

kamu semuanyaall of you

ج م ع

فَإِمَّا

kemudian jikathen if

ⓘ

يَأۡتِيَنَّكُم

datang kepada kamucomes to you (petunjuk hudanguidance hudan)

أ ت ي

مِّنِّي

dari-Kufrom Me

ⓘ

هُدٗى

petunjukguidance

ه د ي

فَمَن

maka sesiapa yangthen whoever

ⓘ

تَبِعَ

mengikutifollows (diahe)

ت ب ع

هُدَايَ

petunjuk-KuMy guidance

ه د ي

فَلَا

nescaya tidak adathere will be no

ⓘ

خَوۡفٌ

kebimbanganworry

خ و ف

عَلَيۡهِمۡ

terhadap merekafor them

ⓘ

وَلَا

dan … tidak (pula)and … not

ⓘ

هُمۡ

merekathey

ⓘ

يَحۡزَنُونَ

akan berdukacitawill be sad (merekathey)

ح ز ن

Terjemahan: Kami berfirman lagi: "Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dari-Ku (melalui Rasul-rasul dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka), maka sesiapa yang mengikuti petunjuk-Ku itu nescaya tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita"Translation: We said again: “Go down, all of you, from that Paradise! Then if guidance comes to you from Me (through the Messengers and the Books sent down to them), whoever follows My guidance will have no worry (about anything bad), and they too will not be sad.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّهُ تَعَالَى بَيَّنَ أَنَّ مَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ بِحَقِّهِ عِلْمًا وَعَمَلًا بِالْإِقْدَامِ عَلَى مَا يَلْزَمُ وَالِاحْجَامِ عَمَّا يَحْرُمُ فَإِنَّهُ يَصِيرُ إِلَى حَالٍ لَا خَوْفَ فِيهَا وَلَا حُزْنَ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/472 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/472 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, Allah menerangkan bahawa sesiapa yang mengikuti petunjuk-Nya dengan sebenarnya, dari segi ilmu dan amal, dengan melakukan apa yang wajib dan menahan diri daripada yang haram, akan sampai kepada keadaan tanpa kebimbangan dan tanpa dukacita.
Renungan: Ketenangan sejati lahir daripada ilmu yang diamalkan; mari kita belajar dan beramal dengan petunjuk Allah.
Al-Rāzī says Allah makes clear that whoever follows His guidance as it should be followed, in knowledge and deed, doing what is required and holding back from what is forbidden, will reach a state with no fear and no grief.
Reflection: True peace comes from knowledge put into practice; let us learn and act by Allah’s guidance.

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

كَفَرُواْ

kafirdisbelieve (merekathey)

ك ف ر

وَكَذَّبُواْ

dan mendustakanand reject (merekathey)

ك ذ ب

بِـَٔايَٰتِنَآ

ayat-ayat keterangan KamiOur clear signs

أ ي ي

أُوْلَٰٓئِكَ

mereka ituthose

ⓘ

أَصۡحَٰبُ

ialah ahliare the dwellers of

ص ح ب

ٱلنَّارِۖ

nerakathe Fire

ن و ر

هُمۡ

merekathey

ⓘ

فِيهَا

di dalamnyain it

ⓘ

خَٰلِدُونَ

kekalstay forever

خ ل د

Terjemahan: Dan orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, mereka itu ialah ahli neraka, mereka kekal di dalamnyaTranslation: As for those who disbelieve and reject Our clear signs, they are the dwellers of the Fire, and there they will stay forever.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«لَمَّا وَعَدَ اللَّهُ مُتَّبِعَ الْهُدَى بِالْأَمْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْحُزْنِ عَقَّبَهُ بِذِكْرِ مَنْ أَعَدَّ لَهُ الْعَذَابَ الدَّائِمَ»

Fakhr al-Dīn ar-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/473 · Shamela ↗Fakhr al-Dīn al-Rāzī, Mafātīḥ al-Ghayb, 3/473 · Shamela ↗

Kata ar-Rāzī, setelah Allah menjanjikan keamanan daripada azab dan dukacita bagi orang yang mengikuti petunjuk, Dia mengiringinya dengan menyebut golongan yang disediakan bagi mereka azab yang kekal, iaitu orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat-Nya.
Renungan: Dua jalan telah dijelaskan dengan terang; mari kita pilih jalan petunjuk dan memohon keteguhan di atasnya.
Al-Rāzī says that after Allah promised safety from punishment and grief to whoever follows guidance, He followed it by mentioning those for whom lasting punishment is prepared: those who disbelieve and deny His verses.
Reflection: The two paths have been made plain; let us choose the path of guidance and ask Allah to keep us firm on it.