Logo AtTartil Quranic Institute

Surah Fatir · Perkata BerwarnaColour-Coded Word by Word

Surah ke-35 · 45 ayatSurah 35 · 45 verses · AtTartil Quranic Institute

Isim (kata nama)(noun)Fiʿil (kata kerja)(verb)Ḥarf (kata sendi/partikel)(particle) ⌂ Semua surahAll surahs

(…) fāʿil (pelaku) bagi setiap fiʿilfāʿil (doer) of each verb(…)NF nāʾib fāʿil (pengganti pelaku: kata kerja pasif)nāʾib fāʿil (deputy doer: passive verb)(…)ism ism kāna/kāda (subjek kata kerja nāqiṣ, bukan fāʿil)ism of kāna/kāda (subject of an incomplete verb, not a fāʿil)

ٱلۡحَمۡدُ

segala pujiall praise

ح م د

لِلَّهِ

bagi Allahbelongs to Allah

أ ل ه

فَاطِرِ

yang menciptakanWho created

ف ط ر

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

langitthe heavens

س م و

وَٱلۡأَرۡضِ

dan bumiand the earth

أ ر ض

جَاعِلِ

yang menjadikanWho made

ج ع ل

ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ

malaikatthe angels

م ل ك

رُسُلًا

utusan-utusanmessengers

ر س ل

أُوْلِيٓ

yang (lit. yang mempunyai)who have (lit. possessors of)

ⓘ

أَجۡنِحَةٖ

bersayap (lit. sayap-sayap)wings

ج ن ح

مَّثۡنَىٰ

duatwo

ث ن ي

وَثُلَٰثَ

tigathree

ث ل ث

وَرُبَٰعَۚ

dan empatand four

ر ب ع

يَزِيدُ

menambahadds (DiaHe)

ز ي د

فِي

padato

ⓘ

ٱلۡخَلۡقِ

bentuk kejadian makhluk (yang diciptakan-Nya) (lit. penciptaan)the form of the creatures (He creates) (lit. creation)

خ ل ق

مَا

apa jua yangwhatever

ⓘ

يَشَآءُۚ

kehendakiwills (DiaHe)

ش ي أ

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

عَلَىٰ

atasover

ⓘ

كُلِّ

tiap-tiapevery

ك ل ل

شَيۡءٖ

sesuatuthing

ش ي أ

قَدِيرٞ

Maha Kuasais All-Powerful

ق د ر

Terjemahan: Segala puji tertentu bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang menjadikan malaikat utusan-utusan yang bersayap: dua, tiga dan empat; Ia menambah pada bentuk kejadian makhluk yang diciptakan-Nya apa jua yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatuTranslation: All praise belongs to Allah, Who created the heavens and the earth and Who made the angels messengers who have wings: two, three and four. He adds to the form of the creatures He creates whatever He wills. Truly Allah is All-Powerful over every thing.

Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 1).Language note: لِلَّهِ (verse 1).
لِ (bagi) membawa makna pengkhususan; Basmeih menterjemahkannya “tertentu bagi Allah”. Lihat nota bahasa al-Fātiḥah 1:2.لِ (to/for) carries the sense of exclusivity; Basmeih renders it “tertentu bagi Allah”. See the language note at al-Fātiḥah 1:2.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«افْتِتَاحُهَا بِ الْحَمْدُ لِلَّهِ مُؤْذِنٌ بِأَنَّ صِفَاتٍ مِنْ عَظَمَةِ اللَّهِ سَتُذْكَرُ فِيهَا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/248 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/248 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, surah ini dibuka dengan “Segala puji tertentu bagi Allah” sebagai tanda bahawa sifat-sifat keagungan Allah akan disebut di dalamnya, lalu disusuli perbuatan-Nya menciptakan langit dan bumi serta menjadikan malaikat utusan.
Renungan: Sebelum meminta, kita memuji; mari kita mulakan hari dan doa kita dengan pujian kepada Allah atas ciptaan-Nya.
According to Ibn ‘Āshūr, opening the surah with “All praise belongs to Allah” signals that attributes of Allah’s greatness will be mentioned in it, followed by His acts of creating the heavens and the earth and making the angels messengers.
Reflection: Before we ask, we praise; let us begin our day and our prayers by praising Allah for His creation.

مَّا

apa jua … yangwhatever

ⓘ

يَفۡتَحِ

dibukakan (lit. membuka)opens (AllahAllah)

ف ت ح

ٱللَّهُ

oleh AllahAllah

أ ل ه

لِلنَّاسِ

kepada manusiato mankind

أ ن س

مِن

jeniskind of

ⓘ

رَّحۡمَةٖ

rahmatmercy

ر ح م

فَلَا

maka tidak ada sesuatupunthen there is nothing at all

ⓘ

مُمۡسِكَ

yang dapat menahannya (lit. penahan)that can hold back (lit. one holding back)

م س ك

لَهَاۖ

(lit. baginya)it (lit. for it)

ⓘ

وَمَا

dan apa jua yangand whatever

ⓘ

يُمۡسِكۡ

ditahan (lit. menahan)holds back (Dia (Allah)He (Allah))

م س ك

فَلَا

maka tidak ada sesuatupunthen there is nothing at all

ⓘ

مُرۡسِلَ

yang dapat melepaskannya (lit. pelepas)that can release (lit. one releasing)

ر س ل

لَهُۥ

(lit. baginya)it (lit. for it)

ⓘ

مِنۢ

sesudahafter

ⓘ

بَعۡدِهِۦۚ

itu (lit. -nya)that (lit. it)

ب ع د

وَهُوَ

dan (ingatlah) Diaand (remember), He

ⓘ

ٱلۡعَزِيزُ

Yang Maha Kuasathe All-Mighty

ع ز ز

ٱلۡحَكِيمُ

lagi Maha Bijaksanathe All-Wise

ح ك م

Terjemahan: Apa jua jenis rahmat yang dibukakan oleh Allah kepada manusia, maka tidak ada sesuatupun yang dapat menahannya; dan apa jua yang ditahan oleh Allah maka tidak ada sesuatupun yang dapat melepaskannya sesudah itu. Dan (ingatlah) Dialah sahaja yang Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: Whatever kind of mercy Allah opens for mankind, there is nothing at all that can hold it back; and whatever Allah holds back, there is nothing at all that can release it after that. And (remember), He alone is the All-Mighty, the All-Wise.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«لَمَّا بَيَّنَ كَمَالَ الْقُدْرَةِ ذَكَرَ بَيَانَ نُفُوذِ الْمَشِيئَةِ وَنَفَاذِ الْأَمْرِ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/222 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/222 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, setelah menerangkan kesempurnaan kuasa Allah, ayat ini menerangkan bahawa kehendak-Nya pasti berlaku dan perintah-Nya pasti terlaksana: jika Dia memberi rahmat, tiada yang dapat menghalang-Nya.
Renungan: Hati menjadi tenang apabila kita tahu pintu rahmat di tangan Allah sahaja; mari kita mengetuknya dengan doa, bukan dengan bergantung kepada makhluk.
Tafsir al-Rāzī says that, after showing the perfection of Allah’s power, this verse shows that His will is always carried out and His command always fulfilled: if He grants mercy, nothing can stop Him.
Reflection: The heart finds rest when we know the door of mercy is in Allah’s hand alone; let us knock on it with prayer, not by relying on created beings.

يَٰٓأَيُّهَا

wahaiO

أ ي ي

ٱلنَّاسُ

sekalian umat manusiamankind

أ ن س

ٱذۡكُرُواْ

kenangkanlahrecall (kamu sekalianyou all)

ذ ك ر

نِعۡمَتَ

nikmatthe blessing of

ن ع م

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

عَلَيۡكُمۡۚ

yang telah dikurniakan-Nya kepada kamu (lit. ke atas kamu)that He has bestowed on you (lit. upon you)

ⓘ

هَلۡ

tidak ada sama sekali (lit. adakah)there is no (lit. is there)

ⓘ

مِنۡ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

خَٰلِقٍ

yang menciptakan sesuatu (lit. pencipta)creator at all (lit. a creator)

خ ل ق

غَيۡرُ

selain daripadaother than

غ ي ر

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

يَرۡزُقُكُم

memberi rezeki kepada kamugives you provision (DiaHe)

ر ز ق

مِّنَ

darifrom

ⓘ

ٱلسَّمَآءِ

langitthe sky

س م و

وَٱلۡأَرۡضِۚ

dan bumiand from the earth

أ ر ض

لَآ

tiadathere is no

ⓘ

إِلَٰهَ

Tuhangod (deserving of worship)

أ ل ه

إِلَّا

melainkanexcept

ⓘ

هُوَۖ

DiaHim

ⓘ

فَأَنَّىٰ

maka mengapaso how

ⓘ

تُؤۡفَكُونَ

rela dipalingkan (dari menyembah-Nya)can be willing to be turned away (from worshipping Him) (kamu sekalianyou all)NF

أ ف ك

Terjemahan: Wahai umat manusia, kenangkanlah nikmat Allah yang telah dikurniakan-Nya kepada kamu; tidak ada sama sekali yang menciptakan sesuatu selain daripada Allah; Ia memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi. Tiada Tuhan melainkan Dia, maka mengapa kamu rela dipalingkan (dari menyembah-Nya)Translation: O mankind, recall the blessing of Allah that He has bestowed on you; there is no creator at all other than Allah; He gives you provision from the sky and from the earth. There is no god (deserving of worship) except Him, so how can you be willing to be turned away (from worshipping Him)?

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَهِيَ مَعَ كَثْرَتِهَا مُنْحَصِرَةٌ فِي قِسْمَيْنِ نِعْمَةِ الْإِيجَادِ، وَنِعْمَةِ الْإِبْقَاءِ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/222–223 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/222–223 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, nikmat Allah walaupun amat banyak terbahagi kepada dua: nikmat diciptakan dan nikmat dikekalkan hidup. Firman-Nya “tidak ada sama sekali yang menciptakan sesuatu selain daripada Allah” merujuk kepada yang pertama, dan rezeki dari langit dan bumi kepada yang kedua.
Renungan: Setiap hari kita hidup atas dua nikmat ini; mari kita sahut seruan “kenangkanlah nikmat Allah” dengan syukur.
Tafsir al-Rāzī says that Allah’s blessings, many as they are, fall into two kinds: the blessing of being brought into being and the blessing of being kept alive. The words “there is no creator at all other than Allah” point to the first, and provision from the sky and the earth to the second.
Reflection: Every day we live by these two blessings; let us answer the call to “recall the blessing of Allah” with gratitude.

وَإِن

dan jikaand should

ⓘ

يُكَذِّبُوكَ

mendustakanmu (wahai Muhammad)deny you (O Muhammad) (merekathey)

ك ذ ب

فَقَدۡ

maka sesungguhnyathen truly

ⓘ

كُذِّبَتۡ

telah juga didustakan (oleh kaumnya masing-masing)were also denied (by their own peoples) (Rasul‑rasul rusulunMessengers rusulun)NF

ك ذ ب

رُسُلٞ

Rasul-rasulMessengers

ر س ل

مِّن

yang terdahulu (lit. dari)(lit. from)

ⓘ

قَبۡلِكَۚ

sebelummubefore you

ق ب ل

وَإِلَى

dan (ingatlah), kepadaand (remember), to

ⓘ

ٱللَّهِ

Allah (sahaja)Allah (alone)

أ ل ه

تُرۡجَعُ

dikembalikanare returned (segala urusan al‑umuruall affairs al‑umūru)NF

ر ج ع

ٱلۡأُمُورُ

segala urusanall affairs

أ م ر

Terjemahan: Dan jika mereka mendustakanmu (wahai Muhammad), maka sesungguhnya Rasul-rasul yang terdahulu sebelummu telah juga didustakan (oleh kaumnya masing-masing). Dan (Ingatlah), kepada Allah jualah dikembalikan segala urusanTranslation: Should they deny you (O Muhammad), then truly the Messengers before you were also denied (by their own peoples). And (remember), to Allah alone all affairs are returned.

Nota bahasa: وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ (ayat 4).Language note: وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ (verse 4).
إِلَى ٱللَّهِ (kepada Allah) didahulukan; susunan ini membawa makna pengkhususan. Kerana itu Basmeih menulis “kepada Allah jualah”. Kad ini menandakannya “(sahaja)”, iaitu makna susunan itu, bukan satu perkataan Arab yang berasingan. Lihat nota bahasa al-Fātiḥah 1:5.إِلَى ٱللَّهِ (to Allah) is placed first; this word order gives the sense of exclusivity. That is why the verse translation reads “to Allah alone”. This card marks it “(alone)”, which is the sense of the word order; it is not a separate Arabic word. See the language note at al-Fātiḥah 1:5.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«لَمَّا بَيَّنَ الْأَصْلَ الْأَوَّلَ: وَهُوَ التَّوْحِيدُ ذَكَرَ الْأَصْلَ الثَّانِيَ: وَهُوَ الرِّسَالَةُ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/223 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/223 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, setelah menerangkan asas pertama, iaitu tauhid (mengesakan Allah), Allah menyebut asas kedua, iaitu kerasulan; lalu “kepada Allah jualah dikembalikan segala urusan” menunjukkan bahawa yang mendustakan menerima azab dan yang didustakan menerima pahala.
Renungan: Apabila kebenaran yang kita pegang ditolak orang, kita tidak berputus asa; kesudahan segala urusan ada di sisi Allah.
Tafsir al-Rāzī says that, after setting out the first foundation, tawhid (affirming the Oneness of Allah), Allah mentions the second foundation, messengership; then “to Allah alone all affairs are returned” shows that the one who denies meets punishment and the one denied meets reward.
Reflection: When the truth we hold is rejected, we do not despair; the outcome of every affair lies with Allah.

يَٰٓأَيُّهَا

wahaiO

أ ي ي

ٱلنَّاسُ

sekalian umat manusiamankind

أ ن س

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

وَعۡدَ

janjithe promise of

و ع د

ٱللَّهِ

Allah (membalas amal kamu)Allah (to repay your deeds)

أ ل ه

حَقّٞۖ

adalah benaris true

ح ق ق

فَلَا

maka janganlahso do not

ⓘ

تَغُرَّنَّكُمُ

kamu diperdayakan oleh (lit. memperdayakan kamu)be deceived by (lit. deceive you) (kehidupan al‑hayatulife al‑ḥayātu)

غ ر ر

ٱلۡحَيَوٰةُ

kemewahan hidup (lit. kehidupan)the luxuries of life (lit. the life)

ح ي ي

ٱلدُّنۡيَا

di duniain the world

د ن و

وَلَا

dan janganlahand do not let

ⓘ

يَغُرَّنَّكُم

berpeluang menyebabkan kamu terpedaya (lit. memperdayakan kamu)get the chance to lead you into being deceived (lit. deceive you) (penipu al‑gharuruthe deceiver al‑gharūru)

غ ر ر

بِٱللَّهِ

dengan (kemurahan) Allah (lalu kamu lalai dan menderhaka)about (the generosity of) Allah (so that you grow heedless and disobey)

أ ل ه

ٱلۡغَرُورُ

Syaitan yang menjadi sebesar-besar penipu ituSatan, the greatest of deceivers

غ ر ر

Terjemahan: Wahai umat manusia, sesungguhnya janji Allah (membalas amal kamu) adalah benar; maka janganlah kamu diperdayakan oleh kemewahan hidup di dunia, dan janganlah Syaitan yang menjadi sebesar-besar penipu itu berpeluang menyebabkan kamu terpedaya dengan (kemurahan) Allah (lalu kamu lalai dan menderhaka)Translation: O mankind, truly the promise of Allah (to repay your deeds) is true; so do not be deceived by the luxuries of life in the world, and do not let Satan, the greatest of deceivers, get the chance to lead you into being deceived about (the generosity of) Allah (so that you grow heedless and disobey).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَقَدْ تَضَمَّنَتِ الْآيَةُ غُرُورَيْنِ: غُرُورًا يَغْتَرُّهُ الْمَرْءُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/259 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/259 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mengandungi dua jenis tipu daya: tipu daya dari diri sendiri, apabila seseorang terpesona dengan rupa dunia yang disangkanya baik tanpa melihat akibatnya, dan tipu daya yang diterimanya daripada Syaitan.
Renungan: Penipu bukan hanya di luar diri; mari kita periksa keinginan sendiri sebelum menyalahkan bisikan orang lain.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse contains two kinds of deception: deception from within, when a person is dazzled by worldly appearances he imagines to be good without looking at their outcome, and deception he receives from Satan.
Reflection: The deceiver is not only outside us; let us examine our own desires before blaming the whispers of others.

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱلشَّيۡطَٰنَ

SyaitanSatan

ش ط ن

لَكُمۡ

bagi kamuto you

ⓘ

عَدُوّٞ

adalah musuhis a foe

ع د و

فَٱتَّخِذُوهُ

maka jadikanlah diaso take him for (kamu sekalianyou all)

أ خ ذ

عَدُوًّاۚ

musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya)a foe (whose tricks must be shunned)

ع د و

إِنَّمَا

sebenarnya … hanyalahin truth … only

ⓘ

يَدۡعُواْ

mengajakcalls (diahe)

د ع و

حِزۡبَهُۥ

golongannyahis followers

ح ز ب

لِيَكُونُواْ

supaya menjadiso that … will be (merekathey)ism

ك و ن

مِنۡ

dariamong

ⓘ

أَصۡحَٰبِ

pendudukthe people of

ص ح ب

ٱلسَّعِيرِ

nerakaHell

س ع ر

Terjemahan: Sesungguhnya Syaitan adalah musuh bagi kamu, maka jadikanlah dia musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya); sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi dari penduduk nerakaTranslation: Truly Satan is a foe to you, so take him for a foe (whose tricks must be shunned); in truth he only calls his followers so that they will be among the people of Hell.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَهَزِيمَةُ الشَّيْطَانِ بِعَزِيمَةِ الْإِنْسَانِ، فَالطَّرِيقُ الثَّبَاتُ عَلَى الْجَادَّةِ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/223 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/223 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, Syaitan sentiasa mengikuti manusia dan tidak dapat dielakkan dengan lari; kekalahannya terletak pada keazaman manusia, maka jalannya ialah teguh di atas jalan yang lurus dan bersandar pada ibadat.
Renungan: Kita tidak mampu lari daripada godaan, tetapi kita mampu berdiri teguh; mari kita kuatkan azam dengan ibadat yang berterusan.
Tafsir al-Rāzī says that Satan keeps following a person and cannot be escaped by running; his defeat lies in human resolve, so the way is to hold firm on the straight road and rely on worship.
Reflection: We cannot run from temptation, but we can stand firm; let us strengthen our resolve with steady worship.

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangas for those who

ⓘ

كَفَرُواْ

kafirdisbelieve (merekathey)

ك ف ر

لَهُمۡ

bagi merekafor them is

ⓘ

عَذَابٞ

azaba punishment

ع ذ ب

شَدِيدٞۖ

yang beratthat is severe

ش د د

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand as for those who

ⓘ

ءَامَنُواْ

berimanhave faith (merekathey)

أ م ن

وَعَمِلُواْ

serta beramaland do (merekathey)

ع م ل

ٱلصَّٰلِحَٰتِ

solehrighteous deeds

ص ل ح

لَهُم

bagi merekafor them is

ⓘ

مَّغۡفِرَةٞ

keampunanforgiveness

غ ف ر

وَأَجۡرٞ

dan pahalaand a reward

أ ج ر

كَبِيرٌ

yang besarthat is great

ك ب ر

Terjemahan: Orang-orang yang kafir, bagi mereka azab yang berat; dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, bagi mereka keampunan dan pahala yang besarTranslation: As for those who disbelieve, for them is a severe punishment; and as for those who have faith and do righteous deeds, for them is forgiveness and a great reward.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«اسْتِئْنَافٌ ابْتِدَائِيٌّ يُفِيدُ مَفَادَ الْفَذْلَكَةِ وَالِاسْتِنْتَاجِ مِمَّا تَقَدَّمَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/262 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/262 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini ialah rumusan dan kesimpulan daripada ayat-ayat sebelumnya: selepas disebut golongan pengikut Syaitan, dinyatakan dua kesudahan, azab yang berat bagi orang kafir, dan keampunan serta pahala yang besar bagi orang beriman yang beramal soleh.
Renungan: Akhirnya hanya ada dua jalan; mari kita pastikan iman kita disertai amal soleh.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse is a summing-up and conclusion of what came before: after mention of Satan’s followers, two outcomes are stated, a severe punishment for those who disbelieve, and forgiveness and a great reward for those who believe and do righteous deeds.
Reflection: In the end there are only two paths; let us make sure our faith is joined with righteous deeds.

أَفَمَن

maka (fikirkanlah) adakah orang yangthen (think): is one whose

ⓘ

زُيِّنَ

diperelokkan (oleh Syaitan)is made to seem fair (by Satan) (keburukan su’uthe evil sū’u)NF

ز ي ن

لَهُۥ

kepadanyato him

ⓘ

سُوٓءُ

buruk (lit. keburukan)evil (lit. the evil of)

س و أ

عَمَلِهِۦ

amalnyadeed

ع م ل

فَرَءَاهُ

lalu … memandangnya dan mempercayainyaso that … sees it and believes it (diahe)

ر أ ي

حَسَنٗاۖ

baik, (bolehkah disifatkan sebagai orang yang menjalankan peraturan yang ditetapkan Allah untuk memberi hidayah kepadanya, atau sebaliknya)?to be good, (to be described as one who follows the rules Allah has set for giving him guidance, or the opposite)?

ح س ن

فَإِنَّ

kerana sesungguhnyafor truly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

يُضِلُّ

menyesatkanleads astray (DiaHe)

ض ل ل

مَن

sesiapa yangwhomever

ⓘ

يَشَآءُ

kehendakiwills (DiaHe)

ش ي أ

وَيَهۡدِي

dan … juga memberi hidayah petunjuk kepadaand … also gives guidance to (DiaHe)

ه د ي

مَن

sesiapa yangwhomever

ⓘ

يَشَآءُۖ

kehendakiwills (DiaHe)

ش ي أ

فَلَا

oleh itu, janganlahso do not

ⓘ

تَذۡهَبۡ

… membinasakan (lit. pergi)… destroy (lit. let … go) (dirimu nafsukayour soul nafsuka)

ذ ه ب

نَفۡسُكَ

dirimu (wahai Muhammad)yourself (O Muhammad)

ن ف س

عَلَيۡهِمۡ

terhadap kesesatan mereka (lit. ke atas mereka)over their straying (lit. over them)

ⓘ

حَسَرَٰتٍۚ

kerana menanggung dukacita (lit. sesalan-sesalan)with grief (lit. regrets)

ح س ر

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

عَلِيمُۢ

Maha Mengetahuiis All-Knowing

ع ل م

بِمَا

akan apa yangabout all that

ⓘ

يَصۡنَعُونَ

kerjakando (merekathey)

ص ن ع

Terjemahan: Maka (fikirkanlah) adakah orang yang diperelokkan kepadanya amal buruknya (oleh Syaitan) lalu ia memandangnya dan mempercayainya baik, (bolehkah disifatkan sebagai orang yang menjalankan peraturan yang ditetapkan Allah untuk memberi hidayah kepadanya, atau sebaliknya) ? Kerana sesungguhnya Allah menyesatkan sesiapa yang dikehendaki-Nya, dan Ia juga memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya. Oleh itu, janganlah engkau membinasakan dirimu (wahai Muhammad) kerana menanggung dukacita terhadap kesesatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka kerjakanTranslation: Then (think): is one whose evil deed is made to seem fair to him (by Satan), so that he sees it and believes it to be good, (to be described as one who follows the rules Allah has set for giving him guidance, or the opposite)? For truly Allah leads astray whomever He wills, and He also gives guidance to whomever He wills. So do not destroy yourself (O Muhammad) with grief over their straying. Truly Allah is All-Knowing about all that they do.

Nota bahasa: فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ (ayat 8).Language note: فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَٰتٍ (verse 8).
Dalam bahasa Arab pelaku (fā‘il) kata kerja تَذْهَبْ (pergi) ialah نَفْسُكَ (dirimu): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut “﴿نَفْسُكَ﴾: فاعل مرفوع” (fā‘il, berbaris depan) (3/1905 · Shamela ↗). Maknanya “janganlah dirimu pergi (binasa) kerana sesalan terhadap mereka”. Basmeih menterjemahkannya “janganlah engkau membinasakan dirimu”, dengan “engkau” sebagai pelaku. Maknanya sama; kerana itu kad ini memberi “(lit. pergi)” dan kurungan pelakunya ialah (dirimu nafsuka).In Arabic the doer (fā‘il) of the verb تَذْهَبْ (go) is نَفْسُكَ (your soul): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says “﴿نَفْسُكَ﴾: فاعل مرفوع” (fā‘il, in the nominative) (3/1905 · Shamela ↗). The sense is “let not your soul go (to ruin) in regrets over them”. Basmeih renders it “janganlah engkau membinasakan dirimu” (do not destroy yourself), with “you” as the doer. The meaning is the same; so this card gives “(lit. let … go)” and the doer bracket is (your soul nafsuka).
Nota nahu: بِمَا يَصْنَعُونَ (ayat 8).Grammar note: بِمَا يَصْنَعُونَ (verse 8).
مَا di sini diwarnakan merah sebagai ḥarf (huruf) maṣdariyyah (partikel kata terbitan: “akan perbuatan mereka”), walaupun data korpus menandakannya kata nama penghubung (hijau). Kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, menyebut: “(ما): مصدرية [أو اسم موصول في محل جر متعلق بعليم والعائد محذوف]” (mā maṣdariyyah, atau kata nama penghubung dengan kata ganti rujukannya tersirat) (3/1905 · Shamela ↗); Maḥmūd Ṣāfī, al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān juga: “(ما) حرف مصدريّ” (11/253 · Shamela ↗). Pada pandangan kedua itu مَا berwarna hijau (“akan apa yang”, seperti terjemahan Basmeih). Maknanya tetap sama. Lihat juga nota ayat 45.مَا here is coloured red as a maṣdariyyah particle (a particle forming a verbal noun: “of their doing”), although the corpus data tags it a relative noun (green). Our reference book, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, says: “(ما): مصدرية [أو اسم موصول في محل جر متعلق بعليم والعائد محذوف]” (mā maṣdariyyah, or a relative noun whose returning pronoun is understood) (3/1905 · Shamela ↗); Maḥmūd Ṣāfī, al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān also: “(ما) حرف مصدريّ” (11/253 · Shamela ↗). On that second view مَا would be green (“of what”, as in Basmeih’s rendering). The meaning stays the same. See also the note on verse 45.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَإِنَّ الْجَاهِلَ الَّذِي يَعْلَمُ جَهْلَهُ وَالْمُسِيءَ الَّذِي يَعْلَمُ سُوءَ عَمَلِهِ يَرْجِعُ وَيَتُوبُ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/224 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/224 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, orang jahil yang sedar akan kejahilannya dan pelaku keburukan yang sedar akan buruk amalnya akan kembali dan bertaubat; tetapi orang yang memandang keburukannya sebagai kebaikan menanggung dua cela, buruk amal dan jahil.
Renungan: Tanda hati yang masih hidup ialah sanggup mengakui kesilapan; mari kita sentiasa menyemak amal kita dengan jujur.
Tafsir al-Rāzī says that the ignorant person who knows his ignorance and the wrongdoer who knows the evil of his deed will turn back and repent; but the one who sees his wrongdoing as good carries two faults, the evil deed and ignorance.
Reflection: A sign of a living heart is the readiness to admit mistakes; let us always check our deeds honestly.

وَٱللَّهُ

dan Allah (jualah)and Allah

أ ل ه

ٱلَّذِيٓ

yangis the One Who

ⓘ

أَرۡسَلَ

menghantarkansent (DiaHe)

ر س ل

ٱلرِّيَٰحَ

anginthe winds

ر و ح

فَتُثِيرُ

lalu … menggerakkanso … stir up (ia (angin itu)it (the winds))

ث و ر

سَحَابٗا

awanclouds

س ح ب

فَسُقۡنَٰهُ

kemudian … halakan awan itu (lit. maka … halakannya)then … drove those clouds (lit. so … drove it) (KamiWe)

س و ق

إِلَىٰ

keto

ⓘ

بَلَدٖ

negeria land

ب ل د

مَّيِّتٖ

yang mati (yang kering kontang)that is dead (parched and barren)

م و ت

فَأَحۡيَيۡنَا

lalu … hidupkanand … brought … to life (KamiWe)

ح ي ي

بِهِ

dengan (hujan dari awan) ituwith that (rain from the clouds)

ⓘ

ٱلۡأَرۡضَ

bumithe earth

أ ر ض

بَعۡدَ

sesudahafter

ب ع د

مَوۡتِهَاۚ

matinyaits dying

م و ت

كَذَٰلِكَ

sedemikian itu pulasuch too is

ⓘ

ٱلنُّشُورُ

kebangkitan manusia (hidup semula sesudah mati)the raising of mankind (to life again after death)

ن ش ر

Terjemahan: Dan Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, kemudian Kami halakan awan itu ke negeri yang mati (yang kering kontang); lalu Kami hidupkan bumi sesudah matinya dengan (hujan dari awan) itu. Sedemikian itu pula kebangkitan manusia (hidup semula sesudah mati)Translation: And it is Allah Who sent the winds, so they stir up clouds; then We drove those clouds to a land that is dead (parched and barren), and with that (rain from the clouds) We brought the earth to life after its dying. Such too is the raising of mankind (to life again after death).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَأَنَّ الَّذِي خَلَقَ وَسَائِلَ إِحْيَاءِ الْأَرْضِ قَادِرٌ عَلَى خَلْقِ وَسَائِلِ إِحْيَاءِ الَّذِينَ ضَمِنَتْهُمُ الْأَرْضُ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/267 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/267 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, bukti angin, awan dan hujan dipilih di sini kerana Zat yang menciptakan cara menghidupkan bumi berkuasa juga menciptakan cara menghidupkan mereka yang telah disimpan oleh bumi.
Renungan: Setiap kali hujan menghidupkan tanah yang kering, kita diingatkan tentang “kebangkitan manusia”; mari kita bersedia untuk hari itu.
According to Ibn ‘Āshūr, the sign of the winds, clouds and rain is chosen here because the One Who created the means of bringing the earth to life is able to create the means of bringing to life those whom the earth holds.
Reflection: Each time rain revives dry ground, we are reminded of “the raising of mankind”; let us prepare for that day.

مَن

sesiapa yangwhoever

ⓘ

كَانَ

(lit. adalah)(lit. is) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))ism

ك و ن

يُرِيدُ

mahukanwants (diahe)

ر و د

ٱلۡعِزَّةَ

kemuliaan (maka hendaklah ia berusaha mencarinya dengan jalan mematuhi perintah Allah)honour (let him strive to seek it by obeying Allah’s command)

ع ز ز

فَلِلَّهِ

kerana bagi Allah (sahaja)for to Allah (alone) belongs

أ ل ه

ٱلۡعِزَّةُ

kemuliaanhonour

ع ز ز

جَمِيعًاۚ

segala (lit. semuanya)all (lit. entirely)

ج م ع

إِلَيۡهِ

kepada Allah (sahaja) (lit. kepada-Nya)to Him (alone)

ⓘ

يَصۡعَدُ

naikrise (perkataan al‑kalimuthe words al‑kalimu)

ص ع د

ٱلۡكَلِمُ

segala perkataanthe words

ك ل م

ٱلطَّيِّبُ

yang baik (yang menegaskan iman dan tauhid (mengesakan Allah), untuk dimasukkan ke dalam kira-kira balasan)that are good (that affirm faith and tawhid (the oneness of Allah), to be entered in the reckoning of reward)

ط ي ب

وَٱلۡعَمَلُ

dan amaland deeds

ع م ل

ٱلصَّٰلِحُ

yang solehthat are righteous

ص ل ح

يَرۡفَعُهُۥۚ

pula diangkat naik (sebagai amal yang makbul (diterima) - yang memberi kemuliaan kepada yang melakukannya) (lit. mengangkatnya)are raised up (as accepted deeds — ones that bring honour to those who do them) (lit. raises it) (DiaHe)

ر ف ع

وَٱلَّذِينَ

dan sebaliknya: orang-orang yangand on the other hand, those who

ⓘ

يَمۡكُرُونَ

merancangkanplot (merekathey)

م ك ر

ٱلسَّيِّـَٔاتِ

kejahatan (untuk mendapat kemuliaan)evil deeds (to gain honour)

س و أ

لَهُمۡ

adalah bagi merekafor them is

ⓘ

عَذَابٞ

azab seksaa punishment

ع ذ ب

شَدِيدٞۖ

yang beratthat is severe

ش د د

وَمَكۡرُ

dan rancangan jahatand the plotting of

م ك ر

أُوْلَٰٓئِكَ

mereka (kalau berkesan) (lit. mereka itu)those people (if it takes effect)

ⓘ

هُوَ

(lit. ia)(lit. it)

ⓘ

يَبُورُ

akan rosak binasawill come to ruin (iait)

ب و ر

Terjemahan: Sesiapa yang mahukan kemuliaan (maka hendaklah ia berusaha mencarinya dengan jalan mematuhi perintah Allah), kerana bagi Allah jualah segala kemuliaan. Kepada Allah lah naiknya segala perkataan yang baik (yang menegaskan iman dan tauhid, untuk dimasukkan ke dalam kira-kira balasan), dan amal yang soleh pula diangkatnya naik (sebagai amal yang makbul - yang memberi kemuliaan kepada yang melakukannya). Dan sebaliknya: orang-orang yang merancangkan kejahatan (untuk mendapat kemuliaan), adalah bagi mereka azab seksa yang berat; dan rancangan jahat mereka (kalau berkesan) akan rosak binasaTranslation: Whoever wants honour (let him strive to seek it by obeying Allah’s command), for to Allah alone belongs all honour. To Him alone rise the good words (that affirm faith and tawhid, to be entered in the reckoning of reward), and righteous deeds He raises up (as accepted deeds — ones that bring honour to those who do them). And on the other hand, those who plot evil deeds (to gain honour), for them is a punishment that is severe; and the plotting of those people (if it takes effect) will come to ruin.

Nota bahasa: فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ (ayat 10).Language note: فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ (verse 10).
فَلِلَّهِ (maka bagi Allah) dan إِلَيْهِ (kepada-Nya) masing-masing didahulukan; susunan ini membawa makna pengkhususan. Kerana itu Basmeih menulis “bagi Allah jualah” dan “Kepada Allah lah”. Kad ini menandakannya “(sahaja)”, iaitu makna susunan itu, bukan satu perkataan Arab yang berasingan. Lihat nota bahasa al-Fātiḥah 1:5.فَلِلَّهِ (so to Allah) and إِلَيْهِ (to Him) each is placed first; this word order gives the sense of exclusivity. That is why the verse translation reads “to Allah alone” and “to Him alone”. This card marks it “(alone)”, which is the sense of the word order; it is not a separate Arabic word. See the language note at al-Fātiḥah 1:5.
Nota nahu: وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ (ayat 10).Grammar note: وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ (verse 10).
Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut: “﴿يَرْفَعُهُ﴾: فعل مضارع والفاعل مستتر تقديره: (هو)” (pelakunya kata ganti tersembunyi “dia”) (3/1906 · Shamela ↗), tanpa menyatakan rujukannya. Maḥmūd Ṣāfī, al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān menyebut: “وفاعل (يرفعه) ضمير يعود على لفظ الجلالة” (pelaku يَرْفَعُهُ ialah kata ganti yang merujuk kepada Allah) (11/256 · Shamela ↗); ini selaras dengan Basmeih (“amal yang soleh pula diangkatnya naik”), maka kurungannya (Dia). Muḥyī al-Dīn Darwīsh, I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh pula menyebut: “وفاعل يرفعه ضمير مستتر يعود على العمل” (pelakunya kata ganti yang merujuk kepada amal itu, iaitu amal soleh mengangkat perkataan yang baik) (8/130 · Shamela ↗); pada pandangan itu kurungannya menjadi (ia (amal itu)). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh menyenaraikan tiga rujukan: perkataan yang baik, amal soleh, atau Allah (7/651 · Shamela ↗). Warna tidak berubah.Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says: “﴿يَرْفَعُهُ﴾: فعل مضارع والفاعل مستتر تقديره: (هو)” (its doer is a hidden pronoun “he”) (3/1906 · Shamela ↗), without naming its referent. Maḥmūd Ṣāfī, al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān says: “وفاعل (يرفعه) ضمير يعود على لفظ الجلالة” (the doer of يَرْفَعُهُ is a pronoun referring to Allah) (11/256 · Shamela ↗); this agrees with Basmeih (“amal yang soleh pula diangkatnya naik”, righteous deeds are raised up), so the bracket is (He). Muḥyī al-Dīn Darwīsh, I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh, however, says: “وفاعل يرفعه ضمير مستتر يعود على العمل” (its doer is a pronoun referring to the deed, i.e. the righteous deed raises the good word) (8/130 · Shamela ↗); on that view the bracket would be (it (the deed)). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh lists three referents: the good word, the righteous deed, or Allah (7/651 · Shamela ↗). The colours do not change.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَهِيَ كُلُّهَا لِلَّهِ وَمَنْ يَتَذَلَّلُ لَهُ فَهُوَ الْعَزِيزُ، وَمَنْ يَتَعَزَّزُ عَلَيْهِ فَهُوَ الذَّلِيلُ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/225 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/225 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, kemuliaan yang sebenar seluruhnya milik Allah: sesiapa yang merendah diri kepada-Nya, dialah yang mulia, dan sesiapa yang menyombong terhadap-Nya, dialah yang hina.
Renungan: Kemuliaan tidak dicari dengan meninggi diri; mari kita mencarinya dengan tunduk dan taat kepada perintah Allah.
Tafsir al-Rāzī says that true honour belongs wholly to Allah: whoever humbles himself before Him is the honoured one, and whoever acts proudly against Him is the lowly one.
Reflection: Honour is not found by raising ourselves up; let us seek it by bowing to Allah and obeying His command.

وَٱللَّهُ

dan Allahand Allah

أ ل ه

خَلَقَكُم

menciptakan kamucreated you (DiaHe)

خ ل ق

مِّن

darifrom

ⓘ

تُرَابٖ

tanahdust

ت ر ب

ثُمَّ

kemudianand then

ⓘ

مِن

darifrom

ⓘ

نُّطۡفَةٖ

(setitis) air benih(a drop of) seminal fluid

ن ط ف

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

جَعَلَكُمۡ

menjadikan kamumade you (DiaHe)

ج ع ل

أَزۡوَٰجٗاۚ

berpasangan (lelaki dan perempuan)in pairs (male and female)

ز و ج

وَمَا

dan tiadaand no

ⓘ

تَحۡمِلُ

mengandungbecomes pregnant (perempuan unthafemale unthā)

ح م ل

مِنۡ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

أُنثَىٰ

seseorang perempuan (juga seekor betina)female (whether a woman or an animal)

أ ن ث

وَلَا

dan tidak pulanor

ⓘ

تَضَعُ

melahirkan (anak yang dikandungnya)gives birth (to the child she carries) (diashe)

و ض ع

إِلَّا

melainkanexcept

ⓘ

بِعِلۡمِهِۦۚ

dengan keadaan yang diketahui Allah (lit. dengan pengetahuan-Nya)in a state known to Allah (lit. with His knowledge)

ع ل م

وَمَا

dan tidakand not

ⓘ

يُعَمَّرُ

diberikan … berumur panjangis … granted long life (seseorang mu‘ammarinanyone mu‘ammarin)NF

ع م ر

مِن

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

مُّعَمَّرٖ

seseorang (lit. orang yang dipanjangkan umur)anyone (lit. one granted long life)

ع م ر

وَلَا

juga tidaknor

ⓘ

يُنقَصُ

dijadikan … pendek (lit. dikurangkan)is … cut short (lit. is reduced) (dia (orang itu)he (that person))NF

ن ق ص

مِنۡ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

عُمُرِهِۦٓ

umurnyahis lifespan

ع م ر

إِلَّا

melainkan (ada kadarnya)except that (its measure is)

ⓘ

فِي

di dalamin

ⓘ

كِتَٰبٍۚ

Kitab Ilahi (lit. sebuah kitab)the Divine Book (lit. a book)

ك ت ب

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ذَٰلِكَ

yang demikian ituthat

ⓘ

عَلَى

kepadafor

ⓘ

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

يَسِيرٞ

mudahis easy

ي س ر

Terjemahan: Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari (setitis) air benih, kemudian Ia menjadikan kamu berpasangan (lelaki dan perempuan). Dan tiada mengandung seseorang perempuan (juga seekor betina), dan tidak pula satu-satunya melahirkan (anak yang dikandungnya) melainkan dengan keadaan yang diketahui Allah. Dan tidak diberikan seseorang berumur panjang, juga tidak dijadikan seseorang pendek umurnya, melainkan ada kadarnya di dalam Kitab Ilahi. Sesungguhnya yang demikian itu mudah sahaja kepada AllahTranslation: And Allah created you from dust, and then from (a drop of) seminal fluid, then He made you in pairs (male and female). And no female becomes pregnant (whether a woman or an animal), nor gives birth (to the child she carries), except in a state known to Allah. And no one is granted long life, nor is anyone’s life cut short, except that its measure is in the Divine Book. Truly that is easy for Allah.

Nota nahu: وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ (ayat 11).Grammar note: وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِۦٓ (verse 11).
Kurungan di bawah يُنقَصُ ialah (dia (orang itu)) bertanda NF. Kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, menyebut: “ونائب الفاعل ضمير يعود على معمر” (nā’ib fā‘il (pengganti pelaku) ialah kata ganti yang merujuk kepada مُعَمَّرٍ, orang yang dipanjangkan umur) (3/1907 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh pula menyebut bagi عُمُرِهِ: “نائب فاعل، أو فاعل مرفوع على الاعتبارين” (nā’ib fā‘il, atau fā‘il (pelaku) berbaris depan, “pada kedua-dua anggapan”) (7/653 · Shamela ↗); di halaman yang sama beliau menyebut bahawa kata kerja itu juga dibaca aktif, dan menjadikan مِنْ huruf tambahan (ṣilah). Pada pandangan itu kurungannya menjadi (umurnya ‘umurihi). Kami mengikut kitab rujukan kami. Warna tidak berubah.The bracket under يُنقَصُ is (he (that person)), tagged NF. Our reference book, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, says: “ونائب الفاعل ضمير يعود على معمر” (the nā’ib fā‘il (deputy doer) is a pronoun referring to مُعَمَّرٍ, the one granted long life) (3/1907 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh, however, says of عُمُرِهِ: “نائب فاعل، أو فاعل مرفوع على الاعتبارين” (nā’ib fā‘il, or fā‘il (doer) in the nominative, “on the two considerations”) (7/653 · Shamela ↗); on the same page he notes that the verb is also read in the active, and he takes مِنْ as an extra particle (ṣilah). On that view the bracket would be (his lifespan ‘umurihi). We follow our reference book. The colours do not change.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«هَذَا عَوْدٌ إِلَى سَوْقِ دَلَائِلِ الْوَحْدَانِيَّةِ بِدَلَالَةٍ عَلَيْهَا مِنْ أَنْفُسِ النَّاسِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/275 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/275 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini kembali membawa bukti keesaan Allah, kali ini dari diri manusia sendiri, setelah bukti dari alam di luar diri seperti angin dan awan dalam ayat 9.
Renungan: Tanda-tanda Allah ada pada diri kita, dari asal kejadian hingga kadar umur kita; mari kita merenung diri sebagai jalan mengenal Pencipta.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse returns to presenting proofs of Allah’s Oneness, this time from within people themselves, after the proof from the world outside, such as the winds and clouds of verse 9.
Reflection: Allah’s signs are in ourselves, from our origin to the measure of our lifespan; let us reflect on ourselves as a way to know our Creator.

وَمَا

dan tidaklahand not

ⓘ

يَسۡتَوِي

samathe same (dua laut al‑bahranithe two seas al‑baḥrāni)

س و ي

ٱلۡبَحۡرَانِ

keadaan dua laut (sekalipun satu jenisnya)are the two seas (though they are of one kind)

ب ح ر

هَٰذَا

yang satuthis one

ⓘ

عَذۡبٞ

tawaris fresh

ع ذ ب

فُرَاتٞ

lagi memuaskan dahagaand thirst-quenching

ف ر ت

سَآئِغٞ

serta sesuaiand pleasant

س و غ

شَرَابُهُۥ

diminum (lit. minumannya)to drink (lit. its drink)

ش ر ب

وَهَٰذَا

sementara yang satu lagiwhile the other

ⓘ

مِلۡحٌ

masinis salty

م ل ح

أُجَاجٞۖ

lagi pahitand bitter

أ ج ج

وَمِن

dan (kedua-duanya itu berfaedah kepada kamu): dariand (both of them benefit you): from

ⓘ

كُلّٖ

tiap-tiap satunyaeach of them

ك ل ل

تَأۡكُلُونَ

dapat makancan eat (kamu sekalianyou all)

أ ك ل

لَحۡمٗا

dagingmeat

ل ح م

طَرِيّٗا

yang lembut - hidup-hidupthat is tender and fresh

ط ر و

وَتَسۡتَخۡرِجُونَ

dan dapat pula … mengeluarkanand … can also bring out (kamu sekalianyou all)

خ ر ج

حِلۡيَةٗ

benda-benda perhiasanornaments

ح ل ي

تَلۡبَسُونَهَاۖ

untuk … memakainyato wear (kamu sekalianyou all)

ل ب س

وَتَرَى

(selain itu) … melihat pula(besides that,) … also see (engkauyou)

ر أ ي

ٱلۡفُلۡكَ

kapal-kapalthe ships

ف ل ك

فِيهِ

padanyain it

ⓘ

مَوَاخِرَ

membelah air belayarcleaving the water as they sail

م خ ر

لِتَبۡتَغُواْ

(diadakan semuanya itu) supaya … dapat mencari(all that is provided) so that … may seek (kamu sekalianyou all)

ب غ ي

مِن

rezeki dariprovision from

ⓘ

فَضۡلِهِۦ

limpah kurnia Allah (lit. limpah kurnia-Nya)the bounty of Allah (lit. His bounty)

ف ض ل

وَلَعَلَّكُمۡ

dan supaya kamuand so that you may

ⓘ

تَشۡكُرُونَ

bersyukurgive thanks (kamu sekalianyou all)

ش ك ر

Terjemahan: Dan tidaklah sama keadaan dua laut (sekalipun satu jenisnya), yang satu tawar lagi memuaskan dahaga serta sesuai diminum, sementara yang satu lagi masin lagi pahit. Dan (kedua-duanya itu berfaedah kepada kamu): dari tiap-tiap satunya kamu dapat makan daging yang lembut - hidup-hidup, dan dapat pula kamu mengeluarkan benda-benda perhiasan untuk kamu memakainya; (selain itu) engkau melihat pula kapal-kapal membelah air belayar padanya; (diadakan semuanya itu) supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurnia Allah, dan supaya kamu bersyukurTranslation: And the two seas are not the same (though they are of one kind): this one is fresh and thirst-quenching and pleasant to drink, while the other is salty and bitter. And (both of them benefit you): from each of them you can eat tender, fresh meat, and you can also bring out ornaments for you to wear; (besides that,) you also see the ships cleaving the water as they sail in it; (all that is provided) so that you may seek provision from the bounty of Allah, and so that you may give thanks.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَمَنْ يُوجِدُ فِي الْمُتَشَابِهَيْنِ اخْتِلَافًا ومن الْمُخْتَلِفَيْنِ اشْتِبَاهًا لَا يَكُونُ إِلَّا قَادِرًا مُخْتَارًا»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/228 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/228 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, dua laut itu serupa rupanya tetapi berbeza airnya, kemudian kedua-duanya pula memberi manfaat yang serupa; Zat yang menjadikan perbezaan pada yang serupa dan persamaan pada yang berbeza tentulah Maha Berkuasa dan bertindak dengan kehendak-Nya.
Renungan: Setiap rezeki dari laut ialah tanda kuasa Allah; mari kita menerimanya “supaya kamu bersyukur”.
Tafsir al-Rāzī says that the two seas look alike yet differ in their water, and then both give similar benefits; the One Who places difference in what is alike and likeness in what differs can only be All-Powerful, acting by His own will.
Reflection: Every provision from the sea is a sign of Allah’s power; let us receive it “so that you may give thanks”.

يُولِجُ

(Allah jua yang) memasukkan(Allah is the One Who) makes … enter (DiaHe)

و ل ج

ٱلَّيۡلَ

malamthe night

ل ي ل

فِي

padainto

ⓘ

ٱلنَّهَارِ

siangthe day

ن ه ر

وَيُولِجُ

dan memasukkanand makes … enter (DiaHe)

و ل ج

ٱلنَّهَارَ

siangthe day

ن ه ر

فِي

padainto

ⓘ

ٱلَّيۡلِ

malam (silih berganti)the night (in alternation)

ل ي ل

وَسَخَّرَ

dan (Ia yang) memudahkan peredaranand (He is the One Who) has made easy the course of (DiaHe)

س خ ر

ٱلشَّمۡسَ

mataharithe sun

ش م س

وَٱلۡقَمَرَۖ

dan bulanand the moon

ق م ر

كُلّٞ

tiap-tiap satu dari keduanyaeach of the two

ك ل ل

يَجۡرِي

beredarruns (iait)

ج ر ي

لِأَجَلٖ

untuk suatu masafor a term

أ ج ل

مُّسَمّٗىۚ

yang telah ditetapkanthat has been set

س م و

ذَٰلِكُمُ

yang melakukan semuanya itu ialah (lit. itulah)the One Who does all that is (lit. that is)

ⓘ

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

رَبُّكُمۡ

Tuhan kamuyour Lord

ر ب ب

لَهُ

bagi-Nyalah… is His

ⓘ

ٱلۡمُلۡكُۚ

kuasa pemerintahanthe power of rule

م ل ك

وَٱلَّذِينَ

sedang mereka yangwhile those whom

ⓘ

تَدۡعُونَ

sembahworship (kamu sekalianyou all)

د ع و

مِن

(lit. dari)(lit. from)

ⓘ

دُونِهِۦ

- yang lain dari Allah - (lit. yang lain dari-Nya)besides Allah (lit. besides Him)

د و ن

مَا

tidakdo not

ⓘ

يَمۡلِكُونَ

mempunyaiown (merekathey)

م ل ك

مِن

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

قِطۡمِيرٍ

sesuatu pun walau senipis selaput biji kurmaanything, even as thin as the skin of a date-stone

ق ط م ر

Terjemahan: Allah jua yang memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam (silih berganti), dan Ia yang memudahkan peredaran matahari dan bulan; tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Yang melakukan semuanya itu ialah Allah Tuhan kamu, bagi-Nyalah kuasa pemerintahan; sedang mereka yang kamu sembah - yang lain dari Allah - tidak mempunyai sesuatu pun walau senipis selaput biji kurmaTranslation: (Allah is the One Who) makes the night enter into the day and makes the day enter into the night (in alternation), and (He is the One Who) has made easy the course of the sun and the moon; each of the two runs for a term that has been set. The One Who does all that is Allah, your Lord; the power of rule is His; while those whom you worship besides Allah do not own anything, even as thin as the skin of a date-stone.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْمَلِكُ مَخْدُومٌ بِقَدْرِ مُلْكِهِ، فَإِذَا كَانَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ فَلَهُ الْعِبَادَةُ كُلُّهَا»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/228 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/228 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, seorang raja dilayani menurut kadar kerajaannya; apabila seluruh kerajaan milik Allah, maka seluruh ibadat hanya untuk-Nya, sedangkan sembahan selain-Nya “tidak mempunyai sesuatu pun walau senipis selaput biji kurma”.
Renungan: Hati kita hanya layak tunduk kepada Pemilik segala-galanya; mari kita ikhlaskan ibadat kepada-Nya.
Tafsir al-Rāzī says that a king is served in proportion to his dominion; since all dominion belongs to Allah, all worship belongs to Him alone, while those worshipped besides Him “do not own anything, even as thin as the skin of a date-stone”.
Reflection: Our hearts should bow only to the Owner of everything; let us make our worship sincerely His.

إِن

kalauif

ⓘ

تَدۡعُوهُمۡ

memohon kepada mereka (yang kamu sembah itu)call on them (those you worship) (kamu sekalianyou all)

د ع و

لَا

tidakdo not

ⓘ

يَسۡمَعُواْ

mendengarhear (merekathey)

س م ع

دُعَآءَكُمۡ

permohonan kamuyour plea

د ع و

وَلَوۡ

dan kalaulahand even if

ⓘ

سَمِعُواْ

mendengar pundid hear (merekathey)

س م ع

مَا

tidaknot

ⓘ

ٱسۡتَجَابُواْ

dapat memberikan (lit. memperkenankan)could give (lit. respond) (merekathey)

ج و ب

لَكُمۡۖ

apa yang kamu pohonkan itu (lit. bagi kamu)what you ask (lit. to you)

ⓘ

وَيَوۡمَ

dan pada hariand on the Day of

ي و م

ٱلۡقِيَٰمَةِ

kiamatResurrection

ق و م

يَكۡفُرُونَ

pula … mengingkaritoo … disown (merekathey)

ك ف ر

بِشِرۡكِكُمۡۚ

perbuatan syirik (menyekutukan Allah) kamuyour shirk (associating partners with Allah)

ش ر ك

وَلَا

dan (ingatlah) tidak adaand (remember), none

ⓘ

يُنَبِّئُكَ

yang dapat memberi tahu kepadamu (wahai Muhammad, akan hakikat yang sebenarnya)can inform you (O Muhammad, of the true reality) (yang seumpama mithluone like mithlu)

ن ب أ

مِثۡلُ

seperti (yang diberikan) (lit. yang seumpama)like (that given by) (lit. one like)

م ث ل

خَبِيرٖ

Allah Yang Maha Mendalam Pengetahuan-Nya (lit. yang amat mendalam pengetahuannya)Allah, the All-Aware (lit. one all-aware)

خ ب ر

Terjemahan: Kalau kamu memohon kepada mereka (yang kamu sembah itu): mereka tidak mendengar permohonan kamu, dan kalaulah mereka mendengar pun, mereka tidak dapat memberikan apa yang kamu pohonkan itu; dan pada hari kiamat pula mereka mengingkari perbuatan syirik kamu. Dan (ingatlah) tidak ada yang dapat memberi tahu kepadamu (wahai Muhammad, akan hakikat yang sebenarnya) seperti yang diberikan Allah Yang Maha Mendalam Pengetahuan-NyaTranslation: If you call on them (those you worship), they do not hear your plea; and even if they did hear, they could not give what you ask; and on the Day of Resurrection, too, they disown your shirk (associating partners with Allah). And (remember), none can inform you (O Muhammad, of the true reality) like (that given by) Allah, the All-Aware.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تَذْيِيلٌ لِتَحْقِيقِ هَذِهِ الْأَخْبَارِ بِأَنَّ الْمُخْبِرَ بِهَا هُوَ الْخَبِيرُ بِهَا وَبِغَيْرِهَا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/284 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–14)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/284 · Shamela ↗ (commentary on 13–14)

Menurut Ibn ‘Āshūr, penutup ayat ini menguatkan berita-berita tadi: yang memberitahukannya ialah Allah sendiri, Yang Maha Mendalam Pengetahuan-Nya tentang perkara itu dan selainnya, maka tiada sesiapa yang dapat memberitahu seperti pemberitahuan-Nya.
Renungan: Berita daripada al-Qur’an lebih pasti daripada segala andaian; mari kita jadikan ia rujukan utama kita.
According to Ibn ‘Āshūr, the close of this verse confirms the reports before it: the One Who gives them is Allah, the All-Aware of these matters and of everything else, so no one can inform as He informs.
Reflection: What the Qur’an tells us is more certain than every guess; let us make it our first reference.

يَٰٓأَيُّهَا

(oleh kerana Allah menguasai segala-galanya, maka) wahai(since Allah has power over everything,) O

أ ي ي

ٱلنَّاسُ

sekalian umat manusiamankind

أ ن س

أَنتُمُ

kamulahit is you

ⓘ

ٱلۡفُقَرَآءُ

yang sentiasa berhajatwho are ever in need

ف ق ر

إِلَى

kepadaof

ⓘ

ٱللَّهِۖ

Allah (dalam segala perkara)Allah (in all matters)

أ ل ه

وَٱللَّهُ

sedang Allahwhile Allah

أ ل ه

هُوَ

DiaHe

ⓘ

ٱلۡغَنِيُّ

Yang Maha Kayais the All-Rich

غ ن ي

ٱلۡحَمِيدُ

lagi Maha Terpujithe Praiseworthy

ح م د

Terjemahan: (Oleh kerana Allah menguasai segala-galanya, maka) wahai umat manusia, kamulah yang sentiasa berhajat kepada Allah (dalam segala perkara), sedang Allah Dialah sahaja Yang Maha Kaya, lagi Maha TerpujiTranslation: (Since Allah has power over everything,) O mankind, it is you who are ever in need of Allah (in all matters), while Allah — He alone is the All-Rich, the Praiseworthy.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَلَا يَأْمُرُكُمْ بِالْعِبَادَةِ لِاحْتِيَاجِهِ إِلَيْكُمْ وَإِنَّمَا هُوَ لِإِشْفَاقِهِ عَلَيْكُمْ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/229 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/229 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah tidak memerintahkan kita beribadat kerana Dia berhajat kepada kita, tetapi kerana belas kasihan-Nya kepada kita; kitalah yang berhajat kepada-Nya, dan Dialah Yang Maha Kaya.
Renungan: Ibadat bukan hadiah kita kepada Allah, tetapi keperluan kita sendiri; mari kita beribadat dengan rasa sangat berhajat kepada-Nya.
Tafsir al-Rāzī says that Allah does not command us to worship because He needs us, but out of His compassion for us; it is we who are in need of Him, and He is the All-Rich.
Reflection: Worship is not our gift to Allah but our own need; let us worship Him with a deep sense of needing Him.

إِن

jikaif

ⓘ

يَشَأۡ

mahuwills (DiaHe)

ش ي أ

يُذۡهِبۡكُمۡ

nescaya … membinasakan kamu… would destroy you (DiaHe)

ذ ه ب

وَيَأۡتِ

dan mendatangkanand bring (DiaHe)

أ ت ي

بِخَلۡقٖ

makhluka creation

خ ل ق

جَدِيدٖ

yang baharuthat is new

ج د د

Terjemahan: Jika Ia mahu, nescaya Ia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baharuTranslation: If He wills, He would destroy you and bring a new creation;

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَيْ لَيْسَ إِذْهَابُكُمْ مَوْقُوفًا إِلَّا عَلَى مَشِيئَتِهِ بِخِلَافِ الشَّيْءِ الْمُحْتَاجِ إِلَيْهِ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/230 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/230 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini menerangkan kekayaan Allah: membinasakan kita hanya bergantung pada kehendak-Nya, tidak seperti orang yang berhajat kepada sesuatu sehingga tidak sanggup melepaskannya; malah Dia berkuasa mendatangkan “makhluk yang baharu”.
Renungan: Allah tidak memerlukan kita, namun masih memelihara kita; mari kita hargai peluang hidup ini dengan taat.
Tafsir al-Rāzī says that this verse shows Allah’s self-sufficiency: removing us depends only on His will, unlike someone who needs a thing and so cannot let it go; and He is able to bring “a new creation”.
Reflection: Allah does not need us, yet He still sustains us; let us value this chance at life through obedience.

وَمَا

dan … tidaklahand … is not

ⓘ

ذَٰلِكَ

(perlaksanaan) yang demikian itu(carrying out) that

ⓘ

عَلَى

bagifor

ⓘ

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

بِعَزِيزٖ

sukardifficult

ع ز ز

Terjemahan: Dan (perlaksanaan) yang demikian itu tidaklah sukar bagi AllahTranslation: and (carrying out) that is not difficult for Allah.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَيْ لَا يَغْلِبُ اللَّهَ ذَلِكَ الْفِعْلُ بَلْ هُوَ هَيِّنٌ عَلَى اللَّهِ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/230 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/230 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, maksudnya perbuatan membinasakan dan mendatangkan makhluk baharu itu tidak mengatasi kemampuan Allah, bahkan ia mudah bagi-Nya.
Renungan: Apa yang besar bagi kita adalah mudah bagi Allah; mari kita serahkan urusan yang berat kepada-Nya, dan tidak memandang ringan amaran-Nya.
Tafsir al-Rāzī says that the meaning is that removing people and bringing a new creation does not overpower Allah; rather, it is easy for Him.
Reflection: What is great for us is easy for Allah; let us entrust our heavy matters to Him, and not take His warnings lightly.

وَلَا

dan (ketahuilah) … tidak akanand (know that) … will not

ⓘ

تَزِرُ

memikulbear (seseorang pemikul waziratuna bearer wāziratun)

و ز ر

وَازِرَةٞ

seseorang pemikula bearer

و ز ر

وِزۡرَ

dosa perbuatanthe sin of the deeds of

و ز ر

أُخۡرَىٰۚ

orang lainanother

أ خ ر

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

تَدۡعُ

memanggil (orang lain)calls (another) (seseorang yang berat tanggungnya muthqalatunone heavily laden muthqalatun)

د ع و

مُثۡقَلَةٌ

seseorang yang berat tanggungnya (dengan dosa)one heavily laden (with sins)

ث ق ل

إِلَىٰ

untuk menolong memikul sama (lit. kepada)to help carry (lit. to)

ⓘ

حِمۡلِهَا

bebanan ituthat load

ح م ل

لَا

tidak akannot

ⓘ

يُحۡمَلۡ

dapat dipikulwould be borne (sedikitpun syai’una thing shay’un)NF

ح م ل

مِنۡهُ

daripadanyaof it

ⓘ

شَيۡءٞ

sedikitpuna thing

ش ي أ

وَلَوۡ

walaupuneven if

ⓘ

كَانَ

… (lit. adalah)… were (dia (orang yang diminta pertolongan itu)he (the one asked for help))ism

ك و ن

ذَا

dari (lit. yang mempunyai)(lit. possessor of)

ⓘ

قُرۡبَىٰٓۗ

kerabatnya sendiri (lit. kekerabatan)his own kin (lit. kinship)

ق ر ب

إِنَّمَا

sesungguhnya … hanyalahtruly … only

ⓘ

تُنذِرُ

memberi peringatan (wahai Muhammad)warn (O Muhammad) (engkauyou)

ن ذ ر

ٱلَّذِينَ

kepada orang-orang yangthose who

ⓘ

يَخۡشَوۡنَ

takut (melanggar hukum-hukum)fear (breaking the laws of) (merekathey)

خ ش ي

رَبَّهُم

Tuhan (lit. Tuhan mereka)their Lord

ر ب ب

بِٱلۡغَيۡبِ

semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan (lit. secara ghaib)when they are unseen by people and when they do not see their Lord’s punishment (lit. in the unseen)

غ ي ب

وَأَقَامُواْ

serta … mendirikanand … have performed (merekathey)

ق و م

ٱلصَّلَوٰةَۚ

sembahyangthe prayer

ص ل و

وَمَن

dan sesiapa yangand whoever

ⓘ

تَزَكَّىٰ

membersihkan dirinya (dari segala yang dilarang)purifies himself (from all that is forbidden) (diahe)

ز ك و

فَإِنَّمَا

maka sesungguhnyathen truly … only

ⓘ

يَتَزَكَّىٰ

melakukan pembersihan itudoes that purifying (diahe)

ز ك و

لِنَفۡسِهِۦۚ

untuk kebaikan dirinya sendirifor his own self’s good

ن ف س

وَإِلَى

dan (ingatlah), kepadaand (remember), to

ⓘ

ٱللَّهِ

Allah (sahaja)Allah (alone)

أ ل ه

ٱلۡمَصِيرُ

tempat kembaliis the return

ص ي ر

Terjemahan: Dan (ketahuilah), seseorang pemikul tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain; dan jika seseorang yang berat tanggungnya (dengan dosa), memanggil (orang lain) untuk menolong memikul sama bebanan itu, tidak akan dapat dipikul sedikitpun daripadanya, walaupun orang yang diminta pertolongannya itu dari kerabatnya sendiri. Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) hanyalah memberi peringatan kepada orang-orang yang takut (melanggar hukum-hukum) Tuhan semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan, serta mereka mendirikan sembahyang. Dan sesiapa yang membersihkan dirinya (dari segala yang dilarang) maka sesungguhnya ia melakukan pembersihan itu untuk kebaikan dirinya sendiri dan (ingatlah), kepada Allah jualah tempat kembaliTranslation: And (know that) a bearer will not bear the sin of the deeds of another; and if one heavily laden (with sins) calls (another) to help carry that load, not a thing of it would be borne, even if the one asked for help were his own kin. Truly you (O Muhammad) only warn those who fear (breaking the laws of) their Lord when they are unseen by people and when they do not see their Lord’s punishment, and have performed the prayer. And whoever purifies himself (from all that is forbidden), then truly he does that purifying only for his own self’s good; and (remember), to Allah alone is the return.

Nota bahasa: وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ (ayat 18).Language note: وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ (verse 18).
إِلَى ٱللَّهِ (kepada Allah) didahulukan; susunan ini membawa makna pengkhususan. Kerana itu Basmeih menulis “kepada Allah jualah”. Kad ini menandakannya “(sahaja)”, iaitu makna susunan itu, bukan satu perkataan Arab yang berasingan. Lihat nota bahasa al-Fātiḥah 1:5.إِلَى ٱللَّهِ (to Allah) is placed first; this word order gives the sense of exclusivity. That is why the verse translation reads “to Allah alone”. This card marks it “(alone)”, which is the sense of the word order; it is not a separate Arabic word. See the language note at al-Fātiḥah 1:5.
Nota nahu: وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ (ayat 18).Grammar note: وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ (verse 18).
Kurungan di bawah كَانَ ialah (dia (orang yang diminta pertolongan itu)) bertanda “ism”: Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menjadikan كَانَ kata kerja nāqiṣ (tidak lengkap) dengan ism (subjek) tersembunyi dan ذَا sebagai khabar (predikat), lalu menambah dalam kurungan: “ويجوز أن يكون: (ذا) حالا من فاعل كان التامة” (boleh juga ذَا menjadi ḥāl (keterangan keadaan) bagi pelaku kāna yang tāmm (lengkap)) (3/1911 · Shamela ↗). Pada pandangan itu kata ganti tersebut menjadi fā‘il (pelaku) dan tanda “ism” digugurkan. Warna tidak berubah.The bracket under كَانَ is (he (the one asked for help)), tagged “ism”: Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm takes كَانَ as a nāqiṣ (incomplete) verb with a hidden ism (subject) and ذَا as its khabar (predicate), then adds in brackets: “ويجوز أن يكون: (ذا) حالا من فاعل كان التامة” (ذَا may also be a ḥāl (circumstantial word) of the doer of a tāmm (complete) kāna) (3/1911 · Shamela ↗). On that view the pronoun is the fā‘il (doer) and the tag “ism” would drop. The colours do not change.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَيِ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ فِي خَلْوَاتِهِمْ وَعِنْدَ غَيْبَتِهِمْ عَنِ الْعِيَانِ، أَيِ الَّذِينَ آمَنُوا حَقًّا غَيْرَ مُرَائِينَ أَحَدًا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/291 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/291 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, orang yang “takut (melanggar hukum-hukum) Tuhan semasa mereka tidak dilihat orang” ialah mereka yang takut kepada Tuhan ketika bersendirian dan jauh dari pandangan, iaitu orang yang beriman dengan sebenar-benarnya tanpa menunjuk-nunjuk kepada sesiapa.
Renungan: Ukuran iman ialah ketika tiada yang melihat; mari kita jaga diri ketika bersendirian.
According to Ibn ‘Āshūr, those who “fear (breaking the laws of) their Lord when they are unseen by people” are those who fear their Lord in their private moments, away from others’ eyes: those who truly believe, showing off to no one.
Reflection: The measure of faith is when no one is watching; let us guard ourselves when we are alone.

وَمَا

dan tidaklahand not

ⓘ

يَسۡتَوِي

samathe same (orang buta al‑a‘mathe blind al‑a‘mā)

س و ي

ٱلۡأَعۡمَىٰ

orang butaare the blind one

ع م ي

وَٱلۡبَصِيرُ

dengan orang yang melihat (lit. dan orang yang melihat)and the one who sees

ب ص ر

Terjemahan: Dan tidaklah sama orang buta dengan orang yang melihatTranslation: And the blind one and the one who sees are not the same,

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَالْكَافِرُ شَبِيهٌ بِالْأَعْمَى فِي اخْتِلَاطِ أَمْرِهِ بَيْنَ عَقْلٍ وَجَهَالَةٍ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/292 · Shamela ↗ (huraian ayat 19–23)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/292 · Shamela ↗ (commentary on 19–23)

Menurut Ibn ‘Āshūr, orang kafir diumpamakan dengan orang buta kerana urusannya bercampur antara akal dan kejahilan: akalnya digunakan untuk memahami urusan dunia, tetapi seolah-olah tiada dalam urusan akhirat.
Renungan: Kepandaian dunia tidak cukup tanpa celik tentang akhirat; mari kita memohon Allah menerangi mata hati kita.
According to Ibn ‘Āshūr, the disbeliever is likened to the blind because his state mixes reason and ignorance: his mind is given over to grasping the affairs of this world, yet it is as if absent in the affairs of the Hereafter.
Reflection: Worldly cleverness is not enough without sight about the Hereafter; let us ask Allah to light up the eyes of our hearts.

وَلَا

dan tidaklah sama (lit. dan tidak)nor (lit. and not)

ⓘ

ٱلظُّلُمَٰتُ

gelap-gelitathe darkness

ظ ل م

وَلَا

dengan (lit. dan tidak)and (lit. and not)

ⓘ

ٱلنُّورُ

cahaya yang terang-benderangthe bright light

ن و ر

Terjemahan: Dan tidaklah sama gelap-gelita dengan cahaya yang terang-benderangTranslation: nor the darkness and the bright light,

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«ثُمَّ إِنَّ الْبَصِيرَ وَإِنْ كَانَ حَدِيدَ الْبَصَرِ وَلَكِنْ لَا يُبْصِرُ شَيْئًا إِنْ لَمْ يَكُنْ فِي ضَوْءٍ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/232 · Shamela ↗ (huraian ayat 19–22)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/232 · Shamela ↗ (commentary on 19–22)

Tafsir ar-Rāzī menyebut, orang yang celik, walaupun tajam penglihatannya, tidak dapat melihat apa-apa tanpa cahaya; maka iman diumpamakan dengan cahaya, dan orang beriman ialah orang celik yang tidak terlindung daripadanya cahaya itu.
Renungan: Mata yang celik pun memerlukan cahaya; mari kita sentiasa memohon hidayah (petunjuk) Allah dan tidak bergantung pada kepandaian sendiri.
Tafsir al-Rāzī says that a seeing person, however sharp his sight, sees nothing without light; so faith is likened to light, and the believer is the seeing one from whom that light is not hidden.
Reflection: Even open eyes need light; let us keep asking Allah for guidance and not rely on our own cleverness.

وَلَا

dan tidaklah sama (lit. dan tidak)nor (lit. and not)

ⓘ

ٱلظِّلُّ

suasana yang teduhthe shade

ظ ل ل

وَلَا

dengan (lit. dan tidak)and (lit. and not)

ⓘ

ٱلۡحَرُورُ

yang kencang panasnyathe fierce heat

ح ر ر

Terjemahan: Dan tidaklah sama suasana yang teduh dengan yang kencang panasnyaTranslation: nor the shade and the fierce heat.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَحَالُ الْمُؤْمِنِ يُشْبِهُ حَالَ الظِّلَّ تَطْمَئِنُّ فِيهِ الْمَشَاعِرُ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/293 · Shamela ↗ (huraian ayat 19–23)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/293 · Shamela ↗ (commentary on 19–23)

Menurut Ibn ‘Āshūr, keadaan orang beriman seperti suasana yang teduh: perasaan menjadi tenang, dan amalan lahir dengan teliti, tidak tergesa-gesa dan tersusun; keadaan orang kafir pula seperti panas terik yang menggelisahkan jiwa.
Renungan: Iman memberi keteduhan kepada hati; mari kita cari ketenangan itu dengan mendekatkan diri kepada Allah.
According to Ibn ‘Āshūr, the state of the believer is like shade: the feelings are at rest, and deeds come out with insight, unhurried and well done; the state of the disbeliever is like fierce heat that unsettles the soul.
Reflection: Faith gives shade to the heart; let us seek that calm by drawing near to Allah.

وَمَا

dan (demikianlah pula) tidaklahand (likewise) … not

ⓘ

يَسۡتَوِي

samaalike (orang‑orang yang hidup al‑ahya’uthe living al‑aḥyā’u)

س و ي

ٱلۡأَحۡيَآءُ

orang-orang yang hidupare the living

ح ي ي

وَلَا

dengan (lit. dan tidak)and (lit. and not)

ⓘ

ٱلۡأَمۡوَٰتُۚ

orang-orang yang matithe dead

م و ت

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

Allah (menurut undang-undang peraturan-Nya)Allah (according to His laws and rules)

أ ل ه

يُسۡمِعُ

dapat menjadikan … mendengar (ajaran-ajaran Kitab Allah serta menerimanya)makes … hear (the teachings of Allah’s Book and accept them) (DiaHe)

س م ع

مَن

sesiapa yangwhomever

ⓘ

يَشَآءُۖ

kehendakiwills (DiaHe)

ش ي أ

وَمَآ

dan … tidakand … cannot

ⓘ

أَنتَ

(engkau wahai Muhammad)you (O Muhammad)

ⓘ

بِمُسۡمِعٖ

dapat menjadikan … mendengar (dan menerimanya)make … hear (and accept it)

س م ع

مَّن

orang-orang yangthose who are

ⓘ

فِي

di dalamin

ⓘ

ٱلۡقُبُورِ

kuburthe graves

ق ب ر

Terjemahan: Dan (Demikianlah pula) tidaklah sama orang-orang yang hidup dengan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah, (menurut undang-undang peraturan-Nya), dapat menjadikan sesiapa yang dikehendaki-Nya mendengar (ajaran-ajaran Kitab Allah serta menerimanya), dan (engkau wahai Muhammad) tidak dapat menjadikan orang-orang yang di dalam kubur mendengar (dan menerimanya)Translation: And (likewise), the living and the dead are not alike. Truly Allah (according to His laws and rules) makes whomever He wills hear (the teachings of Allah’s Book and accept them), and you (O Muhammad) cannot make those who are in the graves hear (and accept it).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«شُبِّهَ الْإِيمَانُ بِالْحَيَاةِ فِي انْبِعَاثِ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْهُ وَفِي تَلَقِّي ذَلِكَ وَفَهْمِهِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/294 · Shamela ↗ (huraian ayat 19–23)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/294 · Shamela ↗ (commentary on 19–23)

Menurut Ibn ‘Āshūr, iman diumpamakan dengan kehidupan kerana daripadanya lahir kebaikan dunia dan akhirat, dan dengannya seseorang menerima serta memahami kebaikan itu; kekufuran pula diumpamakan dengan kematian kerana terputus daripada segala yang bermanfaat.
Renungan: Hati yang hidup ialah hati yang dapat menerima nasihat; mari kita hidupkan hati dengan al-Qur’an.
According to Ibn ‘Āshūr, faith is likened to life because the good of this world and the next springs from it, and through it a person receives and understands that good; disbelief is likened to death because it is cut off from all that benefits.
Reflection: A living heart is one that can take in good counsel; let us bring our hearts to life with the Qur’an.

إِنۡ

tidak lainare nothing

ⓘ

أَنتَ

engkauyou

ⓘ

إِلَّا

hanyalahbut

ⓘ

نَذِيرٌ

seorang Rasul pemberi ingatan dan amarana Messenger who reminds and warns

ن ذ ر

Terjemahan: Engkau tidak lain hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan dan amaranTranslation: You are nothing but a Messenger who reminds and warns.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَيْ أَنْتَ نَذِيرٌ لِلْمُشَابِهِينَ مَنْ فِي الْقُبُورِ وَلَسْتَ بمدخل الْإِيمَان فِي قُلُوبِهِمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/296 · Shamela ↗ (huraian ayat 19–23)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/296 · Shamela ↗ (commentary on 19–23)

Menurut Ibn ‘Āshūr, maksudnya Nabi s.a.w. hanyalah pemberi amaran kepada mereka yang menyerupai orang di dalam kubur, bukan yang memasukkan iman ke dalam hati mereka; ayat ini datang sebagai keuzuran dan penghibur bagi baginda.
Renungan: Tugas kita menyampaikan dengan baik, manakala hidayah (petunjuk) di tangan Allah; mari kita menyeru tanpa putus asa dan tanpa memaksa.
According to Ibn ‘Āshūr, the meaning is that the Prophet ﷺ is only a warner to those who resemble the people in the graves, not the one who places faith in their hearts; the verse comes as an excuse for him and a comfort.
Reflection: Our task is to convey well, while guidance is in Allah’s hand; let us call others without despair and without force.

إِنَّآ

sesungguhnya Kamitruly We

ⓘ

أَرۡسَلۡنَٰكَ

mengutusmuhave sent you (KamiWe)

ر س ل

بِٱلۡحَقِّ

dengan (ugama) yang benarwith the true (religion)

ح ق ق

بَشِيرٗا

sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman)as a bearer of glad tidings (to those who have faith)

ب ش ر

وَنَذِيرٗاۚ

dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar)and a warner (to those who deny)

ن ذ ر

وَإِن

dan tidak adaand there is no

ⓘ

مِّنۡ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

أُمَّةٍ

sesuatu umat puncommunity at all

أ م م

إِلَّا

melainkanbut that

ⓘ

خَلَا

telah ada … dahuluhas been … before (seorang Rasul pemberi amaran nadziruna warner nadhīrun)

خ ل و

فِيهَا

dalam kalangannyaamong it

ⓘ

نَذِيرٞ

seorang Rasul pemberi ingatan dan amarana Messenger who reminds and warns

ن ذ ر

Terjemahan: Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan (Ugama) yang benar, sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar); dan tidak ada, sesuatu umat pun melainkan telah ada dalam kalangannya dahulu seorang Rasul pemberi ingatan dan amaranTranslation: Truly We have sent you with the true (religion), as a bearer of glad tidings (to those who have faith) and a warner (to those who deny); and there is no community at all but that a Messenger who reminds and warns has been among it before.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْحِكْمَةُ فِي الْإِنْذَارِ أَنْ لَا يَبْقَى الضَّلَالُ رَائِجًا»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/297 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/297 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, hikmah diutuskan pemberi amaran kepada setiap umat ialah supaya kesesatan tidak terus berleluasa, dan supaya Allah sentiasa menyeru hamba-hamba-Nya kepada kebenaran, kerana seruan itu tetap meninggalkan kesan baik pada mereka.
Renungan: Tiada umat yang dibiarkan tanpa peringatan; mari kita bersyukur kerana peringatan itu telah sampai kepada kita.
According to Ibn ‘Āshūr, the wisdom of sending a warner to every community is that misguidance should not keep spreading, and that Allah should keep calling His servants to the truth, since that call always leaves some good effect on them.
Reflection: No community is left without a reminder; let us be grateful that the reminder has reached us.

وَإِن

dan jikaand if

ⓘ

يُكَذِّبُوكَ

mendustakanmudeny you (mereka (yang kafir itu)they (who disbelieve))

ك ذ ب

فَقَدۡ

(maka yang demikian itu tidaklah menjadi hal) kerana sesungguhnya(that is no matter,) for truly

ⓘ

كَذَّبَ

telah juga mendustakan (Rasul masing-masing)also denied (their own Messengers) (orang‑orang yang terdahulu alladzinathose before alladhīna)

ك ذ ب

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who were

ⓘ

مِن

terdahulu (lit. dari)(lit. from)

ⓘ

قَبۡلِهِمۡ

sebelum merekabefore them

ق ب ل

جَآءَتۡهُمۡ

mereka telah didatangi (lit. telah datang kepada mereka)had come to them (Rasul‑rasulnya rusuluhumtheir Messengers rusuluhum)

ج ي أ

رُسُلُهُم

Rasul-rasulnyatheir Messengers

ر س ل

بِٱلۡبَيِّنَٰتِ

dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) yang nyatabringing clear proofs (miracles)

ب ي ن

وَبِٱلزُّبُرِ

dan Kitab-kitab (nasihat pengajaran)and scriptures (of counsel and teaching)

ز ب ر

وَبِٱلۡكِتَٰبِ

serta Kitab-kitab (syariat (hukum ugama))and Books (of sacred law)

ك ت ب

ٱلۡمُنِيرِ

yang terang jelasthat are clear and illuminating

ن و ر

Terjemahan: Dan jika mereka (yang kafir itu) mendustakanmu, (maka yang demikian itu tidaklah menjadi hal) kerana sesungguhnya orang-orang yang terdahulu sebelum mereka telah juga mendustakan (Rasul masing-masing), mereka telah didatangi Rasul-rasulnya dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) yang nyata dan Kitab-kitab (nasihat pengajaran) serta Kitab-kitab (syariat) yang terang jelasTranslation: And if they (who disbelieve) deny you, (that is no matter,) for truly those before them also denied (their own Messengers); their Messengers had come to them bringing clear proofs (miracles), and scriptures (of counsel and teaching), and Books (of sacred law) that are clear and illuminating.

Nota bahasa: جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ (ayat 25).Language note: جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ (verse 25).
Dalam bahasa Arab kata kerja جَآءَتْ (datang) adalah aktif, dan pelakunya (fā‘il) ialah رُسُلُهُم (Rasul-rasul mereka): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut “﴿رُسُلُهُمْ﴾: فاعل مرفوع مؤخر” (fā‘il, berbaris depan, diletakkan kemudian) (3/1914 · Shamela ↗); هُمْ (mereka) ialah objeknya. Basmeih menterjemahkannya secara pasif, “mereka telah didatangi Rasul-rasulnya”. Maknanya sama; kerana itu kad ini memberi “(lit. telah datang kepada mereka)” dan kurungan pelakunya ialah (Rasul-rasulnya rusuluhum).In Arabic the verb جَآءَتْ (came) is active, and its doer (fā‘il) is رُسُلُهُم (their Messengers): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says “﴿رُسُلُهُمْ﴾: فاعل مرفوع مؤخر” (fā‘il, in the nominative, placed after) (3/1914 · Shamela ↗); هُمْ (them) is its object. Basmeih renders it in the passive, “mereka telah didatangi Rasul-rasulnya” (they were visited by their Messengers). The meaning is the same; so this card gives “(lit. came to them)” and the doer bracket is (their Messengers rusuluhum).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَغَيْرُكَ أَيْضًا أَتَاهُمْ بِمِثْلِ ذَلِكَ وَفَعَلُوا بِهِمْ مَا فَعَلُوا بِكَ وَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/234 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/234 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, maksudnya: engkau datang kepada mereka dengan keterangan dan kitab lalu mereka mendustakanmu, dan Rasul-rasul lain juga datang dengan seumpama itu lalu diperlakukan seperti engkau diperlakukan, dan mereka bersabar atas pendustaan itu.
Renungan: Sabar menghadapi penolakan ialah jalan para Rasul; mari kita teladani kesabaran mereka.
Tafsir al-Rāzī says that the meaning is: you came to them with clear proof and a Book and they denied you, and other Messengers also came with the like and were treated as you are treated, and they bore the denial with patience.
Reflection: Patience in the face of rejection is the way of the Messengers; let us follow their patience.

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

أَخَذۡتُ

timpakan … dengan azab yang membinasakan (lit. ambil)struck … with a destroying punishment (lit. seized) (AkuI)

أ خ ذ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

كَفَرُواْۖ

kafir itudisbelieved (merekathey)

ك ف ر

فَكَيۡفَ

maka perhatikanlah bagaimanaso see how

ك ي ف

كَانَ

(lit. adalah)was (kemurkaan‑Ku nakiriMy wrath nakīri)ism

ك و ن

نَكِيرِ

buruknya akibat kemurkaan-Ku (menimpa mereka)terrible the outcome of My wrath (upon them)

ن ك ر

Terjemahan: Kemudian Aku timpakan orang-orang kafir itu dengan azab yang membinasakan, maka perhatikanlah bagaimana buruknya akibat kemurkaan-Ku (menimpa mereka)Translation: Then I struck those who disbelieved with a destroying punishment, so see how terrible was the outcome of My wrath (upon them).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَ (كَيْفَ) اسْتِفْهَامٌ مُسْتَعْمَلٌ فِي التَّعْجِيبِ مِنْ حَالِهِمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/299 · Shamela ↗ (huraian ayat 25–26)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/299 · Shamela ↗ (commentary on 25–26)

Menurut Ibn ‘Āshūr, kata tanya “bagaimana” dalam ayat ini digunakan untuk menimbulkan rasa takjub terhadap keadaan mereka, iaitu Allah menimpakan mereka dengan azab yang menakjubkan.
Renungan: Kisah umat terdahulu bukan sekadar cerita; mari kita sahut seruan “perhatikanlah bagaimana buruknya akibat kemurkaan-Ku” lalu mengambil iktibar.
According to Ibn ‘Āshūr, the question word “how” in this verse is used to stir amazement at their state, meaning that Allah seized them in an astonishing way.
Reflection: The stories of past nations are not just tales; let us “see how terrible was the outcome of My wrath” and take the lesson.

أَلَمۡ

tidakkahhave … not

ⓘ

تَرَ

melihatseen (engkauyou)

ر أ ي

أَنَّ

bahawathat

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

أَنزَلَ

menurunkansent down (DiaHe)

ن ز ل

مِنَ

darifrom

ⓘ

ٱلسَّمَآءِ

langitthe sky

س م و

مَآءٗ

hujan (lit. air)rain (lit. water)

م و ه

فَأَخۡرَجۡنَا

lalu … keluarkanthen … brought forth (KamiWe)

خ ر ج

بِهِۦ

dengan air hujan ituwith that rain

ⓘ

ثَمَرَٰتٖ

buah-buahanfruits

ث م ر

مُّخۡتَلِفًا

yang berlainandiffering in

خ ل ف

أَلۡوَٰنُهَاۚ

jenis dan rupanya (lit. warna-warnanya)kind and appearance (lit. their colours)

ل و ن

وَمِنَ

dan di antaraand among

ⓘ

ٱلۡجِبَالِ

gunung-ganang pulathe mountains

ج ب ل

جُدَدُۢ

ada yang mempunyai jalur-jalur serta lorong-lorongare streaks and tracks

ج د د

بِيضٞ

putihwhite

ب ي ض

وَحُمۡرٞ

dan merahand red

ح م ر

مُّخۡتَلِفٌ

yang berlainanvarying in

خ ل ف

أَلۡوَٰنُهَا

warnanya (tua dan muda)their colours (deep and light)

ل و ن

وَغَرَابِيبُ

dan ada juga yang hitam legamand some that are jet

غ ر ب

سُودٞ

(lit. hitam)black

س و د

Terjemahan: Tidakkah engkau melihat bahawa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami keluarkan dengan air hujan itu buah-buahan yang berlainan jenis dan rupanya; dan di antara gunung-ganang pula ada yang mempunyai jalur-jalur serta lorong-lorong putih dan merah, yang berlainan warnanya (tua dan muda) dan ada juga yang hitam legamTranslation: Have you not seen that Allah sent down rain from the sky, then We brought forth with that rain fruits differing in kind and appearance; and among the mountains are streaks and tracks, white and red, varying in their colours (deep and light), and some that are jet black.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«هَذَا اسْتِدْلَالٌ عَلَى قُدْرَةِ اللَّهِ وَاخْتِيَارِهِ حَيْثُ أَخْرَجَ مِنَ الْمَاءِ الْوَاحِدِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفَةً»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/235 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–28)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/235 · Shamela ↗ (commentary on 27–28)

Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini ialah bukti kuasa Allah dan kehendak-Nya, kerana daripada air yang satu Dia mengeluarkan buah-buahan yang berlainan.
Renungan: Kepelbagaian warna di sekeliling kita bukan kebetulan; mari kita melihatnya sebagai tanda kuasa Allah, lalu memuji-Nya.
Tafsir al-Rāzī says that this verse is a proof of Allah’s power and free choice, since from one and the same water He brings forth differing fruits.
Reflection: The variety of colours around us is no accident; let us see it as a sign of Allah’s power and praise Him.

وَمِنَ

dan … di antaraand among

ⓘ

ٱلنَّاسِ

manusiapeople

أ ن س

وَٱلدَّوَآبِّ

dan binatang-binatang yang melataand creatures that crawl

د ب ب

وَٱلۡأَنۡعَٰمِ

serta binatang-binatang ternakand livestock

ن ع م

مُخۡتَلِفٌ

ada yang berlainanare some varying in

خ ل ف

أَلۡوَٰنُهُۥ

jenis dan warnanya (lit. warna-warnanya)kind and colour (lit. their colours)

ل و ن

كَذَٰلِكَۗ

demikian pulalikewise

ⓘ

إِنَّمَا

sebenarnya … hanyalahtruly … only

ⓘ

يَخۡشَى

yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah)fear (breaking the command of) (orang‑orang yang berilmu al‑‘ulama’uthose with knowledge al‑‘ulamā’u)

خ ش ي

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

مِنۡ

dari kalanganamong

ⓘ

عِبَادِهِ

hamba-hamba-NyaHis servants

ع ب د

ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ

orang-orang yang berilmuthose with knowledge

ع ل م

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

عَزِيزٌ

Maha Kuasais All-Mighty

ع ز ز

غَفُورٌ

lagi Maha PengampunMost Forgiving

غ ف ر

Terjemahan: Dan demikian pula di antara manusia dan binatang-binatang yang melata serta binatang-binatang ternak, ada yang berlainan jenis dan warnanya? Sebenarnya yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah) Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha PengampunTranslation: And likewise among people, and creatures that crawl, and livestock, are some varying in kind and colour. Truly, among His servants, only those with knowledge fear (breaking the command of) Allah. Truly Allah is All-Mighty, Most Forgiving.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«الْخَشْيَةُ بِقَدْرِ مَعْرِفَةِ الْمَخْشِيِّ، وَالْعَالِمُ يَعْرِفُ اللَّهَ فَيَخَافُهُ وَيَرْجُوهُ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/236 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–28)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/236 · Shamela ↗ (commentary on 27–28)

Tafsir ar-Rāzī menyebut, rasa takut kepada sesuatu menurut kadar mengenalinya; orang berilmu mengenal Allah, lalu dia takut kepada-Nya dan berharap kepada-Nya. Tafsir itu menambah, orang berilmu yang meninggalkan amal mencacatkan ilmunya.
Renungan: Ilmu yang benar melahirkan takut dan harap; mari kita tuntut ilmu yang mendekatkan kita kepada Allah, lalu mengamalkannya.
Tafsir al-Rāzī says that fear of something is in proportion to knowing it; the one with knowledge knows Allah, so he fears Him and hopes in Him. It adds that a knowledgeable person who abandons action damages his knowledge.
Reflection: True knowledge gives birth to fear and hope; let us seek knowledge that brings us closer to Allah, and act on it.

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose who

ⓘ

يَتۡلُونَ

selalu membacaconstantly recite (merekathey)

ت ل و

كِتَٰبَ

Kitabthe Book of

ك ت ب

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

وَأَقَامُواْ

dan tetap mendirikanand have steadfastly performed (merekathey)

ق و م

ٱلصَّلَوٰةَ

sembahyangthe prayer

ص ل و

وَأَنفَقُواْ

serta mendermakanand spent (merekathey)

ن ف ق

مِمَّا

dari apa yangfrom what

ⓘ

رَزَقۡنَٰهُمۡ

kurniakan kepada merekahave bestowed on them (KamiWe)

ر ز ق

سِرّٗا

secara bersembunyisecretly

س ر ر

وَعَلَانِيَةٗ

atau secara terbuka (lit. dan secara terbuka)or openly (lit. and openly)

ع ل ن

يَرۡجُونَ

(dengan amalan yang demikian) mengharapkanhope (by such deeds) for (merekathey)

ر ج و

تِجَٰرَةٗ

sejenis perniagaana kind of trade

ت ج ر

لَّن

yang tidak akanthat will never

ⓘ

تَبُورَ

mengalami kerugiansuffer loss (iait)

ب و ر

Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan tetap mendirikan sembahyang serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka, secara bersembunyi atau secara terbuka, mereka (dengan amalan yang demikian) mengharapkan sejenis perniagaan yang tidak akan mengalami kerugianTranslation: Truly those who constantly recite the Book of Allah and have steadfastly performed the prayer and spent from what We have bestowed on them, secretly or openly, hope (by such deeds) for a kind of trade that will never suffer loss,

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«يَرْجُونَ تِجارَةً لَنْ تَبُورَ إِشَارَةٌ إِلَى الْإِخْلَاصِ، أَيْ يُنْفِقُونَ لَا لِيُقَالَ إِنَّهُ كَرِيمٌ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/237 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/237 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, “mengharapkan sejenis perniagaan yang tidak akan mengalami kerugian” menunjukkan keikhlasan: mereka membelanjakan harta bukan supaya dikatakan pemurah, tetapi semata-mata kerana Allah, sebab segala selain Allah akan binasa.
Renungan: Amal yang ikhlas tidak akan rugi; mari kita perbetulkan niat setiap kali memberi.
Tafsir al-Rāzī says that “a kind of trade that will never suffer loss” points to sincerity: they spend not to be called generous but purely for Allah’s sake, since all besides Allah will perish.
Reflection: A sincere deed never loses; let us set our intention right each time we give.

لِيُوَفِّيَهُمۡ

supaya … menyempurnakanso that … may pay them … in full (Dia (Allah)He (Allah))

و ف ي

أُجُورَهُمۡ

pahala merekatheir rewards

أ ج ر

وَيَزِيدَهُم

dan menambahi merekaand give them more (DiaHe)

ز ي د

مِّن

darifrom

ⓘ

فَضۡلِهِۦٓۚ

limpah kurnia-NyaHis bounty

ف ض ل

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Allah (lit. sesungguhnya Dia)truly Allah (lit. truly He)

ⓘ

غَفُورٞ

Maha Pengampunis Most Forgiving

غ ف ر

شَكُورٞ

lagi sentiasa membalas dengan sebaik-baiknya (akan orang-orang yang bersyukur kepada-Nya)and ever repays in the best way (those who are grateful to Him)

ش ك ر

Terjemahan: Supaya Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambahi mereka dari limpah kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi sentiasa membalas dengan sebaik-baiknya (akan orang-orang yang bersyukur kepada-Nya)Translation: so that Allah may pay them their rewards in full and give them more from His bounty. Truly Allah is Most Forgiving, and ever repays in the best way (those who are grateful to Him).

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَالْمَغْفِرَةُ تَأْتِي عَلَى تَقْصِيرِ الْعِبَادِ الْمُطِيعِينَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/308 · Shamela ↗ (huraian ayat 29–30)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/308 · Shamela ↗ (commentary on 29–30)

Menurut Ibn ‘Āshūr, sifat Maha Pengampun menampung kekurangan hamba-hamba yang taat, manakala sifat membalas dengan sebaik-baiknya bermaksud gandaan pahala atas amal mereka.
Renungan: Amal kita tidak pernah sempurna; mari kita terus beramal sambil memohon keampunan-Nya, dan bersangka baik dengan balasan-Nya.
According to Ibn ‘Āshūr, Allah’s being Most Forgiving covers the shortcomings of His obedient servants, while His repaying in the best way means multiplying the reward for their deeds.
Reflection: Our deeds are never perfect; let us keep doing good while asking His forgiveness, and think well of His reward.

وَٱلَّذِيٓ

dan al-Qur’an yang (lit. dan yang)and the Qur’an that (lit. and that which)

ⓘ

أَوۡحَيۡنَآ

wahyukanrevealed (KamiWe)

و ح ي

إِلَيۡكَ

kepadamu (wahai Muhammad)to you (O Muhammad)

ⓘ

مِنَ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

ٱلۡكِتَٰبِ

(lit. Kitab itu)(lit. the Book)

ك ت ب

هُوَ

ialah (sahaja)(alone) is

ⓘ

ٱلۡحَقُّ

yang benar (segala-galanya)the truth (in all of it)

ح ق ق

مُصَدِّقٗا

yang tetap mengesahkanconfirming

ص د ق

لِّمَا

Kitab-kitab yangthe Books that

ⓘ

بَيۡنَ

diturunkan sebelumnya (lit. antara)were sent down before it (lit. between)

ب ي ن

يَدَيۡهِۗ

(lit. dua tangannya)(lit. its two hands)

ي د ي

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

بِعِبَادِهِۦ

akan keadaan sekalian hamba-Nyaof the state of all His servants

ع ب د

لَخَبِيرُۢ

(sungguh) Maha Mengetahui dengan sedalam-dalamnya(truly) is All-Aware in full depth

خ ب ر

بَصِيرٞ

lagi Maha Melihat dan memerhatikanAll-Seeing and watchful

ب ص ر

Terjemahan: Dan Al-Quran yang Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad) ialah yang benar (segala-galanya) yang tetap mengesahkan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan sedalam-dalamnya akan keadaan sekalian hamba-Nya, lagi Maha Melihat dan memerhatikanTranslation: And the Qur’an that We revealed to you (O Muhammad) is the truth (in all of it), confirming the Books that were sent down before it. Truly Allah is All-Aware in full depth of the state of all His servants, All-Seeing and watchful.

Nota bahasa: هُوَ ٱلْحَقُّ (ayat 31).Language note: هُوَ ٱلْحَقُّ (verse 31).
Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut: “﴿هُوَ﴾: ضمير فصل” (3/1916 · Shamela ↗), iaitu ḍamīr faṣl (kata ganti pemisah). Ia membawa makna pengkhususan. Kad ini menandakannya “(sahaja)”, iaitu makna binaan itu, bukan satu perkataan Arab yang berasingan. Lihat nota bahasa al-Fātiḥah 1:5.Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says: “﴿هُوَ﴾: ضمير فصل” (3/1916 · Shamela ↗), i.e. ḍamīr faṣl (a separating pronoun). It gives the sense of exclusivity. This card marks it “(alone)”, which is the sense of that construction; it is not a separate Arabic word. See the language note at al-Fātiḥah 1:5.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«مَوْقِعُ إِقْنَاعِ السَّامِعِينَ بِأَنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِعِبَادِهِ وَهُوَ يُعَامِلُهُمْ بِحَسَبِ مَا يَعْلَمُ مِنْهُمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/310 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/310 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, penutup ayat ini meyakinkan pendengar bahawa Allah mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya dan memperlakukan mereka menurut apa yang Dia ketahui tentang mereka.
Renungan: Allah mengenali isi hati kita lebih daripada kita sendiri; mari kita perelok hubungan dengan-Nya, zahir dan batin.
According to Ibn ‘Āshūr, the close of this verse assures the listeners that Allah knows His servants and deals with them according to what He knows of them.
Reflection: Allah knows our hearts better than we do; let us improve our bond with Him, outwardly and inwardly.

ثُمَّ

kemudianthen

ⓘ

أَوۡرَثۡنَا

jadikan … diwarisi oleh (lit. wariskan)made … inherited by (lit. gave as inheritance) (KamiWe)

و ر ث

ٱلۡكِتَٰبَ

al-Qur’an itu (lit. Kitab itu)the Qur’an (lit. the Book)

ك ت ب

ٱلَّذِينَ

orang-orang yangthose whom

ⓘ

ٱصۡطَفَيۡنَا

pilihchose (KamiWe)

ص ف و

مِنۡ

dari kalanganfrom among

ⓘ

عِبَادِنَاۖ

hamba-hamba KamiOur servants

ع ب د

فَمِنۡهُمۡ

maka di antara merekathen among them

ⓘ

ظَالِمٞ

ada yang berlaku zalimare some who wrong

ظ ل م

لِّنَفۡسِهِۦ

kepada dirinya sendiri (dengan tidak mengindahkan ajaran al-Qur’an)their own selves (by disregarding the teachings of the Qur’an)

ن ف س

وَمِنۡهُم

dan di antaranyaand among them

ⓘ

مُّقۡتَصِدٞ

ada yang bersikap sederhanaare some who take a middle course

ق ص د

وَمِنۡهُمۡ

dan di antaranya pulaand among them too

ⓘ

سَابِقُۢ

ada yang mendahului (orang lain)are some who are foremost (ahead of others)

س ب ق

بِٱلۡخَيۡرَٰتِ

dalam berbuat kebaikanin good deeds

خ ي ر

بِإِذۡنِ

dengan izinby the leave of

أ ذ ن

ٱللَّهِۚ

AllahAllah

أ ل ه

ذَٰلِكَ

yang demikian ituthat

ⓘ

هُوَ

ialah (lit. ia)is (lit. it)

ⓘ

ٱلۡفَضۡلُ

limpah kurniathe bounty

ف ض ل

ٱلۡكَبِيرُ

yang besar (dari Allah semata-mata)that is great (from Allah alone)

ك ب ر

Terjemahan: Kemudian Kami jadikan Al-Quran itu diwarisi oleh orang-orang yang Kami pilih dari kalangan hamba-hamba Kami; maka di antara mereka ada yang berlaku zalim kepada dirinya sendiri (dengan tidak mengindahkan ajaran Al-Quran), dan di antaranya ada yang bersikap sederhana, dan di antaranya pula ada yang mendahului (orang lain) dalam berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu ialah limpah kurnia yang besar (dari Allah semata-mata)Translation: Then We made the Qur’an inherited by those whom We chose from among Our servants; then among them are some who wrong their own selves (by disregarding the teachings of the Qur’an), and among them are some who take a middle course, and among them too are some who are foremost (ahead of others) in good deeds by the leave of Allah. That is the great bounty (from Allah alone):

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَعَلَى الْوَجْهِ الْأَوَّلِ هُوَ تَنْوِيهٌ بِالسَّابِقِينَ بِأَنَّ سَبْقَهُمْ كَانَ بِعَوْنٍ مِنَ اللَّهِ وَتَيْسِيرٍ مِنْهُ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/313 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/313 · Shamela ↗

Antara huraian Ibn ‘Āshūr, “dengan izin Allah” memuji golongan yang mendahului dalam kebaikan, kerana kelebihan mereka itu berlaku dengan pertolongan dan kemudahan daripada Allah.
Renungan: Setiap kebaikan yang dapat kita dahulukan ialah kurnia Allah, bukan kehebatan diri; mari kita berlumba dalam kebaikan sambil memohon taufik (pertolongan Allah).
One of the explanations given by Ibn ‘Āshūr is that “by the leave of Allah” praises those foremost in good deeds, since their going ahead came about through Allah’s help and the ease He gave.
Reflection: Every good we manage to do first is Allah’s gift, not our own greatness; let us race in good deeds while asking for His help.

جَنَّٰتُ

(balasan mereka ialah) Syurga-syurga(their reward is) the Paradises of

ج ن ن

عَدۡنٖ

“Adn”“‘Adn”

ⓘ

يَدۡخُلُونَهَا

yang … akan masukinyawhich … will enter (merekathey)

د خ ل

يُحَلَّوۡنَ

dihiaskanare adorned (merekathey)NF

ح ل ي

فِيهَا

di dalamnyain them

ⓘ

مِنۡ

denganwith

ⓘ

أَسَاوِرَ

gelang-gelang tanganbracelets

س و ر

مِن

darimade of

ⓘ

ذَهَبٖ

emasgold

ذ ه ب

وَلُؤۡلُؤٗاۖ

dan mutiaraand with pearls

ل ؤ ل ؤ

وَلِبَاسُهُمۡ

dan pakaian merekaand their clothing

ل ب س

فِيهَا

di situthere

ⓘ

حَرِيرٞ

adalah dari suterais of silk

ح ر ر

Terjemahan: (Balasan mereka ialah) Syurga-syurga "Adn", yang mereka akan masukinya; mereka dihiaskan di dalamnya dengan gelang-gelang tangan dari emas dan mutiara; dan pakaian mereka di situ adalah dari suteraTranslation: (their reward is) the Paradises of “‘Adn”, which they will enter; they are adorned in them with bracelets made of gold, and with pearls; and their clothing there is of silk.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَتَخْصِيصُ هَذَا الْفَضْلِ مِنْ بَيْنِ أَصْنَافِهِ لِأَنَّهُ أَعْظَمُ الْفَضْلِ لِأَنَّهُ أَمَارَةٌ عَلَى رِضْوَانِ اللَّهِ عَنْهُمْ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/314 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/314 · Shamela ↗

Antara huraian Ibn ‘Āshūr, nikmat Syurga ‘Adn disebut secara khusus daripada pelbagai bentuk limpah kurnia kerana ia kurnia yang paling besar, dan ia tanda keredhaan Allah terhadap mereka.
Renungan: Perhiasan emas, mutiara dan sutera itu indah, tetapi lebih indah keredhaan Allah; mari kita jadikan keredhaan-Nya matlamat amal kita.
One of the explanations given by Ibn ‘Āshūr is that the bounty of the Paradises of ‘Adn is singled out among all kinds of favour because it is the greatest favour, being a sign of Allah’s good pleasure with them.
Reflection: Gold, pearls and silk are beautiful, but Allah’s good pleasure is more beautiful; let us make His good pleasure the aim of our deeds.

وَقَالُواْ

dan (sebagai bersyukur) berkatalahand (in gratitude) … say (merekathey)

ق و ل

ٱلۡحَمۡدُ

segala pujiall praise

ح م د

لِلَّهِ

bagi Allahbelongs to Allah

أ ل ه

ٱلَّذِيٓ

yangWho

ⓘ

أَذۡهَبَ

telah menghapuskanhas removed (DiaHe)

ذ ه ب

عَنَّا

dari kamifrom us

ⓘ

ٱلۡحَزَنَۖ

perasaan dukacitasorrow

ح ز ن

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

رَبَّنَا

Tuhan kamiour Lord

ر ب ب

لَغَفُورٞ

(sungguh) Maha Pengampun(truly) is Most Forgiving

غ ف ر

شَكُورٌ

lagi sentiasa memberi balasan yang sebaik-baiknya (kepada orang-orang yang taat)and ever gives the best of rewards (to those who obey)

ش ك ر

Terjemahan: Dan (sebagai bersyukur) berkatalah mereka: "Segala puji tertentu bagi Allah, yang telah menghapuskan perasaan dukacita dari kami; Sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun, lagi sentiasa memberi balasan yang sebaik-baiknya (kepada orang-orang yang taat)Translation: And (in gratitude) they say: “All praise belongs to Allah, Who has removed sorrow from us; truly our Lord is Most Forgiving, and ever gives the best of rewards (to those who obey);

Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 34).Language note: لِلَّهِ (verse 34).
لِ (bagi) membawa makna pengkhususan; Basmeih menterjemahkannya “tertentu bagi Allah”. Lihat nota bahasa al-Fātiḥah 1:2.لِ (to/for) carries the sense of exclusivity; Basmeih renders it “tertentu bagi Allah”. See the language note at al-Fātiḥah 1:2.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَالْأَوْلَى أَنْ يُقَالَ الْمُرَادُ إِذْهَابُ كُلِّ حَزَنٍ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/241 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/241 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (3/614), daripada banyak pendapat tentang dukacita itu, yang lebih utama ialah maksudnya dihapuskan segala dukacita, kerana semua yang diingini tercapai dan kekal.
Renungan: Dukacita di dunia tidak selamanya bagi orang yang bersabar; mari kita memuji Allah dalam suka dan duka.
Tafsir al-Rāzī says, as al-Zamakhsharī also says in al-Kashshāf (3/614), that among the many views on this sorrow, the better one is that every sorrow is removed, since all that is wished for is attained and lasts.
Reflection: Sorrow in this world is not forever for those who are patient; let us praise Allah in joy and in grief.

ٱلَّذِيٓ

(Tuhan) yang(the Lord) Who

ⓘ

أَحَلَّنَا

telah menempatkan kamihas placed us (DiaHe)

ح ل ل

دَارَ

di tempat tinggalin the Home of

د و ر

ٱلۡمُقَامَةِ

yang kekallasting stay

ق و م

مِن

denganout of

ⓘ

فَضۡلِهِۦ

limpah kurnia-NyaHis bounty

ف ض ل

لَا

tidak akanwill not

ⓘ

يَمَسُّنَا

merasa (lit. menyentuh kami)feel (lit. touches us) (penat lelah nasabuntoil naṣabun)

م س س

فِيهَا

di situthere

ⓘ

نَصَبٞ

penat lelahtoil

ن ص ب

وَلَا

dan … juga … tidak akannor will

ⓘ

يَمَسُّنَا

merasa (lit. menyentuh kami)feel (lit. touches us) (letih lesu lughubunweariness lughūbun)

م س س

فِيهَا

di situthere

ⓘ

لُغُوبٞ

letih lesuweariness

ل غ ب

Terjemahan: Tuhan yang telah menempatkan kami di tempat tinggal yang kekal, dengan limpah kurnia-Nya semata-mata. Kami tidak akan merasa penat lelah di situ, dan kami juga di situ tidak akan merasa letih lesu"Translation: Who, out of His bounty alone, has placed us in the Home of lasting stay. We will feel no toil there, nor will we feel any weariness there.”

Nota bahasa: لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ (ayat 35).Language note: لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ (verse 35).
Dalam bahasa Arab pelaku (fā‘il) kata kerja يَمَسُّ (menyentuh) ialah نَصَبٌ (penat lelah): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut “﴿نَصَبٌ﴾: فاعل مرفوع” (fā‘il, berbaris depan) (3/1918 · Shamela ↗), dan لُغُوبٌ (letih lesu) begitu juga; نَا (kami) ialah objeknya. Basmeih menterjemahkannya “Kami tidak akan merasa penat lelah”, dengan “kami” sebagai pelaku. Maknanya sama; kerana itu kedua-dua kad memberi “(lit. menyentuh kami)”.In Arabic the doer (fā‘il) of the verb يَمَسُّ (touches) is نَصَبٌ (toil): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says “﴿نَصَبٌ﴾: فاعل مرفوع” (fā‘il, in the nominative) (3/1918 · Shamela ↗), and لُغُوبٌ (weariness) likewise; نَا (us) is the object. Basmeih renders it “Kami tidak akan merasa penat lelah” (we will feel no toil), with “we” as the doer. The meaning is the same; so both cards give “(lit. touches us)”.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَإِنَّمَا أَرَادُوا مِنْ هَذَا تَمَامَ الشُّكْرِ وَالْمُبَالَغَةَ فِي التَّأَدُّبِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/316 · Shamela ↗ (huraian ayat 34–35)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/316 · Shamela ↗ (commentary on 34–35)

Menurut Ibn ‘Āshūr, ucapan ahli Syurga “dengan limpah kurnia-Nya semata-mata” menunjukkan kesempurnaan syukur dan adab mereka yang tinggi terhadap Allah, walaupun Syurga itu dijadikan balasan amal soleh.
Renungan: Walau banyak amal, kita tetap bersandar pada kurnia Allah; mari kita beradab dengan tidak membangga-banggakan amal.
According to Ibn ‘Āshūr, the words of the people of Paradise, “out of His bounty alone”, show the fullness of their gratitude and their utmost courtesy towards Allah, even though Paradise was made the reward for righteous deeds.
Reflection: However many our deeds, we still rely on Allah’s bounty; let us keep good manners by never boasting of our deeds.

وَٱلَّذِينَ

dan orang-orang yangand those who

ⓘ

كَفَرُواْ

kafirdisbelieve (merekathey)

ك ف ر

لَهُمۡ

bagi merekawill have

ⓘ

نَارُ

nerakathe Fire of

ن و ر

جَهَنَّمَ

JahannamHell

ⓘ

لَا

tidakno

ⓘ

يُقۡضَىٰ

dijatuhkan hukuman bunuhsentence of death is passed (ke atas mereka ‘alaihimupon them ‘alayhim)NF

ق ض ي

عَلَيۡهِمۡ

mereka (lit. ke atas mereka)on them

ⓘ

فَيَمُوتُواْ

supaya … mati (dan terlepas dari seksa)so that … die (and escape the torment) (merekathey)

م و ت

وَلَا

dan tidak pulanor

ⓘ

يُخَفَّفُ

diringankanis lightened (dari mereka ‘anhumfrom them ‘anhum)NF

خ ف ف

عَنۡهُم

dari merekafor them

ⓘ

مِّنۡ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

عَذَابِهَاۚ

azab neraka itu (lit. azabnya)the punishment of that Fire (lit. its punishment)

ع ذ ب

كَذَٰلِكَ

dan demikianlahand thus

ⓘ

نَجۡزِي

membalasrepay (KamiWe)

ج ز ي

كُلَّ

tiap-tiap orang yangevery one who

ك ل ل

كَفُورٖ

melampau kufurnyagoes to extremes in disbelief

ك ف ر

Terjemahan: Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahannam; mereka tidak dijatuhkan hukuman bunuh supaya mereka mati (dan terlepas dari seksa), dan tidak pula diringankan azab neraka itu dari mereka; dan demikianlah Kami membalas tiap-tiap orang yang melampau kufurnyaTranslation: And those who disbelieve will have the Fire of Hell; no sentence of death is passed on them so that they die (and escape the torment), nor is the punishment of that Fire lightened for them; and thus We repay every one who goes to extremes in disbelief.

Nota nahu: وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا (ayat 36).Grammar note: وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا (verse 36).
Bagi kata kerja pasif يُقْضَىٰ, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut: “﴿عَلَيْهِمْ﴾: جار ومجرور في محل رفع نائب فاعل” (nā’ib fā‘il (pengganti pelaku) ialah frasa sendi nama عَلَيْهِمْ) (3/1919 · Shamela ↗), lalu menjadikan وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ sama binaannya; maka kurungan يُخَفَّفُ ialah (dari mereka ‘anhum) bertanda NF. Muḥyī al-Dīn Darwīsh, I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh pula menyebut: “وعنهم يجوز أن يقوم مقام الفاعل ومن عذابها متعلقان بيخفف ويجوز العكس” (عَنْهُمْ boleh menjadi pengganti pelaku dan مِنْ عَذَابِهَا berkait dengan kata kerja, dan boleh juga sebaliknya) (8/161 · Shamela ↗). Pada pandangan kedua, pengganti pelakunya ialah مِّنْ عَذَابِهَا (azabnya); inilah pelaku dalam terjemahan Basmeih, “tidak pula diringankan azab neraka itu dari mereka”. Kerana itu kad عَذَابِهَا memberi “(lit. azabnya)”. Warna tidak berubah.For the passive verb يُقْضَىٰ, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says: “﴿عَلَيْهِمْ﴾: جار ومجرور في محل رفع نائب فاعل” (the nā’ib fā‘il (deputy doer) is the prepositional phrase عَلَيْهِمْ) (3/1919 · Shamela ↗), and then treats وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ as the same construction; so the bracket under يُخَفَّفُ is (from them ‘anhum), tagged NF. Muḥyī al-Dīn Darwīsh, I‘rāb al-Qur’ān wa Bayānuh, however, says: “وعنهم يجوز أن يقوم مقام الفاعل ومن عذابها متعلقان بيخفف ويجوز العكس” (عَنْهُمْ may stand as the deputy doer with مِنْ عَذَابِهَا tied to the verb, or the reverse) (8/161 · Shamela ↗). On the second view the deputy doer is مِّنْ عَذَابِهَا (its punishment), which is the subject in Basmeih’s rendering, “tidak pula diringankan azab neraka itu dari mereka” (nor is the punishment of that Fire lightened for them). That is why the card عَذَابِهَا gives “(lit. its punishment)”. The colours do not change.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَيْ لَا يَسْتَرِيحُونَ بِالْمَوْتِ بَلِ الْعَذَابُ دَائِمٌ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/242 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/242 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, maksud “tidak dijatuhkan hukuman bunuh supaya mereka mati” ialah mereka tidak mendapat rehat dengan kematian, bahkan azab itu berterusan.
Renungan: Di dunia, kematian menamatkan kesakitan, tetapi di sana tidak begitu; mari kita jauhi jalan kufur selagi masih ada peluang.
Tafsir al-Rāzī says that “no sentence of death is passed on them so that they die” means they find no rest in death; rather, the punishment continues.
Reflection: In this world death ends pain, but there it is not so; let us keep far from the path of disbelief while there is still a chance.

وَهُمۡ

dan merekaand they

ⓘ

يَصۡطَرِخُونَ

menjerit-jeritcry out (merekathey)

ص ر خ

فِيهَا

di dalam neraka itu (sambil merayu)in it (pleading)

ⓘ

رَبَّنَآ

wahai Tuhan kamiour Lord

ر ب ب

أَخۡرِجۡنَا

keluarkanlah kami (dari azab ini)bring us out (of this punishment) (EngkauYou)

خ ر ج

نَعۡمَلۡ

akan mengerjakanwill do (kamiwe)

ع م ل

صَٰلِحًا

amal-amal yang solehrighteous deeds

ص ل ح

غَيۡرَ

yang lain dariother than

غ ي ر

ٱلَّذِي

apa yangwhat

ⓘ

كُنَّا

pernah (lit. dahulu)used to (kamiwe)ism

ك و ن

نَعۡمَلُۚ

kerjakando (kamiwe)

ع م ل

أَوَلَمۡ

(lalu Allah menempelak mereka): bukankah(then Allah rebukes them:) did … not

ⓘ

نُعَمِّرۡكُم

telah melanjutkan umur kamulengthen your lives (KamiWe)

ع م ر

مَّا

dan memberikan masa yang cukup (lit. masa)and give you enough time (lit. a time)

ⓘ

يَتَذَكَّرُ

untuk berfikir dan beringatfor reflecting and taking heed (sesiapa manwhoever man)

ذ ك ر

فِيهِ

padanyain it

ⓘ

مَن

oleh sesiapa yangfor whoever

ⓘ

تَذَكَّرَ

suka berfikir dan beringatwould reflect and take heed (diahe)

ذ ك ر

وَجَآءَكُمُ

dan kamu pula telah didatangi oleh (lit. dan telah datang kepada kamu)and there came to you (Rasul (Kami) yang memberi amaran an‑nadziruthe warner an‑nadhīru)

ج ي أ

ٱلنَّذِيرُۖ

Rasul (Kami) yang memberi amaran(Our) Messenger who warns

ن ذ ر

فَذُوقُواْ

oleh itu, rasalah (azab seksa)so taste (the punishment) (kamu sekalianyou all)

ذ و ق

فَمَا

kerana … tidak akanfor … will not

ⓘ

لِلظَّٰلِمِينَ

orang-orang yang zalim … beroleh (lit. bagi orang-orang yang zalim)those who do wrong … have (lit. for those who do wrong)

ظ ل م

مِن

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

نَّصِيرٍ

sesiapapun yang dapat memberikan pertolongananyone who can give help

ن ص ر

Terjemahan: Dan mereka menjerit-jerit di dalam neraka itu (sambil merayu): "Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari azab ini); kami akan mengerjakan amal-amal yang soleh, yang lain dari apa yang kami pernah kerjakan." (Lalu Allah menempelak mereka): "Bukankah Kami telah melanjutkan umur kamu dan memberikan masa yang cukup untuk berfikir dan beringat padanya oleh sesiapa yang suka berfikir dan beringat? Dan kamu pula telah didatangi oleh Rasul (Kami) yang memberi amaran. Oleh itu, rasalah (azab seksa), kerana orang-orang yang zalim tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan"Translation: And they cry out in it (pleading): “Our Lord, bring us out (of this punishment); we will do righteous deeds other than what we used to do.” (Then Allah rebukes them:) “Did We not lengthen your lives and give you enough time for reflecting and taking heed in it, for whoever would reflect and take heed? And there came to you (Our) Messenger who warns. So taste (the punishment), for those who do wrong will not have anyone who can give help.”

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَقَدْ عَمَّرْنَاكُمْ مِقْدَارًا يُمْكِنُ التَّذَكُّرُ فِيهِ وَالْإِتْيَانُ بِالْإِيمَانِ وَالْإِقْبَالُ عَلَى الْأَعْمَالِ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/243 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/243 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, jawapan kepada permintaan mereka ialah: Kami telah memanjangkan umur kamu dengan kadar yang cukup untuk mengambil ingatan, beriman dan menumpukan diri kepada amal.
Renungan: Umur yang kita lalui ialah tempoh yang diberi untuk bersedia; mari kita isi dengan iman dan amal sebelum terlambat.
Tafsir al-Rāzī says that the reply to their plea is: We gave you a span of life long enough to take heed, to come to faith and to devote yourselves to deeds.
Reflection: The years we live are the time given to prepare; let us fill them with faith and deeds before it is too late.

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

عَٰلِمُ

mengetahuiknows

ع ل م

غَيۡبِ

segala rahsiaall the secrets

غ ي ب

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

di langitin the heavens

س م و

وَٱلۡأَرۡضِۚ

dan di bumiand in the earth

أ ر ض

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Iatruly He

ⓘ

عَلِيمُۢ

mengetahuiknows

ع ل م

بِذَاتِ

akan segala (isi hati) yang terkandungall (the thoughts) contained

ⓘ

ٱلصُّدُورِ

di dalam dadawithin the breasts

ص د ر

Terjemahan: Sesungguhnya Allah mengetahui segala rahsia di langit dan di bumi; sesungguhnya Ia mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dadaTranslation: Truly Allah knows all the secrets in the heavens and in the earth; truly He knows all (the thoughts) contained within the breasts.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَفِي هَذَا إِيمَاءٌ إِلَى أَنَّ اللَّهَ يُجَازِي كُلَّ ذِي نِيَّةٍ عَلَى حَسَبِ مَا أَضْمَرَهُ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/321 · Shamela ↗ (huraian ayat 38–39)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/321 · Shamela ↗ (commentary on 38–39)

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mengisyaratkan bahawa Allah membalas setiap pemilik niat menurut apa yang disembunyikannya, kerana Dia mengetahui rahsia langit dan bumi, maka Dia mengetahui juga isi hati manusia.
Renungan: Niat yang tersembunyi diketahui Allah; mari kita bersihkan niat sebelum beramal.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse hints that Allah repays everyone with an intention according to what he concealed, since He knows the secrets of the heavens and the earth, and so what lies in people’s hearts.
Reflection: Hidden intentions are known to Allah; let us purify our intentions before we act.

هُوَ

Dialah (lit. Dia)He

ⓘ

ٱلَّذِي

yangis the One Who

ⓘ

جَعَلَكُمۡ

menjadikan kamumade you (DiaHe)

ج ع ل

خَلَٰٓئِفَ

orang-orang yang berkuasa … silih berganti (lit. pengganti-pengganti)holders of power … in succession (lit. successors)

خ ل ف

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِۚ

muka bumithe earth

أ ر ض

فَمَن

oleh itu sesiapa yangso whoever

ⓘ

كَفَرَ

kufur ingkardisbelieves (diahe)

ك ف ر

فَعَلَيۡهِ

maka … akan menimpa dirinya sendiri (lit. maka ke atasnya)then … falls upon himself (lit. then upon him)

ⓘ

كُفۡرُهُۥۖ

balasan kufurnya ituthe recompense of his disbelief

ك ف ر

وَلَا

dan … tidakand … nothing

ⓘ

يَزِيدُ

menambahkanadds (kufur mereka kufruhumtheir disbelief kufruhum)

ز ي د

ٱلۡكَٰفِرِينَ

orang-orang yang kafir … merekafor those who disbelieve

ك ف ر

كُفۡرُهُمۡ

kufurnya (lit. kufur mereka)their disbelief

ك ف ر

عِندَ

di sisiin the sight of

ع ن د

رَبِّهِمۡ

Tuhan merekatheir Lord

ر ب ب

إِلَّا

melainkanbut

ⓘ

مَقۡتٗاۖ

kemurkaan dan kehinaanwrath and disgrace

م ق ت

وَلَا

dan juga … tidakand … nothing

ⓘ

يَزِيدُ

menambahkanadds (kufur mereka kufruhumtheir disbelief kufruhum)

ز ي د

ٱلۡكَٰفِرِينَ

orang-orang yang kafir itu … merekafor those who disbelieve

ك ف ر

كُفۡرُهُمۡ

kufurnya (lit. kufur mereka)their disbelief

ك ف ر

إِلَّا

melainkanbut

ⓘ

خَسَارٗا

kerugian (jua)loss

خ س ر

Terjemahan: Dialah yang menjadikan kamu orang-orang yang berkuasa di muka bumi silih berganti; oleh itu sesiapa yang kufur ingkar maka balasan kufurnya itu akan menimpa dirinya sendiri; dan orang-orang yang kafir, kufurnya tidak menambahkan mereka di sisi Tuhan mereka melainkan kemurkaan dan kehinaan; dan juga orang-orang yang kafir itu, kufurnya tidak menambahkan mereka melainkan kerugian juaTranslation: He is the One Who made you holders of power on the earth in succession; so whoever disbelieves, the recompense of his disbelief falls upon himself; and for those who disbelieve, their disbelief adds nothing in the sight of their Lord but wrath and disgrace; and for those who disbelieve, their disbelief adds nothing but loss.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَإِنَّ الْعُمْرَ كَرَأْسِ مَالٍ مَنِ اشْتَرَى بِهِ رِضَا اللَّهِ رَبِحَ، وَمَنِ اشْتَرَى بِهِ سُخْطَهُ خسر»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/244 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/244 · Shamela ↗

Tafsir ar-Rāzī menyebut, umur ibarat modal: sesiapa membeli keredhaan Allah dengannya, dia untung; sesiapa membeli kemurkaan-Nya dengannya, dia rugi.
Renungan: Setiap hari ialah sebahagian modal yang sedang dibelanjakan; mari kita belanjakan umur untuk perkara yang diredhai Allah.
Tafsir al-Rāzī says that life is like capital: whoever buys Allah’s good pleasure with it profits, and whoever buys His anger with it loses.
Reflection: Each day is part of that capital being spent; let us spend our lives on what pleases Allah.

قُلۡ

katakanlah (wahai Muhammad)say (O Muhammad) (engkauyou)

ق و ل

أَرَءَيۡتُمۡ

sudahkah … mengetahui kekuasaan dan kelayakan (lit. adakah kamu melihat)have … considered the power and worth of (lit. have you seen) (kamu sekalianyou all)

ر أ ي

شُرَكَآءَكُمُ

makhluk-makhluk yang kamu jadikan sekutu-sekutu (lit. sekutu-sekutu kamu)the beings you made partners (lit. your partners)

ش ر ك

ٱلَّذِينَ

yangwhom

ⓘ

تَدۡعُونَ

seru dan sembahcall on and worship (kamu sekalianyou all)

د ع و

مِن

(lit. dari)(lit. from)

ⓘ

دُونِ

selainbesides

د و ن

ٱللَّهِ

AllahAllah

أ ل ه

أَرُونِي

tunjukkanlah kepadakupoint out to me (kamu sekalianyou all)

ر أ ي

مَاذَا

apa yangwhat

ⓘ

خَلَقُواْ

telah ciptakanhave created (merekathey)

خ ل ق

مِنَ

dari bahagianof

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

bumi inithe earth

أ ر ض

أَمۡ

atau adakahor do

ⓘ

لَهُمۡ

mereka mempunyai (lit. bagi mereka)they have (lit. for them)

ⓘ

شِرۡكٞ

sebarang perkongsian (dengan Allah)any partnership (with Allah)

ش ر ك

فِي

dalam mencipta dan menguruskan (lit. pada)in creating and managing (lit. in)

ⓘ

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

langitthe heavens

س م و

أَمۡ

atau pernahkahor did

ⓘ

ءَاتَيۡنَٰهُمۡ

memberi merekagive them (KamiWe)

أ ت ي

كِتَٰبٗا

sebuah Kitab (mengakui mereka menjadi kongsi Kami)a Book (acknowledging them as Our partners)

ك ت ب

فَهُمۡ

maka (dengan itu menjadilah) perkongsian mereka (lit. maka mereka)so that (thereby) their partnership (lit. so they)

ⓘ

عَلَىٰ

berdasarkan (lit. di atas)rests on (lit. upon)

ⓘ

بَيِّنَتٖ

keteranganevidence

ب ي ن

مِّنۡهُۚ

yang terdapat dari Kitab itu (lit. daripadanya)from that Book (lit. from it)

ⓘ

بَلۡ

(tidak ada sesuatu alasan pun) bahkan(there is no excuse at all;) rather

ⓘ

إِن

(lit. tidak)(lit. not)

ⓘ

يَعِدُ

terpedaya dengan kata-kata yang … menjanjikan (lit. menjanjikan)are deceived by words … that promise (lit. promise) (orang‑orang yang zalim az‑zalimunathose who do wrong aẓ‑ẓālimūna)

و ع د

ٱلظَّٰلِمُونَ

orang-orang yang zalim ituthose who do wrong

ظ ل م

بَعۡضُهُم

(yang disebutkan oleh) setengahnya(spoken by) some of them

ب ع ض

بَعۡضًا

kepada yang lainto others

ب ع ض

إِلَّا

hanya (lit. melainkan)nothing but (lit. except)

ⓘ

غُرُورًا

perkara yang tidak benarwhat is untrue

غ ر ر

Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad): "Sudahkah kamu mengetahui kekuasaan dan kelayakan makhluk-makhluk yang kamu jadikan sekutu-sekutu, yang kamu seru dan sembah selain Allah? Tunjukkanlah kepadaku apa yang mereka telah ciptakan dari bahagian bumi ini? Atau adakah mereka mempunyai sebarang perkongsian (dengan Allah) dalam mencipta dan menguruskan langit? Atau pernahkah Kami memberi mereka sebuah Kitab (mengakui mereka menjadi kongsi Kami), maka (dengan itu menjadilah) perkongsian mereka berdasarkan keterangan yang terdapat dari Kitab itu?" (Tidak ada sesuatu alasan pun) bahkan orang-orang yang zalim itu, terpedaya dengan kata-kata yang disebutkan oleh setengahnya kepada yang lain, kata-kata yang hanya menjanjikan perkara yang tidak benarTranslation: Say (O Muhammad): “Have you considered the power and worth of the beings you made partners, whom you call on and worship besides Allah? Point out to me what they have created of the earth. Or do they have any partnership (with Allah) in creating and managing the heavens? Or did We give them a Book (acknowledging them as Our partners), so that (thereby) their partnership rests on evidence from that Book?” (There is no excuse at all;) rather, those who do wrong are deceived by words spoken by some of them to others, words that promise nothing but what is untrue.

Nota bahasa: بَلْ إِن يَعِدُ ٱلظَّٰلِمُونَ بَعْضُهُم بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا (ayat 40).Language note: بَلْ إِن يَعِدُ ٱلظَّٰلِمُونَ بَعْضُهُم بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا (verse 40).
Dalam bahasa Arab pelaku (fā‘il) kata kerja يَعِدُ (menjanjikan) ialah ٱلظَّٰلِمُونَ (orang-orang yang zalim): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm menyebut “﴿الظّالِمُونَ﴾: فاعل مرفوع بالواو” (fā‘il, berbaris depan dengan wāw) (3/1922 · Shamela ↗); maknanya “orang-orang yang zalim tidak menjanjikan satu sama lain melainkan tipu daya”. Basmeih menterjemahkannya “orang-orang yang zalim itu terpedaya dengan kata-kata … kata-kata yang hanya menjanjikan perkara yang tidak benar”, dengan “kata-kata” sebagai yang menjanjikan. Maknanya sama; kerana itu kad ini memberi “(lit. menjanjikan)” dan kurungan pelakunya ialah (orang-orang yang zalim az-zalimuna).In Arabic the doer (fā‘il) of the verb يَعِدُ (promise) is ٱلظَّٰلِمُونَ (those who do wrong): Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm says “﴿الظّالِمُونَ﴾: فاعل مرفوع بالواو” (fā‘il, in the nominative with wāw) (3/1922 · Shamela ↗); the sense is “those who do wrong promise one another nothing but delusion”. Basmeih renders it “orang-orang yang zalim itu terpedaya dengan kata-kata … kata-kata yang hanya menjanjikan perkara yang tidak benar” (those who do wrong are deceived by words … words that promise nothing but what is untrue), with the words as what promises. The meaning is the same; so this card gives “(lit. promise)” and the doer bracket is (those who do wrong aẓ-ẓālimūna).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«فَهَذِهِ الْعِبَادَةُ لَا عَقْلِيَّةٌ وَلَا نَقْلِيَّةٌ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/245 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/245 · Shamela ↗

Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, penyembahan sekutu-sekutu itu tidak berdiri atas akal, kerana mereka tidak mencipta apa-apa, dan tidak atas nas, kerana Allah tidak memberikan kitab yang memerintahkannya; maka janji sesama mereka hanyalah tipu daya.
Renungan: Pegangan agama perlu berdiri atas dalil; mari kita belajar dan bertanya sebelum mengikut.
One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that worshipping those partners rests neither on reason, since they created nothing, nor on revealed text, since Allah gave no Book commanding it; so what they promise one another is only deception.
Reflection: Religious belief must stand on proof; let us learn and ask before we follow.

إِنَّ

sesungguhnyatruly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

يُمۡسِكُ

menahan dan memeliharaholds and preserves (DiaHe)

م س ك

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

langitthe heavens

س م و

وَٱلۡأَرۡضَ

dan bumiand the earth

أ ر ض

أَن

supaya tidak (lit. bahawa)so that … do not (lit. that)

ⓘ

تَزُولَاۚ

berganjak dari peraturan dan keadaan yang ditetapkan baginyashift from the order and state set for them (keduanyathey both)

ز و ل

وَلَئِن

dan (sungguh) jikaand (truly) if

ⓘ

زَالَتَآ

(ditakdirkan) berganjak(were destined to) shift (keduanyathey both)

ز و ل

إِنۡ

maka tidakthen no

ⓘ

أَمۡسَكَهُمَا

ada … yang dapat menahannya daripada berlaku demikiancould hold them back from it (sesiapapun ahadinanyone aḥadin)

م س ك

مِنۡ

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

أَحَدٖ

sesiapapunone

أ ح د

مِّنۢ

selain (lit. dari)besides (lit. from)

ⓘ

بَعۡدِهِۦٓۚ

dari Allah (lit. sesudah-Nya)Allah (lit. after Him)

ب ع د

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Iatruly He

ⓘ

كَانَ

(lit. adalah)is (DiaHe)ism

ك و ن

حَلِيمًا

Maha PenyabarMost Forbearing

ح ل م

غَفُورٗا

lagi Maha PengampunMost Forgiving

غ ف ر

Terjemahan: Sesungguhnya Allah menahan dan memelihara langit dan bumi supaya tidak berganjak dari peraturan dan keadaan yang ditetapkan baginya; dan jika keduanya (ditakdirkan) berganjak maka tidak ada sesiapapun yang dapat menahannya daripada berlaku demikian selain dari Allah. Sesungguhnya Ia Maha Penyabar, lagi Maha PengampunTranslation: Truly Allah holds and preserves the heavens and the earth so that they do not shift from the order and state set for them; and if they both (were destined to) shift, no one besides Allah could hold them back from it. Truly He is Most Forbearing, Most Forgiving.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«وَمَا تَقْتَضِيهِ صِفَةُ الْغَفُورِ مِنْ أَنَّ فِي الْإِمْهَالِ إِعْذَارًا لِلظَّالِمِينَ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/329 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/329 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, penangguhan azab ialah kesan sifat Allah Yang Maha Penyabar, manakala sifat Maha Pengampun menunjukkan bahawa penangguhan itu memberi peluang kepada orang yang zalim supaya mereka kembali.
Renungan: Kita masih diberi masa; mari kita gunakan tempoh ini untuk kembali kepada Allah, Yang “Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun”.
According to Ibn ‘Āshūr, the delay of punishment is an effect of Allah being Most Forbearing, while His being Most Forgiving shows that the delay gives wrongdoers a chance to return.
Reflection: We are still being given time; let us use it to turn back to Allah, the “Most Forbearing, Most Forgiving”.

وَأَقۡسَمُواْ

dan … bersumpahand … swore (merekathey)

ق س م

بِٱللَّهِ

dengan nama Allahby Allah

أ ل ه

جَهۡدَ

dengan sebenar-benarwith the most solemn of

ج ه د

أَيۡمَٰنِهِمۡ

sumpahnyatheir oaths

ي م ن

لَئِن

demi sesungguhnya jikathat if

ⓘ

جَآءَهُمۡ

datang kepada merekacame to them (seorang Rasul pemberi amaran nadziruna warner nadhīrun)

ج ي أ

نَذِيرٞ

seorang Rasul pemberi ingatan dan amarana Messenger who reminds and warns

ن ذ ر

لَّيَكُونُنَّ

sudah tentu … akan menjadi… would surely be (merekathey)ism

ك و ن

أَهۡدَىٰ

orang-orang yang lebih betul jalan ugamanyamore rightly guided in their religion

ه د ي

مِنۡ

darithan

ⓘ

إِحۡدَى

sebarang (lit. salah satu)any (lit. one of)

أ ح د

ٱلۡأُمَمِۖ

umat yang lainthe other communities

أ م م

فَلَمَّا

setelah (lit. maka setelah)yet when

ⓘ

جَآءَهُمۡ

datang kepada merekacame to them (seorang Rasul pemberi amaran nadziruna warner nadhīrun)

ج ي أ

نَذِيرٞ

seorang Rasul pemberi ingatan dan amarana Messenger who reminds and warns

ن ذ ر

مَّا

(lit. tidak)(lit. not)

ⓘ

زَادَهُمۡ

(maka kedatangannya itu) … menyebabkan mereka bertambah (lit. menambahkan mereka)(his coming) … increased them in (lit. added to them) (dia (Rasul itu)he (that Messenger))

ز ي د

إِلَّا

hanya (lit. melainkan)only (lit. except)

ⓘ

نُفُورًا

liar dari kebenaranaversion to the truth

ن ف ر

Terjemahan: Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sebenar-benar sumpahnya: demi sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, sudah tentu mereka akan menjadi orang-orang yang lebih betul jalan ugamanya dari sebarang umat yang lain. Setelah datang kepada mereka seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, (maka kedatangannya itu) hanya menyebabkan mereka bertambah liar dari kebenaranTranslation: And they swore by Allah with the most solemn of their oaths that if a Messenger who reminds and warns came to them, they would surely be more rightly guided in their religion than any of the other communities. Yet when a Messenger who reminds and warns came to them, (his coming) only increased their aversion to the truth,

Nota nahu: فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌ (ayat 42).Grammar note: فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌ (verse 42).
لَمَّا diwarnakan hijau sebagai kata nama keterangan masa (ẓarf, Basmeih “setelah”). Kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, menyebut: “ظرف متضمن معنى الشرط متعلق ب: زادهم” (ẓarf yang mengandungi makna syarat, berkait dengan زَادَهُمْ) (3/1923 · Shamela ↗). Namun Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh menyebut di sini: “وفيه دليل على أن (لمّا) حرف، لا ظرف” (ayat ini menjadi dalil bahawa lammā ialah ḥarf (huruf), bukan ẓarf) (7/695 · Shamela ↗); pada pandangan itu لَمَّا berwarna merah. Kami mengikut kitab rujukan kami; maknanya tetap sama. Lihat nota Yūsuf 12:15.لَمَّا is coloured green as an adverbial noun of time (ẓarf, Basmeih “setelah”, when). Our reference book, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, says: “ظرف متضمن معنى الشرط متعلق ب: زادهم” (a ẓarf carrying the sense of a condition, tied to زَادَهُمْ) (3/1923 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh, however, says here: “وفيه دليل على أن (لمّا) حرف، لا ظرف” (this verse is evidence that lammā is a particle, not a ẓarf) (7/695 · Shamela ↗); on that view لَمَّا would be red. We follow our reference book; the meaning stays the same. See the note at Yūsuf 12:15.
Nota nahu: مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا (ayat 42).Grammar note: مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا (verse 42).
Kurungan pelaku (fā‘il) bagi زَادَهُمْ ialah (dia (Rasul itu)): Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh menyebut: “والفاعل يعود إلى ﴿نَذِيرٌ﴾ تقديره: «هو»، وإسناد الزيادة إليه مجاز” (pelakunya kata ganti “dia” yang merujuk kepada نَذِيرٌ, Rasul pemberi amaran; penyandaran “menambah” kepadanya ialah secara kiasan (majāz)) (7/695 · Shamela ↗). Beliau juga menyebut pandangan bahawa pelakunya dibuang: “التقدير: ما زادهم مجيئه” (anggarannya: kedatangannya tidak menambahkan mereka …) (7/695 · Shamela ↗). Inilah “(maka kedatangannya itu)” dalam terjemahan Basmeih dan pada kad ini; pada pandangan itu pelakunya ialah kedatangan Rasul itu, bukan Rasul itu sendiri. Warna tidak berubah.The doer (fā‘il) bracket for زَادَهُمْ is (he (that Messenger)): Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh says: “والفاعل يعود إلى ﴿نَذِيرٌ﴾ تقديره: «هو»، وإسناد الزيادة إليه مجاز” (its doer is the pronoun “he” referring to نَذِيرٌ, the warner; ascribing the “increase” to him is figurative (majāz)) (7/695 · Shamela ↗). He also gives the view that the doer is omitted: “التقدير: ما زادهم مجيئه” (understood as: his coming increased them in nothing but …) (7/695 · Shamela ↗). That is Basmeih’s “(maka kedatangannya itu)”, “(his coming)” on this card; on that view the doer is the Messenger’s coming, not the Messenger himself. The colours do not change.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«عَلَى عَادَةِ الْقُرْآنِ فِي التَّرَفُّعِ عَمَّا لَا فَائِدَةَ فِي تَعْيِينِهِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/332 · Shamela ↗ (huraian ayat 42–43)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/332 · Shamela ↗ (commentary on 42–43)

Antara huraian Ibn ‘Āshūr, boleh jadi al-Qur’an sendiri tidak menamakan umat yang dimaksudkan, mengikut kebiasaannya tidak menyebut perkara yang tiada faedah ditentukan; yang penting, mereka bersumpah akan lebih mendapat petunjuk, tetapi apabila Rasul datang, mereka tidak mencium bau petunjuk pun.
Renungan: Janji mudah diucapkan; mari kita buktikan kesediaan menerima kebenaran dengan amalan.
One of the explanations given by Ibn ‘Āshūr is that the Qur’an may itself leave the community unnamed, in keeping with its way of rising above naming what brings no benefit; the point is that they swore they would be better guided, yet when a Messenger came they did not catch even a scent of guidance.
Reflection: Promises are easy to make; let us show by our deeds that we are ready to accept the truth.

ٱسۡتِكۡبَارٗا

sambil bersikap sombong takburout of arrogance

ك ب ر

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

muka bumithe earth

أ ر ض

وَمَكۡرَ

dan berusaha merancangkan rancangan-rancangan (lit. dan rancangan)and scheming plots (lit. and the scheming of)

م ك ر

ٱلسَّيِّيِٕۚ

jahat (terhadap Rasul itu)that are evil (against that Messenger)

س و أ

وَلَا

sedang … tidakwhile … does not

ⓘ

يَحِيقُ

menimpabefall (rancangan al‑makruthe plotting al‑makru)

ح ي ق

ٱلۡمَكۡرُ

rancanganthe plotting

م ك ر

ٱلسَّيِّئُ

yang jahat ituthat is evil

س و أ

إِلَّا

melainkanany but

ⓘ

بِأَهۡلِهِۦۚ

orang yang menjalankannyathose who carry it out

أ ه ل

فَهَلۡ

(dengan keadaan yang demikian, maka) tidak ada (lit. maka adakah)(that being so,) what (lit. so do)

ⓘ

يَنظُرُونَ

yang … tungguare … waiting for (merekathey)

ن ظ ر

إِلَّا

selain daripadaexcept

ⓘ

سُنَّتَ

berlakunya kebinasaan menimpa mereka (sebagaimana yang telah menimpa) (lit. cara)destruction befalling them (as it befell) (lit. the way of)

س ن ن

ٱلۡأَوَّلِينَۚ

orang-orang kafir yang telah laluthe disbelievers of old

أ و ل

فَلَن

kerana … tidak sekali-kalifor … not ever

ⓘ

تَجِدَ

akan mendapatiwill find (engkauyou)

و ج د

لِسُنَّتِ

bagi “Sunnatullah” (lit. bagi cara)in the “Sunnatullah” (lit. for the way of)

س ن ن

ٱللَّهِ

(undang-undang peraturan Allah) (lit. Allah)(the laws and rules of Allah) (lit. Allah)

أ ل ه

تَبۡدِيلٗاۖ

sebarang perubahanany change

ب د ل

وَلَن

dan … tidak sekali-kaliand … not ever

ⓘ

تَجِدَ

akan mendapatiwill find (engkauyou)

و ج د

لِسُنَّتِ

bagi perjalanan “Sunnatullah” itu (lit. bagi cara)in the course of that “Sunnatullah” (lit. for the way of)

س ن ن

ٱللَّهِ

(lit. Allah)(lit. Allah)

أ ل ه

تَحۡوِيلًا

sebarang penukaranany alteration

ح و ل

Terjemahan: Sambil bersikap sombong takbur di muka bumi dan berusaha merancangkan rancangan-rancangan jahat (terhadap Rasul itu), sedang rancangan yang jahat itu tidak menimpa melainkan orang yang menjalankannya. (Dengan keadaan yang demikian, maka) tidak ada yang mereka tunggu selain daripada berlakunya kebinasaan menimpa mereka (sebagaimana yang telah menimpa) orang-orang kafir yang telah lalu. Kerana engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi "Sunnatullah" (undang-undang peraturan Allah), dan engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan "Sunnatullah" ituTranslation: out of arrogance on the earth, and scheming plots that are evil (against that Messenger), while the evil plotting befalls none but those who carry it out. (That being so,) what are they waiting for except destruction befalling them (as it befell) the disbelievers of old? For you will not ever find any change in the “Sunnatullah” (the laws and rules of Allah), and you will not ever find any alteration in the course of that “Sunnatullah”.

✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«أَنَّ الْأُمُورَ بِعَوَاقِبِهَا، وَمَنْ مَكَرَ بِهِ غَيْرُهُ وَنَفَذَ فِيهِ الْمَكْرُ عَاجِلًا فِي الظَّاهِرِ فَفِي الْحَقِيقَةِ هُوَ الْفَائِزُ وَالْمَاكِرُ هُوَ الْهَالِكُ»

Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/247 · Shamela ↗ (huraian ayat 42–43)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/247 · Shamela ↗ (commentary on 42–43)

Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, segala urusan dinilai pada kesudahannya: orang yang menjadi sasaran tipu daya, walaupun tipu daya itu kelihatan berjaya pada mulanya, sebenarnya dialah yang menang, dan si penipu itulah yang binasa.
Renungan: Kita tidak perlu gentar dengan tipu daya orang; mari kita berpegang pada kejujuran, kerana “rancangan yang jahat itu tidak menimpa melainkan orang yang menjalankannya”.
One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that matters are judged by their outcomes: the one plotted against, even if the plot seems to succeed at first, is in truth the winner, and the plotter is the one who perishes.
Reflection: We need not fear others’ schemes; let us hold to honesty, for “the evil plotting befalls none but those who carry it out”.

أَوَلَمۡ

(dan sebagai buktinya): tidakkah(and as proof of it:) have … not

ⓘ

يَسِيرُواْ

telah mengembaratravelled (mereka (orang‑orang yang tidak mahu beriman itu)they (those who would not believe))

س ي ر

فِي

dion

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِ

muka bumithe face of the earth

أ ر ض

فَيَنظُرُواْ

lalu … menyaksikanand seen (merekathey)

ن ظ ر

كَيۡفَ

bagaimanahow

ك ي ف

كَانَ

(lit. adalah)was (kesudahan ‘aqibatuthe end ‘āqibatu)ism

ك و ن

عَٰقِبَةُ

kesudahanthe end of

ع ق ب

ٱلَّذِينَ

orang-orang kafir yangthe disbelievers who were

ⓘ

مِن

terdahulu (lit. dari)(lit. from)

ⓘ

قَبۡلِهِمۡ

dari mereka (lit. sebelum mereka)before them

ق ب ل

وَكَانُوٓاْ

sedang … (lit. dan adalah)while … were (mereka (orang‑orang itu)they (those people))ism

ك و ن

أَشَدَّ

lebihgreater

ش د د

مِنۡهُمۡ

dari merekathan them

ⓘ

قُوَّةٗۚ

kekuatannyain strength

ق و ي

وَمَا

dan (sudah tetap) bahawa … tidakand (it is established) that … not

ⓘ

كَانَ

(lit. adalah)(lit. is) (AllahAllah)ism

ك و ن

ٱللَّهُ

kekuasaan Allah (lit. Allah)the power of Allah (lit. Allah)

أ ل ه

لِيُعۡجِزَهُۥ

dapat dilemahkan atau dihalangi oleh (lit. untuk melemahkan-Nya)can be weakened or blocked by (lit. to frustrate Him) (sesuatupun syai’inanything shay’in)

ع ج ز

مِن

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

شَيۡءٖ

sesuatupunanything

ش ي أ

فِي

sama ada diwhether in

ⓘ

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

langitthe heavens

س م و

وَلَا

atau (lit. dan tidak)or (lit. and not)

ⓘ

فِي

diupon

ⓘ

ٱلۡأَرۡضِۚ

bumithe earth

أ ر ض

إِنَّهُۥ

sesungguhnya Iatruly He

ⓘ

كَانَ

adalahis (DiaHe)ism

ك و ن

عَلِيمٗا

Maha MengetahuiAll-Knowing

ع ل م

قَدِيرٗا

lagi Maha KuasaAll-Powerful

ق د ر

Terjemahan: (Dan sebagai buktinya): tidakkah orang-orang (yang tidak mahu beriman) itu telah mengembara di muka bumi, lalu mereka menyaksikan bagaimana kesudahan orang-orang kafir yang terdahulu dari mereka, sedang orang-orang itu lebih kekuatannya dari mereka? Dan (sudah tetap) bahawa kekuasaan Allah tidak dapat dilemahkan atau dihalangi oleh sesuatupun sama ada di langit atau di bumi; sesungguhnya Ia adalah Maha Mengetahui, lagi Maha KuasaTranslation: (And as proof of it:) have they (who would not believe) not travelled on the face of the earth and seen how the end was of the disbelievers before them, while those people were greater than them in strength? And (it is established) that the power of Allah cannot be weakened or blocked by anything, whether in the heavens or upon the earth; truly He is All-Knowing, All-Powerful.

Nota nahu: كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ (ayat 44).Grammar note: كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ (verse 44).
Kurungan di bawah كَانَ ialah (kesudahan ‘aqibatu) bertanda “ism”. Kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, menyebut: “﴿عاقِبَةُ﴾: اسم كان مرفوع” (عَٰقِبَةُ ialah ism (subjek) bagi kāna, kata kerja nāqiṣ (tidak lengkap)) (3/1924 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh pula menyebut: “وإن اعتبرت ﴿كانَ﴾ تامة، -والمعنى: لا يأباه-فيكون ﴿عاقِبَةُ﴾ فاعلها” (jika kāna dianggap tāmm (lengkap), dan maknanya tidak menolaknya, maka عَٰقِبَةُ menjadi fā‘il (pelaku)-nya) (7/697 · Shamela ↗); pada pandangan itu tanda “ism” digugurkan. Warna tidak berubah. Lihat juga nota aṣ-Ṣāffāt 37:73.The bracket under كَانَ is (the end ‘āqibatu), tagged “ism”. Our reference book, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, says: “﴿عاقِبَةُ﴾: اسم كان مرفوع” (عَٰقِبَةُ is the ism (subject) of kāna, a nāqiṣ (incomplete) verb) (3/1924 · Shamela ↗). Muḥammad ‘Alī Ṭāhā al-Durrah, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm wa I‘rābuhu wa Bayānuh, however, says: “وإن اعتبرت ﴿كانَ﴾ تامة، -والمعنى: لا يأباه-فيكون ﴿عاقِبَةُ﴾ فاعلها” (if kāna is taken as tāmm (complete), which the meaning does not rule out, عَٰقِبَةُ is its fā‘il, doer) (7/697 · Shamela ↗); on that view the tag “ism” would drop. The colours do not change. See also the note at aṣ-Ṣāffāt 37:73.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«بِأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِلْمِ وَاسِعُهُ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ وَبِأَنَّهُ شَدِيدُ الْقُدْرَةِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/339 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/339 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, penutup “Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa” menjelaskan mengapa tiada sesuatu pun dapat mengatasi kehendak Allah: ilmu-Nya amat luas sehingga tiada yang tersembunyi daripada-Nya, dan kuasa-Nya amat kuat.
Renungan: Kekuatan umat terdahulu tidak menyelamatkan mereka; mari kita bersandar kepada Allah, bukan kepada kekuatan diri.
According to Ibn ‘Āshūr, the closing words “All-Knowing, All-Powerful” explain why nothing can overcome Allah’s will: His knowledge is so vast that nothing is hidden from Him, and His power is supreme.
Reflection: The strength of earlier peoples did not save them; let us rely on Allah, not on our own strength.

وَلَوۡ

dan kalaulahand if

ⓘ

يُؤَاخِذُ

mengirakan kesalahan … serta terus menyeksa merekawere to take … to account and punish them at once (AllahAllah)

أ خ ذ

ٱللَّهُ

AllahAllah

أ ل ه

ٱلنَّاسَ

manusiamankind

أ ن س

بِمَا

disebabkan amal-amal jahat yangfor the evil deeds

ⓘ

كَسَبُواْ

telah kerjakanhave done (merekathey)

ك س ب

مَا

tentulah … tidakwould not

ⓘ

تَرَكَ

membiarkan tinggalleave (DiaHe)

ت ر ك

عَلَىٰ

dion

ⓘ

ظَهۡرِهَا

muka bumi (lit. belakangnya)the face of the earth (lit. its back)

ظ ه ر

مِن

(lit. dari)(lit. of)

ⓘ

دَآبَّةٖ

sesuatu makhluk yang bergeraka single moving creature

د ب ب

وَلَٰكِن

akan tetapibut

ⓘ

يُؤَخِّرُهُمۡ

(tidak bertindak dengan serta-merta, bahkan) … memberi tempoh kepada mereka(does not act at once; rather) … grants them respite (DiaHe)

أ خ ر

إِلَىٰٓ

hingga keuntil

ⓘ

أَجَلٖ

suatu masaa term

أ ج ل

مُّسَمّٗىۖ

yang tertentuthat is set

س م و

فَإِذَا

kemudian apabilathen when

ⓘ

جَآءَ

sampaicomes (tempoh mereka ajaluhumtheir term ajaluhum)

ج ي أ

أَجَلُهُمۡ

tempoh mereka (maka Allah akan membalas masing-masing dengan adilnya)their term (Allah will repay each one with justice)

أ ج ل

فَإِنَّ

kerana sesungguhnyafor truly

ⓘ

ٱللَّهَ

AllahAllah

أ ل ه

كَانَ

sentiasais ever (DiaHe)ism

ك و ن

بِعِبَادِهِۦ

keadaan hamba-hamba-Nyaof the state of His servants

ع ب د

بَصِيرَۢا

MelihatAll-Seeing

ب ص ر

Terjemahan: Dan kalaulah Allah mengirakan kesalahan manusia serta terus menyeksa mereka disebabkan amal-amal jahat yang mereka telah kerjakan, tentulah Ia tidak membiarkan tinggal di muka bumi sesuatu makhluk yang bergerak; akan tetapi (Dia tidak bertindak dengan serta merta, bahkan) Ia memberi tempoh kepada mereka hingga ke suatu masa yang tertentu; kemudian apabila sampai tempoh mereka (maka Allah akan membalas masing-masing dengan adilnya), kerana sesungguhnya Allah sentiasa Melihat keadaan hamba-hamba-NyaTranslation: And if Allah were to take mankind to account and punish them at once for the evil deeds they have done, He would not leave a single moving creature on the face of the earth; but (He does not act at once; rather) He grants them respite until a term that is set; then when their term comes (Allah will repay each one with justice), for truly Allah is ever All-Seeing of the state of His servants.

Nota nahu: بِمَا كَسَبُوا۟ (ayat 45).Grammar note: بِمَا كَسَبُوا۟ (verse 45).
مَا di sini diwarnakan hijau sebagai kata nama penghubung (“amal-amal jahat yang”). Kitab rujukan kami, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, menyebut: “و (ما): موصولة [أو مصدرية]” (mā kata nama penghubung, atau maṣdariyyah) (3/1925 · Shamela ↗). Maḥmūd Ṣāfī, al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān pula mendahulukan: “(ما) حرف مصدري” (ḥarf (huruf) maṣdarī, partikel kata terbitan) (11/288 · Shamela ↗); pada pandangan itu مَا berwarna merah. Maknanya tetap sama. Bandingkan ayat 8, di mana kitab rujukan kami mendahulukan maṣdariyyah.مَا here is coloured green as a relative noun (“the evil deeds that”). Our reference book, Dār al-Ṣaḥābah, I‘rāb al-Qur’ān al-Karīm, says: “و (ما): موصولة [أو مصدرية]” (mā a relative noun, or maṣdariyyah) (3/1925 · Shamela ↗). Maḥmūd Ṣāfī, al-Jadwal fī I‘rāb al-Qur’ān, however, puts first: “(ما) حرف مصدري” (a maṣdarī particle, forming a verbal noun) (11/288 · Shamela ↗); on that view مَا would be red. The meaning stays the same. Compare verse 8, where our reference book puts maṣdariyyah first.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary

«تَذْكِيرٌ لَهُمْ عَنْ أَنْ يَغُرَّهُمْ تَأْخِيرُ الْمُؤَاخَذَةِ فَيَحْسَبُوهُ عَجْزًا أَوْ رِضًى مِنَ اللَّهِ بِمَا هُمْ فِيهِ»

Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/339 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 22/339 · Shamela ↗

Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mengingatkan mereka supaya tidak terpedaya dengan penangguhan hukuman, lalu menyangkanya sebagai kelemahan atau tanda Allah redha dengan keadaan mereka.
Renungan: Nikmat yang berterusan walaupun kita lalai bukan tanda Allah redha; mari kita bertaubat sebelum sampai “tempoh mereka”.
According to Ibn ‘Āshūr, this verse reminds them not to be deceived by the delay of reckoning, taking it for weakness or for Allah’s approval of their state.
Reflection: Blessings that continue while we are heedless are not a sign of Allah’s approval; let us repent before “their term comes”.