Terjemahan: Haa, MiimTranslation: Ḥā, Mīm.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«تَقَدَّمَ الْقَوْلُ فِي نَظَائِرِهِ، وَهَذِهِ جملَة مُسْتَقلَّة»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/325 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/325 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, huraian tentang “Haa, Miim” telah lalu pada huruf-huruf muqaṭṭa‘āt (huruf-huruf terpisah di awal surah) yang serupa, dan di sini ia ayat yang berdiri sendiri.
Renungan: Kita tidak mentafsirkan huruf-huruf ini di sini; mari kita membacanya dengan cermat dan penuh hormat, tunduk kepada Kalam Allah.According to Ibn ‘Āshūr, “Ḥā, Mīm” has been discussed at the like muqaṭṭa‘āt (separated letters at the openings of surahs), and here it is a sentence standing on its own.
Reflection: We do not interpret these letters here; let us recite them with care and reverence, bowing to the Speech of Allah.
Terjemahan: Turunnya Al-Quran ini, dari Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: This Qur’an is sent down from Allah, the All-Mighty, the All-Wise.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ كَوْنَهُ عَزِيزًا يَدُلُّ عَلَى كَوْنِهِ قَادِرًا عَلَى كُلِّ الْمُمْكِنَاتِ وَكَوْنَهُ حَكِيمًا يَدُلُّ عَلَى كَوْنِهِ عَالِمًا بِجَمِيعِ الْمَعْلُومَاتِ غَنِيًّا عَنْ كُلِّ الْحَاجَاتِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/668 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/668 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, “Maha Kuasa” menunjukkan Allah berkuasa atas segala yang mungkin, dan “Maha Bijaksana” menunjukkan Dia mengetahui segalanya dan tidak berhajat kepada apa-apa; ini isyarat bahawa al-Qur’an benar.
Renungan: Apabila membuka al-Qur’an, mari kita ingat siapa yang menurunkannya, lalu membacanya dengan yakin.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that “All-Mighty” shows that Allah has power over all that is possible, and “All-Wise” shows that He knows everything and needs nothing; this points to the Qur’an being true.
Reflection: When we open the Qur’an, let us remember Who sent it down, and read it with certainty.
لَأٓيَٰتٖ
(sungguh) terdapat tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah)(truly) there are signs (proving the power of Allah)
Terjemahan: Sesungguhnya pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berimanTranslation: Truly in the heavens and the earth there are signs (proving the power of Allah) for those who believe.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَجُعِلَتِ الْآيَاتُ لِلْمُؤْمِنِينَ لِأَنَّهُمُ الَّذِينَ انْتَفَعُوا بِدِلَالَتِهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/327 · Shamela ↗ (huraian ayat 3–5)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/327 · Shamela ↗ (commentary on 3–5)
Menurut Ibn ‘Āshūr, tanda-tanda itu disebut “bagi orang-orang yang beriman” kerana merekalah yang mendapat manfaat daripada petunjuknya, lalu mengetahui bahawa Pencipta dan Pengatur alam ini satu, tiada sekutu bagi-Nya.
Renungan: Langit dan bumi terbentang di depan semua orang; mari kita memandangnya dengan iman, supaya ia menambah keyakinan kita.According to Ibn ‘Āshūr, the signs are said to be “for those who believe” because they are the ones who benefit from what the signs show, and so learn that the Creator and Ordainer of it all is One, with no partner.
Reflection: The heavens and earth lie open to everyone; let us look at them with faith, so that they add to our certainty.
وَمَا
serta (pada kejadian) segala … yang (lit. dan apa yang)and (in the creation of) all … that (lit. and what)
ءَايَٰتٞ
terdapat juga tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah)there are also signs (proving the power of Allah)
Terjemahan: Dan pada kejadian diri kamu sendiri, serta (pada kejadian) segala binatang yang dibiakkan-Nya, terdapat juga tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang meyakininyaTranslation: And in your own creation, and (in the creation of) all the animals He causes to multiply, there are also signs (proving the power of Allah) for those who are certain of them.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَيَدْخُلُ فِي هَذَا الْبَابِ انْتِقَالُهُ مِنْ سَنٍّ إِلَى سَنٍّ آخَرَ وَمِنْ حَالٍ إِلَى حَالٍ آخَرَ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/670 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/670 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, dekat dengan kata-kata al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/285), termasuk dalam tanda ini perpindahan manusia dari satu peringkat umur ke peringkat lain dan dari satu keadaan ke keadaan lain.
Renungan: Perjalanan kita daripada kecil hingga tua ialah tanda yang kita lalui sendiri; mari kita renungkannya dan mengenal Pencipta kita.Tafsir al-Rāzī says, close to the words of al-Zamakhsharī in al-Kashshāf (4/285), that this sign includes man’s passing from one age to another and from one state to another.
Reflection: Our journey from childhood to old age is a sign we live through ourselves; let us reflect on it and come to know our Creator.
ءَايَٰتٞ
(semuanya itu mengandungi) tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah, kekuasaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, serta keluasan rahmat-Nya)(all this holds) signs (proving the oneness of Allah, His power, His wisdom and the vastness of His mercy)
Terjemahan: Dan (pada) pertukaran malam dan siang silih berganti, dan juga (pada) rezeki yang diturunkan oleh Allah dari langit, lalu Ia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta (pada) peredaran angin, (semuanya itu mengandungi) tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah, kekuasaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, serta keluasan rahmat-Nya) bagi kaum yang mahu menggunakan akal fikiranTranslation: And (in) the changing of night and day, one following the other, and also (in) the provision sent down by Allah from the sky, with which He then revives the plants on earth after their death, and (in) the turning of the winds, (all this holds) signs (proving the oneness of Allah, His power, His wisdom and the vastness of His mercy) for people willing to use their minds.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«رَتَّبَهَا عَلَى ثَلَاثَةِ مَقَاطِعَ وَالْغَرَضُ التَّنْبِيهُ عَلَى أَنَّهُ لَا بُدَّ مِنْ إِفْرَادِ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهَا بِنَظَرٍ تَامٍّ شَافٍ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/671 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/671 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, tanda-tanda di sini disusun di bawah tiga penutup ayat (beriman, yakin, berakal) untuk mengingatkan bahawa setiap satu perlu diteliti dengan pemerhatian yang sempurna.
Renungan: Malam dan siang, rezeki dari langit dan angin berlalu setiap hari; mari kita berhenti sejenak dan “menggunakan akal fikiran”.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that the signs here are arranged under three verse endings (belief, certainty, reason) to alert us that each one needs full and careful study.
Reflection: Night and day, provision from the sky and the winds pass by daily; let us pause and “use their minds” as such people do.
بِٱلۡحَقِّۖ
kerana menegakkan kebenaran (lit. dengan kebenaran)to establish the truth (lit. with the truth)
وَءَايَٰتِهِۦ
dan tanda-tanda kekuasaan-Nya (mereka tidak mahu memahami dan menelitinya) (lit. dan ayat-ayat-Nya)and the signs of His power (they refuse to understand and examine them) (lit. and His verses)
Terjemahan: Itulah ayat-ayat penerangan Allah yang Kami bacakan kepadamu (wahai Muhammad) kerana menegakkan kebenaran; maka dengan perkataan yang manakah lagi mereka hendak beriman, sesudah penerangan Allah dan tanda-tanda kekuasaan-Nya (mereka tidak mahu memahami dan menelitinya)Translation: Those are the verses of explanation of Allah that We recite to you (O Muhammad) to establish the truth; so in which word will they then be willing to believe, after Allah’s explanation and the signs of His power (they refuse to understand and examine them)?
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«يَعْنِي أَنَّ مَنْ لَمْ يَنْتَفِعْ بِهَذِهِ الْآيَاتِ فَلَا شَيْءَ بَعْدَهُ يَجُوزُ أَنْ يَنْتَفِعَ بِهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/671 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/671 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, sesiapa yang tidak mengambil manfaat daripada ayat-ayat ini, tiada lagi sesuatu selepasnya yang boleh memberinya manfaat.
Renungan: Jika hati kita tidak tersentuh “sesudah penerangan Allah”, kata-kata siapa lagi yang dapat menyentuhnya? Mari kita beri masa kepada al-Qur’an setiap hari.Tafsir al-Rāzī says that whoever does not benefit from these verses has nothing after them that could benefit him.
Reflection: If our hearts are not moved “after Allah’s explanation”, whose words could move them? Let us give time to the Qur’an every day.
Terjemahan: Kecelakaanlah bagi tiap-tiap pendusta yang berdosaTranslation: Ruin to every liar who is sinful,
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَافْتَتَحَ ذِكْرَهُ بِالْوَيْلِ لَهُ تَعْجِيلًا لِإِنْذَارِهِ وَتَهْدِيدِهِ قَبْلَ ذِكْرِ حَالِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/331 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–10)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/331 · Shamela ↗ (commentary on 7–10)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini dimulakan dengan “Kecelakaanlah” untuk menyegerakan amaran sebelum keadaan orang itu disebut; “pendusta” di sini ialah orang yang kuat dustanya.
Renungan: Dusta yang berulang menjauhkan kita daripada kebenaran; mari kita jaga lidah kita dan cepat kembali kepada yang benar.According to Ibn ‘Āshūr, this verse opens with “Ruin” to hasten the warning before that person’s state is described; the “liar” here is one strong in lying.
Reflection: Repeated lying takes us away from the truth; let us guard our tongues and hurry back to what is true.
Terjemahan: Yang mendengar ayat-ayat penerangan Allah sentiasa dibacakan kepadanya, kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya), seolah-olah ia tidak mendengarnya; oleh itu gembirakanlah dia dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnyaTranslation: who hears the verses of explanation of Allah being recited to him, then persists, acting proud (refusing to accept them), as if he never heard them; so give him the “glad news” of a punishment whose pain is beyond description.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«كِنَايَةً عَنْ وُضُوحِ دَلَالَةِ آيَاتِ الْقُرْآنِ بِحَيْثُ أَنَّ مَنْ يَسْمَعُهَا يُصَدِّقُ بِمَا دَلَّتْ عَلَيْهِ فَلَوْلَا إِصْرَارُهُمْ وَاسْتِكْبَارُهُمْ لَانْتَفَعُوا بِهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/332 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–10)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/332 · Shamela ↗ (commentary on 7–10)
Menurut Ibn ‘Āshūr, “seolah-olah ia tidak mendengarnya” mengisyaratkan betapa jelasnya ayat al-Qur’an: sesiapa yang mendengarnya akan membenarkannya; kalaulah bukan kerana berdegil dan sombong, mereka tentu mendapat manfaat.
Renungan: Penghalangnya bukan kurang mendengar, tetapi sombong dalam hati; mari kita dengar ayat Allah dengan rendah hati.According to Ibn ‘Āshūr, “as if he never heard them” points to how clear the Qur’an’s verses are: whoever hears them would believe them; were it not for their persistence and pride, they would have benefited.
Reflection: The barrier is not too little hearing but pride in the heart; let us listen to Allah’s verses with humility.
Terjemahan: Dan apabila sampai ke pengetahuannya sesuatu dari ayat-ayat penerangan Kami, ia menjadikannya ejek-ejekan; mereka yang demikian keadaannya, akan beroleh azab yang menghinaTranslation: And when something of Our verses of explanation reaches his knowledge, he turns them into a mockery; people in that condition will have a punishment that humiliates.
Nota nahu: عَلِمَ (ayat 9).Grammar note: عَلِمَ (verse 9).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنْ يَنْتَقِلَ مِنْ مَقَامِ الْإِصْرَارِ وَالِاسْتِكْبَارِ إِلَى مَقَامِ الِاسْتِهْزَاءِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/672 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–11)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/672 · Shamela ↗ (commentary on 7–11)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, inilah peringkat kedua orang itu: daripada terus berdegil dan sombong, dia berpindah kepada mempersendakan ayat.
Renungan: Sikap meremehkan agama datang sedikit demi sedikit; mari kita berhati-hati dalam bergurau tentang ayat Allah, dan membesarkan apa yang Dia besarkan.Tafsir al-Rāzī says this is that person’s second stage: from persisting in pride he moves on to mocking the verses.
Reflection: Making light of religion comes little by little; let us take care how we joke about Allah’s verses, and honour what He has honoured.
أَوۡلِيَآءَۖ
tidak dapat memberikan sebarang perlindungan (lit. pelindung-pelindung)can give any protection (lit. protectors)
وَلَهُمۡ
dan (kesudahannya) mereka akan beroleh (lit. dan bagi mereka)and (in the end) they will have (lit. and for them)
Terjemahan: Di hadapan mereka (di akhirat kelak) ada neraka Jahannam (yang disediakan untuk mereka), dan apa jua yang mereka usahakan, tidak dapat menyelamatkan mereka sedikit pun; demikian juga yang mereka sembah atau puja selain Allah, tidak dapat memberikan sebarang perlindungan; dan (kesudahannya) mereka akan beroleh azab seksa yang besarTranslation: Ahead of them (in the Hereafter) is Hell (Jahannam) (prepared for them), and whatever they earned cannot save them at all; nor can those they worshipped besides Allah give any protection; and (in the end) they will have a great punishment.
Nota nahu: مَّا كَسَبُوا۟ … مَا ٱتَّخَذُوا۟ (ayat 10).Grammar note: مَّا كَسَبُوا۟ … مَا ٱتَّخَذُوا۟ (verse 10).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«ثُمَّ بَيَّنَ أَنَّ مَا مَلَكُوهُ فِي الدُّنْيَا لَا يَنْفَعُهُمْ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/672 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–11)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/672 · Shamela ↗ (commentary on 7–11)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah menerangkan bahawa apa yang mereka miliki di dunia tidak memberi manfaat kepada mereka, dan berhala-berhala mereka juga tidak memberi manfaat.
Renungan: Harta dan sandaran selain Allah tidak akan menyelamatkan; mari kita jadikan apa yang kita miliki sebagai bekalan untuk hari itu.Tafsir al-Rāzī says Allah makes clear that what they owned in the world does them no good, and that their idols do them no good either.
Reflection: Wealth and supports other than Allah will not save us; let us turn what we own into provision for that day.
Terjemahan: Al-Quran ini ialah hidayah petunjuk yang cukup lengkap; dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat penerangan Tuhannya, mereka akan beroleh azab dari jenis azab seksa yang tidak terperi sakitnyaTranslation: This Qur’an is complete guidance; and those who disbelieve in the verses of explanation of their Lord will have a punishment of a kind whose pain is beyond description.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ الْغَرَضَ هُنَا النَّعْيُ عَلَيْهِمْ إِهْمَالَهُمْ الِانْتِفَاعَ بِالْقُرْآنِ وَهُوَ النِّعْمَةُ الْعُظْمَى الَّتِي جَاءَتْهُمْ مِنَ اللَّهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/335 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/335 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, tujuan di sini ialah mencela mereka kerana mengabaikan manfaat al-Qur’an, nikmat terbesar yang datang dari Allah, lalu membalasnya dengan kufur, bukan syukur.
Renungan: Al-Qur’an ialah hidayah (petunjuk) yang ada di tangan kita; mari kita syukuri nikmat ini dengan membaca dan mengamalkannya.According to Ibn ‘Āshūr, the aim here is to reproach them for neglecting the benefit of the Qur’an, the greatest favour to come to them from Allah, and for repaying it with denial rather than thanks.
Reflection: The Qur’an is guidance within our reach; let us give thanks for this favour by reading it and acting on it.
وَلِتَبۡتَغُواْ
dan supaya … mencari rezekiand so that … may seek provision (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Allah yang memudahkan laut bagi kegunaan kamu, supaya kapal-kapal belayar padanya dengan perintah-Nya, dan supaya kamu mencari rezeki dari limpah kurnia-Nya, dan juga supaya kamu bersyukurTranslation: It is Allah Who has made the sea easy for your use, so that ships may sail on it by His command, and so that you may seek provision from His bounty, and also that you may be grateful.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِلَى التَّذْكِيرِ بِمَا سَخَّرَ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنَ الْمَخْلُوقَاتِ وَتَصَارِيفِهَا مِنْ حَيْثُ كَانَت مَنَافِع للنَّاس تَقْتَضِي أَنْ يَشْكُرُوا مُقَدِّرَهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/335 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/335 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini beralih kepada peringatan tentang makhluk yang Allah mudahkan bagi manusia, sebagai manfaat yang menuntut mereka bersyukur kepada Yang menetapkannya.
Renungan: Setiap perjalanan dan rezeki yang kita cari ialah “limpah kurnia-Nya”; mari kita bersyukur kepada-Nya, bukan hanya mengejar manfaatnya.According to Ibn ‘Āshūr, this verse turns to reminding people of the creatures Allah has made easy for them, as benefits calling for thanks to the One Who ordained them.
Reflection: Every journey and provision we seek is from “His bounty”; let us give thanks to Him, not merely chase the benefit.
لَأٓيَٰتٖ
(sungguh) tanda-tanda (yang membuktikan kemurahan dan kekuasaan-Nya)(truly) signs (proving His generosity and power)
Terjemahan: Dan Ia memudahkan untuk (faedah dan kegunaan) kamu, segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, (sebagai rahmat pemberian) daripada-Nya; sesungguhnya semuanya itu mengandungi tanda-tanda (yang membuktikan kemurahan dan kekuasaan-Nya) bagi kaum yang memikirkannya dengan telitiTranslation: And He has made easy for (your benefit and use) what is in the heavens and what is on earth, all of it, (as a gift of mercy) from Him; truly all of that holds signs (proving His generosity and power) for a people who reflect on it closely.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَهِيَ وَإِنْ كَانَتْ مِنَنًا يَحِقُّ أَنْ يَشْكُرَهَا النَّاسُ فَإِنَّهَا أَيْضًا دَلَائِلُ إِذَا تَفَكَّرَ فِيهَا الْمُنْعَمُ عَلَيْهِمُ اهْتَدَوْا بِهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/337 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/337 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, semua ini, walaupun nikmat yang patut disyukuri, juga tanda-tanda; apabila penerimanya memikirkannya, mereka mendapat petunjuk, lalu beroleh manfaat bagi tubuh dan pengetahuan bagi jiwa.
Renungan: Satu nikmat membawa dua pemberian; mari kita tidak berhenti pada manfaatnya, tetapi memikirkannya dengan teliti.According to Ibn ‘Āshūr, all this, though favours that people should give thanks for, are also signs; when those who receive them reflect, they are guided, gaining benefit for the body and knowledge for the soul.
Reflection: One favour carries two gifts; let us not stop at its use, but reflect on it closely.
لِلَّذِينَ
(kejahatan dan gangguan) orang-orang yang (lit. bagi orang-orang yang)(the wrongs and harm done by) those who (lit. to those who)
يَرۡجُونَ
menaruh ingatan kepada (lit. … mengharapkan)have any thought of (lit. … hope for) (merekathey)
لِيَجۡزِيَ
(disuruh berbuat demikian), kerana … akan memberi balasan yang patut(they are told to do so) because … will give the fitting recompense (Dia (Allah)He (Allah))
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang yang beriman: hendaklah mereka memaafkan (kejahatan dan gangguan) orang-orang yang tidak menaruh ingatan kepada hari-hari (pembalasan yang telah ditentukan) Allah; (disuruh berbuat demikian), kerana Allah akan memberi kepada satu-satu puak: balasan yang patut dengan apa yang mereka telah usahakanTranslation: Say (O Muhammad) to those who believe: let them forgive (the wrongs and harm done by) those who have no thought of the days (of recompense fixed by) Allah; (they are told to do so) because Allah will give to each group the fitting recompense for what they have earned.
Nota nahu: بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ (ayat 14).Grammar note: بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ (verse 14).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْأَقْرَبُ أَنْ يُقَالَ إِنَّهُ مَحْمُولٌ عَلَى ترك المنازعة في المحقرات على التَّجَاوُزِ عَمَّا يَصْدُرُ عَنْهُمْ مِنَ الْكَلِمَاتِ الْمُؤْذِيَةِ وَالْأَفْعَالِ الْمُوحِشَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/674 · Shamela ↗ (huraian ayat 12–15)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/674 · Shamela ↗ (commentary on 12–15)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, yang lebih hampir ialah perintah ini bermaksud tidak bertelagah dalam perkara-perkara kecil dan memaafkan kata-kata yang menyakitkan serta perbuatan yang menggusarkan daripada mereka.
Renungan: Tidak semua gangguan perlu kita balas; mari kita memaafkan, dan menyerahkan balasan kepada Allah.Tafsir al-Rāzī says what is closer to the meaning is that this command concerns not quarrelling over small matters, and forgiving the hurtful words and troubling acts that come from them.
Reflection: Not every harm needs an answer from us; let us forgive, and leave the recompense to Allah.
مَنۡ
(tiap-tiap balasan berdasarkan kaedah): sesiapa yang(every recompense rests on this rule:) whoever
فَلِنَفۡسِهِۦۖ
maka faedahnya akan terpulang kepada dirinya sendiri (lit. maka bagi dirinya)the benefit will go back to his own self (lit. then for his self)
فَعَلَيۡهَاۖ
maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri (lit. maka ke atasnya)the harm will fall upon his own self (lit. then upon it)
Terjemahan: (Tiap-tiap balasan berdasarkan kaedah): Sesiapa yang mengerjakan amal soleh, maka faedahnya akan terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa yang berbuat kejahatan, maka bahayanya akan menimpa dirinya sendiri; kemudian kamu akan dikembalikan kepada Tuhan kamuTranslation: (Every recompense rests on this rule:) Whoever does a righteous deed, the benefit will go back to his own self; and whoever does evil, the harm will fall upon his own self; then you will be returned to your Lord.
Nota bahasa: إِلَىٰ رَبِّكُمْ (ayat 15).Language note: إِلَىٰ رَبِّكُمْ (verse 15).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأَنَّهُ تَعَالَى أَمَرَ بِهَذَا وَنَهَى عَنْ ذَلِكَ لِحَظِّ الْعَبْدِ لَا لِنَفْعٍ يَرْجِعُ إِلَيْهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/674 · Shamela ↗ (huraian ayat 12–15)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/674 · Shamela ↗ (commentary on 12–15)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, amal soleh kembali dengan manfaat besar kepada pelakunya dan amal buruk kembali dengan bahaya kepadanya; Allah menyuruh dan melarang untuk kepentingan hamba, bukan untuk manfaat yang kembali kepada-Nya.
Renungan: Ketaatan kita tidak menambah apa-apa bagi Allah; setiap kebaikan ialah untuk diri kita, maka mari kita memperbanyakkannya.Tafsir al-Rāzī says a righteous deed returns with great benefit to its doer and a bad deed returns with harm to him; Allah commands and forbids for the servant’s own good, not for any benefit returning to Him.
Reflection: Our obedience adds nothing to Allah; every good is for our own selves, so let us do more of it.
وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ
serta … lebihkan (nenek moyang) merekaand … raised (their forefathers) (KamiWe)
ٱلۡعَٰلَمِينَ
orang-orang yang ada pada zamannya (lit. sekalian alam)the people of their time (lit. all the worlds)
Terjemahan: Dan demi sesungguhnya, Kami telah memberi kepada Bani Israil Kitab Taurat, dan pangkat kehakiman serta pangkat kenabian; dan Kami telah kurniakan mereka benda-benda yang baik-baik, serta Kami lebihkan (nenek moyang) mereka di atas orang-orang yang ada pada zamannyaTranslation: And most surely We have granted the Children of Israel the Book of the Torah, and the rank of judging and the rank of prophethood; and We bestowed good things on them, and raised (their forefathers) above the people of their time.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَاعْلَمْ أَنَّ النِّعَمَ عَلَى قِسْمَيْنِ: نِعَمُ الدِّينِ، وَنِعَمُ الدُّنْيَا، وَنِعَمُ الدِّينِ أَفْضَلُ مِنْ نِعَمِ الدُّنْيَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/674 · Shamela ↗ (huraian ayat 16–21)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/674 · Shamela ↗ (commentary on 16–21)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, nikmat terbahagi dua, nikmat agama dan nikmat dunia, dan nikmat agama lebih utama; sebab itu ayat ini dimulakan dengan nikmat agama.
Renungan: Kita selalu mengira nikmat dunia; mari kita lebih bersyukur atas iman, ilmu dan al-Qur’an yang Allah kurniakan kepada kita.Tafsir al-Rāzī says favours are of two kinds, favours of religion and favours of the world, and favours of religion are the better; that is why this verse begins with favours of religion.
Reflection: We often count worldly favours; let us be more thankful for the faith, knowledge and Qur’an that Allah has granted us.
ٱخۡتَلَفُوٓاْ
… berselisihan (dalam perkara ugama itu)… held differences (over religion) (merekathey)
ٱلۡعِلۡمُ
ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui (apa yang baik dan yang sebaliknya) (lit. ilmu)teachings that made them know (what is good and what is otherwise) (lit. knowledge)
بَغۡيَۢا
(berlakunya yang demikian) kerana hasad dengki(this happened) out of the envy and spite
Terjemahan: Dan lagi Kami telah berikan mereka keterangan-keterangan yang jelas nyata mengenai perkara ugama; maka mereka tidak berselisihan (dalam perkara ugama itu) melainkan setelah sampai kepada mereka ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui (apa yang baik dan yang sebaliknya; berlakunya yang demikian) kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan menghukum di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan ituTranslation: And We further gave them clear proofs concerning matters of religion; so they held no differences (over religion) except after there had come to them teachings that made them know (what is good and what is otherwise; this happened) out of the envy and spite among them. Truly your Lord will pass judgement among them on the Day of Resurrection over what they used to differ about.
Nota nahu: مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ (ayat 17).Grammar note: مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ (verse 17).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذَا الظُّلْمُ هُوَ ظُلْمُ الْحَسَدِ فَإِنَّ الْحَسَدَ مِنْ أَعْظَمِ الظُّلْمِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/346 · Shamela ↗ (huraian ayat 16–17)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/346 · Shamela ↗ (commentary on 16–17)
Menurut Ibn ‘Āshūr, perselisihan ini berlaku dengan sengaja, bukan kerana lalai, dan kezaliman itu ialah kezaliman hasad; hasad termasuk kezaliman yang paling besar.
Renungan: Ilmu boleh bertukar menjadi punca perbalahan apabila hati dihinggapi hasad; mari kita bersihkan hati kita sendiri, terutama ketika berbeza pendapat.According to Ibn ‘Āshūr, this difference came about deliberately, not through heedlessness, and the wrong in it was the wrong of envy; envy is among the greatest of wrongs.
Reflection: Knowledge can turn into a cause of quarrels when envy touches the heart; let us cleanse our own hearts, above all when we disagree.
جَعَلۡنَٰكَ
… jadikan engkau (wahai Muhammad dan utuskan engkau)… set you (O Muhammad, and sent you) (KamiWe)
Terjemahan: Kesudahannya Kami jadikan engkau (wahai Muhammad dan utuskan engkau) menjalankan satu Syariat (yang cukup lengkap) dari hukum-hukum ugama; maka turutlah Syariat itu, dan janganlah engkau menurut hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui (perkara yang benar)Translation: Finally We set you (O Muhammad, and sent you) upon a Shari‘ah (that is fully complete) of the rules of religion; so follow that Shari‘ah, and do not go along with the whims of those who do not know (what is right).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«اسْتُعِيرَ اسْمُ الشَّرِيعَةِ لِلطَّرِيقَةِ الْإِلَهِيَّةِ تَشْبِيهًا بِشَرِيعَةِ الْمَاءِ قُلْتُ: وَوَجْهُ الشَّبَهِ مَا فِي الْمَاءِ مِنَ الْمَنَافِعِ وَهِيَ الرَّيُّ وَالتَّطْهِيرُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/348 · Shamela ↗ (huraian ayat 18–19)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/348 · Shamela ↗ (commentary on 18–19)
Ibn ‘Āshūr menukil al-Rāghib: nama “Syariat” dipinjam daripada tempat orang mengambil air. Menurut Ibn ‘Āshūr, persamaannya ialah manfaat air, iaitu menghilangkan dahaga dan menyucikan.
Renungan: Agama Allah menyegarkan jiwa dan membersihkannya; mari kita menurutnya, dan jangan “menurut hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”.Ibn ‘Āshūr reports al-Rāghib: the name “Shari‘ah” is borrowed from the place where people draw water. According to Ibn ‘Āshūr, the likeness lies in water’s benefits: quenching thirst and cleansing.
Reflection: Allah’s way refreshes the soul and cleanses it; let us follow it, and not follow “the whims of those who do not know”.
ٱللَّهِ
(azab) Allah (kalau engkau menurut mereka)(the punishment of) Allah (if you follow them)
ٱلۡمُتَّقِينَ
bagi orang-orang yang bertaqwa (yang engkaulah pemimpinnya)those who have taqwa (of whom you are the leader)
Terjemahan: Sesungguhnya mereka tidak sekali-kali akan dapat menyelamatkanmu sedikitpun dari (azab) Allah (kalau engkau menurut mereka); dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu setengahnya menjadi penolong dan penyokong bagi setengahnya yang lain (dalam perkara yang salah); dan (sebaliknya) Allah menjadi penolong dan pelindung bagi orang-orang yang bertaqwa (yang engkaulah pemimpinnya)Translation: Truly they will never be able to save you at all from (the punishment of) Allah (if you follow them); and truly the unjust are helpers and supporters of one another (in what is wrong); and (on the other hand) Allah is the Helper and Protector of those who have taqwa (of whom you are the leader).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأَمَّا الْمُتَّقُونَ الْمُهْتَدُونَ، فَاللَّهُ وَلِيُّهُمْ وَنَاصِرُهُمْ وَهُمْ مُوَالُوهُ، وَمَا أَبْيَنَ الْفَرْقَ بَيْنَ الْوَلَايَتَيْنِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/675 · Shamela ↗ (huraian ayat 16–21)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/675 · Shamela ↗ (commentary on 16–21)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, dengan lafaz yang hampir sama dengan al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/289), Allah ialah penolong orang bertaqwa dan merekalah yang setia kepada-Nya; alangkah jelasnya beza dua kesetiaan itu.
Renungan: Sokongan orang dalam perkara salah tidak menyelamatkan; mari kita mencari perlindungan Allah dengan taqwa.Tafsir al-Rāzī says, in words nearly the same as al-Zamakhsharī’s in al-Kashshāf (4/289), that Allah is the Helper of those who have taqwa and they are loyal to Him; how clear the gap between the two loyalties.
Reflection: People’s support in wrongdoing saves no one; let us seek Allah’s protection through taqwa.
بَصَٰٓئِرُ
menjadi panduan-panduan yang membuka mata hatiserves as guides that open the eyes of the hearts of
Terjemahan: Al-Quran ini menjadi panduan-panduan yang membuka matahati manusia, dan menjadi hidayah petunjuk serta membawa rahmat bagi kaum yang meyakini (kebenarannya)Translation: This Qur’an serves as guides that open the eyes of the hearts of mankind, and as guidance and a bringer of mercy for those who are certain (of its truth).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَجَعَلَ الْبَصَائِرَ لِلنَّاسِ لِأَنَّهُ بَيَانٌ لِلنَّاسِ عَامَّةً وَجَعَلَ الْهُدَى وَالرَّحْمَةَ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ لِأَنَّهُ لَا يَهْتَدِي بِبَيَانِهِ إِلَّا الْمُوقِنُ بِحَقِيقَتِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/351 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/351 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, al-Qur’an ialah “panduan-panduan” bagi manusia kerana ia keterangan untuk semua, tetapi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini, kerana hanya yang yakin akan kebenarannya mendapat petunjuk.
Renungan: Al-Qur’an terbuka untuk semua; yang menentukan manfaatnya ialah keyakinan kita, maka mari kita membacanya dengan yakin.According to Ibn ‘Āshūr, the Qur’an serves as “guides” for mankind because it is a clear statement for all, yet it is guidance and mercy for those who are certain, since only those certain of its truth are guided by it.
Reflection: The Qur’an is open to all; what decides our benefit is our certainty, so let us read it with conviction.
سَوَآءٗ
dengan menyamakan keadaan (mereka semua) (lit. sama)making (all of them) equal (lit. equal)
Terjemahan: Patutkah orang-orang yang melakukan kejahatan menyangka bahawa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dengan menyamakan keadaan (mereka semua) semasa mereka hidup dan semasa mereka mati? Buruk sungguh apa yang mereka hukumkan ituTranslation: Is it fitting for those who have committed evil deeds to have thought that We would make them like those who believed and did righteous deeds, making (all of them) equal in their life and in their death? How evil is what they judge.
Nota nahu: سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ (ayat 21).Grammar note: سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ (verse 21).
Nota nahu: كَٱلَّذِينَ (ayat 21).Grammar note: كَٱلَّذِينَ (verse 21).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«يَجْعَلُ مِنْهَا إِيمَاءً إِلَى تَفَاوُتِ حَالَيِ الْمُسِيئِينَ وَالْمُحْسِنِينَ مَنْ أَهْلِ الْإِيمَانِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/355 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/355 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, walaupun ayat ini datang tentang dua golongan, ia dikaitkan dengan sifat “melakukan kejahatan”, maka ia juga mengisyaratkan perbezaan keadaan antara yang berbuat jahat dan yang berbuat baik dalam kalangan orang beriman.
Renungan: Nama beriman sahaja tidak menyamakan semua; mari kita semak amal kita sendiri, tanpa bersandar pada angan-angan.According to Ibn ‘Āshūr, though this verse came about two groups, it is tied to the words “committed evil deeds”, so it also hints at the gap between wrongdoers and doers of good among the people of faith.
Reflection: The name of faith alone does not make all equal; let us check our own deeds, without leaning on wishful hopes.
بِٱلۡحَقِّ
dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat (untuk membuktikan keesaan-Nya dan keadilan-Nya) (lit. dengan kebenaran)in a truly fitting and wise way (to prove His oneness and justice) (lit. with truth)
وَلِتُجۡزَىٰ
dan supaya … diberi balasanand so that … may receive recompense (tiap‑tiap diri kullueach soul kullu)NF
كَسَبَتۡ
… telah kerjakan (baik atau jahat)… has earned (good or bad) (ia (tiap‑tiap diri)it (each soul))
يُظۡلَمُونَ
… dikurangkan balasannya sedikitpun (lit. … dizalimi)… are denied any of their recompense (lit. … are wronged) (merekathey)NF
Terjemahan: Dan (ingatlah), Allah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat (untuk membuktikan keesaan-Nya dan keadilan-Nya), dan supaya tiap-tiap diri diberi balasan dengan apa yang mereka telah kerjakan (baik atau jahat), sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpunTranslation: And (remember,) Allah has created the heavens and earth in a truly fitting and wise way (to prove His oneness and justice), and so that each soul may receive recompense for what it has earned (good or bad), while they are not denied any of their recompense.
Nota nahu: بِمَا كَسَبَتْ (ayat 22).Grammar note: بِمَا كَسَبَتْ (verse 22).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَالْمُجَازَى غَيْرُ مَظْلُومٍ، وَبِالْجَزَاءِ أَيْضًا يَنْتَفِي أَثَرُ ظُلْمِ الظَّالِمِ عَنِ الْمَظْلُومِ إِذْ لَوْ تُرِكَ الْجَزَاءُ لَاسْتَمَرَّ الْمَظْلُوم مَظْلُوما»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/357 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/357 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, orang yang dibalas tidak dizalimi; malah dengan pembalasan itu hilanglah kesan kezaliman daripada orang yang dizalimi, kerana tanpa pembalasan dia akan terus dizalimi.
Renungan: Apabila kita dianiaya, keadilan Allah tidak akan tersia; dan mari kita pastikan tiada sesiapa dizalimi oleh kita.According to Ibn ‘Āshūr, the one recompensed is not wronged; and through recompense the effect of the wrongdoer’s wrong is lifted from the wronged, for without it he would stay wronged.
Reflection: When we are mistreated, Allah’s justice will not fail; and let us make sure that no one is wronged by us.
أَفَرَءَيۡتَ
dengan yang demikian, bagaimana fikiran … (wahai Muhammad) (lit. adakah … melihat)so what is … view (O Muhammad) (lit. have … seen) (engkauyou)
وَأَضَلَّهُ
dan ia pula disesatkan (lit. dan … menyesatkannya)and who has been led astray (lit. and … led him astray) (AllahAllah)
عِلۡمٖ
diketahui-Nya (bahawa ia tetap kufur ingkar) (lit. ilmu)He knows (that he persists in disbelief) (lit. knowledge)
وَخَتَمَ
dan dimeteraikan pula (lit. dan … meteraikan)and … have been sealed (lit. and … sealed) (DiaHe)
يَهۡدِيهِ
dapat memberi hidayah petunjuk kepadanyacan give him guidance (dia (merujuk siapakah)he (refers to who))
تَذَكَّرُونَ
… ingat dan insaf (wahai orang-orang yang ingkar)… remember and take heed (O deniers) (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Dengan yang demikian, bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad) terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya: tuhan yang dipatuhinya, dan ia pula disesatkan oleh Allah kerana diketahui-Nya (bahawa ia tetap kufur ingkar), dan dimeteraikan pula atas pendengarannya dan hatinya, serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah lagi yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya sesudah Allah (menjadikan dia berkeadaan demikian)? Oleh itu, mengapa kamu (wahai orang-orang yang ingkar) tidak ingat dan insafTranslation: So what is your view (O Muhammad) of the one who has taken his desire as a god he obeys, and who has been led astray by Allah because He knows (that he persists in disbelief), and whose hearing and heart have been sealed, and over whose sight a covering has been set? So who else can give him guidance after Allah (has put him in that state)? Why then do you (O deniers) not remember and take heed?
Nota nahu: وَخَتَمَ … وَجَعَلَ (ayat 23).Grammar note: وَخَتَمَ … وَجَعَلَ (verse 23).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذِهِ الْآيَةُ أَصْلٌ فِي التَّحْذِيرِ مِنْ أَنْ يَكُونَ الْهَوَى الْبَاعِثَ لِلْمُؤْمِنِينَ عَلَى أَعْمَالِهِمْ وَيَتْرُكُوا اتِّبَاعَ أَدِلَّةِ الْحَقِّ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/359 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/359 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menjadi asas amaran supaya hawa nafsu tidak menjadi pendorong amal orang-orang beriman sehingga mereka meninggalkan dalil kebenaran.
Renungan: Sebelum bertindak, mari kita tanya: adakah ini yang Allah suka, atau yang nafsu kita suka? Mari kita tundukkan keinginan kita kepada kebenaran.According to Ibn ‘Āshūr, this verse is a basis for warning believers not to let desire be what drives their deeds, so that they abandon the proofs of truth.
Reflection: Before we act, let us ask: is this what Allah loves, or what our desire loves? Let us bend our wishes to the truth.
يَظُنُّونَ
menurut sangkaan (semata-mata) (lit. … menyangka)follow (mere) guesswork (lit. … guess) (merekathey)
Terjemahan: Dan mereka berkata: "Tiadalah hidup yang lain selain daripada hidup kita di dunia ini. Kita mati dan kita hidup (silih berganti); dan tiadalah yang membinasakan kita melainkan edaran zaman". Pada hal mereka tidak mempunyai sebarang pengetahuan tentang hal itu; mereka hanyalah menurut sangkaan semata-mataTranslation: And they said: “There is no other life than our worldly life. We die and we live (in turn); and nothing destroys us except the passing of time.” Yet they possess no knowledge of that; they only follow mere guesswork.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذِهِ الْآيَةُ مِنْ أَقْوَى الدَّلَائِلِ عَلَى أَنَّ الْقَوْلَ بِغَيْرِ حُجَّةٍ وَبَيِّنَةٍ قَوْلٌ بَاطِلٌ فَاسِدٌ، وَأَنَّ مُتَابَعَةَ الظَّنِّ وَالْحُسْبَانِ مُنْكَرٌ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/679 · Shamela ↗ (huraian ayat 22–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/679 · Shamela ↗ (commentary on 22–26)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini antara dalil terkuat bahawa perkataan tanpa hujah dan bukti ialah batil, dan “menurut sangkaan” itu mungkar di sisi Allah.
Renungan: Kita juga mudah berkata tanpa ilmu; mari kita pastikan dahulu sebelum berkata, terutama dalam urusan agama.Tafsir al-Rāzī says this verse is among the strongest proofs that speech without proof or evidence is false, and that to “follow mere guesswork” is rejected by Allah.
Reflection: We too speak easily without knowledge; let us make sure before we speak, above all in matters of religion.
بَيِّنَٰتٖ
yang jelas nyata (mengenai soal hidup semula sesudah mati)clear and manifest (on the matter of rising to life after death)
Terjemahan: Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat keterangan Kami yang jelas nyata (mengenai soal hidup semula sesudah mati), tidaklah ada hujah mereka (untuk menolak kebenarannya) selain daripada berkata: "Bawakanlah datuk nenek kami (hidup semula) kalau betul kami orang-orang yang benar"Translation: And when Our verses of evidence, clear and manifest (on the matter of rising to life after death), are recited to them, they have no argument (to reject their truth) other than saying: “Bring our forefathers (back to life), if you really are people who are truthful.”
Nota nahu: إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ (ayat 25).Grammar note: إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ (verse 25).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّهُ لَيْسَ كُلُّ مَا لَا يَحْصُلُ فِي الْحَالِ وَجَبَ أَنْ يَكُونَ مُمْتَنِعَ الْحُصُولِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/679 · Shamela ↗ (huraian ayat 22–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/679 · Shamela ↗ (commentary on 22–26)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, bantahan itu sangat lemah, kerana bukan semua yang belum berlaku sekarang mesti mustahil berlaku; setiap kita pun dahulu tiada sehingga tiba waktunya.
Renungan: Apa yang belum kita lihat tidak bermakna ia tiada; mari kita yakin dengan janji Allah walaupun waktunya belum tiba.Tafsir al-Rāzī says that objection is very weak, for not all that has yet to happen now must be impossible; each of us too did not exist until our time came.
Reflection: What we have not seen is not thereby absent; let us trust Allah’s promise even if its time has not come.
يَجۡمَعُكُمۡ
… akan menghimpunkan kamu (dalam keadaan hidup semula)… will gather you (alive again) (DiaHe)
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad): "Allah yang menghidupkan kamu, kemudian Ia akan mematikan kamu, setelah itu Ia akan menghimpunkan kamu (dalam keadaan hidup semula) pada hari kiamat - (hari) yang tidak ada sebarang syak tentang kedatangannya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (ketetapan itu)"Translation: Say (O Muhammad): “Allah gives you life, then He will cause you to die, after that He will gather you (alive again) on the Day of Resurrection, (a Day) with no doubt at all about its coming; but most people do not know (this decree).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ كَمَا هُوَ أَوْجَدَكُمْ هُوَ يُمِيتُكُمْ لَا الدَّهْرُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/365 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/365 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, “menghidupkan kamu” menjadi pendahuluan kepada “mematikan kamu”: sebagaimana Dia mewujudkan kamu, Dialah yang mematikan kamu, bukan edaran zaman.
Renungan: Hidup dan mati kita di tangan Allah; mari kita isi hidup ini dengan persediaan untuk hari yang “tidak ada sebarang syak” tentangnya.According to Ibn ‘Āshūr, “gives you life” leads up to “cause you to die”: as He brought you into being, He it is Who causes you to die, not the passing of time.
Reflection: Our life and death are in Allah’s hand; let us fill this life with preparing for the Day “with no doubt at all about its coming”.
يَخۡسَرُ
ruginyawill suffer loss (yang berpegang kepada yang salah al‑mubtilunathose who cling to falsehood al‑mubṭilūna)
Terjemahan: Dan bagi Allah jualah kuasa pemerintahan langit dan bumi; dan ketika berlakunya hari kiamat, pada saat itulah ruginya orang-orang yang berpegang kepada perkara yang salahTranslation: And to Allah alone belongs the ruling power over the heavens and earth; and when the Day of Resurrection comes about, at that moment those who cling to falsehood will suffer loss.
Nota bahasa: وَلِلَّهِ (ayat 27).Language note: وَلِلَّهِ (verse 27).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الْحَيَاةَ وَالْعَقْلَ وَالصِّحَّةَ كَأَنَّهَا رَأْسُ الْمَالِ، وَالتَّصَرُّفُ فِيهَا لِطَلَبِ سَعَادَةِ الآخرة يَجْرِي مَجْرَى تَصَرُّفِ التَّاجِرِ فِي رَأْسِ الْمَالِ لِطَلَبِ الرِّبْحِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/680 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–31)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/680 · Shamela ↗ (commentary on 27–31)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, hidup, akal dan kesihatan seolah-olah modal; menggunakannya untuk mencari kebahagiaan akhirat sama seperti peniaga menggunakan modal untuk mencari untung.
Renungan: Modal kita berkurang setiap hari; mari kita laburkannya pada amal yang baik, supaya kita tidak rugi pada saat itu.Tafsir al-Rāzī says life, reason and health are as if a capital; using them to seek happiness in the Hereafter is like a trader using capital to seek profit.
Reflection: Our capital shrinks every day; let us invest it in good deeds, so that we do not lose out at that moment.
وَتَرَىٰ
dan (pada hari kiamat) … akan melihatand (on the Day of Resurrection) … will see (engkauyou)
جَاثِيَةٗۚ
berlutut (dalam keadaan cemas dan menunggu panggilan)kneeling (in dread, waiting to be called)
كِتَٰبِهَا
kitab suratan amalnya (serta dikatakan kepada mereka)its record of deeds (and it is said to them)
Terjemahan: Dan (pada hari kiamat) engkau akan melihat tiap-tiap umat berlutut (dalam keadaan cemas dan menunggu panggilan); tiap-tiap umat diseru untuk menerima kitab suratan amalnya (serta dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini kamu akan dibalas menurut apa yang kamu telah kerjakanTranslation: And (on the Day of Resurrection) you will see every ummah kneeling (in dread, waiting to be called); every ummah is called to receive its record of deeds (and it is said to them): “Today you are recompensed according to what you used to do.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِلى كِتابِهَا أَيْ إِلَى صَحَائِفِ أَعْمَالِهَا، فَاكْتَفَى بِاسْمِ الْجِنْسِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/680 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–31)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/680 · Shamela ↗ (commentary on 27–31)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/293), “kitab” di sini ialah lembaran-lembaran amal. Tafsir ar-Rāzī menambah, pada zahirnya orang beriman dan orang kafir termasuk di dalamnya.
Renungan: Setiap hari kita menulis kitab sendiri; mari kita isi dengan apa yang kita suka baca pada hari itu.Tafsir al-Rāzī says, as al-Zamakhsharī also does in al-Kashshāf (4/293), that the “record” here means the sheets of deeds. Tafsir al-Rāzī adds that on the face of it both believers and disbelievers are included.
Reflection: Each day we write our own record; let us fill it with what we would love to read on that day.
Terjemahan: Inilah surat (tulisan malaikat) Kami, ia memberi keterangan terhadap kamu dengan yang benar, kerana sesungguhnya Kami telah (perintahkan malaikat) menulis segala yang kamu telah lakukan (di dunia dahulu)"Translation: This is Our record (written by the angels); it testifies against you with the truth, for truly We have (commanded the angels to) write down all that you did (in the world before).”
Nota nahu: مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (ayat 29).Grammar note: مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (verse 29).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«بِأَنَّ اللَّهَ كَانَ يَأْمُرُ بِنَسْخِ مَا يَعْمَلُونَهُ فِي الصُّحُفِ فِي وَقْتِ عَمَلِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/369 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–29)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/369 · Shamela ↗ (commentary on 27–29)
Antara huraian Ibn ‘Āshūr, jika timbul soal bagaimana kitab itu menjadi saksi sedangkan amal dilakukan di dunia, jawapannya: Allah memerintahkan apa yang mereka lakukan ditulis dalam lembaran pada waktu ia dilakukan.
Renungan: Tiada yang tertinggal walau sesaat; mari kita jaga setiap perbuatan kita, kerana semuanya sedang ditulis.One of Ibn ‘Āshūr’s explanations: should one ask how that record bears witness when the deeds were done in the world, the answer is that Allah had what they did written on sheets at the time they did it.
Reflection: Not a moment is left out; let us watch every act of ours, for all of it is being written.
فَيُدۡخِلُهُمۡ
maka mereka akan dimasukkan (lit. maka … memasukkan mereka)they will be brought (lit. then … brings them) (Tuhan mereka rabbuhumtheir Lord rabbuhum)
Terjemahan: Adapun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka akan dimasukkan oleh Tuhan mereka ke dalam rahmat-Nya; yang demikian itu ialah kemenangan yang besarTranslation: As for those who have believed and done righteous deeds, they will be brought by their Lord into His mercy; such is the great triumph.
Nota bahasa: ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ (ayat 30).Language note: ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ (verse 30).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«شَامِلٌ لِمَا تَتَصَوَّرُهُ النَّفْسُ مِنْ أَنْوَاعِ الْكَرَامَةِ وَالنَّعِيمِ إِذْ جُعِلَتْ رَحْمَةُ اللَّهِ بِمَنْزِلَةِ الْمَكَانِ يَدْخُلُونَهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/371 · Shamela ↗ (huraian ayat 30–32)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/371 · Shamela ↗ (commentary on 30–32)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ungkapan “ke dalam rahmat-Nya” merangkumi segala kemuliaan dan nikmat yang dapat dibayangkan jiwa, kerana rahmat Allah digambarkan seperti tempat yang mereka masuki.
Renungan: Kemenangan sebenar ialah berada dalam rahmat Allah; mari kita menujunya dengan iman dan amal soleh, sambil sentiasa berharap kepada-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, the words “into His mercy” take in all the honour and bliss the soul can imagine, for Allah’s mercy is pictured as a place they enter.
Reflection: True triumph is to be within Allah’s mercy; let us head for it with faith and righteous deeds, ever hoping in Him.
أَفَلَمۡ
(maka mereka akan ditempelak dengan dikatakan kepada mereka): bukankah (lit. tidakkah)(they will be rebuked with the words:) were … not
فَٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ
lalu … berlaku sombong takbur (mengingkarinya)and … behaved with arrogance (denying them) (kamu sekalianyou all)
Terjemahan: Adapun orang-orang yang kafir, (maka mereka akan ditempelak dengan dikatakan kepada mereka): "Bukankah ayat-ayat-Ku telah disampaikan dan dibacakan kepada kamu, lalu kamu berlaku sombong takbur (mengingkarinya), serta menjadi kaum yang sentiasa melakukan kesalahanTranslation: As for those who have disbelieved, (they will be rebuked with the words:) “Were My verses not conveyed and recited to you, and you behaved with arrogance (denying them), and became a people who constantly did wrong?
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّهُ تَعَالَى عَلَّلَ أَنَّ اسْتِحْقَاقَ الْعُقُوبَةِ بِأَنَّ آيَاتِهِ تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ فَاسْتَكْبَرُوا عَنْ قَبُولِهَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/681 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–31)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/681 · Shamela ↗ (commentary on 27–31)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah menyatakan sebab mereka berhak dihukum: ayat-ayat-Nya telah dibacakan kepada mereka, lalu mereka sombong untuk menerimanya.
Renungan: Ayat yang sampai kepada kita ialah amanah; mari kita sambut setiap peringatan dengan rendah hati, bukan dengan berpaling.Tafsir al-Rāzī says Allah gives the reason they deserved punishment: His verses were recited to them, and they were too proud to accept them.
Reflection: A verse that reaches us is a trust; let us meet every reminder with humility, not by turning away.
قِيلَ
dikatakan (kepada kamu)it was said (to you) (ayat: inna wa‘da Allahi…the clause: inna wa‘da Allāhi…)NF
Terjemahan: Dan apabila dikatakan (kepada kamu): ‘Sesungguhnya janji Allah (membalas amal kamu) adalah benar, dan hari kiamat tidak ada sebarang syak tentang kedatangannya’, kamu berkata: ‘Kami tidak mengetahui apa dia hari kiamat itu; kami hanya mengira (kemungkinannya) sebagai sangkaan jua, dan kami tidak sekali-kali meyakininya’"Translation: And when it was said (to you), ‘Truly the promise of Allah (to recompense your deeds) is true, and the Day of Resurrection, there is no doubt at all about its coming’, you said, ‘We do not know what the Day of Resurrection is; we only reckon (its possibility) as a guess, and we are not at all certain of it.’”
Nota nahu: nā’ib fā‘il قِيلَ (ayat 32).Grammar note: nā’ib fā‘il of قِيلَ (verse 32).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَمِنْهُمْ مَنْ كَانَ شَاكًّا مُتَحَيِّرًا فِيهِ، لِأَنَّهُمْ لِكَثْرَةِ مَا سَمِعُوهُ مِنَ الرَّسُولِ ﷺ، وَلِكَثْرَةِ مَا سَمِعُوهُ مِنْ دَلَائِلَ الْقَوْلِ بِصِحَّتِهِ صَارُوا شَاكِّينَ فِيهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/682 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/682 · Shamela ↗ (commentary on 32–37)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, pada sangkaan yang kuat, kaum itu dua golongan: yang menafikan terus, dan yang ragu-ragu kerana terlalu banyak mendengar daripada Rasulullah ﷺ serta dalil-dalilnya; ayat ini tentang golongan kedua.
Renungan: Keraguan tidak patut dibiarkan; mari kita bertanya dan belajar sehingga hati kita tenang dan yakin.Tafsir al-Rāzī says that, most likely, those people were two groups: those who flatly denied it, and those left in doubt from hearing so much from the Messenger ﷺ and its proofs; this verse concerns the second.
Reflection: Doubt should not be left to linger; let us ask and learn until our hearts are settled and sure.
وَبَدَا
dan (pada ketika itu) ternyatalahand (at that time) … became clear (kejahatan‑kejahatan sayyi’atuthe evil deeds sayyi’ātu)
سَيِّـَٔاتُ
balasan kejahatan-kejahatan (lit. kejahatan-kejahatan)the recompense of the evil deeds (lit. the evil deeds)
وَحَاقَ
serta … diliputi (lit. dan … menimpa)and … were encompassed (lit. and … encompassed) (apa yang mawhat mā)
Terjemahan: Dan (pada ketika itu) ternyatalah kepada mereka balasan kejahatan-kejahatan yang mereka telah lakukan, serta mereka diliputi oleh azab yang mereka ejek-ejek ituTranslation: And (at that time) the recompense of the evil deeds they had done became clear to them, and they were encompassed by the punishment they used to ridicule.
Nota nahu: سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُوا۟ (ayat 33).Grammar note: سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُوا۟ (verse 33).
Nota nahu: مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ (ayat 33).Grammar note: مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ (verse 33).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَعَبَّرَ بِالسَّيِّئَاتِ عَنْ جَزَائِهَا إِشَارَةً إِلَى تَمَامِ الْمُعَادَلَةِ بَيْنَ الْعَمَلِ وَجَزَائِهِ حَتَّى جُعِلَ الْجَزَاءُ نَفْسَ الْعَمَلِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/374 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/374 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini memakai perkataan “kejahatan-kejahatan” bagi maksud balasannya, sebagai isyarat bahawa balasan setimpal sepenuhnya dengan amal, sehingga balasan itu dijadikan seperti amal itu sendiri.
Renungan: Apa yang kita buat hari ini akan kita temui semula; mari kita pilih amal yang kita suka bertemu dengannya.According to Ibn ‘Āshūr, the verse uses the words “evil deeds” for their recompense, to show that the recompense fully matches the deed, so much so that it is made to be the deed itself.
Reflection: What we do today we will meet again; let us choose deeds that we would be glad to meet.
وَقِيلَ
dan dikatakan (kepada mereka)and it is said (to them) (ayat: al‑yauma nansakum…the clause: al‑yawma nansākum…)NF
نَنسَىٰكُمۡ
… tidak hiraukan kamu (menderita di dalam azab seksa) (lit. … melupakan kamu)… do not concern Ourselves with you (suffering in the punishment) (lit. … forget you) (KamiWe)
نَسِيتُمۡ
… tidak hiraukan (lit. … melupakan)… did not concern yourselves with (lit. … forgot) (kamu sekalianyou all)
نَّٰصِرِينَ
sesiapapun yang dapat memberikan pertolongan (lit. penolong-penolong)one able to give help (lit. helpers)
Terjemahan: Dan dikatakan (kepada mereka): "Pada hari ini Kami tidak hiraukan kamu (menderita di dalam azab seksa) sebagaimana kamu tidak hiraukan persediaan untuk menemui hari kamu ini; dan tempat kamu ialah neraka, dan kamu tidak akan beroleh sesiapapun yang dapat memberikan pertolonganTranslation: And it is said (to them): “Today We do not concern Ourselves with you (suffering in the punishment), just as you did not concern yourselves with preparing to meet this Day of yours; and your place is Hell, and you will have no one able to give help.
Nota nahu: nā’ib fā‘il وَقِيلَ (ayat 34).Grammar note: nā’ib fā‘il of وَقِيلَ (verse 34).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«نَجْعَلُكُمْ بِمَنْزِلَةِ الشَّيْءِ الْمَنْسِيِّ غَيْرِ الْمُبَالَى بِهِ، كَمَا لَمْ تُبَالُوا أَنْتُمْ بِلِقَاءِ يَوْمِكُمْ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/682 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/682 · Shamela ↗ (commentary on 32–37)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/293), mereka dijadikan seperti sesuatu yang dilupakan dan tidak dihiraukan, sebagaimana mereka tidak menghiraukan pertemuan dengan hari itu.
Renungan: Jangan biarkan hari akhirat hilang daripada ingatan kita; mari kita buat persediaan hari ini.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī, as also in al-Zamakhsharī’s al-Kashshāf (4/293), is that they are treated like a thing forgotten and given no concern, just as they gave no concern to meeting that Day.
Reflection: Let us not allow the Hereafter to slip from our minds; let us make ready today.
وَغَرَّتۡكُمُ
dan kerana kamu telah membiarkan diri kamu diperdayakan (lit. dan … memperdaya kamu)and because you let yourselves be deceived (lit. and … deceived you) (kehidupan al‑hayatuthe life al‑ḥayātu)
يُسۡتَعۡتَبُونَ
diberi peluang untuk bertaubat (memperbaiki kesalahannya)will be given a chance to repent (and put right their wrongs) (merekathey)NF
Terjemahan: (Balasan buruk) yang demikian ini ialah kerana kamu telah menjadikan ayat-ayat keterangan Allah sebagai ejek-ejekan, dan kerana kamu telah membiarkan diri kamu diperdayakan oleh kehidupan dunia". Maka pada hari itu mereka tidak akan dikeluarkan dari neraka, dan mereka tidak diberi peluang untuk bertaubat (memperbaiki kesalahannya)Translation: (This evil recompense) is because you made the verses of evidence of Allah a mockery, and because you let yourselves be deceived by the life of this world.” So on that day they will not be led out of Hell, and they will not be given a chance to repent (and put right their wrongs).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«الِاسْتِغْرَاقُ فِي حُبِّ الدُّنْيَا وَالْإِعْرَاضُ بِالْكُلِّيَّةِ عَنِ الْآخِرَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/682 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/682 · Shamela ↗ (commentary on 32–37)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, antara sebab azab itu ialah tenggelam dalam cinta dunia dan berpaling sepenuhnya daripada akhirat, dan itulah maksud “diperdayakan oleh kehidupan dunia”.
Renungan: Dunia boleh menenggelamkan kita tanpa kita sedar; mari kita beri ruang untuk akhirat dalam urusan kita setiap hari.Tafsir al-Rāzī says one cause of that punishment is being sunk in love of the world and turning wholly from the Hereafter, and this is what “deceived by the life of this world” means.
Reflection: The world can sink us without our noticing; let us make room for the Hereafter in our affairs every day.
فَلِلَّهِ
(demikianlah ajaran dan peringatan Allah Yang Maha Adil) maka bagi Allah (jualah)(such is the teaching and reminder of Allah, the All-Just,) so to Allah (alone) belongs
Terjemahan: (Demikianlah ajaran dan peringatan Allah Yang Maha Adil) maka bagi Allah jualah tertentu segala pujian, Tuhan yang mentadbirkan langit, dan Tuhan yang mentadbirkan bumi, - Tuhan sekalian alamTranslation: (Such is the teaching and reminder of Allah, the All-Just,) so to Allah alone belongs all praise, the Lord Who manages the heavens, and the Lord Who manages the earth, the Lord of all the worlds.
Nota bahasa: فَلِلَّهِ (ayat 36).Language note: فَلِلَّهِ (verse 36).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«الْفَاءُ لِتَفْرِيعِ التَّحْمِيدِ وَالثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ تَفْرِيعًا عَلَى مَا احْتَوَتْ عَلَيْهِ السُّورَةُ مِنْ أَلْطَافِ اللَّهِ فِيمَا خَلَقَ وَأَرْشَدَ وَسَخَّرَ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/377 · Shamela ↗ (huraian ayat 36–37)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/377 · Shamela ↗ (commentary on 36–37)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata “maka” menghubungkan pujian kepada Allah dengan apa yang terkandung dalam surah ini: kelembutan-Nya dalam mencipta, membimbing dan memudahkan.
Renungan: Setiap ayat yang kita baca ialah sebab untuk memuji; mari kita akhiri bacaan kita dengan “segala pujian” bagi Allah.According to Ibn ‘Āshūr, the word “so” links the praise of Allah to what this surah holds: His kindness in creating, guiding and making things easy.
Reflection: Every verse we read is a reason for praise; let us close our reading with “all praise” to Allah.
Terjemahan: Dan bagi-Nyalah keagungan dan kekuasaan di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: And to Him alone belong majesty and might across the heavens and earth; and it is He Who is the All-Mighty, the All-Wise.
Nota bahasa: وَلَهُ (ayat 37).Language note: وَلَهُ (verse 37).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الْحَامِدِينَ إِذَا حَمِدُوهُ وَجَبَ أَنْ يَعْرِفُوا أَنَّهُ أَعْلَى وَأَكْبَرُ مِنْ أَنْ يَكُونَ الْحَمْدُ الَّذِي ذَكَرُوهُ لَائِقًا بِإِنْعَامِهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/683 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/683 · Shamela ↗ (commentary on 32–37)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, orang yang memuji Allah hendaklah sedar bahawa Dia lebih tinggi dan lebih besar daripada pujian yang mereka ucapkan, kerana pujian itu tidak setara dengan nikmat-Nya.
Renungan: Syukur kita tidak pernah menyamai pemberian-Nya; mari kita terus memuji-Nya dengan rendah hati, kerana bagi-Nya “keagungan dan kekuasaan”.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that those who praise Allah must realise that He is higher and greater than the praise they utter, for it does not match His favours.
Reflection: Our thanks never equal His gifts; let us go on praising Him with humility, for to Him belong “majesty and might”.