Terjemahan: Haa, MiimTranslation: Ḥā, Mīm.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَاعْلَمْ أَنَّ الْكَلَامَ فِي أَمْثَالِ هَذِهِ الْفَوَاتِحِ يَضِيقُ، وَفَتْحُ بَابِ الْمُجَازَفَاتِ مِمَّا لَا سَبِيلَ إِلَيْهِ، فَالْأَوْلَى أَنْ يُفَوَّضَ عِلْمُهَا إِلَى اللَّهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/575 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/575 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, perbincangan tentang huruf-huruf pembuka surah seperti ini sempit, dan pintu tekaan tanpa asas tidak patut dibuka; yang lebih utama ialah menyerahkan ilmunya kepada Allah.
Renungan: Kita tidak mentafsirkan huruf-huruf ini di sini; mari kita membacanya dengan cermat, dan belajar menyerahkan kepada Allah apa yang di luar ilmu kita.Tafsir al-Rāzī says that discussion of such surah-opening letters is narrow, that the door to baseless guessing should not be opened, and that it is better to leave their knowledge to Allah.
Reflection: We do not interpret these letters here; let us recite them with care, and learn to leave to Allah what lies beyond our knowledge.
Terjemahan: Ain, Siin, QaafTranslation: ‘Ayn, Sīn, Qāf.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«ثَلَاثَةُ حُرُوفٍ تُشْبِهُ كَلِمَةً فَكَانَتْ أولى بالانفصال»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/26 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–2)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/26 · Shamela ↗ (commentary on 1–2)
Menurut Ibn ‘Āshūr, “Ain, Siin, Qaaf” tidak disambung dengan Mīm sebelumnya kerana tiga huruf ini menyerupai satu perkataan, maka ia lebih layak berdiri berasingan.
Renungan: Kita tidak mentafsirkan huruf-huruf ini; ketelitian pada susunan hurufnya mengajak kita membaca al-Qur’an dengan teliti, huruf demi huruf, penuh hormat.According to Ibn ‘Āshūr, “‘Ayn, Sīn, Qāf” is not joined to the Mīm before it because these three letters resemble a word, so they are better set apart.
Reflection: We do not interpret these letters; the care shown in their arrangement invites us to recite the Qur’an carefully, letter by letter, with full reverence.
كَذَٰلِكَ
(sebagaimana yang terkandung dalam surah ini dan surah-surah yang lain) (lit. demikian)(as contained in this surah and in the other surahs) (lit. thus)
Terjemahan: Sebagaimana yang terkandung dalam surah ini dan surah-surah yang lain - diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada Rasul-rasul yang terdahulu daripadamu, oleh Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: As contained in this surah and in the other surahs, it is revealed to you (O Muhammad) as well as to the Messengers who came before you by Allah, the All-Mighty, the All-Wise.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذِهِ الْمُمَاثَلَةُ الْمُرَادُ مِنْهَا الْمُمَاثَلَةُ فِي الدَّعْوَةِ إِلَى التَّوْحِيدِ وَالْعَدْلِ وَالنُّبُوَّةِ وَالْمَعَادِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/575 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/575 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, persamaan wahyu kepada Nabi ﷺ dengan wahyu kepada Rasul-rasul terdahulu ialah pada seruan kepada tauhid (mengesakan Allah), keadilan, kenabian dan hari kembali.
Renungan: Al-Qur’an yang kita baca ialah seruan yang sama yang dibawa semua Rasul; mari kita menyambutnya dengan yakin dan rasa syukur.Tafsir al-Rāzī says that the likeness between the revelation to the Prophet ﷺ and the revelation to the earlier Messengers lies in the call to tawhid (the Oneness of Allah), justice, prophethood and the Return.
Reflection: The Qur’an we recite is the same call that all the Messengers brought; let us receive it with certainty and gratitude.
لَهُۥ
(Dialah yang) mempunyai dan menguasai (lit. bagi-Nya)(He is the One Who) owns and controls (lit. to Him belongs)
Terjemahan: Dialah yang mempunyai dan menguasai segala yang ada di langit dan yang ada di bumi; dan Dialah Yang Tertinggi keadaan-Nya, lagi Maha Besar (kekuasaan-Nya)Translation: He is the One Who owns and controls all that exists in the heavens and all that exists on the earth; and it is He Who is Most High in His state, and Most Great (in His power).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ مَنْ كَانَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مُلْكًا لَهُ تَتَحَقَّقُ لَهُ الْعِزَّةُ لِقُوَّةِ مَلَكُوتِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/28 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/28 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini mengukuhkan sifat Maha Kuasa dan Maha Bijaksana dalam ayat sebelumnya: Zat yang memiliki segala di langit dan di bumi nyata kekuasaan-Nya, dan alam yang tersusun rapi menampakkan hikmah-Nya.
Renungan: Tiada apa yang benar-benar milik kita; mari kita gunakan pinjaman ini dengan rendah hati.According to Ibn ‘Āshūr, this verse confirms the attributes All-Mighty and All-Wise in the verse before it: the One Who owns all that is in the heavens and the earth has plain might, and a finely ordered creation shows His wisdom.
Reflection: Nothing is truly ours; let us use what is lent to us with humility.
فَوۡقِهِنَّۚ
sebelah atasnya (kerana ngeri dan takutnya kepada kemurkaan Allah terhadap penduduk bumi yang lupakan kebesaran Allah sehingga menyeleweng dari jalan yang benar)their upper side (out of dread and fear of Allah’s anger upon the dwellers of the earth who forget Allah’s greatness, until they turn aside from the right path)
Terjemahan: Alam langit nyaris-nyaris pecah dari sebelah atasnya (kerana ngeri dan takutnya kepada kemurkaan Allah terhadap penduduk bumi yang lupakan kebesaran Allah sehingga menyeleweng dari jalan yang benar); dan malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya serta memohon ampun bagi makhluk-makhluk yang ada di bumi. Ingatlah! Sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, lagi Maha MengasihaniTranslation: The heavens almost burst apart from their upper side (out of dread and fear of Allah’s anger upon the dwellers of the earth who forget Allah’s greatness, until they turn aside from the right path); and the angels glorify with the praise of their Lord and beg forgiveness for the creatures on the earth. Remember! Truly Allah, He is the Most Forgiving, the Most Merciful.
Nota bahasa: إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ (ayat 5).Language note: إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَفُورُ (verse 5).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَقْصُودُ التَّنْبِيهُ عَلَى أَنَّ الْمَلَائِكَةَ وَإِنْ كَانُوا يَسْتَغْفِرُونَ لِلْبَشَرِ إِلَّا أَنَّ الْمَغْفِرَةَ الْمُطْلَقَةَ وَالرَّحْمَةَ الْمُطْلَقَةَ لِلْحَقِّ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/579 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–6)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/579 · Shamela ↗ (commentary on 1–6)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, walaupun malaikat memohon ampun bagi manusia, keampunan dan rahmat yang mutlak tetap milik Allah.
Renungan: Jika malaikat memohon ampun untuk penduduk bumi, wajarlah kita sendiri lebih kerap memohon ampun, dan menyandarkan harapan kita kepada Allah Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.Tafsir al-Rāzī says that although the angels beg forgiveness for humankind, absolute forgiveness and absolute mercy belong to Allah.
Reflection: If the angels beg forgiveness for the dwellers of the earth, we ourselves should do so all the more, and rest our hope on Allah, the Most Forgiving, the Most Merciful.
دُونِهِۦٓ
sesuatu yang lain dari Allah (lit. yang lain dari-Nya)something other than Allah (lit. besides Him)
أَوۡلِيَآءَ
sebagai pelindung (yang disembah dan diharapkan pertolongannya)as protectors (who are worshipped and whose help is hoped for)
عَلَيۡهِمۡ
tingkah laku mereka (serta akan membalasnya) (lit. ke atas mereka)their conduct (and will repay it) (lit. over them)
عَلَيۡهِم
soal (bawaan dan amalan) mereka (lit. ke atas mereka)their affairs (their ways and deeds) (lit. over them)
Terjemahan: Dan (sebaliknya) orang-orang yang menjadikan sesuatu yang lain dari Allah sebagai pelindung (yang disembah dan diharapkan pertolongannya), Allah sentiasa mengawasi tingkah laku mereka (serta akan membalasnya); dan engkau (wahai Muhammad hanyalah penyampai) bukanlah menjadi wakil yang menguasai soal (bawaan dan amalan) merekaTranslation: And (by contrast) those who have taken something other than Allah as protectors (who are worshipped and whose help is hoped for), Allah ever watches over their conduct (and will repay it); and you (O Muhammad, are only one who conveys), not a guardian in control of their affairs (their ways and deeds).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَهَذَا تَسْكِينٌ لحزن الرّسول ﷺ مِنْ أَجْلِ عَدَمِ إِيمَانِهِمْ بِوَحْدَانِيَّةِ اللَّهِ تَعَالَى»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/31 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/31 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menenangkan kesedihan Rasulullah ﷺ kerana mereka tidak beriman kepada keesaan Allah: baginda tidak perlu merisaukan mereka, kerana Allah mencukupi.
Renungan: Kita sampaikan yang benar dengan baik, kemudian kita berhenti di situ; hati manusia terserah kepada Allah, bukan kepada kita.According to Ibn ‘Āshūr, this verse soothes the sorrow of the Messenger ﷺ over their lack of belief in the Oneness of Allah: he need not be troubled over them, for Allah suffices.
Reflection: We convey what is true in a good way, then we stop there; human hearts rest with Allah, not with us.
وَكَذَٰلِكَ
dan sebagaimana Kami tetapkan engkau hanya penyampai (lit. dan demikian)and just as We have set you as only one who conveys (lit. and thus)
وَمَنۡ
dan sekalian penduduk dunia (lit. dan sesiapa)and all the people of the world (lit. and whoever)
Terjemahan: Dan sebagaimana Kami tetapkan engkau hanya penyampai, Kami wahyukan kepadamu Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya engkau memberi peringatan dan amaran kepada (penduduk) "Ummul-Qura" dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya, serta memberi peringatan dan amaran mengenai hari perhimpunan (hari kiamat) - yang tidak ada syak tentang masa datangnya; (pada hari itu) sepuak masuk Syurga dan sepuak lagi masuk nerakaTranslation: And just as We have set you as only one who conveys, We have revealed to you a Qur’an in the Arabic language, so that you may warn (the people of) “Umm al-Qurā” and all the people of the world around it, and warn about the Day of Gathering (the Day of Resurrection), about the time of whose coming there is no doubt; (on that Day) one group enters Paradise and another group enters the Blazing Fire.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«قُلْنَا إِنَّهُمْ يَجْتَمِعُونَ أَوَّلًا ثُمَّ يَصِيرُونَ فَرِيقَيْنِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/580 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–12)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/580 · Shamela ↗ (commentary on 7–12)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, pada hari perhimpunan manusia berhimpun dahulu, kemudian menjadi dua golongan: “sepuak masuk Syurga dan sepuak lagi masuk neraka”.
Renungan: Hari ini kita bersama dalam satu dunia; esok kita akan dipisahkan oleh amal. Mari kita pilih dari sekarang golongan mana yang kita tuju.Tafsir al-Rāzī says that on the Day of Gathering people first gather, then become two parties: “one group enters Paradise and another group enters the Blazing Fire”.
Reflection: Today we live together in one world; tomorrow our deeds will divide us. Let us choose now which group we are heading for.
وَٰحِدَةٗ
satu (yang bersatu dalam ugama Allah yang satu)one (united in the one religion of Allah)
يُدۡخِلُ
(tidak merancang yang demikian bahkan akan) memasukkan(did not plan so; rather will) admit (Dia (Allah)He (Allah))
رَحۡمَتِهِۦۚ
rahmat-Nya (menurut peraturan yang telah ditetapkan)His mercy (according to the laws that have been set)
Terjemahan: Dan jika Allah menghendaki, tentulah Ia menjadikan mereka satu umat (yang bersatu dalam ugama Allah yang satu); akan tetapi Allah (tidak merancang yang demikian bahkan Ia akan) memasukkan sesiapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (menurut peraturan yang telah ditetapkan); dan orang-orang yang zalim tidak ada baginya sesiapapun yang dapat memberikan perlindungan dan pertolonganTranslation: And if Allah had willed, He would surely have made them one community (united in the one religion of Allah); but Allah (did not plan so; rather He will) admit whomever He wills into His mercy (according to the laws that have been set); and the unjust have no one at all who can give them protection and help.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذَا مَسُوقٌ لتسلية الرّسول ﷺ وَالْمُؤْمِنِينَ عَلَى تَمَنِّيهِمْ أَنْ يَكُونَ النَّاسُ كُلُّهُمْ مُهْتَدِينَ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/38 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/38 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menghibur Rasulullah ﷺ dan orang beriman yang mengharapkan semua manusia mendapat hidayah (petunjuk) dan semuanya masuk Syurga.
Renungan: Kita berdoa dan berusaha agar semua mendapat kebaikan, namun hasilnya terserah kepada Allah; mari kita tidak berputus asa dan tidak pula memaksa.According to Ibn ‘Āshūr, this verse consoles the Messenger ﷺ and the believers in their wish that all people be guided and all enter Paradise.
Reflection: We pray and strive that all may receive good, yet the outcome rests with Allah; let us neither despair nor force anyone.
دُونِهِۦٓ
sesuatu yang lain dari Allah (lit. yang lain dari-Nya)something other than Allah (lit. besides Him)
أَوۡلِيَآءَۖ
sebagai pelindung-pelindung (yang disembah dan dipuja)as protectors (who are worshipped and adored)
Terjemahan: Tidaklah patut mereka menjadikan sesuatu yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung (yang disembah dan dipuja) kerana Allah jualah Pelindung yang sebenar-benarnya, dan Dialah yang menghidupkan makhluk-makhluk yang mati. Dan (ingatlah), Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatuTranslation: It is not right for them to take something other than Allah as protectors (who are worshipped and adored), for Allah alone is the true Protector, and He is the One Who brings the dead creatures to life. And (remember,) He is All-Powerful over every thing.
Nota bahasa: فَٱللَّهُ هُوَ ٱلْوَلِىُّ (ayat 9).Language note: فَٱللَّهُ هُوَ ٱلْوَلِىُّ (verse 9).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِنْ أَرَادُوا وَلِيًّا بِحَقٍّ فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/40 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/40 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, maknanya: jika mereka mahukan pelindung yang sebenar, maka Allah sahajalah Pelindung itu.
Renungan: Sering kita bersandar pada orang, harta atau jawatan; mari kita bertanya kepada diri, siapakah sebenarnya tempat kita berharap ketika semua itu tiada?According to Ibn ‘Āshūr, the sense is: if they want a real protector, then Allah alone is that Protector.
Reflection: We often lean on people, wealth or rank; let us ask ourselves in Whom we truly place our hope when all of these are gone.
وَمَا
dan (katakanlah wahai Muhammad kepada pengikut-pengikutmu): apa juaand (say, O Muhammad, to your followers): whatever
Terjemahan: Dan (katakanlah wahai Muhammad kepada pengikut-pengikutmu): "Apa jua perkara ugama yang kamu berselisihan padanya maka hukum pemutusnya terserah kepada Allah; Hakim yang demikian kekuasaan-Nya ialah Allah Tuhanku; kepada-Nyalah aku berserah diri dan kepada-Nyalah aku rujuk kembali (dalam segala keadaan)"Translation: And (say, O Muhammad, to your followers): “Whatever matter of religion you have differed on, its deciding ruling rests with Allah; the Judge of such power is Allah, my Lord; it is in Him that I have placed my trust, and it is to Him that I turn back (in every state).”
Nota bahasa: عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ (ayat 10).Language note: عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ (verse 10).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَقَوْلُهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ يُفِيدُ الْحَصْرَ، أَيْ لَا أَتَوَكَّلُ إِلَّا عَلَيْهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/581 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–12)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/581 · Shamela ↗ (commentary on 7–12)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, susunan “kepada-Nyalah aku berserah diri” membawa maksud pengkhususan: aku tidak bertawakal (berserah diri) kecuali kepada-Nya, dan kepada-Nya aku kembali dalam semua urusan penting.
Renungan: Apabila berselisih, mari kita bawa urusan kita kepada Allah dahulu, sebelum kepada perasaan kita.Tafsir al-Rāzī says that the wording “it is in Him that I have placed my trust” limits trust to Him alone: I rely on none but Him, and to Him I return in every weighty matter.
Reflection: When we differ, let us bring the matter to Allah first, before our feelings.
يَذۡرَؤُكُمۡ
kembangkan (zuriat keturunan) kamu semuamultiplies (the offspring of) you all (DiaHe)
كَمِثۡلِهِۦ
yang sebanding dengan (Zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan pentadbiran-Nya)comparable to (His Essence, His attributes and His management)
Terjemahan: Dialah yang menciptakan langit dan bumi; Ia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan menjadikan dari jenis binatang-binatang ternak pasangan-pasangan (bagi binatang-binatang itu); dengan jalan yang demikian dikembangkan-Nya (zuriat keturunan) kamu semua. Tiada sesuatupun yang sebanding dengan (Zat-Nya, sifat-sifat-Nya, dan pentadbiran-Nya) dan Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha MelihatTranslation: He is the One Who created the heavens and the earth; for you He has made mates from your own kind, and from the kinds of livestock mates (for those animals); in this way He multiplies (the offspring of) you all. There is nothing comparable to (His Essence, His attributes and His management), and He is the All-Hearing and All-Seeing.
Nota: لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ (ayat 11).Note: لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ (verse 11).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَإِنَّ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مِنْ أَبْرَزِ آثَارِ صِفَةِ الْقُدْرَةِ الْمُنْفَرِدِ بِهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/43 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/43 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, penciptaan langit dan bumi antara kesan paling jelas daripada sifat kekuasaan yang hanya dimiliki Allah.
Renungan: Setiap kali memandang langit dan bumi, mari kita membesarkan Allah, dan merasa cukup dengan pengajaran ayat ini tentang Tuhan kita: “Tiada sesuatupun yang sebanding”.According to Ibn ‘Āshūr, the creation of the heavens and the earth is among the clearest effects of the power that belongs to Allah alone.
Reflection: Each time we look at the heavens and the earth, let us glorify Allah, and be content with what this verse teaches about our Lord: “There is nothing comparable”.
لَهُۥ
(Dialah jua yang) menguasai (lit. bagi-Nya)(He alone is the One Who) controls (lit. to Him belong)
مَقَالِيدُ
urusan dan perbendaharaan (lit. kunci-kunci)the affairs and storehouses (lit. the keys) of
يَشَآءُ
kehendaki (menurut peraturan yang telah ditetapkan)wills (according to the laws that have been set) (DiaHe)
وَيَقۡدِرُۚ
dan (Dia juga yang) menyempitkannya (menurut peraturan itu)and (He too is the One Who) makes it narrow (by those same laws) (DiaHe)
Terjemahan: Dialah jua yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi; Ia memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dia juga yang menyempitkannya (menurut peraturan itu); sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatuTranslation: He alone is the One Who controls the affairs and storehouses of the heavens and the earth; provision He makes abundant for whomever He wills (according to the laws that have been set), and He too is the One Who makes it narrow (by those same laws); truly He is All-Knowing of every thing.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فمقاليد السموات الْأَمْطَارُ، وَمَقَالِيدُ الْأَرْضِ النَّبَاتُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/586 · Shamela ↗ (huraian ayat 7–12)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/586 · Shamela ↗ (commentary on 7–12)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, yang dimaksudkan ialah kunci-kunci rezeki: kunci langit ialah hujan dan kunci bumi ialah tumbuh-tumbuhan.
Renungan: Setiap titis hujan dan setiap tumbuhan membawa rezeki kita dari Allah; mari kita bersyukur ketika lapang, dan bersabar ketika sempit.Tafsir al-Rāzī says that what is meant is the keys of provision: the keys of the heavens are the rains and the keys of the earth are the plants.
Reflection: Every drop of rain and every plant carries our provision from Allah; let us be grateful in times of ease and patient in times of hardship.
ٱلدِّينِ
perkara-perkara ugama (yang Ia tetapkan hukumnya)the matters of religion (whose ruling He has laid down)
تَتَفَرَّقُواْ
berpecah belah atau berselisihansplit up or fall into dispute (kamu sekalianyou all)
ٱلۡمُشۡرِكِينَ
orang-orang musyrik (untuk menerima ugama tauhid)the people of shirk (to accept the religion of tawhid)
إِلَيۡهِ
untuk menerima ugama tauhid itu (lit. kepada-Nya)to accept that religion of tawhid (lit. to Him)
يُنِيبُ
rujuk kembali kepada-Nya (dengan taat)turns back to Him (in obedience) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
Terjemahan: Allah telah menerangkan kepada kamu - di antara perkara-perkara ugama yang Ia tetapkan hukumnya - apa yang telah diperintahkan-Nya kepada Nabi Nuh, dan yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), dan juga yang telah Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa serta Nabi Isa, iaitu: "Tegakkanlah pendirian ugama, dan janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya". Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima ugama tauhid) yang engkau seru mereka kepadanya. Allah memilih serta melorongkan sesiapa yang dikehendaki-Nya untuk menerima ugama tauhid itu, dan memberi hidayah petunjuk kepada ugama-Nya itu sesiapa yang rujuk kembali kepada-Nya (dengan taat)Translation: Allah has made clear to you, among the matters of religion whose ruling He has laid down, what He has commanded the Prophet Nuh, and that which We (Allah) have revealed to you (O Muhammad), as well as that which We have commanded the Prophet Ibrahim and the Prophet Musa and the Prophet Isa, namely: “Establish the stance of the religion, and do not split up or fall into dispute over its foundations.” Heavy upon the people of shirk (to accept the religion of tawhid) is that to which you call them. Allah chooses and steers whomever He wills to accept that religion of tawhid, and gives guidance to that religion of His to whoever turns back to Him (in obedience).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ مُشْعِرٌ بِأَنَّ حُصُولَ الْمُوَافَقَةِ أَمْرٌ مَطْلُوبٌ فِي الشَّرْعِ وَالْعَقْلِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/588 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–19)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/588 · Shamela ↗ (commentary on 13–19)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, perintah ini menunjukkan kesepakatan itu dituntut oleh syarak dan akal: apabila jiwa-jiwa sepakat, mereka saling membantu; apabila berselisih, mereka berbantah dan menjadi lemah.
Renungan: Mari kita jaga kesepakatan pada dasar agama dalam keluarga dan jemaah kita, bermula dengan lidah kita sendiri.Tafsir al-Rāzī says that this command shows agreement to be sought by both revealed law and reason: when souls agree they help one another; when they differ they quarrel and weaken.
Reflection: Let us guard agreement on the foundations of the religion in our families and our communities, beginning with our own tongues.
تَفَرَّقُوٓاْ
berpecah belah dan berselisihan (dalam menjalankan ugama Allah)split up and dispute (in practising the religion of Allah) (mereka (umat tiap‑tiap Rasul)they (the people of each Messenger))
ٱلۡعِلۡمُ
ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui (apa yang disuruh dan apa yang dilarang)the teachings that gave them knowledge (of what is commanded and what is forbidden)
بَغۡيَۢا
(berlakunya perselisihan yang demikian semata-mata) kerana hasad dengki(such disputing happened purely) out of envy
لَّقُضِيَ
tentulah dijatuhkan hukuman azab dengan serta-merta (lit. tentulah diputuskan)the punishment would surely have been brought down … at once (lit. it would surely have been decided) (ia (keputusan itu)it (the decision))NF
Terjemahan: Dan umat tiap-tiap Rasul tidak berpecah belah dan berselisihan (dalam menjalankan ugama Allah) melainkan setelah sampai kepada mereka ajaran-ajaran yang memberi mereka mengetahui (apa yang disuruh dan apa yang dilarang); berlakunya (perselisihan yang demikian) semata-mata kerana hasad dengki sesama sendiri. Dan kalaulah tidak kerana telah terdahulu kalimah ketetapan dari Tuhanmu (untuk menangguhkan hukuman) hingga ke suatu masa yang tertentu, tentulah dijatuhkan hukuman azab dengan serta-merta kepada mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberikan Allah mewarisi Kitab ugama kemudian daripada mereka, berada dalam keadaan syak yang menggelisahkan terhadap Kitab ituTranslation: And the people of each Messenger did not split up and dispute (in practising the religion of Allah) except after the teachings came to them that gave them knowledge (of what is commanded and what is forbidden); such (disputing) happened purely out of envy among themselves. And were it not for a word of decree that had gone before from your Lord (to defer the sentence) until a fixed time, the punishment would surely have been brought down upon them at once. And truly those who were given by Allah to inherit the Book of religion after them are in a state of doubt about that Book that brings unrest.
Nota nahu: مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ (ayat 14).Grammar note: مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ (verse 14).
Nota nahu: لَّقُضِىَ بَيْنَهُمْ (ayat 14).Grammar note: لَّقُضِىَ بَيْنَهُمْ (verse 14).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ أَنَّهُمْ تَفَرَّقُوا عَالِمَيْنِ بِمَفَاسِدِ التَّفَرُّقِ غَيْرَ مَعْذُورِينَ بِالْجَهْلِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/56 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/56 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, umat-umat itu berpecah dalam keadaan mengetahui keburukan perpecahan, maka mereka tidak dimaafkan atas alasan jahil; sebabnya ialah permusuhan sesama mereka.
Renungan: Ilmu sahaja tidak menjaga persaudaraan; mari kita bersihkan hati daripada dengki, supaya apa yang kita tahu benar-benar kita amalkan.According to Ibn ‘Āshūr, those peoples split up while knowing the harm of splitting, so ignorance was no excuse for them; the cause was enmity among themselves.
Reflection: Knowledge alone does not keep brotherhood; let us cleanse our hearts of envy, so that we truly practise what we know.
فَٱدۡعُۖ
maka serulah (mereka - wahai Muhammad - kepada berugama dengan betul)so call (them, O Muhammad, to practise religion rightly) (engkauyou)
وَبَيۡنَكُمُۖ
dengan kamu (kerana kebenaran telah jelas nyata)and you (for the truth has become plain)
بَيۡنَنَاۖ
kita bersama (pada hari kiamat) (lit. antara kita)us together (on the Day of Resurrection) (lit. between us)
ٱلۡمَصِيرُ
tempat kembali semuanya (untuk dihakimi dan diberi balasan)is the return of all (to be judged and repaid)
Terjemahan: Oleh kerana yang demikian itu, maka serulah (mereka - wahai Muhammad - kepada berugama dengan betul), serta tetap teguhlah engkau menjalankannya sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan janganlah engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka; sebaliknya katakanlah: "Aku beriman kepada segala Kitab yang diturunkan oleh Allah, dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah jualah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal kami dan bagi kamu amal kamu. Tidaklah patut ada sebarang pertengkaran antara kami dengan kamu (kerana kebenaran telah jelas nyata). Allah akan menghimpunkan kita bersama (pada hari kiamat), dan kepada-Nyalah tempat kembali semuanya (untuk dihakimi dan diberi balasan)"Translation: Because of that, so call (them, O Muhammad, to practise religion rightly), and stay firm in carrying it out just as you have been commanded, and do not follow the wishes of their desires; rather, say: “I have believed in all the Books sent down by Allah, and I have been commanded to act justly among you. Allah alone is our Lord and your Lord. Ours are our deeds and yours are your deeds. There should not be any dispute between us and you (for the truth has become plain). Allah will gather us together (on the Day of Resurrection), and to Him is the return of all (to be judged and repaid).”
Nota nahu: كَمَآ أُمِرْتَ (ayat 15).Grammar note: كَمَآ أُمِرْتَ (verse 15).
Nota bahasa: وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ (ayat 15).Language note: وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ (verse 15).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَفِعْلُ الْأَمْرِ فِي قَوْلِهِ: فَادْعُ مُسْتَعْمَلٌ فِي الدَّوَامِ عَلَى الدَّعْوَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/60 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/60 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata perintah “serulah” di sini bermaksud teruskan menyeru dengan berkekalan, kerana ia disertai “sebagaimana yang diperintahkan kepadamu”.
Renungan: Kebaikan tidak selesai dengan sekali usaha; mari kita terus mengajak kepada kebaikan dengan sabar dan adil, sekalipun sambutannya sedikit.According to Ibn ‘Āshūr, the command “call” here means to keep on calling, since it comes with “just as you have been commanded”.
Reflection: Good is not finished with a single effort; let us keep inviting to good with patience and fairness, even if the response is small.
ٱسۡتُجِيبَ
disambut dan diterimahas been welcomed and accepted (ugama‑Nya itu lahuthat religion of His lahu)NF
وَعَلَيۡهِمۡ
dan mereka pula ditimpa (lit. dan ke atas mereka)and they are also struck by (lit. and upon them)
Terjemahan: Dan orang-orang yang berhujah menyangkal dan membantah tentang kebenaran ugama Allah sesudah disambut dan diterima ugama-Nya itu - bantahan (dan tuduhan palsu) mereka itu sia-sia belaka di sisi Tuhan mereka. Dan mereka pula ditimpa kemurkaan (dari Allah) serta mereka beroleh azab seksa yang seberat-beratnyaTranslation: And those who argue, denying and disputing about the truth of the religion of Allah after that religion of His has been welcomed and accepted, their arguments (and false accusations) are utterly void with their Lord. And they are also struck by wrath (from Allah), and they receive a punishment of the severest kind.
Nota nahu: مِنۢ بَعْدِ مَا ٱسْتُجِيبَ لَهُۥ (ayat 16).Grammar note: مِنۢ بَعْدِ مَا ٱسْتُجِيبَ لَهُۥ (verse 16).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَمَعْنَى مُحَاجَّتِهِمْ فِي اللَّهِ مُحَاجَّتُهُمْ فِي دِينِ اللَّهِ، أَيْ إِدْخَالُهُمْ عَلَى النَّاسِ الشَّكَّ فِي صِحَّةِ دِينِ الْإِسْلَامِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/65 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/65 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, berhujah tentang Allah di sini bermaksud berhujah tentang agama Allah, iaitu menimbulkan keraguan pada orang ramai tentang kebenaran Islam.
Renungan: Apabila keraguan datang, jangan kita biarkan ia bersarang; mari kita bertanya kepada guru yang bertauliah dan mengukuhkan ilmu kita.According to Ibn ‘Āshūr, arguing about Allah here means arguing about the religion of Allah, that is, stirring up doubt among people about the truth of Islam.
Reflection: When doubt comes, let us not leave it to settle; let us ask a qualified teacher and strengthen our knowledge.
وَٱلۡمِيزَانَۗ
dan (menurunkan) keterangan yang menjadi neraca keadilanand (has sent down) the explanations that serve as the balance of justice
يُدۡرِيكَ
jalannya engkau dapat mengetahui?way is there for you to know? (ia (merujuk apa)it (refers to what))
Terjemahan: Allah yang menurunkan Kitab Suci dengan membawa kebenaran, dan menurunkan keterangan yang menjadi neraca keadilan. Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui? Boleh jadi hari kiamat itu sudah hampir (masa datangnya)Translation: Allah is the One Who has sent down the Holy Book carrying the truth, and has sent down the explanations that serve as the balance of justice. And what way is there for you to know? Perhaps the Hour is already near (in the time of its coming).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَبَيَّنَ أَنَّ الْبَعْثَ وَالْجَزَاءَ حَقٌّ وَعَدْلٌ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/67 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/67 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menjelaskan bahawa kebangkitan dan pembalasan itu benar dan adil; bagaimana mungkin Pentadbir alam, yang menurunkan Kitab dan neraca, tidak menetapkannya?
Renungan: “Boleh jadi hari kiamat itu sudah hampir”; mari kita menimbang amal kita hari ini dengan neraca yang Allah turunkan.According to Ibn ‘Āshūr, this verse makes clear that the Resurrection and the recompense are true and just; how could the One Who governs creation, Who sent down the Book and the balance, not decree them?
Reflection: “Perhaps the Hour is already near”; let us weigh our deeds today with the balance Allah has sent down.
يَسۡتَعۡجِلُ
meminta (secara mengejek-ejek) supaya disegerakanask (in mockery) for the hastening of (orang‑orang yang alladzinathose who alladhīna)
Terjemahan: Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat itu meminta (secara mengejek-ejek) supaya disegerakan kedatangannya, dan (sebaliknya) orang-orang yang beriman merasa takut ngeri kepadanya serta mereka mengetahui dengan yakin bahawa ia adalah benar. Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang yang membantah mengenai hari kiamat itu, tetap berada dalam kesesatan yang jauh terpesongTranslation: Those who do not believe in the Hour ask (in mockery) for the hastening of its coming, and (by contrast) those who believe feel dread and fear of it, and they know for certain that it is true. Know this! Truly those who dispute about the Hour remain in misguidance that has strayed far.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِنَّمَا يُشْفِقُونَ وَيَخَافُونَ لِعِلْمِهِمْ أَنَّ عِنْدَهَا تَمْتَنِعُ التَّوْبَةُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/590 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–19)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/590 · Shamela ↗ (commentary on 13–19)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, orang beriman takut kepada hari kiamat kerana mereka tahu ketika itu taubat tidak lagi dapat dilakukan.
Renungan: Takut yang benar bukan melumpuhkan, tetapi menggerakkan; selagi hayat masih ada, mari kita segera bertaubat dan membaiki diri.Tafsir al-Rāzī says that the believers fear the Hour because they know that repentance will then no longer be possible.
Reflection: True fear does not paralyse but moves us; while life remains, let us hasten to repent and mend ourselves.
لَطِيفُۢ
Maha Lembut tadbir-Nya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihan-Nya)is Most Gentle in His management (and abounding in goodness and compassion)
يَشَآءُۖ
kehendaki (menurut peraturan yang telah ditetapkan)wills (according to the laws that have been set) (DiaHe)
Terjemahan: Allah Maha Lembut tadbir-Nya (serta melimpah-limpah kebaikan dan belas kasihan-Nya) kepada hamba-hamba-Nya; Ia memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya (menurut peraturan yang telah ditetapkan), dan Dialah Yang Maha Kuat, lagi Maha KuasaTranslation: Allah is Most Gentle in His management (and abounding in goodness and compassion) to His servants; He gives provision to whomever He wills (according to the laws that have been set), and He is the All-Strong, the All-Mighty.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«يَعْنِي أَنَّ أَصْلَ الْإِحْسَانِ وَالْبِرِّ عَامٌّ فِي حَقِّ كُلِّ الْعِبَادِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/590 · Shamela ↗ (huraian ayat 13–19)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/590 · Shamela ↗ (commentary on 13–19)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, asas kebaikan Allah meliputi semua hamba: kehidupan, akal, kefahaman, rezeki yang diperlukan, dan dihindarkan kebanyakan bala; kemudian tahap pemberian selebihnya berbeza-beza.
Renungan: Sebelum membandingkan rezeki kita dengan orang lain, mari kita kira dahulu nikmat asas yang tidak pernah putus.Tafsir al-Rāzī says that the foundation of Allah’s goodness covers all servants: life, reason, understanding, the provision they need, and protection from most afflictions; beyond that, the levels of giving differ.
Reflection: Before comparing our provision with others’, let us first count the basic favours that have never ceased.
يُرِيدُ
menghendaki (dengan amal usahanya)desires (through his striving) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
حَرۡثِهِۦۖ
faedah yang dikehendakinya (lit. tanamannya)the benefit he desires (lit. his harvest)
يُرِيدُ
menghendaki (dengan amal usahanya)desires (through his striving) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
مِنۡهَا
dari kebaikan dunia itu (sekadar yang Kami tentukan)of that good of the world (as much as We determine)
Terjemahan: Sesiapa yang menghendaki (dengan amal usahanya) mendapat faedah di akhirat, Kami akan memberinya mendapat tambahan pada faedah yang dikehendakinya; dan sesiapa yang menghendaki (dengan amal usahanya) kebaikan di dunia semata-mata, Kami beri kepadanya dari kebaikan dunia itu (sekadar yang Kami tentukan), dan ia tidak akan beroleh sesuatu bahagian pun di akhirat kelakTranslation: Whoever desires (through his striving) to gain the benefit of the Hereafter, We will give him more in the benefit he desires; and whoever desires (through his striving) the good of this world alone, We give him of that good of the world (as much as We determine), and he will not receive any share in the Hereafter to come.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَبَيَّنَ بِالْكَلَامِ الْأَوَّلِ أَنَّ طَالِبَ الْآخِرَةِ يَكُونُ حَالُهُ أَبَدًا فِي التَّرَقِّي وَالتَّزَايُدِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/591 · Shamela ↗ (huraian ayat 20–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/591 · Shamela ↗ (commentary on 20–26)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, pencari akhirat sentiasa meningkat dan bertambah, manakala pencari dunia diberi sebahagian sahaja daripada yang dicarinya, dan tiada baginya bahagian di akhirat.
Renungan: Kerja dunia kita boleh menjadi benih akhirat; mari kita betulkan niat, supaya setiap usaha bertambah nilainya.Tafsir al-Rāzī says that one who seeks the Hereafter keeps rising and growing, while one who seeks the world is given only part of what he seeks, with no share in the Hereafter.
Reflection: Our worldly work can become a seed for the Hereafter; let us set our intention right, so that every effort grows in worth.
ٱلۡفَصۡلِ
yang menjadi pemutus (dari Allah, untuk menangguhkan hukuman hingga ke suatu masa yang tertentu)that serves as the deciding one (from Allah, to defer the sentence until a fixed time)
لَقُضِيَ
tentulah dijatuhkan azab dengan serta-merta (lit. tentulah diputuskan)the punishment would surely have been brought down … at once (lit. it would surely have been decided) (tersirat (keputusan itu)implied (the decision))NF
بَيۡنَهُمۡۗ
kepada mereka (yang berbuat demikian) (lit. antara mereka)upon them (who do so) (lit. between them)
Terjemahan: Patutkah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang menentukan - mana-mana bahagian dari ugama mereka - sebarang undang-undang yang tidak diizinkan oleh Allah? Dan kalaulah tidak kerana kalimah ketetapan yang menjadi pemutus (dari Allah, untuk menangguhkan hukuman hingga ke suatu masa yang tertentu), tentulah dijatuhkan azab dengan serta-merta kepada mereka (yang berbuat demikian). Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnyaTranslation: Is it right that they have partners who lay down, in any part of their religion, any laws that are not permitted by Allah? And were it not for the word of decree that serves as the deciding one (from Allah, to defer the sentence until a fixed time), the punishment would surely have been brought down upon them (who do so) at once. And truly those unjust people will receive a punishment of indescribable pain.
Nota nahu: لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ (ayat 21).Grammar note: لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ (verse 21).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَظَاهِرٌ أَنَّ تِلْكَ الْآلِهَةَ لَا تَصْلُحُ لِتَشْرِيعِ دِينٍ لِأَنَّهَا لَا تَعْقِلُ وَلَا تَتَكَلَّمُ، فَتَعَيَّنَ أَنَّ دِينَ الشِّرْكِ دِينٌ لَا مُسْتَنَدَ لَهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/76 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/76 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, sembahan-sembahan itu tidak layak menetapkan agama kerana tidak berakal dan tidak berkata-kata; maka agama syirik (menyekutukan Allah) ialah agama tanpa sandaran.
Renungan: Dalam urusan agama, mari kita bertanya dengan rendah hati: apakah sandarannya? Kita merujuk kepada guru yang bertauliah.According to Ibn ‘Āshūr, those idols are unfit to lay down a religion, since they neither reason nor speak; so the religion of shirk (associating partners with Allah) has no support.
Reflection: In matters of religion, let us humbly ask what the support is, and turn to a qualified teacher.
مِمَّا
(akan balasan buruk) bagi kejahatan-kejahatan yang(of evil repayment) for the evil deeds that
Terjemahan: (Pada hari kiamat) engkau akan melihat orang-orang yang zalim takut ngeri (akan balasan buruk) bagi kejahatan-kejahatan yang mereka telah lakukan, sedang azab seksa itu tetap menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh (bersenang-lenang) dalam taman-taman Syurga; mereka beroleh apa sahaja yang mereka ingini di sisi Tuhan mereka; yang demikian itu ialah limpah kurnia yang besarTranslation: (On the Day of Resurrection) you will see the unjust in dread and fear (of evil repayment) for the evil deeds that they have committed, while that punishment will surely fall upon them. And those who believe and do righteous deeds (enjoy themselves) in the meadows of Paradise; they receive whatever they desire with their Lord; that is the great bounty.
Nota nahu: مِمَّا كَسَبُوا۟ (ayat 22).Grammar note: مِمَّا كَسَبُوا۟ (verse 22).
Nota bahasa: ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ (ayat 22).Language note: ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْكَبِيرُ (verse 22).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ الْإِشْفَاقَ إِذَا حَصَلَ قَبْلَ اقْتِرَابِ الْمُشْفَقِ مِنْهُ قَدْ يُحَاوِلُ الْمُشْفِقُ وَسَائِلَ التَّخَلُّصِ مِنْهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/78 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/78 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, rasa takut yang datang sebelum perkara ditakuti itu hampir masih membolehkan seseorang mencari jalan selamat; tetapi apabila azab telah menimpa, jalan itu tertutup.
Renungan: Rasa takut kepada balasan hari ini adalah peluang; mari kita gunakan selagi jalan pulang masih terbuka.According to Ibn ‘Āshūr, fear that comes before the feared thing draws near still allows one to seek a way out; but once the punishment has struck, that way is closed.
Reflection: Fear of repayment today is an opportunity; let us use it while the way back is still open.
عَلَيۡهِ
tentang ajaran Islam yang aku sampaikan itu (lit. atasnya)for the teaching of Islam that I convey (lit. for it)
ٱلۡقُرۡبَىٰۗ
pertalian kerabat (yang menghubungkan daku dengan kamu supaya aku tidak disakiti)the bond of kinship (that links me with you, so that I am not harmed)
فِيهَا
(dengan menggandakan pahala) kebaikannya itu (lit. padanya)(by multiplying the reward of) that good deed (lit. in it)
شَكُورٌ
lagi sentiasa membalas dengan sebaik-baiknya (akan orang-orang yang bersyukur kepada-Nya)and ever repays in the best way (those who are grateful to Him)
Terjemahan: (Limpah kurnia yang besar) itulah yang Allah gembirakan (dengannya): hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal soleh. Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah tentang ajaran Islam yang aku sampaikan itu, (yang aku minta) hanyalah kasih mesra (kamu terhadapku) disebabkan pertalian kerabat (yang menghubungkan daku dengan kamu supaya aku tidak disakiti)". Dan sesiapa yang mengerjakan sesuatu perkara yang baik, Kami tambahi kebaikan baginya (dengan menggandakan pahala) kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi sentiasa membalas dengan sebaik-baiknya (akan orang-orang yang bersyukur kepada-Nya)Translation: (That great bounty) is what Allah gives as glad tidings (of it) to those servants of His who have faith and perform righteous deeds. Say (O Muhammad): “I am not requesting from you any reward for the teaching of Islam that I convey; (what I ask) is only affection (from you towards me) because of the bond of kinship (that links me with you, so that I am not harmed).” And whoever does a good thing, We add goodness for him (by multiplying the reward of) that good deed. Truly Allah is Most Forgiving, and ever repays in the best way (those who are grateful to Him).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَى الْقُرْآنِ جَزَاءً إِلَّا أَنْ تَوَدُّونِي، أَيْ أَنْ تُعَامِلُونِي مُعَامَلَةَ الْوُدِّ، أَيْ غَيْرَ مُعَامَلَةِ الْعَدَاوَةِ، لِأَجْلِ الْقَرَابَةِ الَّتِي بَيْنَنَا فِي النَّسَبِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/82 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/82 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, maknanya mengikut susunan ayat: Aku tidak meminta balasan atas al-Qur’an, hanya supaya kamu melayanku dengan kasih mesra, bukan permusuhan, kerana pertalian kerabat antara kita.
Renungan: Pembawa kebenaran tidak mencari upah; mari kita mengajar dan menasihati dengan ikhlas, dan menjaga hubungan kerabat.According to Ibn ‘Āshūr, the sense as the verse is arranged is: I ask no repayment for the Qur’an, only that you treat me with affection, not enmity, because of the kinship between us.
Reflection: The bearer of truth seeks no wage; let us teach and advise sincerely, and take care of the bonds of kinship.
أَمۡ
(orang-orang kafir tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad) bahkan(the disbelievers do not accept the messengership of the Prophet Muhammad) rather
فَإِن
(sebenarnya tidak patut mereka berkata demikian) kerana (Allah berkuasa) jika (lit. maka jika)(in fact they should not say so) for (Allah has power) if (lit. so if)
قَلۡبِكَۗ
hatimu (dan ingatanmu daripada menyatakan apa yang engkau telah nyatakan itu, tetapi Allah tidak menghendaki yang demikian, bahkan Ia memberi kuasa menyampaikan perintah-Nya, maka semua kenyataan yang engkau sampaikan adalah benar belaka)your heart (and memory from stating what you have stated; but Allah does not will that, rather He gives you power to convey His command, so all that you convey is wholly true)
بِكَلِمَٰتِهِۦٓۚ
dengan kalimah-kalimah wahyu-Nya dan keputusan-Nyaby the words of His revelation and His decrees
Terjemahan: (Orang-orang kafir tidak mengakui kerasulan Nabi Muhammad) bahkan mereka mengatakan: "Ia telah mereka-reka perkara dusta terhadap Allah" (Sebenarnya tidak patut mereka berkata demikian) kerana Allah berkuasa - jika Ia menghendaki - menutup hatimu (dan ingatanmu daripada menyatakan apa yang engkau telah nyatakan itu, tetapi Allah tidak menghendaki yang demikian, bahkan Ia memberi kuasa menyampaikan perintah-Nya, maka semua kenyataan yang engkau sampaikan adalah benar belaka). Dan sememangnya Allah tetap menghapuskan perkara yang salah serta Ia menetapkan yang benar dengan kalimah-kalimah wahyu-Nya dan keputusan-Nya. Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dadaTranslation: (The disbelievers do not accept the messengership of the Prophet Muhammad,) rather they declare: “He has made up a lie against Allah.” (In fact they should not say so,) for Allah has power, if He wills, to seal your heart (and memory from stating what you have stated; but Allah does not will that, rather He gives you power to convey His command, so all that you convey is wholly true). And Allah indeed always wipes out what is false and establishes what is true by the words of His revelation and His decrees. Truly He is All-Knowing of all (the thoughts) contained within the breasts.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَيَجُوزُ أَنْ يَكُونَ هَذَا وَعْدًا مِنَ اللَّهِ لِرَسُولِهِ بِأَنَّهُ يَمْحُو الْبَاطِلَ الَّذِي هُمْ عَلَيْهِ مِنَ الْبَهْتِ وَالْفِرْيَةِ وَالتَّكْذِيبِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/597 · Shamela ↗ (huraian ayat 20–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/597 · Shamela ↗ (commentary on 20–26)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, hampir sama lafaznya dengan al-Kashshāf (4/222): boleh jadi ini janji Allah kepada Rasul-Nya ﷺ bahawa Dia menghapuskan pembohongan dan pendustaan mereka, serta menetapkan kebenaran.
Renungan: Apabila difitnah kerana kebenaran, mari kita bersabar; Allah mengetahui isi hati.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī, in wording close to al-Kashshāf (4/222): this may be a promise from Allah to His Messenger ﷺ that He wipes out their slander and denial, and establishes what is true.
Reflection: When we are slandered for the truth, let us be patient; Allah knows what is in the hearts.
Terjemahan: Dan Dialah Tuhan yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya (yang bertaubat) serta memaafkan kejahatan-kejahatan (yang mereka lakukan); dan Ia mengetahui akan apa yang kamu semua kerjakanTranslation: And He is the Lord Who accepts repentance from His servants (who repent) and pardons the evil deeds (that they have done); and He knows what you all do.
Nota nahu: مَا تَفْعَلُونَ (ayat 25).Grammar note: مَا تَفْعَلُونَ (verse 25).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذَا الْإِخْبَارُ تَعْرِيضٌ بِالتَّحْرِيضِ عَلَى مُبَادَرَةِ التَّوْبَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/89 · Shamela ↗ (huraian ayat 25–26)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/89 · Shamela ↗ (commentary on 25–26)
Menurut Ibn ‘Āshūr, pernyataan ini secara halus mendorong supaya segera bertaubat; kata kerja masa kini menunjukkan penerimaan taubat itu berterusan dan janji yang tidak dimungkiri.
Renungan: Pintu taubat tidak tertutup semalam; mari kita mengetuknya hari ini, sebelum kita menangguhkannya lagi.According to Ibn ‘Āshūr, this statement gently urges people to hasten to repent; the present-tense verb shows that acceptance of repentance goes on, a promise that does not fail.
Reflection: The door of repentance did not close yesterday; let us knock on it today, before we delay again.
وَيَسۡتَجِيبُ
dan … memperkenankan doa permohonanand answers the prayers of (Dia (Allah)He (Allah))
فَضۡلِهِۦۚ
limpah kurnia-Nya (selain dari yang mereka pohonkan)His bounty (besides what they ask for)
Terjemahan: Dan Ia memperkenankan doa permohonan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, dan Ia menambahi mereka dari limpah kurnia-Nya (selain dari yang mereka pohonkan). Dan (sebaliknya) orang-orang yang kafir, disediakan bagi mereka azab seksa yang seberat-beratnyaTranslation: And He answers the prayers of those who believe and do righteous deeds, and He gives them more from His bounty (besides what they ask for). And (by contrast) the disbelievers, prepared for them is a punishment of the severest kind.
Nota nahu: وَيَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ (ayat 26).Grammar note: وَيَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ (verse 26).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَقِيلَ يُجِيبُ اللَّهُ دُعَاءَ الْمُؤْمِنِينَ وَيَزِيدُهُمْ مَا طَلَبُوهُ مِنْ فَضْلِهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/598 · Shamela ↗ (huraian ayat 20–26)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/598 · Shamela ↗ (commentary on 20–26)
Tafsir ar-Rāzī menukil, Allah memperkenankan doa orang beriman dan menambahi mereka dari limpah kurnia-Nya, iaitu lebih daripada apa yang mereka pohon dengan doa.
Renungan: Doa kita kecil berbanding pemberian Allah; mari kita berdoa dengan yakin, dan beriman serta beramal soleh sebagai bekalnya.Tafsir al-Rāzī reports that Allah answers the prayers of the believers and gives them more from His bounty, that is, more than they asked for in prayer.
Reflection: Our prayers are small beside Allah’s giving; let us pray with certainty, with faith and righteous deeds as our provision.
Terjemahan: Dan kalaulah Allah memewahkan rezeki bagi setiap hamba-Nya, nescaya mereka akan melampaui batas di bumi (dengan perbuatan-perbuatan liar durjana); akan tetapi Allah menurunkan (rezeki-Nya itu) menurut kadar yang tertentu sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Ia Mengetahui dengan mendalam akan segala keadaan hamba-Nya, lagi Melihat dengan nyataTranslation: And if Allah had made provision abundant for every servant of His, they would surely have overstepped the limits on the earth (with wild and wicked acts); but Allah sends down (that provision of His) by a fixed measure, as He wills. Truly He knows in depth every state of His servants, and sees clearly.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الْمُؤْمِنَ قَدْ يَكُونُ فِي شِدَّةٍ وَبَلِيَّةٍ وَفَقْرٍ ثُمَّ يَدْعُو فَلَا يُشَاهِدُ أَثَرَ الْإِجَابَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/598 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–31)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/598 · Shamela ↗ (commentary on 27–31)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini menjawab persoalan orang beriman yang berdoa dalam kesempitan tetapi tidak melihat kesan jawapannya: jika rezeki dilapangkan, mereka akan melampaui batas.
Renungan: Apabila doa terasa lambat, mari kita berbaik sangka; boleh jadi kesempitan itulah yang menjaga agama kita.Tafsir al-Rāzī says that this verse answers the question of a believer who prays in hardship yet sees no sign of an answer: if provision were made abundant, people would overstep the limits.
Reflection: When a prayer seems slow, let us think well of Allah; perhaps that very hardship is guarding our religion.
Terjemahan: Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, dan Ia pula menyebarkan rahmat-Nya merata-rata. Dan (ingatlah) Dialah pengawal (yang melimpahkan ihsan-Nya), lagi Yang Maha TerpujiTranslation: And He is the One Who brings down the rain after they have despaired, and He also spreads His mercy far and wide. And (remember,) He is the Guardian (Who pours out His kindness), the Most Praiseworthy.
Nota nahu: مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ (ayat 28).Grammar note: مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ (verse 28).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّهَا نِعْمَةٌ لَا يَخْتَلِفُ النَّاسُ فِيهَا لِأَنَّهَا أَصْلُ دَوَامِ الْحَيَاةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/95 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/95 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, hujan disebut secara khusus kerana semua manusia sepakat tentang nikmat ini; ia asas kelangsungan hidup, menghasilkan makanan bagi manusia dan haiwan.
Renungan: Hujan selepas putus asa mengajar kita bahawa rahmat Allah datang pada saat yang tidak disangka; jangan kita berputus asa.According to Ibn ‘Āshūr, rain is singled out because all people agree on this favour; it is the root of life’s continuance, producing food for people and animals.
Reflection: Rain after despair teaches us that Allah’s mercy comes when least expected; let us not lose hope.
Terjemahan: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kejadian langit dan bumi serta segala yang Ia biakkan pada keduanya dari makhluk-makhluk yang melata; dan Ia Maha Kuasa menghimpunkan mereka semuanya apabila Ia kehendaki (melakukannya)Translation: And among the signs of His power is the origination of the heavens and the earth, as well as all the creatures that move about that He has spread in both of them; and He is All-Powerful to gather them all when He wills (to do it).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَقْصُودُ أَنَّهُ تَعَالَى خَلَقَهَا مُتَفَرِّقَةً، لَا لِعَجْزٍ وَلَكِنْ لِمَصْلَحَةٍ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/600 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–31)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/600 · Shamela ↗ (commentary on 27–31)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, Allah menjadikan makhluk bertebaran bukan kerana lemah, tetapi kerana suatu kebaikan; himpunan yang dimaksudkan ialah untuk kebangkitan dan perhitungan.
Renungan: Sejauh mana pun kita berpisah di dunia ini, kita akan dihimpunkan; mari kita bersedia untuk hari itu.Tafsir al-Rāzī says that Allah made the creatures scattered not out of weakness but for some good; the gathering meant here is for the Resurrection and the reckoning.
Reflection: However far apart we are in this world, we will be gathered; let us prepare for that Day.
كَسَبَتۡ
lakukan (lit. telah usahakan)have done (lit. have earned) (tangan kamu aidikumyour hands aydīkum)
أَيۡدِيكُمۡ
kamu (lit. tangan kamu) (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa)you (lit. your hands) (of wrong and sinful deeds)
Terjemahan: Dan apa jua yang menimpa kamu dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana), maka ia adalah disebabkan apa yang kamu lakukan (dari perbuatan-perbuatan yang salah dan berdosa); dan (dalam pada itu) Allah memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa kamuTranslation: And whatever hardship (or calamity) strikes you, then it is because of what you have done (of wrong and sinful deeds); and (meanwhile) Allah pardons most of your sins.
Nota nahu: فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ (ayat 30).Grammar note: فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ (verse 30).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«حَتَّى لَا يَحْسَبُوا أَنَّ الْجَزَاءَ الَّذِي أُوعِدُوا بِهِ مَقْصُورٌ عَلَى الْجَزَاءِ فِي الْآخِرَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/98–99 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/98–99 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini memberi peringatan supaya manusia tidak menyangka balasan hanya di akhirat; Allah kadangkala membalas di dunia juga, dan ini turut merangkumi orang beriman.
Renungan: Apabila susah menimpa, mari kita memeriksa diri sendiri dahulu, tidak menghukum musibah orang lain, dan mensyukuri kemaafan Allah.According to Ibn ‘Āshūr, this verse warns people not to think that repayment is confined to the Hereafter; Allah may repay in this world too, and this also covers the believers.
Reflection: When hardship strikes, let us examine ourselves first, pass no judgement on the calamities of others, and be thankful for Allah’s pardon.
بِمُعۡجِزِينَ
dapat melemahkan kuasa Allah (daripada menimpakan kamu dengan bala bencana, walaupun kamu melarikan diri di mana sahaja)be able to weaken Allah’s power (from striking you with calamity, even if you flee anywhere)
Terjemahan: Dan kamu tidak akan dapat melemahkan kuasa Allah (daripada menimpakan kamu dengan bala bencana, walaupun kamu melarikan diri di mana sahaja) di muka bumi (atau di langit); dan kamu juga tidak akan beroleh sesiapapun yang lain dari Allah - sebagai pelindung atau pemberi pertolonganTranslation: And you will not be able to weaken Allah’s power (from striking you with calamity, even if you flee anywhere) on the face of the earth (or in the sky); and you also will not receive anyone other than Allah as a protector or giver of help.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالنَّصِيرُ هُوَ اللَّهُ تَعَالَى، فَلَا جرم هو الذي تحسن عبادته»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/601 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–31)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/601 · Shamela ↗ (commentary on 27–31)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, sembahan selain Allah tiada faedahnya langsung; Penolong sebenar ialah Allah, maka Dialah yang patut disembah.
Renungan: Tiada tempat lari daripada Allah, melainkan kepada-Nya; ketika takut, mari kita mendekati Dia, bukan menjauh.Tafsir al-Rāzī says that what is worshipped besides Allah brings no benefit at all; the true Helper is Allah, so He is the One Who should be worshipped.
Reflection: There is no escape from Allah except to Him; when afraid, let us draw near to Him, not away.
Terjemahan: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang besar tinggi) seperti gunung, belayar laju merempuh lautanTranslation: And among the signs of His power are the ships (big and tall) like mountains, sailing swiftly, breaking through the sea.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَعَدَلَ عَنِ: الْفُلْكِ إِلَى الْجَوارِ إِيمَاءً إِلَى مَحَلِّ الْعِبْرَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/105 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–34)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/105 · Shamela ↗ (commentary on 32–34)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kapal disebut dengan kata “al-jawār” (yang belayar) untuk menunjukkan letak pengajarannya: laut ditundukkan bagi pelayarannya, dan manusia berfikir untuk membinanya.
Renungan: Kemajuan kita sendiri adalah tanda Allah; mari kita melihat kurnia-Nya di sebalik kebolehan yang kita banggakan.According to Ibn ‘Āshūr, the ships are named with the word “al-jawār” (the sailing ones) to point to where the lesson lies: the sea is made to serve their sailing, and man thinks how to build them.
Reflection: Our own progress is a sign of Allah; let us see His favour behind the skills we take pride in.
لَأٓيَٰتٖ
(sungguh) (mengandungi) tanda-tanda (yang besar pengajarannya)(truly) (contains) signs (with great lessons)
Terjemahan: Jika Ia kehendaki, Ia menghentikan tiupan angin, maka tinggallah kapal-kapal itu terapung-apung di muka lautan. Sesungguhnya yang demikian mengandungi tanda-tanda (yang besar pengajarannya) bagi tiap-tiap seorang (mukmin) yang sentiasa bersikap sabar, lagi sentiasa bersyukurTranslation: If He wills, He stops the blowing of the wind, then those ships remain floating still on the surface of the sea. Truly that contains signs (with great lessons) for every (believer) who is ever patient and ever grateful.
Nota nahu: فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ (ayat 33).Grammar note: فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ (verse 33).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَقْصُودُ التَّنْبِيهُ، عَلَى أَنَّ الْمُؤْمِنَ يَجِبُ أَنْ لَا يَكُونَ غَافِلًا عَنْ دَلَائِلِ مَعْرِفَةِ اللَّهِ الْبَتَّةَ، لِأَنَّهُ لَا بُدَّ وَأَنْ يَكُونَ إِمَّا فِي الْبَلَاءِ، وَإِمَّا فِي الْآلَاءِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/602 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–39)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/602 · Shamela ↗ (commentary on 32–39)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, orang beriman tidak patut lalai daripada tanda-tanda mengenal Allah, kerana dia sentiasa sama ada dalam ujian atau dalam nikmat: dalam ujian dia sabar, dalam nikmat dia bersyukur.
Renungan: Tiada hari yang kosong daripada salah satunya; hari ini, kita sedang sabar atau bersyukur?Tafsir al-Rāzī says that a believer should never be heedless of the signs that lead to knowing Allah, for he is always either in trial or in favour: in trial he is patient, in favour he is grateful.
Reflection: No day is empty of one or the other; today, are we being patient or grateful?
بِمَا
disebabkan dosa-dosa yang (partikel kata terbitan)because of the sins that (verbal-noun particle)
كَسَبُواْ
dilakukan (lit. telah lakukan)were committed (lit. committed) (mereka (orang‑orangnya)they (their people))
وَيَعۡفُ
(lalu setengahnya dibiarkan mati lemas) dan (setengahnya diselamatkan dengan jalan) … memaafkan(then some are left to drown) and (some are saved in that) … pardons (DiaHe)
Terjemahan: Atau (jika Ia kehendaki) Ia binasakan kapal-kapal itu disebabkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang-orangnya, (lalu setengahnya dibiarkan mati lemas) dan (setengahnya diselamatkan dengan jalan) Ia memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa merekaTranslation: Or (if He wills) He destroys those ships because of the sins committed by their people, (then some are left to drown) and (some are saved in that) He pardons most of their sins.
Nota nahu: بِمَا كَسَبُوا۟ (ayat 34).Grammar note: بِمَا كَسَبُوا۟ (verse 34).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«مَعْنَاهُ إِنْ يَشَأْ يُهْلِكْ نَاسًا وَيُنْجِ نَاسًا عَنْ طَرِيقِ الْعَفْوِ عَنْهُمْ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/602 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–39)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/602 · Shamela ↗ (commentary on 32–39)
Tafsir ar-Rāzī, hampir sama lafaznya dengan al-Kashshāf (4/227), menjelaskan: jika Allah kehendaki, Dia membinasakan sebahagian manusia dan menyelamatkan sebahagian lagi dengan jalan kemaafan.
Renungan: Setiap kali kita selamat dalam perjalanan, itu bukan kerana kita layak, tetapi kerana kemaafan Allah; mari kita bersyukur.Tafsir al-Rāzī, in wording close to al-Kashshāf (4/227), explains: if Allah wills, He destroys some people and saves others by way of pardon.
Reflection: Each time we arrive safely from a journey, it is not because we deserve it but because of Allah’s pardon; let us be grateful.
وَيَعۡلَمَ
(berlakunya yang demikian supaya nyata kekuasaan Kami) dan supaya … mengetahui(that happens so that Our power is made plain) and so that … may know (orang‑orang yang alladzinathose who alladhīna)
Terjemahan: (Berlakunya yang demikian supaya nyata kekuasaan Kami) dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat keterangan Kami mengetahui, bahawa mereka tidak akan dapat jalan melepaskan diri (dari azab seksa)Translation: (That happens so that Our power is made plain,) and so that those who dispute Our verses of clear proof may know that they will find no way to escape (from the punishment).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَيَصِيرُ ذَلِكَ سَبَبًا لِاعْتِرَافِهِمْ بِأَنَّ الْإِلَهَ النَّافِعَ الضَّارَّ لَيْسَ إِلَّا اللَّهَ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/603 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–39)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/603 · Shamela ↗ (commentary on 32–39)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, apabila kapal terhenti atau angin bertiup kencang, mereka yang membantah tahu tiada jalan terlepas, lalu ini membawa mereka mengakui bahawa yang memberi manfaat dan mudarat hanya Allah.
Renungan: Jangan kita menunggu saat terdesak untuk mengakui-Nya; mari kita mengingati-Nya ketika laut tenang.Tafsir al-Rāzī says that when the ships halt or the winds rage, those who dispute know there is no escape, and this leads them to admit that the One Who brings benefit and harm is Allah alone.
Reflection: Let us not wait for a desperate moment to acknowledge Him; let us remember Him when the sea is calm.
Terjemahan: Oleh itu, apa jua yang diberikan kepada kamu, maka ia hanyalah nikmat kesenangan hidup di dunia ini sahaja, dan (sebaliknya) apa yang ada di sisi Allah (dari pahala hari akhirat) adalah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan yang berserah bulat-bulat kepada TuhannyaTranslation: So whatever has been given to you, it is only the enjoyment of life in this world alone, and (by contrast) what is with Allah (of the reward of the Hereafter) is better and longer lasting for those who have faith and who trust wholeheartedly in their Lord.
Nota bahasa: وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (ayat 36).Language note: وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (verse 36).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«بِأَنَّ تِلْكَ النِّعْمَةَ الدُّنْيَوِيَّةَ نِعْمَةٌ قَصِيرَةُ الزَّمَانِ صَائِرَةٌ إِلَى الزَّوَالِ فَلَا يَجْعَلُهَا الْمُوَفَّقُ غَايَةَ سَعْيِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/109 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/109 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, nikmat dunia itu singkat masanya dan akan hilang, maka orang yang mendapat taufik (pertolongan Allah) tidak menjadikannya matlamat usahanya.
Renungan: Mari kita syukuri apa yang ada tanpa berpaut padanya, dan berserah bulat-bulat kepada Tuhan kita dalam mencari yang lebih kekal.According to Ibn ‘Āshūr, worldly favour is short-lived and bound to vanish, so one granted success by Allah does not make it the aim of his striving.
Reflection: Let us be thankful for what we have without clinging to it, and trust wholeheartedly in our Lord as we seek what lasts longer.
وَٱلَّذِينَ
dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yangand also (better and longer lasting for) those who
غَضِبُواْ
marah (disebabkan perbuatan yang tidak patut terhadap mereka)are angered (by improper acts against them) (merekathey)
Terjemahan: Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar serta perbuatan-perbuatan yang keji; dan apabila mereka marah (disebabkan perbuatan yang tidak patut terhadap mereka), mereka memaafkannyaTranslation: And also (better and longer lasting for) those who keep away from great sins and shameful deeds; and whenever they are angered (by improper acts against them), they forgive it.
Nota nahu: وَإِذَا مَا غَضِبُوا۟ (ayat 37).Grammar note: وَإِذَا مَا غَضِبُوا۟ (verse 37).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِنَّمَا خَصَّ الْغَضَبَ بِلَفْظِ الْغُفْرَانِ، لِأَنَّ الْغَضَبَ عَلَى طَبْعِ النَّارِ، وَاسْتِيلَاؤُهُ شَدِيدٌ وَمُقَاوَمَتُهُ صَعْبَةٌ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/603 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–39)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/603 · Shamela ↗ (commentary on 32–39)
Tafsir ar-Rāzī menukil, marah disebut bersama kemaafan kerana marah bersifat seperti api: kuat menguasai dan sukar dilawan.
Renungan: Ukuran sebenar diri kita ialah ketika marah; apabila api itu menyala, mari kita berhenti seketika, memadamkannya, dan memilih untuk memaafkan.Tafsir al-Rāzī reports that anger is paired with forgiving because anger is of the nature of fire: its grip is strong and resisting it is hard.
Reflection: Our true measure shows when we are angry; when that fire flares, let us pause, put it out, and choose to forgive.
وَٱلَّذِينَ
dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yangand also (better and longer lasting for) those who
لِرَبِّهِمۡ
perintah Tuhan mereka (lit. kepada Tuhan mereka)the command of their Lord (lit. to their Lord)
Terjemahan: Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menyahut dan menyambut perintah Tuhannya serta mendirikan sembahyang dengan sempurna; dan urusan mereka dijalankan secara bermesyuarat sesama mereka; dan mereka pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepadanyaTranslation: And also (better and longer lasting for) those who answer and take up the command of their Lord and perform the prayer in full; and their affairs are run through consultation among themselves; and they also spend part of what We have given them.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالسِّينُ وَالتَّاءُ فِي اسْتَجابُوا لِلْمُبَالَغَةِ فِي الْإِجَابَةِ، أَيْ هِيَ إِجَابَةٌ لَا يُخَالِطُهَا كَرَاهِيَةٌ وَلَا تَرَدُّدٌ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/111 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/111 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, huruf sin dan ta pada “istajābū” menguatkan makna menyahut: sahutan yang tidak bercampur rasa benci atau ragu-ragu.
Renungan: Bagaimana sahutan kita kepada perintah Allah? Mari kita menyahutnya dengan rela dalam solat, dalam bermesyuarat sesama kita, dan dalam mendermakan rezeki.According to Ibn ‘Āshūr, the letters sīn and tā’ in “istajābū” strengthen the sense of answering: a response mixed with no dislike or hesitation.
Reflection: How do we answer Allah’s command? Let us answer it willingly in prayer, in consulting one another, and in spending from our provision.
وَٱلَّذِينَ
dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yangand also (better and longer lasting for) those who
أَصَابَهُمُ
ditimpa (lit. menimpa mereka)are struck by (lit. strikes them) (perbuatan secara zalim al‑baghyuwrongful treatment al‑baghyu)
يَنتَصِرُونَ
(hanya) bertindak membela diri (sepadan dan tidak melampaui batas)(only) act to defend themselves (equally, without overstepping the limits) (merekathey)
Terjemahan: Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang apabila ditimpa sesuatu perbuatan secara zalim, mereka hanya bertindak membela diri (sepadan dan tidak melampaui batas)Translation: And also (better and longer lasting for) those who, when struck by some wrongful treatment, only act to defend themselves (equally, without overstepping the limits).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَعْنَى أَنْ يَقْتَصِرُوا فِي الِانْتِصَارِ عَلَى مَا يَجْعَلُهُ اللَّهُ لَهُمْ وَلَا يَتَعَدَّوْنَهُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/604 · Shamela ↗ (huraian ayat 32–39)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/604 · Shamela ↗ (commentary on 32–39)
Tafsir ar-Rāzī, hampir sama lafaznya dengan al-Kashshāf (4/229), menjelaskan: mereka membela diri setakat yang Allah jadikan bagi mereka, dan tidak melampauinya.
Renungan: Apabila dizalimi, perasaan mudah melampaui batas; mari kita menjaga keadilan walaupun terhadap orang yang menyakiti kita.Tafsir al-Rāzī, in wording close to al-Kashshāf (4/229), explains: they defend themselves only as far as Allah has allowed them, and do not go beyond it.
Reflection: When wronged, our feelings easily overstep the limits; let us hold to justice even towards those who hurt us.
وَجَزَٰٓؤُاْ
dan (jika kamu hendak membalas maka) balasanand (if you wish to retaliate, then) the repayment for
عَفَا
memaafkan (kejahatan orang)pardons (another’s evil) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
وَأَصۡلَحَ
dan berbuat baik (kepadanya)and does good (to him) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
Terjemahan: Dan (jika kamu hendak membalas maka) balasan sesuatu kejahatan ialah kejahatan yang bersamaan dengannya; dalam pada itu sesiapa yang memaafkan (kejahatan orang) dan berbuat baik (kepadanya), maka pahalanya tetap dijamin oleh Allah (dengan diberi balasan yang sebaik-baiknya). Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berlaku zalimTranslation: And (if you wish to retaliate, then) the repayment for an evil is an evil equal to it; yet whoever pardons (another’s evil) and does good (to him), then his reward is assured by Allah (through the best of repayment). Truly Allah does not love those who act unjustly.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَفَائِدَةُ هَذَا الِاعْتِرَاضِ تَحْدِيدُ الِانْتِصَارِ وَالتَّرْغِيبُ فِي الْعَفْوِ ثُمَّ ذَمُّ الظُّلْمِ وَالِاعْتِدَاءِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/114 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/114 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, faedah ayat ini ialah membataskan tindakan membela diri, menggalakkan kemaafan, kemudian mencela kezaliman dan pencerobohan.
Renungan: Ayat ini membuka tiga pintu: adil, maaf, dan menjauhi zalim. Mari kita pilih pintu paling mulia yang kita mampu, dan mengharapkan pahala dari Allah.According to Ibn ‘Āshūr, the benefit of this verse is to set limits on self-defence, to encourage pardon, then to censure injustice and aggression.
Reflection: This verse opens three doors: fairness, pardon, and shunning injustice. Let us choose the noblest door we are able to, and hope for our reward from Allah.
ٱنتَصَرَ
bertindak membela diriacts to defend himself (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
Terjemahan: Dan sesungguhnya orang yang bertindak membela diri setelah ia dizalimi, maka mereka yang demikian keadaannya, tidak ada sebarang jalan hendak menyalahkan merekaTranslation: And truly whoever acts to defend himself after he is wronged, those in that state, there is not any way to blame them.
Nota nahu: مِنْ (ayat 41).Grammar note: مِنْ (verse 41).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَمَعْنَى بَعْدَ ظُلْمِهِ التَّنْبِيهُ عَلَى أَنَّ هَذَا الِانْتِصَارَ بَعْدَ أَنْ تَحَقَّقَ أَنَّهُمْ ظُلِمُوا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/118 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/118 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, “setelah ia dizalimi” mengingatkan bahawa pembelaan diri itu hanya selepas nyata mereka dizalimi; bertindak atas sangkaan pula menimbulkan kekacauan.
Renungan: Sebelum membalas, mari kita pastikan dahulu apa yang berlaku; banyak perbalahan bermula daripada sangkaan.According to Ibn ‘Āshūr, “after he is wronged” is a reminder that such self-defence comes only once it is established that they were wronged; acting on suspicion stirs up disorder.
Reflection: Before responding, let us first make sure of what happened; many quarrels begin with suspicion.
Terjemahan: Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang melakukan kezaliman kepada manusia dan bermaharajalela di muka bumi dengan tiada sebarang alasan yang benar. Mereka itulah orang-orang yang beroleh azab seksa yang tidak berperi sakitnyaTranslation: Truly the way (to blame) is only against those who do wrong to people and run rampant on the face of the earth without any right reason. Those are the ones who receive a punishment of indescribable pain.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ أَيْ يَبْدَءُونَ بِالظُّلْمِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/607 · Shamela ↗ (huraian ayat 40–46)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/607 · Shamela ↗ (commentary on 40–46)
Tafsir ar-Rāzī menyebut (seiring dengan al-Kashshāf 4/230), yang dimaksudkan ialah orang yang memulakan kezaliman.
Renungan: Kita mungkin tidak melihat diri sebagai zalim, tetapi lidah, tangan dan kuasa kita boleh memulakannya; mari kita periksa adakah sesiapa pernah merasa dizalimi kerana kita.Tafsir al-Rāzī says (in step with al-Kashshāf 4/230) that those meant are the ones who begin the wrongdoing.
Reflection: We may not see ourselves as unjust, yet our tongue, our hand and our power can begin it; let us check whether anyone has ever felt wronged because of us.
وَغَفَرَ
dan memaafkan (kesalahan orang terhadapnya)and forgives (wrongs done to him) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
عَزۡمِ
perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat (melakukannya) (lit. keazaman)the things to be taken seriously (in doing them) (lit. the resolve of)
Terjemahan: Dalam pada itu (ingatlah), orang yang bersabar dan memaafkan (kesalahan orang terhadapnya), sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat (melakukannya)Translation: Yet (remember,) whoever is patient and forgives (wrongs done to him), truly that is among the things to be taken seriously (in doing them).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ شَأْنَ الْفَضَائِلِ أَنْ يَكُونَ عَمَلُهَا عَسِيرًا عَلَى النُّفُوسِ لِأَنَّهَا تُعَاكِسُ الشَّهَوَاتِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/122 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/122 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, sifat-sifat mulia memang berat bagi jiwa kerana melawan keinginan; sebab itu orang yang sabar dan memaafkan dipuji dengan azam.
Renungan: Jika memaafkan terasa berat, itu tanda kita sedang melakukan perkara yang besar; mari kita teruskan, sedikit demi sedikit.According to Ibn ‘Āshūr, virtues are by nature hard on the soul because they run against desires; that is why the one who is patient and forgives is praised for resolve.
Reflection: If forgiving feels heavy, that is a sign we are doing something great; let us continue, little by little.
Terjemahan: Dan sesiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada baginya sesudah itu sesiapapun yang dapat menolongnya. Dan engkau akan melihat orang-orang yang zalim semasa mereka menyaksikan azab (pada hari kiamat) berkata: "Adakah sebarang jalan untuk kami kembali ke dunia"Translation: And whoever is led astray by Allah, then there is not for him after that anyone who can help him. And you will see the unjust, when they see the punishment (on the Day of Resurrection), say: “Is there any way for us to return to the world?”
Nota nahu: لَمَّا رَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ (ayat 44).Grammar note: لَمَّا رَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ (verse 44).
Nota nahu: مِنْ (ayat 44).Grammar note: مِنْ (verse 44).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمُرَادُ أَنَّهُمْ يَطْلُبُونَ الرُّجُوعَ إِلَى الدُّنْيَا لِعِظَمِ مَا يُشَاهِدُونَ مِنَ الْعَذَابِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/608 · Shamela ↗ (huraian ayat 40–46)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/608 · Shamela ↗ (commentary on 40–46)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, mereka meminta kembali ke dunia kerana dahsyatnya azab yang mereka saksikan.
Renungan: Kita masih berada di dunia yang akan diminta orang lain untuk kembali kepadanya; mari kita gunakan masa ini seolah-olah kita telah diberi peluang kedua.Tafsir al-Rāzī says that they ask to return to the world because of the enormity of the punishment they see.
Reflection: We are still in the very world that others will beg to return to; let us use this time as if we had been granted a second chance.
وَأَهۡلِيهِمۡ
dan pengikut-pengikutnya (lit. keluarga mereka)and their followers (lit. their families)
ٱلۡقِيَٰمَةِۗ
kiamat (dengan sebab mereka memilih perbuatan derhaka di dunia)Resurrection (because they chose acts of disobedience in the world)
Terjemahan: Dan engkau juga akan melihat mereka didedahkan kepada neraka dalam keadaan tunduk membisu dengan sebab kehinaan (yang mereka rasai) sambil memandang (ke neraka itu) hanya dengan mengerling (kerana gerun takut). Dan orang-orang yang beriman pula berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi (dengan sebenar-benarnya) ialah mereka yang merugikan dirinya sendiri dan pengikut-pengikutnya pada hari kiamat (dengan sebab mereka memilih perbuatan derhaka di dunia). Ingatlah! Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab seksa yang kekal"Translation: And you will also see them being laid bare before the Fire, bowed down in silence because of the disgrace (they feel), looking (at that Fire) only with sideways glances (out of terror). And those who believe say: “Truly the losers (in the true sense) are those who have lost their own selves and their followers on the Day of Resurrection (because they chose acts of disobedience in the world). Remember! Truly those unjust people are in a punishment that lasts.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ حَالَ كَوْنِهِمْ خَاشِعِينَ حَقِيرِينَ مُهَانِينَ بِسَبَبِ مَا لَحِقَهُمْ مِنَ الذُّلِّ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/608 · Shamela ↗ (huraian ayat 40–46)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/608 · Shamela ↗ (commentary on 40–46)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, mereka tunduk dalam keadaan hina kerana kehinaan yang menimpa mereka, dan (sama lafaznya dengan al-Kashshāf 4/231) mereka memandang dengan pandangan yang lemah dan sembunyi.
Renungan: Kemuliaan dunia tidak dibawa ke sana; mari kita bersujud dengan rela hari ini, supaya tidak tunduk dalam kehinaan pada hari itu.Tafsir al-Rāzī says that they are bowed down in humiliation because of the disgrace that has come upon them, looking (in the wording of al-Kashshāf 4/231) with a weak and furtive glance.
Reflection: Worldly honour is not carried there; let us prostrate willingly today, so that we are not bowed in disgrace on that Day.
يَنصُرُونَهُم
yang dapat memberikan pertolongan kepada merekawho can give them help (merekathey)
Terjemahan: Dan tiadalah bagi mereka sebarang penolong - yang lain dari Allah - yang dapat memberikan pertolongan kepada mereka; dan sesiapa yang disesatkan oleh Allah (disebabkan pilihannya yang salah) maka tidak ada baginya sebarang jalan (untuk mendapat hidayah petunjuk)Translation: And there are not for them any helpers other than Allah who can give them help; and whoever is led astray by Allah (because of his own wrong choice), then there is not for him any way (to obtain guidance).
Nota nahu: مِنْ (ayat 46).Grammar note: مِنْ (verse 46).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الْأَصْنَامَ الَّتِي كَانُوا يَعْبُدُونَهَا لِأَجْلِ أَنْ تَشْفَعَ لَهُمْ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مَا أَتَوْا بِتِلْكَ الشَّفَاعَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/608 · Shamela ↗ (huraian ayat 40–46)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/608 · Shamela ↗ (commentary on 40–46)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, berhala-berhala yang disembah supaya memberi syafaat di sisi Allah tidak membawa syafaat itu.
Renungan: Ketika segala sandaran hilang, hanya hubungan kita dengan Allah yang tinggal; mari kita bina hubungan itu dari sekarang.Tafsir al-Rāzī says that the idols they worshipped so that they would intercede for them with Allah did not bring that intercession.
Reflection: When all supports vanish, only our bond with Allah remains; let us build that bond from now.
لِرَبِّكُم
seruan Tuhan kamu (yang mengajak kamu beriman) (lit. kepada Tuhan kamu)the call of your Lord (Who invites you to believe) (lit. to your Lord)
نَّكِيرٖ
alasan untuk menafikan (kesalahan yang kamu telah lakukan)excuse to deny (the wrongs you have done)
Terjemahan: Sahut dan sambutlah seruan Tuhan kamu (yang mengajak kamu beriman), sebelum datangnya dari Allah - hari yang tidak dapat ditolak; pada hari itu tidak ada bagi kamu tempat berlindung (dari azab-Nya), dan tidak ada pula bagi kamu sebarang alasan untuk menafikan (kesalahan yang kamu telah lakukan)Translation: Answer and take up the call of your Lord (Who invites you to believe), before there comes from Allah a Day that cannot be averted; on that Day there is not for you a place of refuge (from His punishment), and also there is not for you any excuse to deny (the wrongs you have done).
Nota nahu: مِنْ (ayat 47).Grammar note: مِنْ (verse 47).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«عَادَ الْكَلَامُ إِلَى خِطَابِهِمْ بِالدَّعْوَةِ الْجَامِعَةِ لِمَا تَقَدَّمَ طَلَبًا لِتَدَارُكِ أَمْرِهِمْ قَبْلَ الْفَوَاتِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/131 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/131 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini kembali menyeru mereka dengan seruan yang merangkumi semua yang lalu, supaya urusan mereka dapat diperbaiki sebelum terlepas.
Renungan: Setiap seruan al-Qur’an ialah peluang yang masih terbuka; mari kita sahut sekarang, sebelum datang hari yang tidak dapat ditolak.According to Ibn ‘Āshūr, this verse returns to addressing them with a call that gathers all that has gone before, so that their affair may be mended before it is too late.
Reflection: Every call of the Qur’an is a chance still open; let us answer now, before there comes a Day that cannot be averted.
تُصِبۡهُمۡ
ditimpa (lit. menimpa mereka)they are struck by (lit. strikes them) (sesuatu kesusahan sayyi’atunsome hardship sayyi’atun)
قَدَّمَتۡ
lakukan (lit. telah dahulukan)have done (lit. have sent ahead) (tangan mereka aidihimtheir hands aydīhim)
فَإِنَّ
maka (mereka segera membantah serta melupakan rahmat yang mereka telah menikmatinya, kerana) sesungguhnyathen (they quickly protest and forget the mercy they enjoyed, for) truly
Terjemahan: Oleh itu, jika mereka berpaling ingkar, maka Kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad) sebagai pengawas terhadap mereka; tugasmu tidak lain hanyalah menyampaikan (apa yang diperintahkan kepadamu). Dan (ingatlah) sesungguhnya apabila Kami memberi manusia merasai sesuatu rahmat dari Kami, ia bergembira dengannya; dan (sebaliknya) jika mereka ditimpa sesuatu kesusahan disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan, maka (mereka segera membantah serta melupakan rahmat yang mereka telah menikmatinya, kerana) sesungguhnya manusia itu sangat tidak mengenang nikmat-nikmat TuhannyaTranslation: So if they turn away in denial, then We did not send you (O Muhammad) as a watcher over them; your duty is nothing but to convey (what you are commanded). And (remember,) truly when We let man taste some mercy from Us, he takes delight in it; and (by contrast) if they are struck by some hardship because of the sins they have done, then (they quickly protest and forget the mercy they enjoyed, for) truly man is most ungrateful for his Lord’s favours.
Nota nahu: بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ (ayat 48).Grammar note: بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ (verse 48).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِيُبَيِّنَ أَنَّ طَبِيعَةَ الْإِنْسَانِ تَقْتَضِي هَذِهِ الْحَالَةَ إِلَّا إِذَا أَدَّبَهَا الرَّجُلُ بِالْآدَابِ الَّتِي أَرْشَدَ اللَّهُ إِلَيْهَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/609 · Shamela ↗ (huraian ayat 47–50)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/609 · Shamela ↗ (commentary on 47–50)
Tafsir ar-Rāzī menyebut (dan al-Kashshāf 4/232 mempunyai maksud hampir sama pada awalnya), kata “manusia” diulang untuk menunjukkan tabiat manusia begitu, kecuali apabila dia mendidiknya dengan adab yang Allah tunjukkan.
Renungan: Sifat tidak bersyukur boleh dididik; mari kita latih diri mengingati nikmat ketika susah.Tafsir al-Rāzī says (and al-Kashshāf 4/232 opens with much the same point) that the word “man” is repeated to show that this is human nature, unless one trains it with the manners Allah has taught.
Reflection: Ingratitude can be trained away; let us practise remembering favours in hard times.
Terjemahan: Bagi Allah jualah hak milik segala yang ada di langit dan di bumi; Ia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya; Ia mengurniakan anak-anak perempuan kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya, dan mengurniakan anak-anak lelaki kepada sesiapa yang dikehendaki-NyaTranslation: To Allah alone belongs the ownership of all that is in the heavens and in the earth; He creates all that He wills; He bestows daughters upon whomever He wills, and bestows sons upon whomever He wills.
Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 49).Language note: لِلَّهِ (verse 49).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَقْصُودُ مِنْهُ أَنْ لَا يَغْتَرَّ الْإِنْسَانُ بِمَا مَلَكَهُ مِنَ الْمَالِ وَالْجَاهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/609 · Shamela ↗ (huraian ayat 47–50)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/609 · Shamela ↗ (commentary on 47–50)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, tujuannya supaya manusia tidak terpedaya dengan harta dan pangkat yang dimilikinya; apabila dia tahu semuanya milik Allah dan nikmat daripada-Nya, dia bertambah taat.
Renungan: Anak, harta dan kedudukan semuanya pemberian; mari kita menerimanya dengan syukur, sama ada anak perempuan atau anak lelaki.Tafsir al-Rāzī says that the aim is that man should not be deceived by the wealth and rank he holds; when he knows that all belongs to Allah and is a favour from Him, he grows in obedience.
Reflection: Children, wealth and position are all gifts; let us receive them with gratitude, whether daughters or sons.
Terjemahan: Atau Ia mengurniakan mereka kedua-duanya - anak-anak lelaki dan perempuan, dan Ia juga menjadikan sesiapa yang dikehendaki-Nya: mandul. Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui, lagi Maha KuasaTranslation: Or He bestows on them both, sons and daughters, and He also makes whomever He wills barren. Truly He is All-Knowing, All-Powerful.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«ثُمَّ ذَكَرَ مِنْ أَقْسَامِ تَصَرُّفِ اللَّهِ فِي الْعَالَمِ أَنَّهُ يَخُصُّ الْبَعْضَ بالأولاد الإناث وَالْبَعْضَ بِالذُّكُورِ وَالْبَعْضَ بِهِمَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/609 · Shamela ↗ (huraian ayat 47–50)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/609 · Shamela ↗ (commentary on 47–50)
Tafsir ar-Rāzī menyebut (seiring dengan al-Kashshāf 4/232), ini antara bentuk tadbir Allah dalam alam: ada yang dikurniakan anak perempuan, ada anak lelaki, ada kedua-duanya, dan ada yang tiada anak.
Renungan: Sesiapa yang tiada zuriat tidak kurang nilainya di sisi Allah; Dia Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa. Mari kita bersangka baik dan menjaga perasaan mereka.Tafsir al-Rāzī says (in step with al-Kashshāf 4/232) that this is one form of Allah’s governance of creation: some are given daughters, some sons, some both, and some no children.
Reflection: Those without children are worth no less with Allah; He is All-Knowing, All-Powerful. Let us think well of Him and care for their feelings.
كَانَ
layakfitting (ayat: bahawa Allah berkata‑kata dengannyathe clause: that Allah speaks to him)ism
وَحۡيًا
dengan jalan wahyu (dengan diberi ilham atau mimpi)by way of revelation (given through inspiration or a dream)
فَيُوحِيَ
lalu … menyampaikan wahyu (kepadanya)who then conveys revelation (to him) (dia (utusan itu)he (that messenger))
Terjemahan: Dan tidaklah layak bagi seseorang manusia bahawa Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan jalan wahyu (dengan diberi ilham atau mimpi), atau dari sebalik dinding (dengan mendengar suara sahaja), atau dengan mengutuskan utusan (malaikat) lalu utusan itu menyampaikan wahyu kepadanya dengan izin Allah akan apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi keadaan-Nya, lagi Maha BijaksanaTranslation: And it is not fitting for any human being that Allah speaks to him except by way of revelation (given through inspiration or a dream), or from behind a veil (hearing only a voice), or by sending a messenger (angel), who then conveys revelation to him by the leave of Allah of what He wills. Truly Allah is Most High in His state, and All-Wise.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَبَيَّنَ اللَّهُ لِلْمُكَذِّبِينَ أَنَّ سُنَّةَ اللَّهِ فِي خِطَابِ رُسُلِهِ لَا تَعْدُو ثَلَاثَةَ أَنْحَاءٍ مِنَ الْخِطَابِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/140 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/140 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah menerangkan bahawa cara-Nya berbicara kepada Rasul-rasul tidak melebihi tiga cara ini, dan apa yang dibawa al-Qur’an termasuk di dalamnya; ia bukan sesuatu yang asing daripada yang dibawa Rasul-rasul terdahulu.
Renungan: Kita tidak perlu menuntut bukti lain; mari kita menerima al-Qur’an dan mengamalkannya.According to Ibn ‘Āshūr, Allah makes clear that His way of addressing His Messengers does not go beyond these three, and what the Qur’an brings is among them; it is nothing foreign to what the earlier Messengers brought.
Reflection: We need not demand other proofs; let us receive the Qur’an and live by it.
رُوحٗا
al-Qur’an sebagai roh (yang menghidupkan hati)the Qur’an as a spirit (that gives life to hearts)
تَدۡرِي
mengetahui (sebelum diwahyukan kepadamu)knew (before it was revealed to you) (engkauyou)
لَتَهۡدِيٓ
(sungguh) adalah memberi petunjuk dengan al-Qur’an itu(truly) give guidance through that Qur’an (engkauyou)
Terjemahan: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) - Al-Quran sebagai roh (yang menghidupkan hati) perintah Kami; engkau tidak pernah mengetahui (sebelum diwahyukan kepadamu): apakah Kitab (Al-Quran) itu dan tidak juga mengetahui apakah iman itu; akan tetapi Kami jadikan Al-Quran: cahaya yang menerangi, Kami beri petunjuk dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) adalah memberi petunjuk dengan Al-Quran itu ke jalan yang lurusTranslation: And in this way We have revealed to you (Muhammad) the Qur’an as a spirit (that gives life to hearts) of Our command; you never knew (before it was revealed to you) what that Book (the Qur’an) is, nor did you know what faith is; but We have rendered the Qur’an a light that illuminates, by which We guide whomever We will among Our servants. And truly you (O Muhammad) give guidance through that Qur’an to a path that is straight:
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«شُبِّهَتْ هِدَايَةُ عُقُولِهِمْ بَعْدَ الضَّلَالَةِ بِحُلُولِ الرُّوحِ فِي الْجَسَدِ فَيَصِيرُ حَيًّا بَعْدَ أَنْ كَانَ جُثَّةً»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/151 · Shamela ↗ (huraian ayat 52–53)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 25/151 · Shamela ↗ (commentary on 52–53)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata roh di sini kiasan bagi ajaran wahyu: petunjuk kepada akal selepas kesesatan diumpamakan seperti roh memasuki jasad, lalu ia hidup setelah menjadi mayat.
Renungan: Hati tanpa al-Qur’an seperti jasad tanpa roh; mari kita hidupkan hati kita dengan membaca dan memahaminya setiap hari.According to Ibn ‘Āshūr, the word spirit here is a figure for the revealed teaching: the guiding of minds after misguidance is likened to a spirit entering a body, which then lives after being a corpse.
Reflection: A heart without the Qur’an is like a body without a spirit; let us bring our hearts to life by reciting and understanding it every day.
Terjemahan: Iaitu jalan Allah yang memiliki dan menguasai segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Ingatlah! Kepada Allah jualah kembali segala urusanTranslation: namely the path of Allah Who owns and controls all that exists in the heavens and all that exists on the earth. Remember! To Allah alone return all affairs.
Nota bahasa: إِلَى ٱللَّهِ تَصِيرُ ٱلْأُمُورُ (ayat 53).Language note: إِلَى ٱللَّهِ تَصِيرُ ٱلْأُمُورُ (verse 53).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَذَلِكَ كَالْوَعِيدِ وَالزَّجْرِ، فَبَيَّنَ أَنَّ أَمْرَ مَنْ لَا يَقْبَلُ هَذِهِ التَّكَالِيفَ يَرْجِعُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى، أَيْ إِلَى حَيْثُ لَا حَاكِمَ سِوَاهُ فَيُجَازِي كُلًّا مِنْهُمْ بِمَا يَسْتَحِقُّهُ مِنْ ثَوَابٍ أَوْ عِقَابٍ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/615 · Shamela ↗ (huraian ayat 51–53)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/615 · Shamela ↗ (commentary on 51–53)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, penutup ayat ini seperti amaran dan teguran: urusan orang yang tidak menerima taklif (tanggungjawab agama) kembali kepada Allah, tempat tiada hakim selain Dia, lalu setiap orang dibalas apa yang layak baginya, pahala atau seksa.
Renungan: Surah ini berakhir dengan peringatan: “Kepada Allah jualah kembali segala urusan”. Mari kita serahkan urusan kita kepada-Nya, dan beramal untuk hari itu.Tafsir al-Rāzī says that the close of this verse is like a warning and a rebuke: the affair of those who do not accept taklīf (religious duty) returns to Allah, where there is no judge but He, and each person is repaid what he deserves, reward or punishment.
Reflection: This surah ends with a reminder: “To Allah alone return all affairs”. Let us entrust our affairs to Him, and work for that Day.