Terjemahan: Turunnya Kitab Al-Quran ini dari Allah, Yang Maha Kuasa, lagi Maha BijaksanaTranslation: The sending down of this Book, the Qur’an, is from Allah, the All-Mighty, the All-Wise.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَاتِحَةٌ أَنِيقَةٌ فِي التَّنْوِيهِ بِالْقُرْآنِ جُعِلَتْ مُقَدِّمَةً لِهَذِهِ السُّورَةِ لِأَنَّ الْقُرْآنَ جَامِعٌ لِمَا حَوَتْهُ وَغَيْرَهُ مِنْ أُصُولِ الدِّينِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/314 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–2)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/314 · Shamela ↗ (commentary on 1–2)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ini pembukaan yang indah untuk memuliakan al-Qur’an, dijadikan mukadimah surah kerana al-Qur’an menghimpunkan isi surah ini dan pokok-pokok agama yang lain.
Renungan: Sebelum membaca sesuatu surah, mari kita ingat siapa yang menurunkannya, lalu kita mendengarnya dengan penuh hormat.According to Ibn ‘Āshūr, this is an elegant opening honouring the Qur’an, set as the surah’s preface because the Qur’an gathers what this surah holds and the other foundations of religion.
Reflection: Before reading a surah, let us remember Who sent it down, and listen to it with full reverence.
Terjemahan: Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran ini kepadamu (wahai Muhammad) dengan membawa kebenaran; oleh itu hendaklah engkau menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat dan bawaanmu kepada-NyaTranslation: Truly We have sent down this Qur’an to you (O Muhammad) with the truth; so worship Allah, sincerely devoting all your worship and conduct to Him.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأَمَّا الْإِخْلَاصُ: فَهُوَ أَنْ يَكُونَ الدَّاعِي لَهُ إِلَى الْإِتْيَانِ بِذَلِكَ الْفِعْلِ أَوِ التَّرْكِ مُجَرَّدَ هَذَا الِانْقِيَادِ وَالِامْتِثَالِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/420 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–4)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/420 · Shamela ↗ (commentary on 1–4)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ikhlas (memurnikan niat kerana Allah) bermaksud pendorong seseorang melakukan atau meninggalkan sesuatu hanyalah tunduk dan patuh kepada perintah.
Renungan: Sebelum beribadat, mari kita tanya diri: apakah pendorong kita? Mari kita murnikan niat, supaya ibadat kita benar-benar kerana Allah.Tafsir al-Rāzī says that sincerity (purifying one’s intention for Allah) means that what moves a person to do or leave a thing is nothing but yielding and obedience to the command.
Reflection: Before we worship, let us ask ourselves what moves us, and purify our intention so that our worship is truly for Allah.
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang musyrik yang (lit. dan orang-orang yang)and the people of shirk who (lit. and those who)
بَيۡنَهُمۡ
di antara mereka (dengan orang-orang yang tidak melakukan syirik)between them (and those who do not commit shirk)
كَفَّارٞ
lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik)and are constantly in disbelief (by committing shirk)
Terjemahan: Ingatlah! (Hak yang wajib dipersembahkan) kepada Allah ialah segala ibadat dan bawaan yang suci bersih (dari segala rupa syirik). Dan orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi pelindung dan penolong (sambil berkata): "Kami tidak menyembah atau memujanya melainkan supaya mereka mendampingkan kami kepada Allah sehampir-hampirnya", - sesungguhnya Allah akan menghukum di antara mereka (dengan orang-orang yang tidak melakukan syirik) tentang apa yang mereka berselisihan padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang tetap berdusta (mengatakan yang bukan-bukan), lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik)Translation: Remember! (The right that must be offered) to Allah is all worship and conduct that is pure (from every form of shirk). And the people of shirk who have taken others than Allah to be protectors and helpers (saying): “We do not worship or venerate them except that they may bring us near to Allah, as near as can be”, truly Allah will judge between them (and those who do not commit shirk) concerning that in which they differ. Truly Allah does not give guidance to those who persist in lying (saying what is false) and are constantly in disbelief (by committing shirk).
Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 3).Language note: لِلَّهِ (verse 3).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخالِصُ اسْتِئْنَافٌ لِلتَّخَلُّصِ إِلَى اسْتِحْقَاقِهِ تَعَالَى الْإِفْرَادَ بِالْعِبَادَةِ وَهُوَ غَرَضُ السُّورَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/317 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/317 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata-kata ini membawa kepada pokok surah ini: hanya Allah yang berhak diesakan dalam ibadat.
Renungan: Ibadat yang kita persembahkan ialah hak Allah; mari kita semak hati kita, adakah ibadat kita benar-benar “suci bersih” untuk-Nya?According to Ibn ‘Āshūr, these words lead to the surah’s main aim: Allah alone deserves to be worshipped without any other.
Reflection: The worship we offer is Allah’s right; let us check our hearts, whether our worship is truly “pure” for Him.
سُبۡحَٰنَهُۥۖ
Maha Sucilah Ia (dari menghendaki yang demikian)glory be to Him (above wishing any such thing)
ٱلۡقَهَّارُ
lagi Yang Mengatasi kekuasaan-Nya segala-galanyathe One Whose power prevails over all things
Terjemahan: Kalaulah Allah hendak mempunyai anak, tentulah Ia memilih mana-mana yang dikehendaki-Nya dari makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya; Maha Sucilah Ia (dari menghendaki yang demikian). Dialah Allah, Yang Maha Esa, lagi Yang Mengatasi kekuasaan-Nya segala-galanyaTranslation: If Allah had wished to have a child, He would surely have chosen whichever He wills from the creatures He creates; glory be to Him (above wishing any such thing). He is Allah, the One, the One Whose power prevails over all things.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمُرَادُ مِنْ هَذَا الْكَلَامِ إِقَامَةُ الدَّلَائِلِ الْقَاهِرَةِ عَلَى كَوْنِهِ مُنَزَّهًا عَنِ الْوَلَدِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/422 · Shamela ↗ (huraian ayat 1–4)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/422 · Shamela ↗ (commentary on 1–4)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, tujuan ayat ini ialah menegakkan hujah yang kukuh bahawa Allah Maha Suci daripada mempunyai anak, antaranya kerana Dia Yang Maha Esa dan Maha Menguasai.
Renungan: Semakin kita mengenal keesaan dan kekuasaan Allah, semakin kecil segala yang lain di mata kita; mari kita ucapkan “Maha Sucilah Ia” dengan penuh sedar.Tafsir al-Rāzī says the aim of this verse is to set out compelling proofs that Allah is far above having a child, among them that He is “the One” Whose power prevails.
Reflection: The more we know Allah’s oneness and power, the smaller all else becomes in our eyes; let us say “glory be to Him” with full awareness.
بِٱلۡحَقِّۖ
dengan ada faedah dan gunanya yang sebenar (lit. dengan kebenaran)with true benefit and purpose (lit. with the truth)
وَسَخَّرَ
dan menjadikan … beredar menurut perintah-Nyaand made … run their course by His command (DiaHe)
Terjemahan: Ia menciptakan langit dan bumi dengan ada faedah dan gunanya yang sebenar; Ia pula menjadikan malam melingkari siang (dengan gelapnya), dan menjadikan siang melingkari malam (dengan cahayanya); dan Ia menjadikan matahari dan bulan beredar menurut perintah-Nya, - tiap-tiap satu dari keduanya, beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Kuasa, lagi Yang sentiasa MengampuniTranslation: He brought into being the heavens and the earth, with true benefit and purpose; He makes the night wrap around the day (with its darkness), and makes the day wrap around the night (with its light); and He made the sun and the moon run their course by His command, each of the two moving for a time that has been set. Remember! He is the All-Mighty, the One Who is Ever-Forgiving.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَلَيْسَ الْعُمْرُ إِلَّا أَوْقَاتًا مَحْدُودَةً وَأَنْفَاسًا مَعْدُودَةً»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/330 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/330 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, boleh jadi “suatu masa yang telah ditetapkan” merujuk kepada ajal manusia: umur hanyalah waktu yang terhad dan nafas yang terbilang, dan peredaran matahari dan bulan menghitungnya.
Renungan: Setiap matahari terbenam mengurangkan baki umur kita; mari kita isi nafas yang tinggal dengan perkara yang disukai Allah.According to Ibn ‘Āshūr, “a time that has been set” may refer to the term of human life: a lifetime is only limited hours and counted breaths, and the course of the sun and moon reckons them.
Reflection: Each sunset lessens what remains of our lives; let us fill the breaths left to us with what pleases Allah.
تُصۡرَفُونَ
dapat dipesongkan (dari mematuhi perintah-Nya)can … be turned away (from obeying His command) (kamu sekalianyou all)NF
Terjemahan: Ia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), kemudian Ia menjadikan daripadanya - isterinya (Hawa); dan Ia mengadakan untuk kamu binatang-binatang ternak delapan ekor: (empat) pasangan (jantan dan betina). Ia menciptakan kamu dalam kandungan ibu kamu (berperingkat-peringkat) dari satu kejadian ke satu kejadian. Dalam tiga suasana yang gelap-gelita. Yang demikian (kekuasaan-Nya) ialah Allah Tuhan kamu; bagi-Nyalah kekuasaan yang mutlak; tiada Tuhan melainkan Dia; oleh itu bagaimana kamu dapat dipesongkan (dari mematuhi perintah-Nya)Translation: He created you from a single self (Adam), then He made its mate (Hawa) out of it; and He provided for you eight head of livestock: (four) pairs (male and female). He creates you within the wombs of your mothers (stage by stage) from one creation to another creation, in three settings of deep darkness. Such (is His power): that is Allah, your Lord; His alone is absolute power; there is no god (deserving of worship) except Him; so how can you be turned away (from obeying His command)?
Nota bahasa: لَهُ ٱلْمُلْكُ (ayat 6).Language note: لَهُ ٱلْمُلْكُ (verse 6).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَوَصْفُهُ بِالرُّبُوبِيَّةِ تَذْكِيرٌ لَهُمْ بِنِعْمَةِ الْإِيجَادِ وَالْإِمْدَادِ وَهُوَ مَعْنَى الرُّبُوبِيَّةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/336 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/336 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, sebutan “Tuhan kamu” mengingatkan mereka kepada nikmat Allah yang mencipta dan terus memberi bekalan; itulah makna rububiyyah (ketuhanan Allah sebagai Pemelihara).
Renungan: Sejak dalam kandungan ibu hingga saat ini, kita hidup atas pemeliharaan-Nya; mari kita ingat nikmat ini supaya hati tidak “dipesongkan” daripada-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, the words “your Lord” remind them of Allah’s favour in creating and in constantly sustaining; that is the meaning of rububiyyah (Allah’s lordship as Sustainer).
Reflection: From our mothers’ wombs until this moment we live by His care; let us remember this favour so that our hearts are not “turned away” from Him.
تَكۡفُرُواْ
kufur ingkar (tidak bersyukur) akan nikmat-nikmat-Nya itudeny (and are not thankful for) those blessings of His (kamu sekalianyou all)
عَنكُمۡۖ
(iman dan kesyukuran) kamu (untuk kesempurnaan-Nya) (lit. dari kamu)(the faith and gratitude of) you (for His perfection) (lit. from you)
تَزِرُ
akan memikulwill … bear (seseorang yang memikul waziratunone who bears a burden wāziratun)
أُخۡرَىٰۚ
orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja)another (rather, only the sin of his own effort)
Terjemahan: Kalaulah kamu kufur ingkar (tidak bersyukur) akan nikmat-nikmat-Nya itu, maka ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah tidak berhajatkan (iman dan kesyukuran) kamu (untuk kesempurnaan-Nya); dan Ia tidak redakan hamba-hamba-Nya berkeadaan kufur; dan jika kamu bersyukur, Ia meredainya menjadi sifat dan amalan kamu. Dan (ingatlah) seseorang yang memikul tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain (bahkan dosa usahanya sahaja). Kemudian kepada Tuhan kamulah tempat kembalinya kamu, maka Ia akan memberitahu kepada kamu tentang apa yang kamu telah kerjakan. Sesungguhnya Ia Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dadaTranslation: If you deny (and are not thankful for) those blessings of His, then know that truly Allah has no need of (the faith and gratitude of) you (for His perfection); and He is not pleased with His servants being in a state of disbelief; and if you give thanks, He is pleased with it as a quality and deed of yours. And (remember) one who bears a burden will not bear the sin of the deed of another (rather, only the sin of his own effort). Then to your Lord alone is your return, and He will make known to you what you used to do. Truly He is All-Knowing of all (the thoughts) contained in the breasts.
Nota nahu: بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (ayat 7).Grammar note: بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ (verse 7).
Nota bahasa: إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ (ayat 7).Language note: إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ (verse 7).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«الشُّكْرُ حَالَةٌ مُرَكَّبَةٌ مِنْ قَوْلٍ وَاعْتِقَادٍ وَعَمَلٍ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/426 · Shamela ↗ (huraian ayat 5–7)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/426 · Shamela ↗ (commentary on 5–7)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, syukur terbina daripada kata-kata, keyakinan dan amal: lidah mengakui nikmat itu, dan hati meyakini bahawa ia datang daripada Pemberinya.
Renungan: Syukur bukan sekadar ucapan; mari kita akui nikmat Allah dengan lidah, yakini dengan hati, dan buktikan dengan amal hari ini.Tafsir al-Rāzī says that thankfulness is made up of word, belief and deed: the tongue admits the favour, and the heart believes it comes from the Giver.
Reflection: Thankfulness is more than a saying; let us admit Allah’s favours with our tongues, believe with our hearts and prove it with our deeds today.
مَسَّ
disentuh (lit. menyentuh)is touched (lit. touches) (sesuatu bahaya durrunsome harm ḍurrun)
لِّيُضِلَّ
untuk menyesatkan dirinya (dan orang lain)so as to lead himself (and others) astray (diahe)
Terjemahan: Dan apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Tuhannya dengan keadaan rujuk kembali bertaubat kepada-Nya; kemudian apabila Allah memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) daripada-Nya, lupalah ia akan segala bahaya yang menyebabkannya merayu kepada Allah sebelum itu dan ia pula menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, untuk menyesatkan dirinya (dan orang lain) dari jalan Allah. Katakanlah (kepadanya): "Bersenang-senanglah engkau dengan kekufuranmu itu bagi sementara, sesungguhnya engkau dari penduduk neraka"Translation: And when man is touched by some harm, he at once prays to his Lord, turning back in repentance to Him; then when Allah gives him a blessing (as a gift) from Him, he forgets all the harm that made him plead to Allah before that, and he also sets up partners for Allah, so as to lead himself (and others) astray from the path of Allah. Say (to him): “Enjoy yourself with that disbelief of yours for a while; truly you are among the dwellers of Hell.”
Nota nahu: مَا كَانَ يَدْعُوٓا۟ إِلَيْهِ (ayat 8).Grammar note: مَا كَانَ يَدْعُوٓا۟ إِلَيْهِ (verse 8).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَعِنْدَ الضُّرِّ يَعْتَقِدُونَ أَنَّهُ لَا مَفْزَعَ إِلَى مَا سِوَاهُ وَعِنْدَ النِّعْمَةِ يَعُودُونَ إِلَى اتِّخَاذِ آلِهَةٍ مَعَهُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/428 · Shamela ↗ (huraian ayat 8–9)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/428 · Shamela ↗ (commentary on 8–9)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini mengajak orang berakal hairan dengan pertentangan itu: ketika susah mereka yakin tiada tempat mengadu selain Allah, tetapi ketika senang mereka kembali mengambil sembahan lain.
Renungan: Allah tetap Yang Berkuasa ketika kita senang; mari kita terus berdoa dan bersyukur ketika hidup lapang, bukan hanya ketika susah.Tafsir al-Rāzī says this verse moves thinking people to wonder at the contradiction: in hardship they are sure there is no refuge but Allah, yet in ease they go back to taking other gods.
Reflection: Allah is still the One with power when we are at ease; let us keep praying and giving thanks in good times, not only in hardship.
يَتَذَكَّرُ
yang dapat mengambil pelajaran dan peringatanare able to take lesson and reminder (orang‑orang yang berakal sempurna ulupeople of sound minds ūlū)
Terjemahan: (Engkaukah yang lebih baik) atau orang yang taat mengerjakan ibadat pada waktu malam dengan sujud dan berdiri sambil takutkan (azab) hari akhirat serta mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah lagi (kepadanya): "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurnaTranslation: (Are you better,) or one who is obedient, performing worship in the night hours, prostrating and standing, in fear of (the punishment of) the Day of the Hereafter and longing for the mercy of his Lord? Say further (to him): “Are the people who know the same as the people who do not know?” Truly only people of sound minds are able to take lesson and reminder.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ الْعِبَادَةَ بِاللَّيْلِ أَعْوَنُ عَلَى تَمَحُّضِ الْقَلْبِ لِذِكْرِ اللَّهِ، وَأَبْعَدُ عَنْ مُدَاخَلَةِ الرِّيَاءِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/346 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/346 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, malam disebut khusus kerana ibadat malam lebih membantu hati tertumpu kepada mengingati Allah dan lebih jauh daripada riak (menunjuk-nunjuk), dan hati orang itu berada antara takut dan harap.
Renungan: Mari kita cari sedikit waktu sunyi bersama Allah, dengan hati yang takut dan berharap, tanpa dilihat sesiapa.According to Ibn ‘Āshūr, the night is singled out because worship at night helps the heart focus on the remembrance of Allah and is further from showing off, and the person’s heart stands between fear and hope.
Reflection: Let us find a little quiet time with Allah, with a heart that fears and hopes, unseen by anyone.
قُلۡ
katakanlah (wahai Muhammad, akan firman-Ku ini, kepada orang-orang yang berakal sempurna itu)say (O Muhammad, these words of Mine, to those people of sound minds) (engkauyou)
لِلَّذِينَ
(ingatlah) orang-orang yang (lit. bagi orang-orang yang)(remember) those who (lit. for those who)
حَسَنَةٞۗ
akan beroleh kebaikan (yang sebenar di akhirat)will gain good (the true good in the Hereafter)
وَٰسِعَةٌۗ
luas (untuk berhijrah sekiranya kamu ditindas)is wide (for emigrating if you are oppressed)
يُوَفَّى
akan disempurnakanwill be paid in full (orang‑orang yang bersabar as‑sabirunathose who are patient aṣ‑ṣābirūna)NF
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad, akan firman-Ku ini, kepada orang-orang yang berakal sempurna itu): "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertaqwalah kepada Tuhan kamu. (Ingatlah) orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan beroleh kebaikan (yang sebenar di akhirat). Dan (ingatlah) bumi Allah ini luas (untuk berhijrah sekiranya kamu ditindas). Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan pahala mereka dengan tidak terkira"Translation: Say (O Muhammad, these words of Mine, to those people of sound minds): “O My servants who have faith! Have taqwa of your Lord. (Remember) those who act well in this world will gain good (the true good in the Hereafter). And (remember) this earth of Allah is wide (for emigrating if you are oppressed). Truly only those who are patient will be paid their reward in full, without its being counted.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«بِالصَّابِرِينَ الَّذِينَ صَبَرُوا عَلَى مُفَارَقَةِ أَوْطَانِهِمْ وَعَشَائِرِهِمْ، وَعَلَى تَجَرُّعِ الْغُصَصِ وَاحْتِمَالِ الْبَلَايَا فِي طَاعَةِ اللَّهِ تَعَالَى»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/431 · Shamela ↗ (huraian ayat 10–16)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/431 · Shamela ↗ (commentary on 10–16)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, “orang-orang yang bersabar” di sini ialah mereka yang sabar meninggalkan kampung halaman dan keluarga, serta menanggung kepahitan dan ujian dalam ketaatan kepada Allah.
Renungan: Kesusahan dalam mentaati Allah tidak sia-sia; mari kita bertahan, kerana pahalanya “dengan tidak terkira”.Tafsir al-Rāzī says “those who are patient” here are the ones who bore leaving their homelands and kinsfolk, and endured bitterness and trials in obeying Allah.
Reflection: Hardship in obeying Allah is never wasted; let us hold on, for the reward comes “without its being counted”.
Terjemahan: Katakanlah lagi (wahai Muhammad): "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat kepada-NyaTranslation: Say further (O Muhammad): “Truly I was given the command to worship Allah, sincerely devoting all worship to Him,
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِنَّمَا خَصَّ اللَّهُ تَعَالَى الرَّسُولَ بِهَذَا الْأَمْرِ لِيُنَبِّهَ عَلَى أَنَّ غَيْرَهُ بِذَلِكَ أَحَقُّ فَهُوَ كَالتَّرْغِيبِ لِلْغَيْرِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/432 · Shamela ↗ (huraian ayat 10–16)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/432 · Shamela ↗ (commentary on 10–16)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ibadat yang disuruh ialah yang bersih daripada syirik (menyekutukan Allah), yang nyata dan yang tersembunyi; Rasulullah ﷺ dikhususkan dengan perintah ini untuk mengingatkan bahawa orang lain lebih patut melakukannya.
Renungan: Jika Baginda diperintah begitu, apatah lagi kita; mari kita bersihkan ibadat kita daripada segala campuran.Tafsir al-Rāzī says the worship commanded is free of shirk (associating partners with Allah), both open and hidden; the Messenger ﷺ is singled out for this command to point out that others are even more bound by it.
Reflection: If he ﷺ was commanded so, how much more are we; let us clear our worship of every mixture.
Terjemahan: Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang awal pertama berserah diri bulat-bulat (kepada Allah)"Translation: and I was given the command to be the very first of those who surrender wholly (to Allah).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«بَلْ كُلُّ مَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأَنَا أَوَّلُ النَّاسِ شُرُوعًا فِيهِ وَأَكْثَرُهُمْ مُدَاوَمَةً عَلَيْهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/432 · Shamela ↗ (huraian ayat 10–16)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/432 · Shamela ↗ (commentary on 10–16)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, seolah-olah Baginda berkata: Aku bukan seperti raja-raja zalim yang menyuruh tetapi tidak melakukan; segala yang aku perintahkan, akulah orang pertama memulakannya dan paling berterusan melakukannya.
Renungan: Nasihat paling kuat ialah teladan; sebelum menyuruh orang lain, mari kita mulakan dengan diri sendiri.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that it is as though he ﷺ were saying: I am not like tyrant kings who command what they do not do; all that I command you, I am the first to begin and the most constant in keeping.
Reflection: The strongest advice is example; before we tell others, let us begin with ourselves.
Terjemahan: Katakanlah lagi: "Sesungguhnya aku takut - jika aku menderhaka kepada Tuhanku - akan azab hari yang besar (soal jawabnya)"Translation: Say further: “Truly I am afraid — if I disobey my Lord — of the punishment of a Day that is great (in its reckoning).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّهُ مَعَ جَلَالَةِ قَدْرِهِ وَشَرَفِ نُبُوَّتِهِ إِذَا وَجَبَ أَنْ يَكُونَ خَائِفًا حَذِرًا عَنِ الْمَعَاصِي فَغَيْرُهُ بِذَلِكَ أَوْلَى»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/432 · Shamela ↗ (huraian ayat 10–16)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/432 · Shamela ↗ (commentary on 10–16)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, Allah menyuruh Rasulullah ﷺ mengucapkan ini tentang diri Baginda sebagai teguran keras kepada orang lain: jika dengan ketinggian kedudukan dan kemuliaan kenabian Baginda perlu berwaspada, apatah lagi orang lain.
Renungan: Janganlah kita merasa aman daripada dosa; mari kita jauhi maksiat dengan hati yang berwaspada.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that Allah told the Messenger ﷺ to say this of himself as a strong warning to others: if, with his high rank and noble prophethood, he must stay wary, then all the more must others.
Reflection: Let us never feel safe from sin; let us keep away from disobedience with a watchful heart.
Terjemahan: Katakanlah lagi: "Allah jualah yang aku sembah dengan mengikhlaskan amalan ugamaku kepada-NyaTranslation: Say further: “It is Allah alone Whom I worship, sincerely devoting my practice of religion to Him;
Nota bahasa: ٱللَّهَ أَعْبُدُ (ayat 14).Language note: ٱللَّهَ أَعْبُدُ (verse 14).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَمْرٌ بِأَنْ يُعِيدَ التَّصْرِيحَ بِأَنَّهُ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/359 · Shamela ↗ (huraian ayat 14–15)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/359 · Shamela ↗ (commentary on 14–15)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ini perintah supaya Rasulullah ﷺ mengulangi dengan terang bahawa Baginda menyembah Allah sahaja, sebagai penegasan kerana pentingnya perkara ini.
Renungan: Kebenaran yang penting patut diulang; mari kita perbaharui tauhid (mengesakan Allah) dalam hati kita setiap hari.According to Ibn ‘Āshūr, this is a command for the Messenger ﷺ to state again plainly that he worships Allah alone, as an emphasis because the matter is so important.
Reflection: An important truth deserves repeating; let us renew tawhid (the Oneness of Allah) in our hearts every day.
فَٱعۡبُدُواْ
(setelah kamu mengetahui pendirianku ini wahai kaum musyrik, dan kamu masih juga berdegil) maka sembahlah(now that you know this stand of mine, O people of shirk, and you still persist,) then worship (kamu sekalianyou all)
دُونِهِۦۗ
yang lain dari Allah, (kamu akan mengetahui akibatnya) (lit. yang lain dari-Nya)other than Allah, (you will come to know the outcome) (lit. besides Him)
ٱلۡخَٰسِرِينَ
orang-orang yang rugi (dengan sebenar-benarnya)those who lose (in the truest sense)
وَأَهۡلِيهِمۡ
dan pengikut-pengikutnya (lit. dan keluarga mereka)and their followers (lit. and their families)
ٱلۡقِيَٰمَةِۗ
kiamat (dengan sebab perbuatan mereka memilih kekufuran atau kederhakaan)Resurrection (because of their choosing disbelief or disobedience)
Terjemahan: (Setelah kamu mengetahui pendirianku ini wahai kaum musyrik, dan kamu masih juga berdegil) maka sembahlah kamu apa yang kamu kehendaki, yang lain dari Allah, (kamu akan mengetahui akibatnya)". Katakanlah lagi: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi (dengan sebenar-benarnya) ialah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri dan pengikut-pengikutnya pada hari kiamat (dengan sebab perbuatan mereka memilih kekufuran atau kederhakaan). Ingatlah, yang demikian itulah kerugian yang jelas nyata"Translation: (now that you know this stand of mine, O people of shirk, and you still persist,) then worship whatever you wish, other than Allah, (you will come to know the outcome).” Say further: “Truly those who lose (in the truest sense) are those who have made losers of themselves and their followers on the Day of Resurrection (because of their choosing disbelief or disobedience). Remember, that is the clear loss.”
Nota bahasa: ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ (ayat 15).Language note: ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ (verse 15).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِيمَاءً إِلَى أَنَّ رَائِدَهُمْ فِي تَعْيِينِ مَعْبُودَاتِهِمْ هُوَ مُجَرَّدُ الْمَشِيئَةِ وَالْهَوَى بِلَا دَلِيلٍ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/359 · Shamela ↗ (huraian ayat 14–15)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/359 · Shamela ↗ (commentary on 14–15)
Menurut Ibn ‘Āshūr, perkataan “kehendaki” membayangkan bahawa pemilihan sembahan mereka hanya mengikut kemahuan dan hawa nafsu, tanpa dalil.
Renungan: Kerugian sebenar bermula apabila hidup dipandu nafsu; mari kita tanya diri: adakah keputusan kita hari ini berdasarkan panduan Allah, atau kemahuan semata-mata?According to Ibn ‘Āshūr, the word “wish” hints that their choice of what to worship follows only desire and whim, with no proof.
Reflection: True loss begins when desire steers a life; let us ask ourselves whether today’s decisions rest on Allah’s guidance or on wanting alone.
Terjemahan: Bagi mereka (yang kafir) disediakan lapisan-lapisan dari api menyerkup di atas mereka, dan lapisan-lapisan (dari api) di bawah mereka; dengan (azab) yang demikian, Allah menakutkan hamba-hamba-Nya: "Oleh itu, bertaqwalah kepada-Ku wahai hamba-hamba-Ku"Translation: For them (those who disbelieve) are prepared layers of fire covering over them, and layers (of fire) beneath them; by this (punishment) Allah makes His servants afraid: “So have taqwa of Me, O My servants.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَأُجِيبَ بِأَنَّ اللَّهَ جَعَلَ ذَلِكَ الْعَذَابَ فِي الْآخِرَةِ لِتَخْوِيفِ اللَّهِ عِبَادَهُ حِينَ يَأْمُرُهُمْ بِالِاسْتِقَامَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/362 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/362 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah menjadikan azab akhirat itu untuk menakutkan hamba-hamba-Nya ketika menyuruh mereka beristiqamah (teguh di jalan yang betul), supaya mereka tahu akibatnya jika tidak menyahut Allah dan Rasul-rasul-Nya.
Renungan: Amaran Allah ialah rahmat sebelum terlambat; apabila membaca ayat azab, mari kita takut dan kembali bertaqwa.According to Ibn ‘Āshūr, Allah set that punishment in the Hereafter to make His servants afraid when He commands them to istiqamah (standing firm on the right path), so that they know the outcome if they do not answer Allah and His Messengers.
Reflection: Allah’s warning is a mercy before it is too late; when we read of punishment, let us fear and return to taqwa.
وَأَنَابُوٓاْ
serta rujuk kembali taat bulat-bulatand have turned back in full obedience (merekathey)
ٱلۡبُشۡرَىٰۚ
berita yang menggembirakan (sebaik-baik sahaja mereka mulai meninggal dunia)joyful news (as soon as they begin to leave this world)
Terjemahan: Dan orang-orang yang menjauhi dirinya dari menyembah atau memuja Taghut serta mereka rujuk kembali taat bulat-bulat kepada Allah, mereka akan beroleh berita yang menggembirakan (sebaik-baik sahaja mereka mulai meninggal dunia); oleh itu gembirakanlah hamba-hamba-KuTranslation: And those who have kept themselves away from worshipping or venerating the Taghut, and have turned back in full obedience to Allah, they will gain joyful news (as soon as they begin to leave this world); so give joy to My servants,
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«حَاصِلُ الْكَلَامِ فِي قَوْلِهِ: وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَيْ أَعْرَضُوا عَنْ عُبُودِيَّةِ كُلِّ مَا سِوَى اللَّهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/435 · Shamela ↗ (huraian ayat 17–20)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/435 · Shamela ↗ (commentary on 17–20)
Tafsir ar-Rāzī menyimpulkan, menjauhi Taghut bermaksud berpaling daripada menghambakan diri kepada segala sesuatu selain Allah, dan “rujuk kembali” bermaksud kembali sepenuhnya kepada Allah.
Renungan: Apa yang paling menguasai hati kita? Mari kita lepaskan hati daripada perhambaan kepada selain Allah, dan kembali kepada-Nya sepenuh hati.Tafsir al-Rāzī concludes that keeping away from the Taghut means turning from servitude to everything but Allah, and “turned back” means returning wholly to Allah.
Reflection: What rules our hearts the most? Let us free our hearts from servitude to anything but Allah, and return to Him wholeheartedly.
أَحۡسَنَهُۥٓۚ
yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama)the best of them (in terms of the laws of religion)
هَدَىٰهُمُ
diberi hidayah petunjuk (lit. memberi hidayah petunjuk kepada mereka)given guidance (lit. has guided them) (AllahAllah)
Terjemahan: Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama); mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurnaTranslation: who strive to listen to the words that reach them, then choose and follow the best of them (in terms of the laws of religion); those are the ones given guidance by Allah, and those are the people of sound minds.
Nota bahasa: وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ (ayat 18).Language note: وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ (verse 18).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَإِذَا اسْتَمَعُوا ذَلِكَ اتَّبَعُوا أَحْسَنَهُ وَهُوَ مَا يَدْعُو إِلَى الْحَقِّ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/365 · Shamela ↗ (huraian ayat 17–18)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/365 · Shamela ↗ (commentary on 17–18)
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka mendengar pelbagai kata-kata, sama ada yang mengajak kepada petunjuk atau yang cuba memalingkan mereka daripadanya, lalu mengikut yang terbaik, iaitu yang menyeru kepada kebenaran.
Renungan: Banyak kata-kata sampai kepada kita; mari kita dengar dengan teliti, timbang, dan ikut yang membawa kepada kebenaran.According to Ibn ‘Āshūr, they hear all kinds of words, both those calling to guidance and those trying to turn them from it, then follow the best, which is what calls to the truth.
Reflection: Many words reach us; let us listen with care, weigh them, and follow what leads to the truth.
حَقَّ
telah ditetapkan (lit. telah pasti)has been fixed (lit. has come true) (hukuman kalimatuthe sentence kalimatu)
ٱلۡعَذَابِ
azab (disebabkan kekufurannya, sama seperti orang yang dijanjikan bergembira dengan balasan imannya? Sudah tentu tidak)!punishment (because of his disbelief, the same as one promised joy in the reward of his faith? Certainly not)!
Terjemahan: Maka adakah orang yang telah ditetapkan atasnya hukuman azab (disebabkan kekufurannya, sama seperti orang yang dijanjikan bergembira dengan balasan imannya? Sudah tentu tidak)! Oleh itu adakah engkau berkuasa menyelamatkan orang yang (ditetapkan kekal) dalam nerakaTranslation: Then is one upon whom the sentence of punishment has been fixed (because of his disbelief, the same as one promised joy in the reward of his faith? Certainly not)! So are you able to save one who is (fixed to remain) in Hell?
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«اسْتِفْهَامٌ إِنْكَارِيٌّ مُفِيدٌ التَّنْبِيهَ عَلَى انْتِفَاءِ الطَّمَاعِيَةِ فِي هِدَايَةِ الْفَرِيقِ الَّذِي حَقَّتْ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/368 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/368 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, soalan ini bersifat menafikan: tiada harapan bagi hidayah (petunjuk) golongan yang telah ditetapkan azab ke atasnya.
Renungan: Hidayah di tangan Allah, bukan di tangan kita; mari kita memohon hidayah untuk diri kita dan keluarga, selagi hidup masih ada.According to Ibn ‘Āshūr, this question is one of denial: there is no hope for the guidance of the group upon whom the sentence of punishment is fixed.
Reflection: Guidance is in Allah’s hand, not ours; let us ask for guidance for ourselves and our families while life remains.
رَبَّهُمۡ
kepada Tuhan mereka (dengan mengerjakan suruhan-Nya dan menjauhi larangan-Nya)of their Lord (by doing what He commands and avoiding what He forbids)
Terjemahan: Tetapi (sebaliknya) orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan mereka (dengan mengerjakan suruhan-Nya dan menjauhi larangan-Nya), dibina untuk mereka (di dalam Syurga) mahligai-mahligai yang tinggi bertingkat-tingkat, yang mengalir di bawahnya beberapa sungai. Demikianlah janji yang ditetapkan Allah; Allah tidak sekali-kali akan mengubah janji-janji-NyaTranslation: But (on the contrary) those who have taqwa of their Lord (by doing what He commands and avoiding what He forbids), for them are built (in Paradise) lofty mansions, tier upon tier, with rivers flowing beneath them. Such is the promise set by Allah; Allah will never change His promises.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَعُدِلَ عَنِ اسْمِ الْجَلَالَةِ إِلَى وَصْفِ الرَّبِّ الْمُضَافِ إِلَى ضَمِيرِ الْمُتَّقِينَ لِمَا فِي تِلْكَ الْإِضَافَةِ مِنْ تَشْرِيفِهِمْ بِرِضَى رَبِّهِمْ عَنْهِمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/373 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/373 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menyebut “Tuhan mereka”, bukan nama Allah, kerana sebutan itu memuliakan mereka dengan keredhaan Tuhan mereka terhadap mereka.
Renungan: Kemuliaan sebenar ialah apabila Allah redha kepada kita; mari kita bertaqwa kepada-Nya supaya kita layak mendapat kemuliaan itu.According to Ibn ‘Āshūr, the verse says “their Lord” rather than the name Allah because this honours them with their Lord’s good pleasure in them.
Reflection: True honour is Allah being pleased with us; let us have taqwa of Him so that we may be worthy of that honour.
يَهِيجُ
bergerak segar (hingga ke suatu masa yang tertentu)stir, fresh (until a set time) (ia (tanaman‑tanaman itu)it (those crops))
لَذِكۡرَىٰ
(sungguh) (mengandungi) peringatan yang menyedarkan(truly) (contains) a reminder that awakens
Terjemahan: Tidakkah engkau memerhatikan, bahawa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu dialirkan-Nya menjadi matair-matair di bumi; kemudian Ia menumbuhkan dengan air itu tanaman-tanaman yang berbagai jenis dan warnanya; kemudian tanaman-tanaman itu bergerak segar (hingga ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; kemudian Ia menjadikannya hancur bersepai? Sesungguhnya segala yang tersebut itu mengandungi peringatan yang menyedarkan orang-orang yang berakal sempurnaTranslation: Have you not observed that Allah sent down rain from the sky, then made it flow to become springs in the earth; then He brings forth by that water crops of various kinds and colours; then those crops stir, fresh (until a set time), after which you see them turn yellow; then He makes them crumble to bits? Truly all that has been mentioned contains a reminder that awakens people of sound minds.
Dipulihkan – menunggu semakan naskhah cetak. Teks Basmeih dalam talian bagi ayat ini rosak: perkataan bergaris putus-putus diisi semula berdasarkan lafaz Arab ayat ini dan gaya terjemahan Basmeih sendiri.
Nota bahasa: يَهِيجُ (ayat 21).Language note: يَهِيجُ (verse 21).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْحَاصِلُ أَنَّهُ تَعَالَى فِي الْآيَاتِ الْمُتَقَدِّمَةِ ذَكَرَ مَا يُقَوِّي الرَّغْبَةَ فِي الْآخِرَةِ، وَذَكَرَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ مَا يُقَوِّي النَّفْرَةَ عَنِ الدُّنْيَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/440 · Shamela ↗Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/440 · Shamela ↗
Tafsir ar-Rāzī menyimpulkan, ayat-ayat sebelumnya menguatkan minat kepada akhirat, manakala ayat ini mengurangkan minat kepada dunia: seperti tanaman yang menjadi kuning dan hancur, begitulah akhir manusia.
Renungan: Setiap kali melihat daun kering, mari kita ingat penghujung hidup kita, supaya dunia tidak menguasai hati.Tafsir al-Rāzī concludes that the verses before strengthen desire for the Hereafter, while this verse weakens attachment to the world: as crops turn yellow and crumble, so does man end.
Reflection: Each time we see a dry leaf, let us remember the end of our lives, so that the world does not rule our hearts.
رَّبِّهِۦۚ
Tuhannya, (sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)?his Lord, (the same as one whose inner eye is covered with a film of disobedience)?
Terjemahan: Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu ia tetap berada dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Tuhannya, (sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)? Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyataTranslation: If that is so, is one whose chest Allah has opened to receive Islam, so that he remains firm in the light (of guidance) from his Lord, (the same as one whose inner eye is covered with a film of disobedience)? So great woe to those with hearts hardened like stone against accepting the reminder given by Allah. Such people are in clear misguidance.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ تَعَالِيمَ الْإِسْلَامِ وَأَخْلَاقَهُ وَآدَابَهُ تُكْسِبُ الْمُسْلِمَ فَرَحًا بِحَالِهِ وَمَسَرَّةً بِرِضَى رَبِّهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/380 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/380 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, perkataan “dilapangkan” dipilih kerana ajaran, akhlak dan adab Islam memberi seorang Muslim rasa gembira dengan keadaannya dan senang dengan keredhaan Tuhannya.
Renungan: Islam bukan beban pada dada; mari kita rasai kelapangan itu dengan mengamalkannya, dan memohon Allah melembutkan hati kita.According to Ibn ‘Āshūr, the word “opened” was chosen because the teachings, character and manners of Islam give a Muslim joy in his state and delight in his Lord’s good pleasure.
Reflection: Islam is no burden on the chest; let us feel that openness by living it, and ask Allah to soften our hearts.
مُّتَشَٰبِهٗا
yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya)whose contents are alike one with another (in truth and beauty)
مَّثَانِيَ
yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara)and repeated (in its teachings, in many ways)
مِنۡهُ
(oleh kerana mendengarnya atau membacanya) (lit. daripadanya)(from hearing or reciting it) (lit. from it)
وَقُلُوبُهُمۡ
serta tenang tenteram hati mereka (lit. dan hati mereka)and their hearts calm and at peace (lit. and their hearts)
يَشَآءُۚ
kehendaki (menurut undang-undang peraturan-Nya)wills (according to His laws and order) (DiaHe)
Terjemahan: Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu Kitab Suci Al-Quran yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya), yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara); yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah. Kitab Suci itulah hidayah petunjuk Allah; Allah memberi hidayah petunjuk dengan Al-Quran itu kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya (menurut undang-undang peraturan-Nya); dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan Allah (disebabkan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapa pun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanyaTranslation: Allah has sent down the best of words, namely the Holy Book, the Qur’an, whose contents are alike one with another (in truth and beauty), and repeated (in its teachings, in many ways); at which (from hearing or reciting it) the body skin of those who fear their Lord shivers; then their body skin becomes soft and their hearts calm and at peace, accepting the teaching and mercy of Allah. That Holy Book is the guidance of Allah; Allah gives guidance by that Qur’an to whomever He wills (according to His laws and order); and (remember) whoever is led astray by Allah (because of his wrong choice), there is no one at all who can give him guidance.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ اقْشِعْرَارَ الْجُلُودِ حَالَةٌ طَارِئَةٌ عَلَيْهَا لَا يَكُونُ إِلَّا مِنْ وَجَلِ الْقُلُوبِ وَرَوْعَتِهَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/390 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/390 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, kulit “menjadi seram” hanya kerana hati gentar dan gerun; kelembutan yang menyusul pula lahir daripada hati yang tenang dengan peringatan Allah.
Renungan: Jangan biarkan al-Qur’an berlalu tanpa menyentuh hati; mari kita bacanya perlahan-lahan, supaya hati gentar dan kemudian tenang.According to Ibn ‘Āshūr, the skin “shivers” only from the awe and dread of the heart; the softness that follows comes from a heart at peace with Allah’s reminder.
Reflection: Let us not allow the Qur’an to pass without touching the heart; let us recite it slowly, so that the heart trembles and then finds calm.
سُوٓءَ
akan (selaran) … yang buruk (lit. keburukan)from the (searing of the) evil (lit. evil of the)
ٱلۡقِيَٰمَةِۚ
kiamat (sama seperti orang yang terselamat)?Resurrection (the same as one who is safe)?
وَقِيلَ
dan (pada saat itu) dikatakanand (at that moment) it is said (ayat: dzuqu…the clause: dhūqū…)NF
Terjemahan: Maka adakah orang yang menahan dengan mukanya akan (selaran) azab yang buruk pada hari kiamat (sama seperti orang yang terselamat)? Dan (pada saat itu) dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu: "Rasalah (balasan) apa yang kamu usahakan dahulu"Translation: Then is one who shields with his face from the (searing of the) evil punishment on the Day of Resurrection (the same as one who is safe)? And (at that moment) it is said to those who did wrong: “Taste (the recompense of) what you used to earn.”
Nota nahu: مَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ (ayat 24).Grammar note: مَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ (verse 24).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِذِ الْوَجْهُ أَعَزُّ مَا فِي الْجَسَدِ وَهُوَ يُوقَى وَلَا يُتَّقَى بِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/393 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/393 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, muka ialah anggota yang paling dijaga: ia dilindungi, bukan dijadikan pelindung; maka ungkapan ini menunjukkan orang itu tiada apa-apa pelindung selain mukanya.
Renungan: Apakah pelindung kita pada hari itu? Mari kita bina perlindungan dengan amal soleh sebelum hari itu tiba.According to Ibn ‘Āshūr, the face is the most cherished part of the body: it is shielded, not used as a shield; so this phrase shows that such a person has nothing to shield him but his own face.
Reflection: What will shield us on that Day? Let us build our protection with righteous deeds before it comes.
كَذَّبَ
telah mendustakan (Rasul-rasul yang diutuskan kepada mereka)denied (the Messengers sent to them) (AlladzinaAlladhīna)
فَأَتَىٰهُمُ
lalu orang-orang itu didatangi (lit. lalu datang kepada mereka)and then those people were visited (lit. and then came to them) (azab al‑‘adzabuthe punishment al‑‘adhābu)
Terjemahan: (Ingatlah! Bahawa) orang-orang yang terdahulu dari mereka telah mendustakan (Rasul-rasul yang diutuskan kepada mereka), lalu orang-orang itu didatangi azab dari arah yang mereka tidak menyedarinyaTranslation: (Remember! That) those before them denied (the Messengers sent to them), and then those people were visited by punishment from a direction they were not aware of.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«دَالَّةٌ عَلَى تَسَبُّبِ التَّكْذِيبِ فِي إِتْيَانِ الْعَذَابِ إِلَيْهِمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/395 · Shamela ↗ (huraian ayat 25–26)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/395 · Shamela ↗ (commentary on 25–26)
Menurut Ibn ‘Āshūr, huruf fa’ (“lalu”) menunjukkan bahawa pendustaan itulah sebab azab mendatangi mereka.
Renungan: Azab mereka datang “dari arah yang mereka tidak menyedarinya”; mari kita jangan merasa selamat, dan segera menerima kebenaran yang sampai kepada kita.According to Ibn ‘Āshūr, the letter fa’ (“and then”) shows that their denial was the very cause of the punishment reaching them.
Reflection: It came “from a direction they were not aware of”; let us not feel safe, and let us quickly accept the truth that reaches us.
ٱلدُّنۡيَاۖ
dunia (dengan berbagai bala bencana)this world (through various trials and calamities)
ٱلۡأٓخِرَةِ
hari akhirat (yang disediakan untuk mereka)the Day of the Hereafter (prepared for them)
يَعۡلَمُونَ
mengetahui (hakikat ini, tentulah mereka tidak mendustakan Rasul)knew (this reality, they would surely not have denied the Messenger) (merekathey)
Terjemahan: Maka Allah merasakan mereka kehinaan dalam kehidupan dunia (dengan berbagai bala bencana), dan sesungguhnya azab seksa hari akhirat (yang disediakan untuk mereka) lebih besar lagi. Kalaulah mereka mengetahui (hakikat ini, tentulah mereka tidak mendustakan Rasul)Translation: So Allah let them taste disgrace in the life of this world (through various trials and calamities), and truly the punishment of the Day of the Hereafter (prepared for them) is greater still. If they knew (this reality, they would surely not have denied the Messenger).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَكَانَ عَذَابُ الدُّنْيَا خزيا يخزي بِهِ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ مِنَ الظَّالِمِينَ، وَأَمَّا عَذَابُ الْآخِرَةِ فَجَزَاءٌ يَجْزِي بِهِ اللَّهُ الظَّالِمِينَ عَلَى ظُلْمِهِمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/395 · Shamela ↗ (huraian ayat 25–26)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/395 · Shamela ↗ (commentary on 25–26)
Menurut Ibn ‘Āshūr, azab dunia ialah kehinaan yang Allah timpakan kepada sesiapa yang Dia kehendaki daripada orang zalim, manakala azab akhirat ialah balasan atas kezaliman mereka.
Renungan: Kesusahan dunia bukan penghabisan; mari kita jaga diri daripada menzalimi sesiapa, kerana azab akhirat “lebih besar lagi”.According to Ibn ‘Āshūr, worldly punishment is a disgrace Allah brings on whom He wills among the wrongdoers, while the punishment of the Hereafter is the recompense for their wrongdoing.
Reflection: Worldly hardship is not the end; let us keep from wronging anyone, for the punishment of the Hereafter “is greater still”.
Terjemahan: Dan demi sesungguhnya! Kami telah mengemukakan kepada umat manusia berbagai misal perbandingan dalam Al-Quran ini, supaya mereka mengambil peringatan dan pelajaranTranslation: And indeed! We have set forth for mankind all kinds of parables and comparisons in this Qur’an, so that they may take reminder and lesson;
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَمَعْنَى التَّذَكُّرِ: التَّأَمُّلُ وَالتَّدَبُّرُ لِيَنْكَشِفَ لَهُمْ مَا هُمْ غَافِلُونَ عَنْهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/397 · Shamela ↗ (huraian ayat 27–28)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/397 · Shamela ↗ (commentary on 27–28)
Menurut Ibn ‘Āshūr, “mengambil peringatan” bermaksud berfikir dan tadabbur (merenung maknanya) supaya tersingkap apa yang mereka lalaikan, termasuk ilmu yang terlupa kerana sibuk dengan perkara remeh.
Renungan: Perumpamaan al-Qur’an menunggu orang yang berfikir; mari kita berhenti pada setiap misal, dan bertanya apa yang ia ajar kepada kita.According to Ibn ‘Āshūr, to “take reminder” means to think and do tadabbur (reflect on the meaning) so that what they are heedless of is uncovered, including knowledge forgotten through being busy with trifles.
Reflection: The Qur’an’s parables await those who think; let us pause at each one and ask what it teaches us.
عِوَجٖ
sebarang keterangan yang terpesong (lit. kebengkokan)any statement that deviates (lit. crookedness)
Terjemahan: Iaitu Al-Quran yang berbahasa Arab, yang tidak mengandungi sebarang keterangan yang terpesong; supaya mereka bertaqwaTranslation: that is, a Qur’an in the Arabic tongue, not containing any statement that deviates, so that they may have taqwa.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ التَّذَكُّرَ مُتَقَدِّمٌ عَلَى الِاتِّقَاءِ، لِأَنَّهُ إِذَا تَذَكَّرَهُ وَعَرَفَهُ وَوَقَفَ عَلَى فَحْوَاهُ وَأَحَاطَ بِمَعْنَاهُ، حَصَلَ الِاتِّقَاءُ وَالِاحْتِرَازُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/450 · Shamela ↗ (huraian ayat 22–28)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/450 · Shamela ↗ (commentary on 22–28)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat 27 berakhir dengan “mengambil peringatan” dan ayat ini dengan “bertaqwa” kerana peringatan datang dahulu: apabila seseorang mengenal dan memahami isi al-Qur’an, lahirlah taqwa dan sikap berjaga-jaga.
Renungan: Taqwa lahir daripada kefahaman; mari kita berusaha memahami apa yang kita baca, bukan sekadar menghabiskan bacaan.Tafsir al-Rāzī says verse 27 ends with “take reminder” and this one with “have taqwa” because reminder comes first: once a person knows and grasps the Qur’an’s meaning, taqwa and watchfulness follow.
Reflection: Taqwa is born of understanding; let us strive to understand what we recite, not merely to finish reciting.
وَرَجُلٗا
dan seorang hamba lelaki (yang lain) (lit. dan seorang lelaki)and another male slave (lit. and a man)
مَثَلًاۚ
keadaannya (lit. perumpamaan) (tentulah tidak sama)in condition (lit. in likeness)? (Surely they are not equal.)
لِلَّهِۚ
(lit. bagi Allah) (sebagai bersyukur terhadap penjelasan soal tauhid itu)(lit. is for Allah) (in thanks for this exposition of tawhid)
Terjemahan: Allah memberikan satu misal perbandingan: Seorang hamba lelaki yang dimiliki oleh beberapa orang yang berkongsi yang bertentangan tabiat dan kemahuannya; dan seorang hamba lelaki yang lain hanya dimiliki oleh seorang sahaja; adakah kedua-dua hamba itu sama keadaannya (Tentulah tidak sama). Ucaplah: "Alhamdulillah" (sebagai bersyukur terhadap penjelasan soal tauhid itu) bahkan kebanyakan mereka (yang musyrik) tidak mengetahui (hakikat tauhid)Translation: Allah has given a parable of comparison: a male slave owned by several partners who clash in temper and desire, and another male slave owned only by one man; are those two slaves equal in condition? (Surely they are not equal.) Say: “Alhamdulillah” (in thanks for this exposition of tawhid); rather, most of them (the people of shirk) do not know (the reality of tawhid).
Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 29).Language note: لِلَّهِ (verse 29).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذَا مَثَلٌ ضُرِبَ فِي غَايَةِ الْحُسْنِ فِي تَقْبِيحِ الشِّرْكِ وَتَحْسِينِ التَّوْحِيدِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/451 · Shamela ↗ (huraian ayat 29–32)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/451 · Shamela ↗ (commentary on 29–32)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, hamba yang dimiliki seorang sahaja tahu apa yang disukai dan dimurkai tuannya; inilah perumpamaan yang sangat indah untuk menunjukkan buruknya syirik dan indahnya tauhid.
Renungan: Hati yang bertuan ramai sentiasa berbelah bagi; mari kita serahkan hati kepada Allah sahaja, supaya hidup kita tenang.Tafsir al-Rāzī says the slave owned by one man knows what pleases and angers his master; this is a parable of the highest beauty, showing the ugliness of shirk and the beauty of tawhid.
Reflection: A heart with many masters is always torn; let us give our hearts to Allah alone, so that our lives may be at peace.
Terjemahan: Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) akan mati, dan sesungguhnya mereka juga akan matiTranslation: Truly you (O Muhammad) will die, and truly they too will die.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَقَدَّمَ لِذَلِكَ تَذْكِيرَهُمْ بِأَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ صَائِرُونَ إِلَى الْمَوْتِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/403 · Shamela ↗ (huraian ayat 30–31)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/403 · Shamela ↗ (commentary on 30–31)
Menurut Ibn ‘Āshūr, sebelum menyebut hari perhitungan, ayat ini mengingatkan bahawa semua manusia menuju kematian, iaitu peringatan terakhir bagi orang yang terpedaya dengan kehidupan.
Renungan: Tiada sesiapa terkecuali, walaupun insan paling mulia ﷺ; mari kita bersedia dengan penuh sedar, dan gunakan hari ini untuk kebaikan.According to Ibn ‘Āshūr, before the reckoning this verse reminds that all people are heading to death, the last reminder for one deceived by life.
Reflection: No one is excepted, even the noblest of mankind ﷺ; let us prepare with full awareness, and use today for good.
Terjemahan: Kemudian, sesungguhnya kamu semua, pada hari kiamat, akan bertengkar berhujah di hadapan Tuhan kamuTranslation: Then truly you all, on the Day of Resurrection, will dispute, pleading your case before your Lord.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«خُتِمَ هَذَا الْغَرَضُ بِإِحَالَتِهِمْ عَلَى حُكْمِ اللَّهِ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ لَا يَسْتَطِيعُونَ إِنْكَارًا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/403 · Shamela ↗ (huraian ayat 30–31)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 23/403 · Shamela ↗ (commentary on 30–31)
Menurut Ibn ‘Āshūr, perbincangan ini ditutup dengan menyerahkan mereka kepada keputusan Allah pada hari kiamat, ketika tiada siapa mampu mengingkari.
Renungan: Setiap perselisihan akan dibawa ke hadapan Tuhan; mari kita bertutur dan berhujah di dunia dengan jujur, kerana kita akan berdiri di hadapan-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, this theme closes by referring them to Allah’s judgement on the Day of Resurrection, when none can deny.
Reflection: Every dispute will be brought before the Lord; let us speak and argue honestly in this world, for we will stand before Him.
فَمَنۡ
(apabila berlaku yang demikian), maka nyatalah bahawa tidak ada (lit. maka siapakah)(when that happens,) it is clear that there is no one (lit. so who)
كَذَبَ
mereka-reka perkara-perkara yang dusta (lit. berdusta)fabricated lies (lit. lied) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
جَآءَهُۥٓۚ
… disampaikan kepadanya (lit. … datang kepadanya)… was brought to him (lit. … came to him) (ia (kebenaran itu)it (the truth))
أَلَيۡسَ
bukankah (telah diketahui bahawa)is it not (well known) that (tempat tinggal mathwana dwelling mathwan)ism
مَثۡوٗى
disediakan tempat tinggal (lit. tempat tinggal)a dwelling has been prepared (lit. a dwelling)
Terjemahan: (Apabila berlaku yang demikian), maka nyatalah bahawa tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang mereka-reka perkara-perkara yang dusta terhadap Allah, dan mendustakan kebenaran sebaik-baik sahaja kebenaran itu disampaikan kepadanya. Bukankah (telah diketahui bahawa) dalam neraka Jahannam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang kafirTranslation: (When that happens,) it is clear that there is no one more unjust than one who fabricated lies against Allah and denied the truth the moment it was brought to him. Is it not (well known) that in Hell (Jahannam) a dwelling has been prepared for those who disbelieve?
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«إِذْ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ بِنِسْبَةِ الشُّرَكَاءِ إِلَيْهِ وَالْبَنَاتِ، وَكَذَّبُوا بِالصِّدْقِ وَهُوَ الْقُرْآنُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/5 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/5 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka berdusta terhadap Allah dengan mendakwa Dia mempunyai sekutu dan anak perempuan, dan mereka mendustakan kebenaran, iaitu al-Qur’an.
Renungan: Menolak kebenaran “sebaik-baik sahaja” ia sampai amat berbahaya; mari kita biasakan diri menerima kebenaran, walaupun ia menegur kita.According to Ibn ‘Āshūr, they lied against Allah by claiming He has partners and daughters, and they denied the truth, which is the Qur’an.
Reflection: Rejecting the truth “the moment it was brought” is a grave danger; let us train ourselves to accept the truth, even when it corrects us.
وَٱلَّذِي
dan (nyatalah bahawa) yang (lit. dan yang)and (it is clear that) the one who (lit. and the one who)
بِٱلصِّدۡقِ
kebenaran (tauhid dan hukum ugama) (lit. dengan kebenaran)the truth (tawhid and the rulings of religion) (lit. with the truth)
وَصَدَّقَ
serta … (dan pengikut-pengikutnya) mengakui kebenarannya (lit. dan membenarkan)and … (with his followers) affirmed its truth (lit. and accepted as true) (diahe)
Terjemahan: Dan (nyatalah bahawa) yang membawa kebenaran (tauhid dan hukum ugama) serta ia (dan pengikut-pengikutnya) mengakui kebenarannya (dengan mematuhi hukum itu), mereka itulah orang-orang yang bertaqwaTranslation: And (it is clear that) the one who brought the truth (tawhid and the rulings of religion), and who (with his followers) affirmed its truth (by obeying those rulings) — they are the ones who have taqwa.
Nota nahu: وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ (ayat 33).Grammar note: وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِۦٓ (verse 33).
Nota bahasa: أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ (ayat 33).Language note: أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ (verse 33).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَقْصُودُ مِنَ الْإِرْسَالِ إِقْدَامُ الْمُرْسَلِ إِلَيْهِ عَلَى الْقَبُولِ وَالتَّصْدِيقِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/452 · Shamela ↗ (huraian ayat 33–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/452 · Shamela ↗ (commentary on 33–37)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, tujuan pengutusan Rasul ialah supaya orang yang diseru tampil menerima dan membenarkan seruan itu.
Renungan: Menjadi pengikut bukan sekadar nama; mari kita benarkan ajaran Rasulullah ﷺ dengan “mematuhi” ajaran itu dalam hidup kita.Tafsir al-Rāzī says the purpose of sending a Messenger is that those called should come forward to accept the call and affirm it.
Reflection: Being a follower is more than a name; let us affirm the teaching of the Messenger ﷺ by “obeying” it in our lives.
ٱلۡمُحۡسِنِينَ
orang-orang yang berusaha memperbaiki amal perbuatannyathose who strive to improve their deeds
Terjemahan: Disediakan untuk mereka apa yang mereka kehendaki, di sisi Tuhan mereka; demikianlah balasan orang-orang yang berusaha memperbaiki amal perbuatannyaTranslation: Prepared for them is whatever they wish, with their Lord; such is the recompense of those who strive to improve their deeds.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذَا الْوَعْدُ يَدْخُلُ فِيهِ كُلُّ مَا يَرْغَبُ الْمُكَلَّفُ فِيهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/453 · Shamela ↗ (huraian ayat 33–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/453 · Shamela ↗ (commentary on 33–37)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, janji “apa yang mereka kehendaki” merangkumi segala yang diingini oleh seorang hamba.
Renungan: Apa sahaja yang tidak tercapai di dunia ini kecil berbanding janji ini; mari kita perbaiki amal kita, dan bersabar menanti janji Allah.Tafsir al-Rāzī says the promise of “whatever they wish” takes in all that a servant longs for.
Reflection: Whatever we fail to attain in this world is small beside this promise; let us improve our deeds and wait patiently for Allah’s promise.
لِيُكَفِّرَ
(limpah kurnia yang demikian, diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa) kerana … hendak menghapuskan (lit. supaya … menghapuskan)(such abundant favour is given to those who have taqwa) because … intends to erase (lit. so that … may erase) (AllahAllah)
بِأَحۡسَنِ
dengan balasan yang lebih baik dari (lit. dengan yang lebih baik)with a recompense better than (lit. with the better)
Terjemahan: (Limpah kurnia yang demikian, diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa) kerana Allah hendak menghapuskan dari mereka (kalaulah ada) seburuk-buruk amal perbuatan yang mereka telah lakukan, serta membalas mereka, akan pahala mereka, dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakanTranslation: (Such abundant favour is given to those who have taqwa) because Allah intends to erase from them (if there be any) the worst of the deeds they have done, and to repay them their reward with a recompense better than what they used to do.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ يَدُلُّ عَلَى سُقُوطِ الْعِقَابِ عَنْهُمْ عَلَى أَكْمَلِ الْوُجُوهِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/453 · Shamela ↗ (huraian ayat 33–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/453 · Shamela ↗ (commentary on 33–37)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat 34 menunjukkan pahala yang paling sempurna, dan “hendak menghapuskan” dalam ayat ini menunjukkan gugurnya hukuman dengan cara yang paling sempurna.
Renungan: Allah bukan sahaja memberi, malah menghapuskan; mari kita berharap kepada kemurahan-Nya, sambil terus memperbaiki amal.Tafsir al-Rāzī says verse 34 shows reward in its most complete form, and “intends to erase” in this verse shows punishment removed in the most complete form.
Reflection: Allah not only gives but also erases; let us hope in His generosity while we go on improving our deeds.
وَيُخَوِّفُونَكَ
dan … menakutkanmu (wahai Muhammad)and … frighten you (O Muhammad) (merekathey)
بِٱلَّذِينَ
dengan yang mereka sembah (lit. dengan orang-orang yang)with those they worship (lit. with those who)
Terjemahan: Bukankah Allah cukup untuk mengawal dan melindungi hamba-Nya (yang bertaqwa)? Dan mereka menakutkanmu (wahai Muhammad) dengan yang mereka sembah yang lain dari Allah. Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanyaTranslation: Is Allah not enough to guard and protect His servant (who has taqwa)? And they frighten you (O Muhammad) with those they worship other than Allah. And (remember) whoever is led astray by Allah (through his wrong choice), there is no one at all who can give him guidance.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«يَعْنِي لَمَّا ثَبَتَ أَنَّ اللَّهَ كَافٍ عَبْدَهُ كَانَ التَّخْوِيفُ بِغَيْرِ اللَّهِ عَبَثًا وَبَاطِلًا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/454 · Shamela ↗ (huraian ayat 33–37)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/454 · Shamela ↗ (commentary on 33–37)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, setelah jelas bahawa Allah mencukupi hamba-Nya, maka ancaman dengan selain Allah menjadi sia-sia dan batil.
Renungan: Apabila rasa takut menyelubungi kita, mari kita ulang dalam hati: “Bukankah Allah cukup untuk mengawal dan melindungi hamba-Nya”, lalu kita bertenang.Tafsir al-Rāzī says that once it is clear Allah is enough for His servant, frightening someone with anything but Allah is vain and empty.
Reflection: When fear surrounds us, let us repeat in our hearts: “Is Allah not enough to guard and protect His servant”, and be calm.
يَهۡدِ
diberi hidayah petunjuk oleh (lit. … memberi petunjuk)is given guidance by (lit. … guides) (AllahAllah)
ٱنتِقَامٖ
membalas dengan azab seksa (kepada golongan yang bersalah) (lit. pembalasan)to repay with punishment (those who are guilty) (lit. retribution)
Terjemahan: Dan sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah (dengan sebab pilihannya yang benar), maka tidak ada sesiapapun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Kuasa, lagi berhak membalas dengan azab seksa (kepada golongan yang bersalah)Translation: And whoever is given guidance by Allah (through his right choice), there is no one at all who can lead him astray. Is Allah not All-Mighty, and rightly able to repay with punishment (those who are guilty)?
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«بِبَيَانِ أَنَّ هُدَى الْفَرِيقِ الْآخَرِ رَاسِخٌ مَتِينٌ فَلَا مَطْمَعَ لِلْفَرِيقِ الضَّالِّ بِأَنْ يَجُرُّوا الْمُهْتَدِينَ إِلَى ضَلَالِهِمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/15 · Shamela ↗ (huraian ayat 36–37)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/15 · Shamela ↗ (commentary on 36–37)
Menurut Ibn ‘Āshūr, ayat ini menjelaskan bahawa hidayah orang yang berpegang kepada Allah teguh dan kukuh, maka orang yang sesat tidak boleh berharap untuk menarik mereka kepada kesesatan.
Renungan: Hidayah ialah anugerah yang paling berharga; mari kita memohon Allah meneguhkannya dalam hati kita setiap hari.According to Ibn ‘Āshūr, this verse makes clear that the guidance of those who hold to Allah is firm and solid, so the misguided cannot hope to drag them into their error.
Reflection: Guidance is the most precious gift; let us ask Allah to make it firm in our hearts every day.
سَأَلۡتَهُم
… bertanya (wahai Muhammad) kepada mereka (yang musyrik) itu… ask (O Muhammad) those (people of shirk) (engkauyou)
أَفَرَءَيۡتُم
kalau demikian, bagaimana fikiran … (lit. maka adakah … melihat)if that is so, what do … think (lit. so have … seen) (kamu sekalianyou all)
أَرَادَنِي
jika … hendak memberi kepadaku (lit. … menghendaki aku)if … intends to grant me (lit. … intends me) (DiaHe)
يَتَوَكَّلُ
hendaknya berserahshould trust (orang‑orang yang mahu berserah diri al‑mutawakkilunathose who wish to entrust themselves al‑mutawakkilūna)
Terjemahan: Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang mencipta langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah (kepada mereka): "Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah yang lain dari Allah itu? Jika Allah hendak menimpakan daku dengan sesuatu bahaya, dapatkah mereka mengelakkan atau menghapuskan bahaya-Nya itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, dapatkah mereka menahan rahmat-Nya itu?" Katakanlah lagi: "Cukuplah bagiku: Allah (yang menolong dan memeliharaku); kepada-Nyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri"Translation: And indeed, if you (O Muhammad) ask those (people of shirk): “Who created the heavens and earth?” they are sure to answer: “Allah.” Say (to them): “If that is so, what do you think of those you worship other than Allah? If Allah intends to strike me with some harm, can they avert or remove that harm of His? Or if Allah intends to grant me mercy, can they hold back that mercy of His?” Say further: “Allah is enough for me (to help and protect me); it is in Him that those who wish to entrust themselves should trust.”
Nota bahasa: عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ (ayat 38).Language note: عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ (verse 38).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَإِذَا كَانَ الْأَمْرُ كَذَلِكَ كَانَتْ عِبَادَةُ اللَّهِ كَافِيَةً، وَكَانَ الِاعْتِمَادُ عَلَيْهِ كَافِيًا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/455 · Shamela ↗ (huraian ayat 38–40)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/455 · Shamela ↗ (commentary on 38–40)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, apabila jelas bahawa sembahan lain tidak berkuasa memberi kebaikan atau keburukan, maka beribadat kepada Allah dan bersandar kepada-Nya sudah mencukupi.
Renungan: Apabila hati gelisah, mari kita sebut: “Cukuplah bagiku: Allah”, lalu kita berusaha dan berserah kepada-Nya.Tafsir al-Rāzī says that once it is clear other objects of worship have no power over good or harm, worshipping Allah and relying on Him is enough.
Reflection: When the heart is uneasy, let us say: “Allah is enough for me”, then strive and entrust ourselves to Him.
يَٰقَوۡمِ
wahai kaumku (yang masih berdegil dalam kekufurannya)O my people (who persist in your disbelief)
مَكَانَتِكُمۡ
sedaya upaya kamu (untuk menentang ugama Islam yang aku sampaikan itu)to the utmost of your ability (to oppose the religion of Islam that I convey)
عَٰمِلٞۖ
tetap berusaha dengan bersungguh-sungguh (untuk mengembangkannya)keep on striving earnestly (to spread it)
Terjemahan: Katakanlah: "Wahai kaumku (yang masih berdegil dalam kekufurannya)! Buatlah sedaya upaya kamu (untuk menentang ugama Islam yang aku sampaikan itu), sesungguhnya aku juga tetap berusaha dengan bersungguh-sungguh (untuk mengembangkannya); kemudian kamu akan mengetahui kelakTranslation: Say: “O my people (who persist in your disbelief), act to the utmost of your ability (to oppose the religion of Islam that I convey); truly I too keep on striving earnestly (to spread it); then you will get to know
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَاجْتَهِدُوا فِي أَنْوَاعِ مَكْرِكُمْ وَكَيْدِكُمْ، فَإِنِّي عَامِلٌ أَيْضًا فِي تَقْرِيرِ دِينِي»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/455 · Shamela ↗ (huraian ayat 38–40)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/455 · Shamela ↗ (commentary on 38–40)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, maknanya: kamu merasa diri sangat kuat, maka berusahalah dengan segala tipu daya kamu; aku juga terus berusaha meneguhkan agamaku; dan ini ialah amaran.
Renungan: Tentangan tidak menghentikan usaha pada jalan yang benar; mari kita teguh berbuat baik, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.Tafsir al-Rāzī says the sense is: you think yourselves very strong, so strive with all your schemes; I too keep working to establish my religion; and this is a warning.
Reflection: Opposition does not halt effort on the right path; let us hold firm in doing good, and leave the outcome to Allah.
يَأۡتِيهِ
akan didatangi (lit. … mendatanginya)will be visited by (lit. … comes to him) (azab ‘adzabuna punishment ‘adhābun)
وَيَحِلُّ
serta akan ditimpakan (lit. dan … menimpa)and who in turn will be struck by (lit. and … falls) (azab seksa ‘adzabuna punishment ‘adhābun)
Terjemahan: Siapakah yang akan didatangi azab yang menghinakannya, serta akan ditimpakan kepadanya azab seksa yang berkekalan"Translation: who will be visited by a punishment that disgraces him, and who in turn will be struck by a punishment that is lasting.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ الْحُلُولَ مُشْعِرٌ بِالْمُلَازَمَةِ وَالْإِقَامَةِ مَعَهُمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/21 · Shamela ↗ (huraian ayat 39–40)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/21 · Shamela ↗ (commentary on 39–40)
Menurut Ibn ‘Āshūr, azab pertama disebut “didatangi” kerana ia datang mengejut, dan azab kedua disebut “ditimpakan” kerana kata asalnya membawa makna azab itu melekat dan tinggal bersama mereka.
Renungan: Kehinaan sebentar pun berat, apatah lagi yang “berkekalan”; mari kita pilih kepenatan kecil mentaati Allah di dunia.According to Ibn ‘Āshūr, the first punishment is said to have “visited” because it comes suddenly, and the second to have “struck” because the Arabic word carries the sense of staying and dwelling with them.
Reflection: Even a brief disgrace is heavy, let alone what is “lasting”; let us choose the small fatigue of obeying Allah in this world.
لِلنَّاسِ
(untuk menjadi panduan hidup) kepada umat manusia seluruhnya(as a guide for life) for all mankind
بِٱلۡحَقِّۖ
yang menyatakan segala kebenaran (lit. dengan kebenaran)declaring all truth (lit. with the truth)
ٱهۡتَدَىٰ
mendapat hidayah petunjuk (beramal menurutnya)receives guidance (and acts by it) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
فَلِنَفۡسِهِۦۖ
maka faedahnya terpulang kepada dirinya sendiri (lit. maka bagi dirinya)its benefit returns to himself (lit. then for himself)
ضَلَّ
sesat (tidak berpandu kepadanya)goes astray (not being guided by it) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
يَضِلُّ
bahaya kesesatannya itu tertimpa (lit. … sesat)the harm of his straying falls (lit. … goes astray) (dia (merujuk sesiapa yang)he (refers to whoever))
Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran yang menyatakan segala kebenaran (untuk menjadi panduan hidup) kepada umat manusia seluruhnya. Oleh itu sesiapa yang mendapat hidayah petunjuk (beramal menurutnya), maka faedahnya terpulang kepada dirinya sendiri; dan sesiapa yang sesat (tidak berpandu kepadanya), maka bahaya kesesatannya itu tertimpa ke atas dirinya sendiri; dan engkau (wahai Muhammad - hanyalah penyampai) bukanlah menjadi wakil yang menguasai (keadaan dan bawaan) merekaTranslation: Truly We have sent down to you (O Muhammad) the Holy Book, the Qur’an, declaring all truth (as a guide for life) for all mankind. So whoever receives guidance (and acts by it), its benefit returns to himself; and whoever goes astray (not being guided by it), the harm of his straying falls upon himself; and you (O Muhammad, who are only one who conveys) are not a guardian in control of (the state and conduct of) them.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَعْنَى أَنَّكَ لَسْتَ مَأْمُورًا بِأَنْ تَحْمِلَهُمْ عَلَى الْإِيمَانِ عَلَى سَبِيلِ الْقَهْرِ بَلِ الْقَبُولُ وَعَدَمُهُ مُفَوَّضٌ إِلَيْهِمْ، وَذَلِكَ لِتَسْلِيَةِ الرَّسُولِ فِي إِصْرَارِهِمْ عَلَى الْكُفْرِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/455 · Shamela ↗ (huraian ayat 41–44)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/455 · Shamela ↗ (commentary on 41–44)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, maknanya Rasulullah ﷺ tidak diperintah memaksa mereka beriman; menerima atau menolak terserah kepada mereka, dan ini menghiburkan hati Baginda.
Renungan: Tugas kita menyampaikan dengan baik, bukan memaksa hati manusia; mari kita sampaikan dengan kasih sayang, dan serahkan hasilnya kepada Allah.Tafsir al-Rāzī says the sense is that the Messenger ﷺ was not commanded to force them to believe; accepting or refusing is left to them, and this comforts him ﷺ.
Reflection: Our task is to convey well, not to force hearts; let us convey with compassion, and leave the outcome to Allah.
ٱلۡأَنفُسَ
satu-satu jiwa dari badannya (lit. jiwa-jiwa)each soul from its body (lit. the souls)
حِينَ
(jiwa orang yang sampai ajalnya) semasa(the soul of one whose term has come,) at the time of
لَأٓيَٰتٖ
(sungguh) mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah(truly) contains signs proving the power of Allah
Terjemahan: Allah (Yang Menguasai Segala-galanya), Ia mengambil dan memisahkan satu-satu jiwa dari badannya, jiwa orang yang sampai ajalnya semasa matinya, dan jiwa orang yang tidak mati: dalam masa tidurnya; kemudian Ia menahan jiwa orang yang Ia tetapkan matinya dan melepaskan balik jiwa yang lain (ke badannya) sehingga sampai ajalnya yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (untuk memahaminya)Translation: Allah (Who holds power over all things), He takes and separates each soul from its body: the soul of one whose term has come, at the time of its death, and the soul of one who does not die, during its sleep; then He holds back the soul of the one for whom He has decreed death, while letting the other go (back to its body) until the term that has been fixed for it. Truly that contains signs proving the power of Allah for a people who think (so as to understand it).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ فِي حَالَةِ الْإِمَاتَةِ وَالْإِنَامَةِ دَلَائِلَ عَلَى انْفِرَادِ اللَّهِ تَعَالَى بِالتَّصَرُّفِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/25 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/25 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, keadaan mati dan tidur menjadi bukti bahawa Allah sahaja yang mengurus segala-galanya dan Dia sahaja yang berhak disembah; hikmah ini berlaku pada setiap orang setiap hari.
Renungan: Setiap kali bangun tidur, kita diberi sehari lagi; mari kita mulakan hari dengan syukur, dan ingat bahawa ajal kita telah ditentukan.According to Ibn ‘Āshūr, the states of death and sleep are proofs that Allah alone manages all things and He alone deserves worship; this wisdom passes over every person every day.
Reflection: Each time we wake we are given another day; let us begin it with thanks, and remember that our term has been fixed.
أَوَلَوۡ
dapatkah yang lain dari Allah memberi syafaat (pertolongan) padahal (lit. adakah walaupun)can those other than Allah give intercession, even though (lit. even if)
كَانُواْ
semuanya (lit. … adalah)all of them (lit. … were) (mereka (yang lain dari Allah)they (those other than Allah))ism
Terjemahan: Patutkah mereka (yang musyrik) mengambil yang lain dari Allah menjadi pemberi syafaat? Bertanyalah (kepada mereka): "Dapatkah yang lain dari Allah memberi syafaat padahal semuanya tidak memiliki sesuatu dan tidak pula mengerti (sebarang apa pun)"Translation: Is it fitting that they (the people of shirk) took others than Allah as givers of intercession? Ask (them): “Can those other than Allah give intercession, even though all of them own nothing and do not understand (anything at all)?”
Dipulihkan – menunggu semakan naskhah cetak. Teks Basmeih dalam talian bagi ayat ini rosak: perkataan bergaris putus-putus diisi semula berdasarkan lafaz Arab ayat ini dan gaya terjemahan Basmeih sendiri.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ هَذِهِ الْجَمَادَاتِ وَهِيَ الْأَصْنَامُ لَا تَمْلِكُ شَيْئًا وَلَا تَعْقِلُ شيئا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/456 · Shamela ↗ (huraian ayat 41–44)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/456 · Shamela ↗ (commentary on 41–44)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, berhala ialah benda kaku yang tidak memiliki dan tidak mengerti apa-apa, maka bagaimana ia boleh memberi syafaat (pertolongan di sisi Allah)?
Renungan: Janganlah kita gantungkan harapan kepada yang tidak mampu; mari kita tanya diri: kepada siapa kita berharap ketika sangat memerlukan?Tafsir al-Rāzī says idols are lifeless things that own nothing and understand nothing, so how could they give intercession?
Reflection: Let us not pin our hopes on what has no power; let us ask ourselves in whom we hope when we are in greatest need.
لِّلَّهِ
hak kepunyaan Allah (sahaja) (lit. bagi Allah)belongs by right to Allah (alone) (lit. to Allah)
مُلۡكُ
menguasai segala urusan (lit. kuasa pemerintahan)holds control of all the affairs of (lit. the dominion of)
تُرۡجَعُونَ
… akan dikembalikan (untuk menerima balasan)… will be returned (to receive recompense) (kamu sekalianyou all)NF
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad): "Syafaat itu semuanya hak kepunyaan Allah; Dialah Yang Menguasai segala urusan langit dan bumi; kemudian kamu akan dikembalikan kepada-Nya (untuk menerima balasan)"Translation: Say (O Muhammad): “All intercession belongs by right to Allah; He it is Who holds control of all the affairs of the heavens and earth; then you will be returned to Him (to receive recompense).”
Nota bahasa: لِّلَّهِ ٱلشَّفَٰعَةُ, لَّهُۥ مُلْكُ, إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (ayat 44).Language note: لِّلَّهِ ٱلشَّفَٰعَةُ, لَّهُۥ مُلْكُ, إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (verse 44).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِلْإِشَارَةِ إِلَى إِثْبَاتِ الْبَعْثِ وَإِلَى أَنَّهُ لَا يَشْفَعُ أَحَدٌ عِنْدَ اللَّهِ بَعْدَ الْحَشْرِ إِلَّا مَنْ أَذِنَهُ اللَّهُ بِذَلِكَ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/28 · Shamela ↗ (huraian ayat 43–44)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/28 · Shamela ↗ (commentary on 43–44)
Menurut Ibn ‘Āshūr, sebutan “kamu akan dikembalikan” menunjukkan adanya kebangkitan, dan selepas manusia dihimpunkan tiada sesiapa memberi syafaat di sisi Allah melainkan yang Dia izinkan.
Renungan: Semua urusan kembali kepada Allah; mari kita dekati Dia sendiri hari ini dengan doa dan amal.According to Ibn ‘Āshūr, the words “you will be returned” point to the Resurrection, and after people are gathered no one intercedes with Allah except whom He permits.
Reflection: Every matter returns to Allah; let us draw near to Him ourselves today with prayer and deeds.
وَإِذَا
dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik) apabilaand (among the evils of those who commit shirk) when
ٱلَّذِينَ
yang mereka sembah dan puja (lit. orang-orang yang)those they worship and adore (lit. those who)
Terjemahan: Dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik): apabila disebut nama Allah semata-mata (di dalam doa dan sebagainya), segan serta liarlah hati mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat; dan apabila disebut nama-nama yang mereka sembah dan puja yang lain dari Allah, mereka dengan serta merta riang dan gembiraTranslation: And (among the evils of those who commit shirk): when the name of Allah alone is mentioned (in prayer and the like), the hearts of those who have no faith in the Day of the Hereafter shrink and recoil; and when the names of those they worship and adore other than Allah are mentioned, at once they are glad and delighted.
Nota nahu: إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (ayat 45).Grammar note: إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (verse 45).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَمُقَابَلَةُ الِاشْمِئْزَازِ بِالِاسْتِبْشَارِ مُطَابَقَةٌ كَامِلَةٌ لِأَنَّ الِاشْمِئْزَازَ غَايَةُ الْكَرَاهِيَةِ وَالِاسْتِبْشَارُ غَايَةُ الْفَرَحِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/30 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/30 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, “segan serta liarlah” dan “riang dan gembira” ialah pertentangan yang sempurna, kerana kata asal yang pertama bermaksud benci yang memuncak, dan yang kedua gembira yang memuncak.
Renungan: Apa yang paling menggembirakan hati kita? Mari kita didik hati supaya paling riang apabila nama Allah disebut.According to Ibn ‘Āshūr, “shrink and recoil” and “glad and delighted” form a perfect contrast, since the first Arabic word means utmost dislike and the second utmost joy.
Reflection: What gladdens our hearts the most? Let us train our hearts to be happiest when the name of Allah is mentioned.
Terjemahan: Ucapkanlah (wahai Muhammad): "Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah jua yang mengadili di antara hamba-hamba-Mu, mengenai apa yang mereka sentiasa berselisihan padanya"Translation: Say (O Muhammad): “O Lord Who created the heavens and the earth, Who knows the things unseen and the seen, You alone judge among Your servants concerning what they constantly dispute about.”
Nota bahasa: أَنتَ تَحْكُمُ (ayat 46).Language note: أَنتَ تَحْكُمُ (verse 46).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَفِي هَذَا التَّفْوِيضِ إِشَارَةٌ إِلَى أَنَّ الَّذِي فَوَّضَ أَمْرَهُ إِلَى اللَّهِ هُوَ الْوَاثِقُ بِحَقِيَّةِ دِينِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/31 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/31 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, menyerahkan keputusan kepada Allah mengisyaratkan bahawa orang itu yakin dengan kebenaran agamanya dan tenang hatinya.
Renungan: Apabila berselisih dan hujah tidak lagi berguna, mari kita berdoa dengan tenang, dan menyerahkan keputusan kepada Allah, bukan kepada marah kita.According to Ibn ‘Āshūr, leaving judgement to Allah signals that one is sure of the truth of his religion and at peace.
Reflection: When we disagree and argument no longer helps, let us pray calmly and leave the judgement to Allah, not to our anger.
وَمِثۡلَهُۥ
disertai sebanyak itu lagi (lit. dan yang sepertinya)and as much again (lit. and the like of it)
لَٱفۡتَدَوۡاْ
tentulah … rela menebus dirisurely … would be willing to ransom themselves (merekathey)
وَبَدَا
setelah jelas nyata (lit. dan … nyata)after … has become clear (lit. and … appeared) (apa yang mawhat mā)
Terjemahan: Dan sekiranya orang-orang zalim itu mempunyai segala apa jua yang ada di bumi, disertai sebanyak itu lagi, tentulah mereka rela menebus diri mereka dengannya daripada azab seksa yang buruk pada hari kiamat, setelah jelas nyata kepada mereka dari (hukum) Allah, azab yang mereka tidak pernah fikirkanTranslation: And if those who do wrong had all that is on the earth, and as much again along with it, they would surely be willing to ransom themselves with it from the evil punishment on the Day of Resurrection, after it has become clear to them from (the decree of) Allah: a punishment they had never imagined.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَذَلِكَ كِنَايَةٌ عَنْ كَوْنِهِ مُتَجَاوِزًا أَقْصَى مَا يَتَخَيَّلُهُ الْمُتَخَيَّلُ حِينَ يَسْمَعُ أَوْصَافَهُ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/33 · Shamela ↗ (huraian ayat 47–48)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/33 · Shamela ↗ (commentary on 47–48)
Menurut Ibn ‘Āshūr, “azab yang mereka tidak pernah fikirkan” membayangkan azab yang melampaui segala yang dapat dibayangkan oleh orang yang mendengar sifatnya.
Renungan: Harta sebanyak mana pun tidak berguna pada hari itu; mari kita gunakan harta hari ini untuk kebaikan, sebelum datang penyesalan.According to Ibn ‘Āshūr, “a punishment they had never imagined” suggests a punishment beyond all that a listener can picture on hearing it described.
Reflection: However great, wealth is of no use on that Day; let us use our wealth today for good, before regret comes.
وَبَدَا
dan sudah tentu akan nyataand there will surely become clear (kejahatan‑kejahatan sayyi’atuthe evil deeds sayyi’ātu)
وَحَاقَ
dan … akan diliputi (lit. dan … meliputi)and … will be encompassed (lit. and … encompassed) (apa yang mawhat mā)
Terjemahan: Dan sudah tentu akan nyata kepada mereka keburukan perkara-perkara yang mereka telah usahakan, dan mereka akan diliputi oleh azab yang mereka telah ejek-ejek ituTranslation: And there will surely become clear to them the evil of the things they have earned, and they will be encompassed by the punishment they used to ridicule.
Nota nahu: سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُوا۟ (ayat 48).Grammar note: سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُوا۟ (verse 48).
Nota nahu: وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ (ayat 48).Grammar note: وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ (verse 48).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَمَعْنَاهُ ظَهَرَتْ لَهُمْ آثَارُ تِلْكَ السَّيِّئَاتِ الَّتِي اكْتَسَبُوهَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/458 · Shamela ↗ (huraian ayat 45–48)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/458 · Shamela ↗ (commentary on 45–48)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, maknanya kesan daripada kejahatan yang mereka lakukan menjadi nyata kepada mereka.
Renungan: Perbuatan yang kita anggap ringan akan nyata kesannya pada hari itu; mari kita semak amal hari ini, dan bertaubat sebelum semuanya terdedah.Tafsir al-Rāzī says the sense is that the effects of the evils they earned become clear to them.
Reflection: What we think light will show its effect on that Day; let us review our deeds today, and repent before all is laid bare.
مَسَّ
… disentuh oleh (lit. … menyentuh)… is touched by (lit. … touches) (sesuatu bahaya durrunsome harm ḍurrun)
فِتۡنَةٞ
adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya)is a trial (whether he will give thanks or otherwise)
Terjemahan: Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah ia (dengan sombongnya): "Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu)Translation: So when man is touched by some harm, he quickly calls upon Us; then when We give him some favour (as a gift) from Us, he says (with arrogance): “I have been given this favour only because of the knowledge and skill I have.” (What he says is not true.) Rather, the giving of that favour is a trial (whether he will give thanks or otherwise), yet the majority of them do not know (that reality).
Nota nahu: إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ (ayat 49).Grammar note: إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ (verse 49).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ عِنْدَ حُصُولِهَا يَجِبُ الشُّكْرُ، وَعِنْدَ فَوَاتِهَا يَجِبُ الصَّبْرُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/458 · Shamela ↗ (huraian ayat 49–52)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/458 · Shamela ↗ (commentary on 49–52)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, nikmat itu dinamakan ujian kerana ketika mendapatnya perlu bersyukur dan ketika kehilangannya perlu bersabar, lalu teruji keadaan orang yang menerimanya.
Renungan: Kejayaan kita ialah ujian, bukan bukti kehebatan diri; mari kita sandarkan segala nikmat kepada Allah, dan bersyukur.Tafsir al-Rāzī says a favour is called a trial because when it comes thanks are due, and when it goes patience is due, so the state of the one given it is put to the test.
Reflection: Our success is a trial, not proof of our greatness; let us credit every favour to Allah, and give thanks.
عَنۡهُم
mereka (dari azab Allah) (lit. dari mereka)them (from the punishment of Allah) (lit. from them)
Terjemahan: Sebenarnya orang-orang yang terdahulu daripada mereka telah juga mengatakan yang demikian maka segala yang mereka usahakan itu tidak dapat menyelamatkan mereka (dari azab Allah)Translation: Truly those before them also said the same, but all that they earned could not save them (from the punishment of Allah).
Nota nahu: فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ (ayat 50).Grammar note: فَمَآ أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ (verse 50).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ بَيَانَ مَغَبَّةِ الَّذِينَ قَالُوا هَذَا الْقَوْلَ فِي شَأْنِ النِّعْمَةِ الَّتِي تَنَالُهُمْ يُبَيِّنُ أَنَّ نِعْمَةَ هَؤُلَاءِ كَانَتْ فِتْنَةً لَهُمْ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/37 · Shamela ↗ (huraian ayat 50–51)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/37 · Shamela ↗ (commentary on 50–51)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kesudahan orang terdahulu yang berkata demikian tentang nikmat mereka menjelaskan bahawa nikmat itu sebenarnya ujian bagi mereka.
Renungan: Kisah orang dahulu ialah cermin; mari kita ambil pelajaran, dan tidak mengulangi kata-kata sombong tentang kejayaan diri.According to Ibn ‘Āshūr, the end of those of old who spoke this way about their favours shows that those favours were really a trial for them.
Reflection: The story of those before us is a mirror; let us take the lesson, and not repeat proud words about our own success.
فَأَصَابَهُمۡ
lalu … ditimpa (lit. maka … menimpa mereka)then … were struck by (lit. then … struck them) (kejahatan‑kejahatan sayyi’atuthe evil deeds sayyi’ātu)
سَيِّـَٔاتُ
keburukan padah (lit. kejahatan-kejahatan)the evil consequences of (lit. the evils of)
مَا
perbuatan-perbuatan jahat yang (partikel kata terbitan)the wicked deeds that (verbal-noun particle)
سَيُصِيبُهُمۡ
akan ditimpa juga (lit. akan … menimpa mereka)will also be struck by (lit. will … strike them) (kejahatan‑kejahatan sayyi’atuthe evil deeds sayyi’ātu)
مَا
perbuatan-perbuatan jahat yang (partikel kata terbitan)the wicked deeds that (verbal-noun particle)
بِمُعۡجِزِينَ
akan dapat melepaskan diri (lit. orang-orang yang melemahkan)be able to escape (lit. those who outdo)
Terjemahan: Lalu mereka ditimpa keburukan padah perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan; dan orang-orang yang zalim di antara golongan (yang musyrik) ini akan ditimpa juga akibat buruk perbuatan-perbuatan jahat yang mereka lakukan, dan mereka tidak akan dapat melepaskan diriTranslation: Then they were struck by the evil consequences of the wicked deeds they committed; and those who do wrong among these (people of shirk) will also be struck by the evil consequences of the wicked deeds they have committed, and they will not be able to escape.
Dipulihkan – menunggu semakan naskhah cetak. Teks Basmeih dalam talian bagi ayat ini rosak: perkataan berulang “buruk perbuatan” telah dibuang.
Nota nahu: سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُوا۟ (ayat 51).Grammar note: سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُوا۟ (verse 51).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ لَا يُعْجِزُونَنِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/459 · Shamela ↗ (huraian ayat 49–52)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/459 · Shamela ↗ (commentary on 49–52)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, “tidak akan dapat melepaskan diri” bermaksud mereka tidak dapat mengatasi kekuasaan Allah, sama ada di dunia atau di akhirat.
Renungan: Tiada siapa dapat lari daripada Allah; maka mari kita kembali kepada-Nya dengan taubat, selagi pintunya terbuka.Tafsir al-Rāzī says “will not be able to escape” means they cannot get beyond Allah’s power, in this world or the Hereafter.
Reflection: No one can flee from Allah; so let us return to Him in repentance while the door is open.
أَوَلَمۡ
(mengapa mereka mendakwa demikian), tidakkah (lit. dan adakah … tidak)(why do they claim such a thing?) do … not (lit. and did … not)
وَيَقۡدِرُۚ
dan … juga yang menyempitkannya (lit. dan … menyempitkan)and … too makes it narrow (lit. and … narrows) (DiaHe)
يُؤۡمِنُونَ
yang percayakan (ilmu dan kebijaksanaan Allah)who believe in (the knowledge and wisdom of Allah) (merekathey)
Terjemahan: (Mengapa mereka mendakwa demikian), tidakkah mereka mengetahui bahawa sesungguhnya Allah memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya, dan Ia juga yang menyempitkannya? Sesungguhnya yang demikian mengandungi keterangan-keterangan yang jelas bagi orang-orang yang percayakan (ilmu dan kebijaksanaan Allah)Translation: (Why do they claim such a thing?) Do they not know that truly Allah makes provision abundant for whomever He wills, and He too makes it narrow? Truly that contains clear proofs for those who believe in (the knowledge and wisdom of Allah).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّا نَرَى الْعَاقِلَ الْقَادِرَ فِي أَشَدِّ الضِّيقِ، وَنَرَى الْجَاهِلَ الْمَرِيضَ الضَّعِيفَ فِي أَعْظَمِ السَّعَةِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/459 · Shamela ↗ (huraian ayat 49–52)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 26/459 · Shamela ↗ (commentary on 49–52)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, beza rezeki manusia bukan kerana akal atau kejahilan: ada orang bijak dan mampu hidup amat sempit, ada orang jahil dan lemah hidup amat lapang; maka Allah jua yang menentukannya.
Renungan: Rezeki bukan ukuran nilai diri; mari kita berusaha dan bersyukur, tanpa sombong dan tanpa putus asa.Tafsir al-Rāzī says differences in provision do not come from wit or ignorance: some wise and able people live in great hardship, and some ignorant and weak people in great ease; so it is Allah Who decides.
Reflection: Provision is no measure of a person’s worth; let us strive and give thanks, without pride and without despair.
أَنفُسِهِمۡ
diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat)themselves (through deeds of disobedience)
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha MengasihaniTranslation: Say (O Muhammad): “O My servants who have gone beyond the limit against themselves (through deeds of disobedience), do not give up hope of the mercy of Allah, for truly Allah forgives all sins; truly it is He alone Who is Most Forgiving, Most Merciful.
Nota bahasa: إِنَّهُۥ هُوَ (ayat 53).Language note: إِنَّهُۥ هُوَ (verse 53).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَابْتِدَاءُ الْخِطَابِ بِالنِّدَاءِ وَعُنْوَانِ الْعِبَادِ مُؤْذِنٌ بِأَنَّ مَا بَعْدَهُ إِعْدَادٌ لِلْقَبُولِ وَإِطْمَاعٌ فِي النَّجَاةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/40 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/40 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, seruan ini dimulakan dengan panggilan “Wahai hamba-hamba-Ku” untuk menyediakan hati menerima dan membuka harapan keselamatan.
Renungan: Sejauh mana pun kita melampaui batas, Allah masih memanggil kita hamba-Nya; janganlah kita “berputus asa”, dan marilah kita kembali kepada-Nya hari ini.According to Ibn ‘Āshūr, this call opens with “O My servants” to prepare the heart to accept and to raise hope of salvation.
Reflection: However far we have gone, Allah still calls us His servants; let us not “give up hope”, and let us return to Him today.
يَأۡتِيَكُمُ
kamu didatangi (lit. … mendatangi kamu)you are visited by (lit. … comes to you) (azab al‑‘adzabuthe punishment al‑‘adhābu)
Terjemahan: Dan kembalilah kamu kepada Tuhan kamu dengan bertaubat, serta berserah bulat-bulat kepada-Nya, sebelum kamu didatangi azab; kerana sesudah itu kamu tidak akan diberikan pertolonganTranslation: And return to your Lord in repentance, and submit yourselves wholly to Him, before you are visited by the punishment; for after that you will not be given help.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لَمَّا فَتَحَ لَهُمْ بَابَ الرَّجَاءِ أَعْقَبَهُ بِالْإِرْشَادِ إِلَى وَسِيلَةِ الْمَغْفِرَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/43 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/43 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, setelah membuka pintu harapan, Allah menunjukkan jalan mendapat keampunan, iaitu bertaubat, dan bentuk perintah itu menuntut segera.
Renungan: Harapan perlu disusuli taubat; mari kita segera kembali kepada Allah, “sebelum kamu didatangi azab”.According to Ibn ‘Āshūr, having opened the door of hope, Allah shows the way to forgiveness, which is repentance, and the form of the command calls for haste.
Reflection: Hope must be followed by repentance; let us hurry back to Allah “before you are visited by the punishment”.
يَأۡتِيَكُمُ
kamu didatangi (lit. … mendatangi kamu)you are visited by (lit. … comes to you) (azab al‑‘adzabuthe punishment al‑‘adhābu)
Terjemahan: Dan turutlah - Al-Quran - sebaik-baik (panduan hidup) yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu, sebelum kamu didatangi azab secara mengejut, sedang kamu tidak menyedarinya"Translation: And follow — the Qur’an — the best (guidance for life) sent down to you by your Lord, before you are visited by the punishment suddenly, while you are not aware of it.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَفِي الْمُرَادِ بِهَذَا الْأَحْسَنِ وُجُوهٌ الْأَوَّلُ: أَنَّهُ الْقُرْآنُ وَمَعْنَاهُ وَاتَّبِعُوا الْقُرْآنَ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/466 · Shamela ↗ (huraian ayat 53–59)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/466 · Shamela ↗ (commentary on 53–59)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, “sebaik-baik” yang disuruh ikut itu ialah al-Qur’an, dan azab yang datang mengejut itu menimpa ketika mereka lalai (seperti juga al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf, 4/136).
Renungan: Kita tidak tahu bila ajal tiba; mari kita jadikan al-Qur’an panduan hari ini, sebelum datang yang mengejut.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that “the best” they are told to follow is the Qur’an, and that the sudden punishment falls while they are heedless (as al-Zamakhsharī also says in al-Kashshāf, 4/136).
Reflection: We do not know when our term will come; let us make the Qur’an our guide today, before the sudden comes.
يَٰحَسۡرَتَىٰ
sungguh besar sesal dan kecewaku (lit. wahai sesalku)how great is my regret and disappointment (lit. O my regret)
ٱلسَّٰخِرِينَ
orang-orang yang sungguh memperolok-olokkan (ugama Allah dan penganut-penganutnya)those who truly mocked (the religion of Allah and its followers)
Terjemahan: (Diperintahkan demikian) supaya jangan seseorang (menyesal dengan) berkata: "Sungguh besar sesal dan kecewaku kerana aku telah mencuaikan kewajipan-kewajipanku terhadap Allah serta aku telah menjadi dari orang-orang yang sungguh memperolok-olokkan (ugama Allah dan penganut-penganutnya)"Translation: (This is commanded) so that no soul may (in regret) say: “How great is my regret and disappointment that I neglected my duties towards Allah, and that I was among those who truly mocked (the religion of Allah and its followers)!”
Nota nahu: عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ (ayat 56).Grammar note: عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ (verse 56).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَيْ أَنَّهُ مَا كَانَ مُكْتَفِيًا بِذَلِكَ التَّقْصِيرِ بَلْ كَانَ مِنَ الْمُسْتَهْزِئِينَ بِالدِّينِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/467 · Shamela ↗ (huraian ayat 53–59)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/467 · Shamela ↗ (commentary on 53–59)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, orang itu bukan sahaja cuai, malah termasuk orang yang memperolok-olokkan agama.
Renungan: Kecuaian boleh diperbaiki selagi ada masa; mari kita tunaikan kewajipan kita, dan jangan sekali-kali mempersendakan agama atau orang yang mengamalkannya.Tafsir al-Rāzī says that person was not only negligent but was also among those who mocked religion.
Reflection: Negligence can be mended while there is time; let us fulfil our duties, and never make fun of religion or of those who practise it.
Terjemahan: Atau berkata: "Kalaulah Allah memberi hidayah petunjuk kepadaku, tentulah aku telah menjadi dari orang-orang yang bertaqwa"Translation: Or say: “Had Allah given me guidance, I would surely have been one of those who have taqwa.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّهُمْ يَقُولُونَهُ لِقَصْدِ الِاعْتِذَارِ وَالتَّنَصُّلِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/47 · Shamela ↗ (huraian ayat 56–58)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/47 · Shamela ↗ (commentary on 56–58)
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka berkata demikian untuk berdalih dan melepaskan diri, sama seperti dalih yang biasa mereka gunakan di dunia.
Renungan: Alasan yang kita biasakan di dunia melekat pada diri; mari kita berhenti mencari alasan, dan pohonlah hidayah sambil berusaha.According to Ibn ‘Āshūr, they say this to make excuses and get out of blame, just like the excuses they were used to in this world.
Reflection: The excuses we grow used to here cling to us; let us stop looking for excuses, and ask for guidance as we strive.
Terjemahan: Atau berkata semasa ia melihat azab: "Kalaulah aku dapat kembali ke dunia, nescaya menjadilah aku dari orang-orang yang mengerjakan kebaikan"Translation: Or say, at the time it sees the punishment: “If I could only go back to the world, I would then be among those who do good deeds.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَقَدْ حُكِيَ كَلَامُ النَّفْسِ فِي ذَلِكَ الْمَوْقِفِ عَلَى تَرْتِيبِهِ الطَّبِيعِيِّ فِي جَوَلَانِهِ فِي الْخَاطِرِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/47 · Shamela ↗ (huraian ayat 56–58)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/47 · Shamela ↗ (commentary on 56–58)
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata-kata jiwa itu disusun mengikut aliran fikirannya: mula-mula menyesal, kemudian berdalih, kemudian berangan-angan kembali ke dunia.
Renungan: Peluang yang akan diidamkan pada hari itu sedang berada di tangan kita sekarang; mari kita “mengerjakan kebaikan” hari ini.According to Ibn ‘Āshūr, the soul’s words are set in the order its thoughts run: first regret, then excuses, then wishing to go back to the world.
Reflection: The chance it will long for on that Day is in our hands now; let us do “good deeds” today.
بَلَىٰ
(kata-kata yang tersebut ditolak oleh Allah dengan firman-Nya): bahkan(these words are rejected by Allah with His word): no indeed
وَٱسۡتَكۡبَرۡتَ
serta … berlaku sombong angkuh mengenainyaand … behaved with arrogance about them (engkauyou)
وَكُنتَ
dan … telah menjadikan dirimu (lit. dan … adalah)and … made yourself (lit. and … were) (engkauyou)ism
Terjemahan: (Kata-kata yang tersebut ditolak oleh Allah dengan firman-Nya): "Bahkan telahpun datang kepadamu ayat-ayat petunjuk-Ku (melalui Rasul-Ku), maka engkau telah mendustakannya serta engkau berlaku sombong angkuh mengenainya, dan engkau telah menjadikan dirimu dari orang-orang yang kufur ingkar"Translation: (These words are rejected by Allah with His word): “No indeed! My verses of guidance did come to you (through My Messenger), but you denied them, and you behaved with arrogance about them, and you made yourself one of those who disbelieve.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«التَّعَلُّلُ بِفَقْدِ الْهِدَايَةِ بَاطِلٌ، لِأَنَّ الْهِدَايَةَ كَانَتْ حَاضِرَةً وَالْأَعْذَارَ زَائِلَةٌ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/467 · Shamela ↗ (huraian ayat 53–59)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/467 · Shamela ↗ (commentary on 53–59)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, alasan ketiadaan hidayah itu batal, kerana hidayah telah tersedia dan segala keuzuran telah hilang.
Renungan: Ayat-ayat Allah telah sampai kepada kita; mari kita menerimanya dengan rendah hati, supaya kita tidak berdalih pada hari itu.Tafsir al-Rāzī says the excuse of having no guidance is void, since guidance was at hand and every excuse had gone.
Reflection: Allah’s verses have reached us; let us receive them with humility, so that we make no excuses on that Day.
أَلَيۡسَ
bukankah (telah diketahui bahawa)is it not (well known) that (tempat tinggal mathwana dwelling mathwan)ism
مَثۡوٗى
disediakan tempat tinggal (lit. tempat tinggal)a dwelling has been prepared (lit. a dwelling)
Terjemahan: Dan pada hari kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berdusta terhadap Allah (dan yang menyatakan kesedihan itu) - muka mereka hitam legam; bukankah (telah diketahui bahawa) dalam neraka Jahannam disediakan tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong takburTranslation: And you will see, on the Day of Resurrection, the ones who lied against Allah (and who voiced that sorrow) — their faces jet black. Is it not (well known) that in Hell (Jahannam) a dwelling has been prepared for those who are arrogant and proud?
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَأَقُولُ إِنَّ الْجَهْلَ ظُلْمَةٌ، وَالظُّلْمَةُ تُتَخَيَّلُ كَأَنَّهَا سَوَادٌ فَسَوَادُ قُلُوبِهِمْ أَوْجَبَ سَوَادَ وُجُوهِهِمْ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/469 · Shamela ↗ (huraian ayat 60–61)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/469 · Shamela ↗ (commentary on 60–61)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, pandangan yang paling hampir ialah hitam ini berbeza daripada segala hitam yang lain: kejahilan ialah kegelapan, maka gelapnya hati mereka menyebabkan gelapnya muka mereka.
Renungan: Hati perlu dijaga lebih daripada rupa; mari kita terangi hati dengan ilmu, dan jauhi berkata dusta tentang Allah.Tafsir al-Rāzī says the likeliest view is that this blackness is unlike any other: ignorance is darkness, so the darkness of their hearts brought on the darkness of their faces.
Reflection: The heart needs more care than appearance; let us light up our hearts with knowledge, and keep far from lying about Allah.
وَيُنَجِّي
dan (sebaliknya) … akan menyelamatkanand (on the other hand) … will save (AllahAllah)
ٱتَّقَوۡاْ
bertaqwa (yang menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan maksiat)have taqwa (who keep far from shirk and disobedience) (merekathey)
بِمَفَازَتِهِمۡ
dengan mereka mendapat kemenangan besar (keredhaan Allah)by their attaining the great triumph (the good pleasure of Allah)
يَمَسُّهُمُ
akan disentuh (lit. … menyentuh mereka)will … touch them (sesuatu yang buruk as‑su’uevil as‑sū’u)
Terjemahan: Dan (sebaliknya) Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa (yang menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan maksiat) dengan mereka mendapat kemenangan besar (keredaan Allah) mereka tidak akan disentuh sesuatu yang buruk, dan tidak akan berdukacitaTranslation: And (on the other hand) Allah will save those who have taqwa (who keep far from shirk and disobedience) by their attaining the great triumph (the good pleasure of Allah); no evil will touch them, and they will not grieve.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَهَذِهِ كَلِمَةٌ جَامِعَةٌ لِأَنَّهُ إِذَا عَلِمَ أَنَّهُ لَا يَمَسُّهُ السُّوءُ كَانَ فَارِغَ البال»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/469 · Shamela ↗ (huraian ayat 60–61)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/469 · Shamela ↗ (commentary on 60–61)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, “tidak akan disentuh sesuatu yang buruk” ialah ungkapan yang menyeluruh: orang yang tahu dia tidak akan disentuh keburukan, lapanglah fikirannya.
Renungan: Ketenangan sebenar datang daripada taqwa; mari kita peliharakan taqwa, supaya hati kita lapang pada hari yang menggelisahkan semua orang.Tafsir al-Rāzī says “no evil will touch them” is an all-embracing phrase: one who knows no evil will touch him has a mind at ease.
Reflection: True calm comes from taqwa; let us guard our taqwa, so that our hearts may be at ease on the Day that troubles all people.
وَكِيلٞ
Yang Mentadbirkan serta menguasai (lit. Pentadbir)Who manages and controls (lit. Manager)
Terjemahan: Allah Yang Menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dialah Yang Mentadbirkan serta menguasai segala-galanyaTranslation: Allah is the One Who creates every thing, and He it is Who manages and controls every thing.
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَهُمْ بَعْدَ أَنْ أَوَجَدَهُمْ لَمْ يَسْتَغْنُوا عَنْهُ لَمْحَةً مَا»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/54 · Shamela ↗ (huraian ayat 62–63)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/54 · Shamela ↗ (commentary on 62–63)
Menurut Ibn ‘Āshūr, Allah yang mengurus semua makhluk, maka selepas mereka diciptakan, mereka tidak pernah terlepas daripada berhajat kepada-Nya walau sekelip mata.
Renungan: Kita bergantung kepada Allah pada setiap nafas; mari kita mulakan setiap urusan dengan mengingati-Nya.According to Ibn ‘Āshūr, Allah manages all creatures, so after bringing them into being they are never free of need for Him, even for the blink of an eye.
Reflection: We depend on Allah with every breath; let us begin every matter by remembering Him.
مَقَالِيدُ
urusan dan perbendaharaan (lit. kunci-kunci)the affairs and storehouses (lit. the keys) of
وَٱلَّذِينَ
(orang-orang yang percayakan yang demikian beruntunglah) dan orang-orang yang(those who believe this are fortunate,) and those who
Terjemahan: Dia sahajalah yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi; (orang-orang yang percayakan yang demikian beruntunglah) dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah yang jelas nyata itu, mereka itulah orang-orang yang paling rugiTranslation: He alone is the One Who controls the affairs and storehouses of the heavens and the earth; (those who believe this are fortunate,) and those who disbelieve in the clear and evident verses of Allah — they are the ones who lose the most.
Nota bahasa: لَّهُۥ مَقَالِيدُ (ayat 63).Language note: لَّهُۥ مَقَالِيدُ (verse 63).
Nota bahasa: أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ (ayat 63).Language note: أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ (verse 63).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«لِأَنَّ حَافِظَ الْخَزَائِنِ وَمُدَبِّرَ أَمْرِهَا هُوَ الَّذِي بِيَدِهِ مَقَالِيدُهَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/471 · Shamela ↗ (huraian ayat 62–66)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/471 · Shamela ↗ (commentary on 62–66)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, dengan lafaz yang hampir sama seperti al-Zamakhsharī dalam al-Kashshāf (4/140), kata asal yang bermaksud kunci-kunci itu ialah kiasan, kerana penjaga “perbendaharaan” dan pengurusnya ialah orang yang memegang kuncinya.
Renungan: Kunci segala rezeki dan urusan ada pada Allah; mari kita meminta kepada-Nya dahulu sebelum meminta kepada sesiapa.Tafsir al-Rāzī says, in wording almost the same as al-Zamakhsharī in al-Kashshāf (4/140), that the Arabic word for keys is a figure of speech, since the keeper and manager of “storehouses” is the one who holds their keys.
Reflection: The keys of all provision and affairs are with Allah; let us ask Him first before we ask anyone.
قُلۡ
katakanlah (wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik itu)say (O Muhammad, to those people of shirk) (engkauyou)
أَفَغَيۡرَ
(sesudah jelas dalil-dalil keesaan Allah yang demikian), patutkah … yang lain dari (lit. maka adakah yang lain dari)(after the proofs of Allah’s oneness have become so clear,) is it fitting that … what is other than (lit. so is it other than)
Terjemahan: Katakanlah (wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik itu: "Sesudah jelas dalil-dalil keesaan Allah yang demikian), patutkah kamu menyuruhku menyembah atau memuja yang lain dari Allah, hai orang-orang yang jahil"Translation: Say (O Muhammad, to those people of shirk: “After the proofs of Allah’s oneness have become so clear,) is it fitting that you tell me to worship or adore what is other than Allah, O you who are ignorant?”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«هَذَا نَتِيجَةُ الْمُقَدِّمَاتِ وَهُوَ الْمَقْصُودُ بِالْإِثْبَاتِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/56 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/56 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, soalan ini ialah kesimpulan daripada semua hujah sebelumnya, dan itulah yang hendak dibuktikan.
Renungan: Apabila kita tahu Allah Pencipta dan Pengurus segala-galanya, bagaimana mungkin kita tunduk kepada yang lain? Mari kita teguh pada tauhid, walau apa pun ajakan orang.According to Ibn ‘Āshūr, this question is the conclusion of all the arguments before it, and it is what they set out to prove.
Reflection: Once we know Allah is the Creator and Manager of all, how could we bow to another? Let us hold firm to tawhid, whatever others urge on us.
أُوحِيَ
telah diwahyukanit has been revealed (tersirat (dijelaskan oleh ayat: la’in asyrakta…)implied (explained by the clause: la’in ashrakta…))NF
أَشۡرَكۡتَ
… (dan pengikut-pengikutmu) mempersekutukan (sesuatu yang lain dengan Allah)… (and your followers) associate (anything else with Allah) (engkauyou)
لَيَحۡبَطَنَّ
tentulah akan gugurwill certainly come to nothing (amalmu ‘amalukayour deeds ‘amaluka)
Terjemahan: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) dan kepada Nabi-nabi yang terdahulu daripadamu: "Demi sesungguhnya! Jika engkau (dan pengikut-pengikutmu) mempersekutukan (sesuatu yang lain dengan Allah) tentulah akan gugur amalmu, dan engkau akan tetap menjadi dari orang-orang yang rugi"Translation: And indeed it has been revealed to you (O Muhammad) and to the Prophets before you: “Most surely, if you (and your followers) associate (anything else with Allah), your deeds will certainly come to nothing, and you will certainly be among those who lose.”
Nota nahu: وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ (ayat 65).Grammar note: وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ (verse 65).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«قَضِيَّةٌ شَرْطِيَّةٌ وَالْقَضِيَّةُ الشَّرْطِيَّةُ لَا يَلْزَمُ مِنْ صِدْقِهَا صِدْقُ جُزْأَيْهَا»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/472 · Shamela ↗ (huraian ayat 62–66)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/472 · Shamela ↗ (commentary on 62–66)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, ayat ini ialah ayat bersyarat, dan kebenaran ayat bersyarat tidak bermaksud kedua-dua bahagiannya berlaku; Allah mengetahui bahawa Rasul-rasul-Nya tidak melakukan syirik.
Renungan: Jika amaran ini ditujukan begini tegas, apatah lagi kepada kita; mari kita jaga amal kita daripada syirik.Tafsir al-Rāzī says this is a conditional statement, and the truth of a conditional does not mean both its parts occur; Allah knows that His Messengers do not commit shirk.
Reflection: If this warning comes so firmly, how much more does it reach us; let us guard our deeds from shirk.
بَلِ
(janganlah menyembah yang lain dari Allah) bahkan (apabila beribadat)(do not worship other than Allah;) rather, (when you worship,)
Terjemahan: (Janganlah menyembah yang lain dari Allah) bahkan (apabila beribadat) maka hendaklah engkau menyembah Allah semata-mata, dan hendaklah engkau menjadi dari orang-orang yang bersyukurTranslation: (Do not worship other than Allah;) rather, (when you worship,) then let Allah alone be the One you worship, and let yourself be among those who give thanks.
Nota bahasa: بَلِ ٱللَّهَ فَٱعْبُدْ (ayat 66).Language note: بَلِ ٱللَّهَ فَٱعْبُدْ (verse 66).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالشُّكْرُ هُنَا: الْعَمَلُ الصَّالِحُ لِأَنَّهُ عُطِفَ عَلَى إِفْرَادِ اللَّهِ تَعَالَى بِالْعِبَادَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/60 · Shamela ↗ (huraian ayat 65–66)Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/60 · Shamela ↗ (commentary on 65–66)
Menurut Ibn ‘Āshūr, syukur di sini ialah amal soleh, kerana ia disebut selepas perintah menyembah Allah sahaja.
Renungan: Syukur kepada Allah ada pada perbuatan; mari kita jadikan amal soleh hari ini sebagai tanda kita termasuk orang yang “bersyukur”.According to Ibn ‘Āshūr, thankfulness here is righteous deeds, since it is mentioned after the command to worship Allah alone.
Reflection: Thanking Allah lies in action; let us make today’s righteous deeds a sign that we are among those who “give thanks”.
قَبۡضَتُهُۥ
dalam genggaman kuasa-Nya (lit. genggaman-Nya)is in the grip of His power (lit. His grip)
بِيَمِينِهِۦۚ
dengan kekuasaan-Nya (lit. dengan tangan kanan-Nya)by His might (lit. by His right hand)
Terjemahan: Dan mereka (yang musyrik) tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang sewajibnya diberikan kepada-Nya, sedang bumi seluruhnya - pada hari kiamat - dalam genggaman kuasa-Nya, dan langit tergulung dengan kekuasaan-Nya. Maha Sucilah Ia dan Tertinggi keadaan-Nya dari apa yang mereka sekutukanTranslation: And they (the people of shirk) did not revere Allah with the reverence truly due to Him, while the whole earth — on the Day of Resurrection — is in the grip of His power, and the heavens are rolled up by His might. Most Holy is He, and most high is His state above what they associate as partners.
Nota nahu: عَمَّا يُشْرِكُونَ (ayat 67).Grammar note: عَمَّا يُشْرِكُونَ (verse 67).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَلَوِ اطَّلَعُوا عَلَى عَظِيمِ مُلْكِ اللَّهِ فِي الْآخِرَةِ لَقَدَّرُوهُ حَقَّ قَدْرِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/61 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/61 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, jika mereka mengetahui kebesaran kerajaan Allah di akhirat, tentulah mereka “menghormati Allah” dengan penghormatan yang sewajibnya.
Renungan: Semakin kita mengenal kebesaran Allah, semakin dalam hormat kita; mari kita besarkan Dia dalam hati, tutur kata dan ibadat kita.According to Ibn ‘Āshūr, had they known the greatness of Allah’s dominion in the Hereafter, they would surely have given Him “the reverence truly due to Him”.
Reflection: The more we know Allah’s greatness, the deeper our reverence; let us exalt Him in our hearts, our speech and our worship.
وَنُفِخَ
dan sudah tentu akan ditiupand … will surely be blown (pada sangkakala fis‑suriinto the Trumpet fiṣ‑ṣūri)NF
فَصَعِقَ
maka pada waktu itu matilahand at that time … will die (makhluk‑makhluk yang manthe creatures man)
يَنظُرُونَ
menunggu (kesudahan masing-masing)and waiting (for their respective outcomes) (merekathey)
Terjemahan: Dan sudah tentu akan ditiup sangkakala, maka pada waktu itu matilah makhluk-makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi, kecuali sesiapa yang dikehendaki Allah (terkemudian matinya); kemudian ditiup sangkakala sekali lagi, maka dengan serta merta mereka bangun berdiri menunggu (kesudahan masing-masing)Translation: And the Trumpet will surely be blown, and at that time the creatures in the heavens and those on the earth will die, except whomever Allah wills (to die later); then the Trumpet will be blown once more, and at once they rise, standing and waiting (for their respective outcomes).
Nota nahu: وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ, نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ (ayat 68).Grammar note: وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ, نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ (verse 68).
Nota nahu: فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ (ayat 68).Grammar note: فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ (verse 68).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَعَبَّرَ بِالْمَاضِي فِي قَوْلِهِ: وَنُفِخَ وَقَوْلِهِ: فَصَعِقَ مَجَازًا لِأَنَّهُ مُحَقَّقُ الْوُقُوعِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/64 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/64 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, kata kerja dalam ayat ini berbentuk lampau (māḍī) kerana peristiwa itu pasti berlaku.
Renungan: Hari Kiamat disebut seolah-olah sudah berlaku; mari kita hidup dengan keyakinan itu, dan bersiap sebelum “ditiup sangkakala”.According to Ibn ‘Āshūr, the Arabic verbs in this verse take the past form (māḍī) because the event is certain to happen.
Reflection: The Day of Resurrection is spoken of as though it has already happened; let us live with that certainty, and prepare before “the Trumpet” is blown.
وَأَشۡرَقَتِ
dan akan bersinar terang-benderanglahand … will shine brightly (bumi al‑arduthe earth al‑arḍu)
وَوُضِعَ
dan akan diberikan (lit. dan diletakkan)and … will be given (lit. and … was placed) (Kitab al‑kitabuthe Book al‑kitābu)NF
ٱلۡكِتَٰبُ
Kitab suratan amal (untuk dibicarakan)the Book of the record of deeds (for judgement)
وَجِاْيٓءَ
dan akan dibawaand … will be brought (Nabi‑nabi bin‑nabiyyinathe Prophets bin‑nabiyyīna)NF
وَقُضِيَ
dan akan dihakimiand judgement will be passed (dengan adil bil‑haqqiwith justice bil‑ḥaqqi)NF
يُظۡلَمُونَ
dikurangkan balasannya sedikitpun (lit. dizalimi)have their recompense reduced at all (lit. be wronged) (merekathey)NF
Terjemahan: Dan akan bersinar terang-benderanglah bumi (hari akhirat) dengan cahaya Tuhannya; dan akan diberikan Kitab suratan amal (untuk dibicarakan); dan akan dibawa Nabi-nabi serta saksi-saksi; dan akan dihakimi di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpunTranslation: And the earth (of the Hereafter) will shine brightly with its Lord’s light; and the Book of the record of deeds will be given (for judgement); and the Prophets along with the witnesses will be brought; and judgement will be passed among them with justice, while they will not have their recompense reduced at all.
Nota nahu: وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ (ayat 69).Grammar note: وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ (verse 69).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَلَمَّا بَيَّنَ اللَّهُ تَعَالَى أَنَّهُ يَحْضُرُ فِي مَحْفِلِ الْقِيَامَةِ جَمِيعُ مَا يُحْتَاجُ إِلَيْهِ فِي فَصْلِ الْحُكُومَاتِ وَقَطْعِ الْخُصُومَاتِ، بَيَّنَ تَعَالَى أَنَّهُ يُوصِلُ إِلَى كُلِّ أَحَدٍ حَقَّهُ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/478 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–70)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/478 · Shamela ↗ (commentary on 67–70)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, setelah Allah menjelaskan bahawa segala yang diperlukan untuk memutuskan perselisihan hadir pada hari kiamat, Dia menjelaskan bahawa setiap orang akan menerima haknya.
Renungan: Jika dizalimi, hak kita tidak hilang di sisi Allah; jika pernah menzalimi, mari kita pulangkan hak orang sekarang.Tafsir al-Rāzī says that after Allah shows that all that is needed to settle disputes will be present on the Day of Resurrection, He shows that every person will receive his due.
Reflection: If we are wronged, our due is not lost with Allah; if we have wronged anyone, let us return what is due now.
وَوُفِّيَتۡ
dan akan disempurnakanand … will be given in full (tiap‑tiap seorang kulluevery person kullu)NF
عَمِلَتۡ
telah dikerjakan (lit. … kerjakan)… has done (dia (tiap‑tiap seorang)he (every person))
Terjemahan: Dan akan disempurnakan bagi tiap-tiap seorang - balasan apa yang telah dikerjakannya, dan Allah lebih mengetahui akan apa yang mereka telah lakukanTranslation: And every person will be given in full the recompense of what he has done, and Allah knows better what they do.
Nota nahu: مَّا عَمِلَتْ, بِمَا يَفْعَلُونَ (ayat 70).Grammar note: مَّا عَمِلَتْ, بِمَا يَفْعَلُونَ (verse 70).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَمَّا إِذَا كَانَ عَالِمًا بِمَقَادِيرَ أَفْعَالِهِمْ وَبِكَيْفِيَّاتِهَا امْتَنَعَ دُخُولُ الْخَطَأِ فِي ذَلِكَ الْحُكْمِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/478 · Shamela ↗ (huraian ayat 67–70)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/478 · Shamela ↗ (commentary on 67–70)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, kerana Allah mengetahui kadar dan cara setiap perbuatan, mustahil ada kesilapan dalam keputusan-Nya.
Renungan: Tiada amal yang tersembunyi atau tersalah kira di sisi Allah; mari kita beramal dengan ikhlas, walaupun tiada orang melihat.Tafsir al-Rāzī says that since Allah knows the measure and manner of every deed, no error can enter His judgement.
Reflection: No deed is hidden or miscounted with Allah; let us act sincerely, even when no one sees.
جَآءُوهَا
… sampai ke neraka itu (lit. … datang kepadanya)… get there (lit. … came to it) (merekathey)
حَقَّتۡ
telah ditetapkan (lit. telah pasti)has been fixed (lit. has come true) (hukuman kalimatuthe sentence kalimatu)
Terjemahan: Dan orang-orang kafir akan dihalau ke neraka Jahannam dengan berpasuk-pasukan, sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakan pintu-pintunya dan berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka: "Bukankah telah datang kepada kamu Rasul-rasul dari kalangan kamu sendiri, yang membacakan kepada kamu ayat-ayat Tuhan kamu dan memperingatkan kamu akan pertemuan hari kamu ini?" Mereka menjawab: "Ya, telah datang! Tetapi telah ditetapkan hukuman azab atas orang-orang yang kafir"Translation: And those who disbelieve will be driven to Hell (Jahannam) in troops, until when they get there, its gates are thrown open, and its keepers say to them: “Did not Messengers from among yourselves come to you, who recited the verses of your Lord to you and warned you about meeting this Day of yours?” They answer: “Yes, they came! But the sentence of punishment has been fixed upon those who disbelieve.”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«أَنَّ الْمَلَائِكَةَ بَيَّنُوا أَنَّهُ مَا بَقِيَ لَهُمْ عِلَّةٌ وَلَا عُذْرٌ بَعْدَ مَجِيءِ الْأَنْبِيَاءِ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/479 · Shamela ↗ (huraian ayat 71–72)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/479 · Shamela ↗ (commentary on 71–72)
Tafsir ar-Rāzī menyebut, kata-kata penjaga neraka itu menjelaskan bahawa tiada lagi alasan atau keuzuran bagi mereka selepas kedatangan para nabi.
Renungan: Peringatan yang sampai kepada kita ialah rahmat dan juga tanggungjawab; mari kita sambut sekarang, sementara masih ada peluang.Tafsir al-Rāzī says the keepers’ words make clear that no reason or excuse was left to them after the prophets had come.
Reflection: The reminder that reaches us is both a mercy and a responsibility; let us answer it now, while there is still a chance.
قِيلَ
(setelah itu) dikatakan kepada mereka(after that) they are told (ayat: udkhulu…the clause: udkhulū…)NF
ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ
bagi orang-orang yang sombong takbur (ialah neraka Jahannam)for those who are arrogant and proud (is Hell (Jahannam))
Terjemahan: (Setelah itu) dikatakan kepada mereka: "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu dengan keadaan tinggal kekal kamu di dalamnya; maka seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong takbur ialah neraka Jahannam"Translation: (After that) they are told: “Enter the gates of Hell (Jahannam), remaining for ever in it; then the worst of places for those who are arrogant and proud is Hell (Jahannam).”
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَوُصِفُوا بِ الْمُتَكَبِّرِينَ لِأَنَّهُمْ أَعْرَضُوا عَنْ قَبُولِ الْإِسْلَامِ تَكَبُّرًا عَنْ أَنْ يَتْبَعُوا وَاحِدًا مِنْهُم»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/71 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/71 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka disifatkan “sombong takbur” kerana enggan menerima Islam, sombong untuk mengikut seorang dari kalangan mereka sendiri.
Renungan: Kesombongan boleh menutup jalan kepada kebenaran; mari kita terima nasihat daripada sesiapa pun, dan jaga hati kita daripada sombong.According to Ibn ‘Āshūr, they are called “arrogant and proud” because they refused to accept Islam, too proud to follow one from among themselves.
Reflection: Arrogance can close the way to the truth; let us accept advice from anyone, and guard our hearts against pride.
جَآءُوهَا
… sampai ke Syurga (lit. … datang kepadanya)… arrive at Paradise (lit. … came to it) (merekathey)
وَفُتِحَتۡ
yang sedia terbuka (lit. dan dibuka)stand open (lit. and … were opened) (pintu‑pintunya abwabuhaits gates abwābuhā)NF
وَقَالَ
dan … mengalu-alukan dengan kata-kata (lit. dan berkata)and … welcome … with the words (lit. and said) (penjaga‑penjaganya khazanatuhaits keepers khazanatuhā)
فَٱدۡخُلُوهَا
maka silalah masuk ke dalam Syurga iniso do enter this Paradise (kamu sekalianyou all)
خَٰلِدِينَ
dengan keadaan tinggal kekal di dalamnya (mereka pun masuk)remaining in it for ever (they enter)
Terjemahan: Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan mereka akan dibawa ke Syurga dengan berpasuk-pasukan, sehingga apabila mereka sampai ke Syurga yang pintu-pintunya sedia terbuka dan penjaga-penjaganya mengalu-alukan mereka dengan kata-kata: "Salam sejahtera kepada kamu, berbahagialah kamu, maka silalah masuk ke dalam Syurga ini dengan keadaan tinggal kekal di dalamnya" (mereka pun masuk)Translation: And those who have taqwa of their Lord will be brought to Paradise in troops, until when they arrive at Paradise, whose gates stand open, and its keepers welcome them with the words: “Peace and well-being be upon you, you are blessed, so do enter this Paradise, remaining in it for ever” (they enter).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَوَجَدُوا الْأَبْوَابَ مَفْتُوحَةً عَلَى مَا هُوَ الشَّأْنُ فِي اقْتِبَالِ أَهْلِ الْكَرَامَةِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/72 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/72 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, mereka mendapati pintu-pintu telah terbuka, sebagaimana lazimnya menyambut orang yang dimuliakan.
Renungan: Orang bertaqwa disambut sebagai tetamu yang mulia; mari kita bersiap untuk sambutan itu dengan taqwa, setiap hari.According to Ibn ‘Āshūr, they find the gates already open, as is the way of welcoming those who are honoured.
Reflection: Those with taqwa are welcomed as noble guests; let us prepare for that welcome with taqwa, every day.
صَدَقَنَا
telah menepati kepada kami (lit. telah membenarkan kami)has been true to us in (DiaHe)
فَنِعۡمَ
maka (pemberian yang demikian ialah) sebaik-baikso (such a gift is) the best of (balasan ajrureward ajru)
Terjemahan: Serta mereka berkata: "Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kami, dan yang menjadikan kami mewarisi bumi Syurga ini dengan sebebas-bebasnya, kami boleh mengambil tempat dari Syurga ini di mana sahaja kami sukai; maka pemberian yang demikian ialah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal"Translation: And they say: “All praise belongs to Allah Who has been true to us in His promise, and Who has made us inherit this land of Paradise with full freedom; we may take a place in this Paradise wherever we wish; so such a gift is the best of rewards for those who do good deeds.”
Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 74).Language note: لِلَّهِ (verse 74).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«وَالْمَعْنَى أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَوْرَثَنَا الْجَنَّةَ بِأَنْ وَفَّقَنَا لِلْإِتْيَانِ بِأَعْمَالٍ أَوْرَثَتِ الْجَنَّةَ»
Tafsir ar-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/480 · Shamela ↗ (huraian ayat 73–75)Tafsir al-Rāzī (Mafātīḥ al-Ghayb), 27/480 · Shamela ↗ (commentary on 73–75)
Antara huraian dalam Tafsir ar-Rāzī, “mewarisi” bermaksud Allah mewariskan Syurga dengan memberi taufik (pertolongan Allah) untuk melakukan amal yang membawa kepadanya.
Renungan: Amal kita pun pemberian Allah; mari kita memuji-Nya atas setiap kebaikan yang dapat kita lakukan, dan memohon taufik-Nya.One of the explanations in Tafsir al-Rāzī is that to “inherit” means Allah grants Paradise by giving success in doing the deeds that lead to it.
Reflection: Even our deeds are Allah’s gift; let us praise Him for every good we are able to do, and ask Him for that success.
وَقُضِيَ
serta … dihakimi (lit. dan diputuskan)and … will be judged (lit. and it was decided) (dengan adil bil‑haqqiwith justice bil‑ḥaqqi)NF
وَقِيلَ
dan (masing-masing bersyukur akan keputusan itu dengan) mengucapkan (lit. dan dikatakan)and (each of them gives thanks for that verdict by) saying (lit. and it was said) (ayat: al‑hamdu lillah…the clause: al‑ḥamdu lillāh…)NF
Terjemahan: Dan (pada hari itu) engkau akan melihat malaikat beredar di sekeliling Arasy dengan bertasbih memuji Tuhan mereka, serta mereka dihakimi dengan adil; dan (masing-masing bersyukur akan keputusan itu dengan) mengucapkan: "Segala puji tertentu bagi Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam"Translation: And (on that Day) you will see the angels going around the Throne, glorifying and praising their Lord, and they will be judged with justice; and (each of them gives thanks for that verdict by) saying: “All praise belongs to Allah, the Lord Who sustains and governs all the worlds.”
Nota nahu: وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ (ayat 75).Grammar note: وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ (verse 75).
Nota bahasa: لِلَّهِ (ayat 75).Language note: لِلَّهِ (verse 75).
✦ Ringkasan Tafsir & TadabburTafsir & Tadabbur Summary
«فَهَذَا قَوْلُهُمْ يَحْمَدُونَ اللَّهَ عَلَى عَدْلِ قَضَائِهِ وَجَمِيعِ صِفَاتِ كَمَالِهِ»
Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/74 · Shamela ↗Ibn ‘Āshūr, al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, 24/74 · Shamela ↗
Menurut Ibn ‘Āshūr, boleh jadi ucapan ini datang daripada malaikat, Rasul-rasul dan ahli Syurga, memuji Allah atas keadilan keputusan-Nya dan segala sifat kesempurnaan-Nya.
Renungan: Surah ini berakhir dengan pujian; mari kita jadikan pujian kepada Allah penutup setiap urusan kita.According to Ibn ‘Āshūr, this saying may come from the angels, the Messengers and the people of Paradise, praising Allah for the justice of His judgement and all His perfect attributes.
Reflection: This surah ends in praise; let us make praise of Allah the close of all our affairs.